Gu Yanqing hidup miskin, tanpa latar belakang, tanpa peluang.
Hingga suatu hari, Sistem Peningkatan Kekayaan aktif—memberinya kesempatan untuk naik kelas, selama semua yang ia peroleh masuk akal dan sah.
Dari nol ke kaya, dari diremehkan ke dikelilingi orang-orang yang terlihat tulus.
Tapi di dunia uang dan status, kepercayaan punya harga.
Dan saat harga itu terlalu mahal, tidak semua orang sanggup membayarnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Demon Heart Sage, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26 : Saksi di Ujung (1)
Ruang pertemuan kecil itu berada di lantai dua sebuah gedung kantor hukum yang tidak mencolok di distrik bisnis Linhai. Tidak ada papan nama besar di luar, hanya plakat logam sederhana di dekat pintu masuk. Tempat itu sengaja dipilih karena netral—tidak terlalu resmi, tetapi juga tidak cukup kasual untuk menimbulkan kesan pertemuan pribadi yang mencurigakan.
Gu Yanqing sudah duduk di dalam selama hampir sepuluh menit.
Di depannya terdapat meja kayu persegi panjang yang bersih. Hanya ada dua gelas air dan satu map dokumen tipis yang belum ia buka.
Ia tidak menyentuhnya.
Pandangan Gu Yanqing sesekali jatuh pada jam dinding di sudut ruangan.
Jarum detiknya bergerak stabil.
Ketukan kecilnya terasa jauh lebih keras dalam keheningan ruang sempit itu.
Kemudian pintu terbuka.
Liu Haifeng masuk.
Pria itu tampak jauh lebih kusut dibandingkan terakhir kali mereka bertemu di lokasi proyek Dongkou Port. Kemeja kerjanya diganti dengan pakaian kasual, tetapi kerutan di wajahnya jauh lebih dalam. Rambutnya sedikit berantakan, dan matanya terlihat seperti seseorang yang tidak benar-benar tidur dengan tenang selama beberapa malam.
Ia menutup pintu perlahan.
Lalu berdiri beberapa detik tanpa berkata apa-apa.
Gu Yanqing tidak memotong keheningan itu.
Ia hanya menatap Liu dengan ekspresi tenang.
“Duduklah,” kata Gu akhirnya.
Nada suaranya stabil. Tidak mendesak.
Liu Haifeng menarik kursi di seberang meja dan duduk.
Tangannya berada di atas paha.
Namun jari-jarinya terus bergerak.
Sebuah kebiasaan kecil yang sering muncul pada orang yang sedang menahan tekanan.
Gu Yanqing mencatat detail itu tanpa menunjukkan reaksi.
Beberapa detik berlalu.
Liu Haifeng akhirnya membuka mulut.
“Saya… datang hari ini karena ada sesuatu yang harus saya katakan.”
Nada suaranya serak.
Gu Yanqing sedikit mengangguk.
“Silakan.”
Liu Haifeng menatap meja.
Bukan pada Gu.
Seolah-olah ada sesuatu di permukaan kayu itu yang lebih mudah dilihat daripada wajah orang di depannya.
Ia menarik napas panjang.
Kemudian kalimat itu akhirnya keluar.
“Saya ingin menarik kesaksian saya.”
Ruangan kembali sunyi.
Tidak ada reaksi dramatis.
Tidak ada perubahan ekspresi mencolok dari Gu Yanqing.
Ia hanya menatap Liu Haifeng beberapa detik lebih lama.
Seolah memastikan bahwa ia tidak salah dengar.
“Menarik kesaksian?”
“Ya.”
Liu Haifeng mengangguk cepat.
“Kasus ini… mungkin lebih baik saya tidak terlibat lagi.”
Nada suaranya mencoba terdengar tegas.
Tetapi di balik itu, ketegangan terasa jelas.
Gu Yanqing bersandar sedikit di kursinya.
Ia tidak langsung menjawab.
Dalam beberapa detik berikutnya, pikirannya bergeruh jauh lebih cepat daripada percakapan di ruangan itu.
Kesaksian Liu Haifeng adalah salah satu elemen penting dalam gugatan mengenai kecelakaan konstruksi di proyek Dongkou Port.
Bukan satu-satunya.
Tetapi tetap penting.
Liu adalah mandor lapangan yang berada langsung di lokasi ketika keputusan pemotongan biaya keselamatan dibuat.
Ia menyaksikan bagaimana standar perlindungan pekerja diturunkan.
Ia melihat laporan internal yang diubah setelah kecelakaan terjadi.
Dan yang paling penting—
Ia mengetahui siapa yang memberi perintah di lapangan.
Tanpa Liu Haifeng, struktur kasus tidak runtuh sepenuhnya.
Namun akan melemah secara signifikan.
Gu Yanqing akhirnya berbicara.
“Apakah ada alasan khusus?”
Pertanyaannya sederhana.
Tidak menekan.
Liu Haifeng tidak langsung menjawab.
Ia menatap gelas air di meja.
Tangannya bergerak ke arah gelas itu, tetapi berhenti sebelum menyentuhnya.
Beberapa detik berlalu.
“Saya hanya merasa… ini terlalu berbahaya.”
Kalimat itu diucapkan pelan.
Gu Yanqing memperhatikan detail kecil lainnya.
Liu tidak mengatakan “tidak ingin”.
Ia mengatakan “berbahaya”.
Perbedaan kata itu sangat jelas.
Gu tidak menyela.
Liu Haifeng akhirnya melanjutkan.
“Awalnya saya pikir ini hanya masalah hukum biasa. Saya hanya perlu mengatakan apa yang saya lihat.”
Ia tersenyum pahit.
“Ternyata tidak sesederhana itu.”
Gu Yanqing menunggu.
“Saya punya keluarga,” lanjut Liu. “Istri. Anak.”
Ia akhirnya menatap Gu.
Tatapan itu penuh dengan sesuatu yang sulit dijelaskan.
Bukan kebencian.
Bukan juga permintaan maaf.
Lebih seperti seseorang yang sedang mencoba menjelaskan keputusan yang bahkan ia sendiri tidak sepenuhnya yakini.
“Beberapa hari terakhir…” Liu berhenti sebentar.
Kemudian menggeleng.
“Saya hanya merasa lebih baik mundur sebelum semuanya menjadi lebih besar.”
Gu Yanqing tidak langsung menjawab.
Ia mempelajari wajah Liu Haifeng dengan tenang.
Ada banyak hal yang tidak diucapkan dalam penjelasan barusan.
Tekanan eksternal.
Ancaman tidak langsung.
Atau mungkin sekadar rasa takut yang tumbuh setelah menyadari siapa pihak yang sedang ia hadapi.
Gu Yanqing mengalihkan pandangan sebentar ke map dokumen di meja.
Kemudian kembali ke Liu.
“Apakah seseorang menghubungi Anda?”
Pertanyaan itu membuat bahu Liu sedikit menegang.
“Tidak.”
Jawabannya datang terlalu cepat.
Gu Yanqing tidak membantah.
Ia hanya mengangguk pelan.
“Baik.”
Beberapa detik hening kembali muncul.
Liu tampak sedikit terkejut oleh reaksi itu.
Ia mungkin mengharapkan Gu akan mencoba membujuknya.
Atau menekan.
Atau bahkan marah.
Tetapi tidak ada yang terjadi.
Gu Yanqing hanya berkata dengan nada datar.
“Saya mengerti.”
Liu mengerutkan kening.
“Begitu saja?”
Gu Yanqing menyilangkan jari di atas meja.
“Kesaksian di pengadilan harus diberikan secara sukarela. Jika Anda tidak bersedia, tidak ada yang bisa memaksa Anda.”
Ia berhenti sejenak.
“Termasuk saya.”
Liu Haifeng tidak langsung menanggapi.
Ada sesuatu dalam nada Gu yang membuat suasana terasa berbeda.
Bukan menyerah.
Tetapi juga bukan memaksa.
Lebih seperti seseorang yang sedang menimbang ulang seluruh papan permainan.
Di dalam kepala Gu Yanqing, struktur kasus itu mulai dihitung ulang.
Jika Liu mundur—
Bukti dokumenter masih ada.
Foto kondisi proyek Dongkou Port sebelum kecelakaan.
Catatan pembelian material keselamatan yang tidak sesuai standar.
Laporan teknis yang diubah setelah insiden.
Namun kesaksian langsung dari mandor lapangan tetap memiliki nilai khusus di pengadilan.
Gu Yanqing menutup matanya sejenak.
Dan pada saat itu—
Sebuah panel transparan muncul di dalam kesadarannya.
Panel sistem.
Tulisan di dalamnya muncul dengan rapi.
───────────────
SISTEM KENAIKAN KEKAYAAN
Status Kasus: Gugatan Kecelakaan Konstruksi Dongkou Port
Peringatan Risiko:
Stabilitas saksi utama menurun
Analisis Bukti Cadangan:
Sumber bukti tambahan tersedia
Rekaman cadangan berhasil dipulihkan
Jenis Bukti:
Rekaman percakapan internal proyek
Kekuatan Bukti: Tinggi
Kemungkinan memperkuat gugatan: 73%
───────────────
Mata Gu Yanqing terbuka kembali.
Ekspresinya tetap sama seperti sebelumnya.
Namun di dalam pikirannya, keseimbangan kasus itu telah berubah sedikit.
Rekaman percakapan internal proyek.
Jika itu benar-benar ada, maka kasus ini tidak lagi bergantung sepenuhnya pada Liu Haifeng.
Gu Yanqing tidak langsung menyebutkan hal itu.
Sebaliknya ia kembali menatap Liu.
“Apakah Anda yakin dengan keputusan ini?”
Liu mengerutkan kening.
“Saya pikir saya sudah jelas.”
Gu mengangguk pelan.
“Saya hanya ingin memastikan Anda memahami konsekuensinya.”
“Konsekuensi?”
“Ya.”
Gu Yanqing mengambil gelas airnya dan meminumnya sedikit sebelum melanjutkan.
“Jika Anda menarik kesaksian sekarang, kasus tetap berjalan. Namun posisi kami akan berubah.”
Ia berhenti.
Kemudian menambahkan dengan nada datar.
“Dan posisi Anda juga.”
Liu Haifeng menatapnya.
“Apa maksud Anda?”
Gu Yanqing menjawab dengan tenang.
“Jika suatu saat pengadilan menemukan bahwa Anda memiliki informasi penting tetapi memilih untuk tidak menyampaikannya, pihak lain dapat menggunakan itu untuk mempertanyakan kredibilitas Anda.”
Ia tidak mengatakan kata “risiko hukum”.
Tetapi maknanya jelas.
Liu Haifeng terdiam.
Tangannya akhirnya meraih gelas air.
Ia meminumnya cepat.
Seolah tenggorokannya tiba-tiba terasa kering.
Gu Yanqing tidak menambahkan tekanan.
Ia hanya berkata,
“Namun keputusan tetap di tangan Anda.”
Liu menatap meja lagi.
Kali ini lebih lama.
Ketika akhirnya ia berbicara, suaranya jauh lebih pelan.
“Saya tidak menyangka semuanya akan sejauh ini.”
Gu Yanqing menjawab singkat.
“Kasus seperti ini jarang kecil.”
Liu tertawa pendek.
Tawa tanpa humor.
“Ya… saya mulai menyadarinya.”
Keheningan kembali memenuhi ruangan.
Tetapi kali ini terasa berbeda.
Keputusan Liu Haifeng belum berubah.
Namun keraguan di dalam dirinya semakin jelas.
Sementara itu, di dalam pikiran Gu Yanqing, panel sistem perlahan memudar.
Rekaman cadangan.
Bukti baru yang belum digunakan.
Sebuah fondasi tambahan yang mungkin akan mengubah arah permainan.
Namun untuk saat ini—
Yang paling penting masih duduk di seberang meja.
Seorang mandor proyek Dongkou Port yang sedang berdiri di ujung ketakutannya sendiri.
Dan keputusan yang ia buat dalam beberapa menit ke depan mungkin akan menentukan apakah kasus ini tetap berdiri tegak…
atau mulai retak dari dalam.