Siapa sangka peristiwa yang terjadi selama dua minggu, membuat hidup Salsa berubah total. Dorongan yang kuat untuk mengungkap tabir kematian seorang gadis yang menyangkut dosen Salsa. Ia punya beban moril untuk mengungkap kasus ini, agar citra pendidikan tetap terjaga dan tidak ada korban lainnya.
Bersama Syailendra, Salsa berhasil mengungkap kematian Karina hingga memperoleh ketenangan di dunia lain.
Happy Reading.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
JIN DASIM VERSI MANUSIA
Hanya seorang dosen tanpa power apapun, jelas menyerah dengan keadaan. Setelah dihentikan secara tidak hormat karena membuat kegaduan dan melanggar kode etik sebagai pendidik, membuat Amar kehilangan pekerjaan dalam sekejap. Pusing setengah mati, dia harus berbuat apa sekarang, Melani melalui papanya langsung mengurus perceraian, dan dia tidak dibisa melihat anaknya juga.
Kepala Amar rasanya ingin pecah, saat ada orang yang mendatangi rumah orang tuanya, dua orang dan mengaku suruhan papa Sandrina. Jelas saja kaget, Amar tak menyangka saja latar belakang keluarga Sandrina punya power sebegitu kuat sampai punya orang suruhan layaknya algojo.
Amar sudah tak punya daya, lebih baik kooperatif saja dan ikut pada orang itu menuju sebuah kantor besar. Namun ia tak mau berpikir jauh, pikirannya dia mau diapain sampai di bawa ke gedung sebesar ini.
Amar sangat bisa diajak kerja sama sehingga tak perlu ada kekerasan sampai menuju ruangan pemilik kantor ini. Memang selama menuju ruangan, banyak mata melirik namun sekedar melihat saja karena mereka juga sibuk dengan kerjaan masing-masing.
Begitu masuk ke dalam ruangan, kesan mewah sangat terasa. Ada seseorang yang sedang menelepon dan menatap Amar dengan tatapan tajam. Tak sampai 10 menit, Amar pun dihadapkan oleh penawaran sulit. Tanpa kalimat pengantar, Amar hanya diminta untuk terima atau tolak menikah dengan Sandrina tanpa alasan.
Jelas saja Amar tak bisa memutuskan sekarang, ia harus memikirkan Melani dan bayi, apalagi proses cerai, namun papa Sandrina tak mau tahu. Beliau kembali mengulang, terima atau tolak.
"Apa benefitnya saya menjadi suami Sandrina?" Amar merasa dibutuhkan untuk masa depan perempuan itu, maka dia memakai logika untuk negosiasi.
Sebenarnya papa Sandrina malas ada diskusi, karena kejadian sudah salah tinggal tindakan nyata. Tapi ia berhadapan dengan seseorang yang biasa mengedepankan diskusi, alhasil akan diladeni.
"Tetap hidup atau mati, dan uangku sangat bisa melakukannya," ucap papa Sandrina singkat dan jelas. Amar langsung menelan ludahnya kasar, bayangannya tadi karena kantor sudah sebagus ini, maka dia akan ditawari untuk berapa miliyar agar mau menikah Sandrina, tapi nyatanya menyangkut kelanjutan hidup Amar di dunia. Sial.
Amar pun tak punya pilihan, dia menyetujui untuk menikah dengan Sandrina malam itu juga, semua proses dilakukan siri dan besok akan diurus oleh pengacara papa Sandrina. Amar bahkan tak menghubungi orang tuanya, dia tak pulang selama beberapa hari dan sudah tinggal di rumah Sandrina.
Memang otak Amar ini beres kalau sedang mengajar saja. Harusnya dia menyesal karena belum selesai sidang malah menikahi Sandrina, tapi dia benar-benar menjalani pernikahan dengan sepenuh hati, karena dengan Sandrina hidupnya malah terjamin tak perlu kerja malah. Entah kenapa Amar seoleng ini.
Dia menghabiskan malam pengantin dengan Sandrina dan tidak mengingat kesehatan mental Melani dan bayinya. Bahkan Sandrina yang awalnya overthinking dan takut menghadapi dunia, kini ikut arus yang diciptakan Amar, masa bodo dengan video itu.
Mereka menikmati malam pengantin dengan tanpa merasa bersalah, bahkan keesokan harinya langsung bulan madu ke luar negeri, lebih tepatnya ke Maldives. Orang tua Sandrina memang sudah pasrah dengan putri bungsunya itu, tak pernah merasakan susahnya orang tua, jadi sesukanya saja. Bahkan soal pendidikan saja, dia memilih jurusan dengan grade yang biasa saja, tidak seperti kedua kakaknya. Ditambah hamil juga, mama pun akhirnya legowo daripada nanti anaknya punya pikiran menggugurkan dan pendarahan, lebih baik dinikahkan agar bahagia saja.
"Sumpah?" tanya Salsa memastikan berita yang beredar, ada salah satu netizen memotret keberadaan Amar dan Sandrina di bandara, hanya sekilas dan sempat memotret karena baik netizen itu maupun Amar dan Sandrina masuk jalur first class. Segera diunggah dengan caption.
Ini dosen dan pelakor itu kan? Mungkin Mbak netizen mengikuti kasus perselingkuhan Amar, sehingga dia spontan saja mengunggah video 15 detik itu ke sosial medianya. Jelas saja langsung ramai, dan banyak menghujatnya.
Ati2 karma.
Tuh cewek gak punya hati kali ya.
Masukkan grup Jul ...Jule.
Tim istri sah.
Mbak Melani jangan mau cerai saja, pidanakan Mbak.
Urat malu dah putus.
"Ternyata dia anak orang kaya, wajar saja masa bodoh! Gak takut ya naik pesawat hasil ngelakor?" gumam Rindu ikut kesal. Sebejat-bejatnya dia jadi perempuan saat remaja, tak ada tuh niat main sama laki atau pacar orang. Gila saja ini, sudah dihujat malah main melancong pakai first class lagi.
"Pak Amar emang udah dipecat?" tanya Devita memastikan, Salsa dan Rindu mengangguk. Kampus menindak tegas dan tak perlu sp juga.
Sedangkan Melani yang di tag oleh pengunggah video itu, langsung menangis histeris. Terlihat sekali mereka berdua tak ada beban. "Kenapa Nak?" tanya mama Melani sangat sabar, beliau harus merawat dua belahan jiwanya, cucu dan Melani sendiri, bahkan beliau juga ikut menangis melihat kesedihan Melani yang begitu dalam.
"Dia tega banget, Ma. Dia masih jalan dengan perempuan itu tanpa merasa bersalah sama Melani. Bahkan saat perceraian belum selesai, dia malah ke luar negeri, dunia macam apa ini, Ma. Aku sakit, Ma. Aku tak terima diperlakukan begini, Ma!" ucap Melani sembari memukul dadanya yang terasa sesak, sejak masalah ini mencuat nafsu makan, bahkan tidur nyenyak sudah tidak pernah Melani rasakan. Bahkan air susu yang semula mengucur deras kini tak mengucur lagi. Betapa terlukanya Melani. Mental dan fisik dihancurkan Amar begitu kejam.
"Mereka tidak akan bahagia, Ma. Mereka akan hancur-sehancurnya, melebihi apa yang aku rasakan. Aku dendam, Ma. Aku mau melihat dia hancur, Ma!" hati ibu mana yang tak teriris mendengar jeritan sang putri yang begitu menyayat hati.
Bersumpahlah Nak, sumpahmu akan tembus langit. Amar sudah dzalim sebagai ayah dan suami. Akan mama adukan di sepertiga malam nanti.
Lain Melani, lain Sandrina. Ia sengaja memotret jendela pesawat, mengunggahnya ke status WA, setelah sekian hari tak memegang gawai itu. Sesekali egois.
Spontan saja chatnya ramai, karena ia memakai wifi di area first class. Temannya banyak yang mengomentari status itu.
Sinting lo, Sandrina. Gue bejat, tapi gak sebejat lo! Lusi yang awalnya iba pada Sandrina, nyatanya menghujat juga. Tak menyangka teman yang berprestasi bisa jadi jin Dasim yang begitu kejam.
Hati-hati Sandrina, kakakku juga korban Pak Amar. Dia sampai meninggalkan dan keguguran sebelum menikah dengan istri sekarang. Seorang Syailendra yang tak pernah menggubris hidup orang lain, sampai mengomentari kasus Sandrina dan Pak Amar.
Namun Sandrina tak peduli, hanya membaca chat itu, yang penting saat melahirkan nanti ada suami di sampingnya. Persetan kuliah, kalau dia mau dia akan pindah ke luar negeri setelah ini.
Makanya punya orang tua kaya, setidaknya kalau tersandung kasus masih bisa liburan, gumam Sandrina menutup ponsel dan menikmati perjalanan.