NovelToon NovelToon
Terjerat Benang Merah

Terjerat Benang Merah

Status: sedang berlangsung
Genre:Percintaan Konglomerat / Cintamanis / Romansa / Cintapertama / Konflik etika
Popularitas:214.8k
Nilai: 5
Nama Author: santi.santi

Ternyata, teori tentang benang merah itu memang ada. Sejauh dan selama apapun berpisah, jika ada yang belum selesai makan akan tetap bertemu dengan cara yang terkadang tak masuk dalam logika.

Siapa yang sangka, Bianca akan kembali bertemu , mantan tunangan yang dulu dijodohkan dengannya dalam keadaan Bianca yang sudah tidak seperti dulu lagi.

Tunangan yang dulunya pergi meninggalkannya karena alasan tidak mencintainya, kini justru selalu terlihat dalam hidup Bianca yang begitu pelik.

Padahal mantan tunangannya itu sudah memiliki wanita yang dicintai sejak dulu menjalin hubungan dengan Bianca.

"Bisakah kau melewatiku begitu saja saat melihatku? Jangan mendekat dan jangan ikut campur terlalu jauh ke dalam hidupku!" - Bianca -

Apa jadinya jika dua orang itu justru terikat oleh sebuah teori benang merah yang tidak pernah putus diantara mereka?

Apakah mereka akan kembali bersama meski benang merah sudah terlalu rumit mengikat mereka berdua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi.santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Semua salah Elgard

"El?" Gumam Bianca ketika melihat siapa orang yang melindunginya saat ini.

Elgard hanya diam kemudian menarik Bianca menjauh dari sana. Tapi Elgard tentu tidak akan diam saja melihat apa yang mereka lakukan pada Bianca.

"Masuk!" Perintah Elgard.

"Tapi badanku kotor semua El!"

"Aku bilang masuk Bee!" Titah Elgard kali ini tak ingin dibantah.

Bianca menurut, dia masuk ke dalam mobil Elgard meski dia sendiri merasa risih dengan keadaan tubuhnya yang begitu kotor dan bau.

Elgard memutari mobil sembari melepas jasnya yang terkena pecahan telur, kemudian melemparkan jasnya ke belakang setelah dia masuk ke dalam mobil.

Tapi setelah itu dia melepas satu per satu kancing kemejanya. Entah apa yang akan dia lakukan tapi itu membuat Bianca tak mau menoleh sedikitpun.

"Lepas bajumu dan pakailah ini. Meski kemeja bekas pakai, tapi setidaknya lebih baik dari.pada bajumu yang penuh telur dan tepung!"

Bianca menerimanya dengan ragu. Mana mungkin dia melepas bajunya dan mengganti dengan kemeja milik Elgard sedangkan Elgard saja ada di sampingnya. Dan mereka masih berada di depan kantor Kevin. Masih banyak orang-orang di luar sana yang melihat ke arah mobil Elgard saat ini.

"Aku akan membawamu pergi dari sini, kau tenang saja aku tidak akan melihatmu! Aku tidak akan memanfaat kesempatan dalam keadaan seperti ini!"

Setelah itu Elgard benar-benar membawa mobilnya pergi. Sedikitpun dia tidak menoleh pada Bianca yang kini mulai melepas kancing kemejanya. Dengan cepat Bianca mengganti blouse miliknya dengan kemeja milik Elgard yang terlalu besar di tubuhnya.

Elgard membawa mobilnya menuju ke apartemen Bianca. Keduanya di dalam mobil belum terlibat pembicaraan apa pun meski diam-diam Elgard tau kalau Bianca menangis saat ini.

"Halo?" Bianca mengangkat panggilan dari nomor yang tidak dikenal.

"Bagaimana? Apa itu cukup sebagai pelajaran untukmu agar tidak mengganggu calon suami orang?"

Bianca melirik ke arah Elgard. Tampaknya Bianca sudah tau siapa yang menghubunginya saat ini.

"Jadi itu ulahmu?"

"Hmm, itu hanya peringatan untukmu. Aku bisa melakukan apa pun kalau kau masih berusaha mendekati Elgard!"

Tut...

Bianca langsung mematikan sambungan telepon dari Meriana. Ternyata semua yang terjadi yadi adalah ulah Meriana. Entah apa yang Meriana lakukan sampai orang-orang di kantornya mengetahui tentang latar belakangnya.

"Siapa?" Tanya Elgard.

"Tunanganmu!"

"Apa?"

Elgard membawa mobilnya menepi ke jalan yang lebih sepi.

"Dia yang menyebarkan tentang latar belakangku ke semua orang kantor!" Bianca memalingkan wajahnya.

Bianca menatap Elgard dengan matanya yang nanar dan penuh air mata.

"Maafkan aku!" Elgard ingin menyentuh wajah Bianca. Mengusap air mata di wajah yang sudah berantakan itu.

"Semua ini salahmu El. Semua ini terjadi karena kau yang keras kepala! Kau yang selalu menggangguku, padahal aku sudah memperingatkanmu!" Bianca menyalahkan Elgard atas apa yang terjadi padanya.

"Aku sudah berkali-kali mengatakan padamu untuk menjauh dariku, tapi kau keras kepala!" Napas Bianca tersengal karena kemarahannya.

"Maafkan aku Bee!" Benar apa kata Bianca. Elgard juga sadar akan kesalahannya. Seharusnya dia tidak secara terang-terangan mengatakan pada Meriana kalau dia punya perasaan pada Bianca. Seharusnya dia bisa sedikit menahan demi kebaikan Bianca.

"Apa yang akan Meriana lakukan lagi setelah ini? Aku yakin dia tidak akan puas hanya dengan membuatku malu di kantor!"

Elgard hanya diam, karena memang dia merasa bersalah. Dia tidak bisa mengendalikan Meriana yang tiba-tiba bertindak begitu jauh.

"Biar aku turun di sini saja. Kau sepertinya harus segera pergi ke acara pertunanganmu! Aku tidak mau kalau sampai Meriana marah dan bertindak lebih jauh lagi!"

"Tidak, aku akan mengantarmu pulang!"

Elgard kembali menjalankan mobilnya. Dia tidak akan membiarkan Bianca pulang sendiri dalam keadaan seperti itu.

Dalam perjalanan, Bianca hanya diam. Elgard pun begitu, dia hanya diam karena memang dia menyadari semua kesalahan ada pada dirinya.

"Terima kasih!" Ucap Bianca kemudian turun begitu saja dari mobil Elgard tanpa menoleh lagi pada pria yang masih menatapnya dari kejauhan.

Elgard baru pergi dari sana setalah Bianca tak terlihat dari pandangan matanya. Dia menuju ke tempat acara pertunangannya dilangsungkan. Kali ini, dia tidak akan pernah membiarkan Meriana dan Ayahnya menang.

Melihat keadaan Bianca tadi serta amarah Bianca kepadanya, itu sudah cukup baginya untuk melawan Ayahnya.

Elgard saja sudah merasa bersalah dengan apa yang terjadi pada Bianca bertahun-tahun lalu. Dia tidak bisa lagi melihat Bianca diperlakukan seperti tadi. Dia tidak peduli lagi dengan kemarahan Ayahnya setelah ini. Dia tidak mau lagi menjadi alat bagi Ayahnya.

"El, akhirnya kau datang juga. Aku khawatir sejak tadi kau tidak datang dan tidak bisa dihubungi!" Meriana menyambut kedatangan Elgard dengan begitu bahagia.

"El!" Ami menghampiri putranya, dia menarik Elgard menjauh. Ami dan yang lainnya memang sudah siap sejak tadi di tempat acara pertunangan itu.

"Ada apa Bu?"

"Apa kau yakin?" Ami tentu saja merasa berat melepas Elgard bertunangan dengan Meriana. Meski ini hanya sebuah pertunangan, tapi Ami tetap tidak tega.

"Ibu tenang saja. Aku harus menjalaninya karena ini jalan satu-satunya!" Elgard mencoba meyakinkan Ibunya.

"Tapi El!"

"Aku tidak papa Bu. Sekarang aku harus bersiap dulu!" Elgard mencium kening Ibunya sebelum pergi ke ruang ganti.

Ami hanya bisa menatap putranya dengan sendu karena pertunangan itu akan segera terjadi. Pertunangan yang hanya dilakukan untuk bisnis tanpa memikirkan kebahagiaan Elgard.

Acara pertunangan antara pewaris keluarga Rodriguez dengan model papan atas yang menjadi brand ambasador bahkan kesehariannya bisa dibilang menjadi kiblat fashion, tentu saja menjadi pesta yang begitu megah.

Meriana tampak begitu cantik dengan gaun hitam yang waktu itu pernah ia coba bersama Elgard. Sedangkan Elgard di sampingnya, begitu gagah dan tampan. Namun raut wajahnya yang datar dan dingin tak bisa dibohongi jika dia memang tidak menginginkan pertunangan itu terjadi.

"Bisakah kau tersenyum sedikit El?" Pinta Bianca tanpa menghilangkan senyum diwajahnya.

"Setelah apa yang kau lakukan pada Bianca, begitu?"

"Itu hanya peringatan kecil El, kenapa kau memasukkannya ke dalam hati?!"

Elgard hanya tersenyum sinis menanggapi Meriana. Tanpa Bianca ketahui jika Elgard telah menyiapkan kejutan kecil untuk Bianca.

Acara yang hampir saja dimulai tiba-tiba berubah riuh karena apa yang Elgard tampilkan pada layar besar di ruangan itu.

"A-ada apa ini? Tidak, itu bukan aku!" Meriana terlihat panik dengan wajahnya yang memerah.

"Ini hanya kejutan kecil untukmu Meriana!" Bisik Elgard dengan senyum liciknya.

"Kau yang melakukan semua ini El?" Meriana menatap tajam pada Elgard.

"Benar! Dan harusnya aku yang memberikan tatapan seperti itu kepadamu!"

1
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
duh jangan teriak kenceng sakit nih kuping🤣
Tian Fangxin
mending ngk ush bantu dia El. Emang dia pikir sama cowok lain pun bpknya El ngk ganggu. Lu pasti tetap di ganggu.
Nureliya Yajid
lanjut
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
semoga elgard paham maksudmu bee
Cahaya
ku terima bantua.n mu royyyyyyy
Rizka Susanto
hadeehh... kira2 km mau membantu apa roy???
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
Bianca juga dulu hatinya sakit ketika kamu meninggalkan nya🥹
Agnezz
mau bantu apa Roy ( marten)? ternyata Bee maaih mencintai El tapi dia gak mau El memjadi susah karena membantunya. Bee tidak mau hubungan Ayah dan anak menjadi musuh karena dirinya.
mama
minta di tonjok tu roy,mundah2n dgn rencana km menjauh dari el semakin membuat km hancur bee..sumpah greget sm bianca.. sok2 n ngelawan ayah ny el,ujung2 ny juga nyerah.. gk liat pengorbanan el km
Teti Hayati
Yaa meskipun hanya pura2.. tapi sakitnya Elgard disaat kejatuhannya itu nyata, dan makiin sakiit dg kepura-puraan mu Bee..
Kamu udh pernah mengalami hal tersulit, harusnya sekarang bisa lebih kuat.. gak mudah terpengaruh.. jadi makin terlihat lemah, gak ada apa2 nya km Bee..
Elgard jatuh saat sedang memperjuangkan km, harusnya jadi sumber kekuatan.. bukan malah jadi penoreh luka...
mama
semua pengorbanan el gk brrti ap2 di matamu bee,semuanya cwo mom gantung,plan plan..setelah el tau kbr ini aq berharap gk ush deketin bianca lg el..biarkan di dgn keputusan ny.. pergilah jauh untuk menata hatimu el
astr.id_est 🌻
sakit banget /Sob//Sob//Sob//Sob/
Kurnia Swasan
bles baca gue ah 😭
🌷Vnyjkb🌷
ooo, i see,, perSekongkolan toh,😆👍👍
🌷Vnyjkb🌷
impas dah,,,
SasSya
Roy...
sadar banget Klo mereka saling cinta zaa
semoga kamu yg akhirnya melepaskan dan memudahkan Bianca kembali Pd El Royyy
SasSya
💔💔💔💔😢😢😢😢
jahat banget Ndak sie ini Bianca
jangan bohongi hatimu Beeee
ini akan membuat rumit
Royyyy Bianca tidak cinta sama kamu!
SasSya
sangat keliru El
kamu menitipkan Bianca Pd Roy
gak kebayang hancurnya kamu 😬😬💔💔💔💔
Hanima
😍/Cry/
Hani Ekawati
Si Roy juga tidak tau diri ih, udah tau Elgard cinta sama Bianca dia kaya ngambil kesempatan disaat Bianca lagi galau. Padahal klo bukan karena Elgard mana kenal sama Bianca.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!