seorang mahasiswi yang menjalin hubungan yang rumit dengan seseorang tentara .. apakah mereka akan berakhir sampai menikah ? ... entahlah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nunna namjoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 23
Joshua bekerja keras selama 2 hari hingga ia tak bisa tidur, dan akhirnya ia menemukan siapa dalang di balik ini semua.
"Tuan aku sudah menemukan orangnya" Ucap Joshua sambil memperlihatkan layar tab yang ia pegang ke arah hajun.
Tak di sangka ternyata CEO dari perusahaan OTO yang melakukan nya, sebelumnya perusahaan itu mengajukan kontrak kerjasama dengan hajun namun ia tolak karena beredar rumor jika pemimpin dari perusahaan itu sangat licik dalam menjalin kerjasama.
CEO muda yang sangat terobsesi untuk menjadi nomor satu di Korea, namun kali ini hajun tak tinggal diam, ia segera mengatur pertemuannya dengan CEO tersebut.
"Joshua, tolong siapkan seperti biasa, berani kau macam macam denganku, kau akan tau akibatnya" Ucap hajun dengan mengeluarkan senyum smirknya.
"Baik tuan"
********
"bagus, kerjakan dengan mulus, sisanya akan aku transfer segera mungkin" Ucap Minha yang tengah sibuk berbicara lewat telfon.
"sayang!! Kau sedang menelfon siapa? " Tanya tuan min.
"Hanya teman arisan sayang, bagaimana keadaanmu apakah membaik, sebaiknya kau istirahat saja di kamar, biar urusan yang lainnya aku yang handle" Ucap Minha dengan berpura-pura kwatir dengan tuan min.
Sejujurnya akhir-akhir ini Minha menaruh obat agar kesehatan tuan min memburuk, ia yakin rencana nya kali ini tak mungkin gagal karena di rumah tak ada yang mengawasi sekalipun anak-anak dari tuan min tak akan mengetahui nya.
"Kepalaku agak pusing sebaiknya aku tidur di kamar" Titah tuan min sambil memegang Kepala nya.
"Mari ku antar sayang, jangan lupa minum obatnya agar kau cepat sembuh" Jawabnya dengan menunjukkan sedikit senyum smirknya.
*******
Hajun nampak di sibukkan oleh pikiran nya, harus memakai cara apa lagi untuk membuat oknum-oknum yang akan menghancurkan perusahaan nya agar jera.
Tak satu dua kali hal ini terjadi, sudah sering ia alami namun kali ini sedikit berlebihan .
Braakkkk!!!
Suara gebrakan yang hajun lakukan membaut Joshua yang duduk tak jauh darinya langsung terkaget.
"Aarrrgggg!! " Frustasi hajun.
"Tenang bos, aku akan segera mengurusnya, kau tak perlu kwatir" Ucap joshua.
"Kapan kita akan bertemu dengannya? "
"Lusa, anak buahku sudah ku utus untuk mengurus nya,secepatnya akan ku beri tahu"
"Kalau bukan karna ayah ku, aku tak mau mengurus perusahaan ini aaiissshhh" Ucap hajun yang semakin frutasi.
Sementara itu di sebuah cafe kopi terdapat gea yang frustasi juga dengan judul skripsi yang akan ia buat, waktu yang semakin sedikit membuat dia semakin pusing akan membuat seperti apa.
"Bagaimana ini!! Deadline sebentar lagi, rasanya aku ingin menghilang dari dunia ini" Ucapnya sambil menutup wajahnya dengan sebuah buku.
Tuk tuk tuk!!!
Ada Sebuah jari telunjuk yang menoel noel pundaknya.
"Aaissshh siapa yang menggangguku, apa kau tak melihat... " Protes gea yang langsung membuka penutup wajahnya dan segera melihat sosok di depannya.
"Suga.... "
"Ku bawakan cemilan kesukaan mu.. " Ucap suga yang langsung duduk di samping gea.
"Sejak kapan kau di sini, akupun tak memberi tahumu" Ucapnya.
"Yoona yang memberi tahuku, makanlah dulu kau terlihat pucat akhir- akhir ini" Ucap suga sambil menangkup wajah gea dengan kedua tangannya.
"Aku baik kok, hanya saja ini masa terakhirku di kampus, aku bingung harus membuat skripsi dengan materi apa" Jawabnya lesu.
"Mau ku bantu.?? "
"Sungguh??? Tapi bagaimana?"
Suga pun langsung menjelaskan dengan telaten walaupun masih susah untuk gea mengerti, entahlah apa yang membuat gea tiba-tiba tak bisa berpikir apapun karena saat ia menempuh pendidikan S1 ia tak seperti itu, bagi suga itu hal yang mudah untuk di lakukan.
Atau karena sekarang pikiran gea sudah di penuhi suga, gea pun juga tak mengerti, untung saja suga mau membantunya, sebenarnya gea sudah meminta bantuan kepada teman- temannya tapi mereka juga sedang mengerjakan hal sama jadinya gea tak terlalu memaksakan mereka.
Buku demi buku gea pelajari dengan tekun, tak satu dua kali ia sekali bertanya kepada suga jika ia masih kebingungan, hingga tak sadar mereka berada di cafe tersebut sampai cafe itu hampir tutup.
Tapi gea malah tertidur karena setengah hari berkutik dengan buku dan laptopnya.
Akhirnya suga membereskan meja dan merapikan buku, kertas dan laptopnya gea dan memasukkan nya kedalam tas.
Setelah selesai ia menggendong gea yang tertidur menuju mobilnya, ia menaruh tubuh gea dengan perlahan agar ia tak terbangun di kursi depan.
"Kau pasti kesulitan akhir- akhir ini, maaf tak selalu ada untukmu, tapi aku berusaha melakukan yang terbaik untukmu gea" Ucap suga sambil memandangi wajah gea dan mengusap lembut pipinya.
Suga segera melajukan mobilnya ke apartemen nya, tak lupa ia mengirim pesan kepada orang tua gea agar tak mengkhawatirkan putri mereka.
Sesampainya di apartemen, suga menggedong gea ala bridal style, sebenernya cukup agak merepotkan tapi harus ia lakukan.
Gea ia tempatkan di kamar pribadinya setelah melepas sepatu gea, suga menyelimutinya dengan selimut tebal sebatas leher.
Setelahnya ia tinggal ke ruang kerjanya, jujur saja ia selama ini juga membantu perusahaan hajun sambil menunggu tugas dari komandan untuk mengisi waktu luangnya.
Suga di angkat sebagai wakil direktur oleh hajun tanpa sepengetahuan gea, ia sengaja tak memberi tahu agar gea tak mengkhawatirkan keadaan nya jika banyak bekerja.
Di bukanya laptop dan mengecek beberapa email yang masuk. Di situ terdapat email dari hajun yang berisi informasi orang-orang yang berulah terhadap perusahaan nya kemarin. Ia cermati satu persatu dengan teliti.
Segera ia menghubungi seseorang untuk mengurus semuanya, berkat joshua para pengganggu itu ketahuan lebih cepat, jadi memudahkan suga untuk mengurus kelanjutannya.
Dua hari berlalu, suga dan hajun sudah sepakat untuk menemui orang tersebut di markasnya.
Orang itu di ikat di sebuah kursi dan matanya di tutup oleh sebuah kain dengan beberapa bekas memar di lengan dan wajahnya. Dan di jaga oleh beberapa orang suruhan suga.
"Selamat sore tuan" Ucap hajun dengan mengeluarkan smirknya.
"Siapa kamu, apa yang kau inginkan hah,, lepaskan akuuu" Berontak orang tersebut.
"Ku dengar- dengar kau berusaha keras untuk menghancurkan perusahaan ku" Ucap hajun sambil berjalan mengelilingi orang itu.
" Siapa kau sebenarnya hah, lepaskan penutup mataku bedeb*ah" Ucapnya.
Hajun yang tak sabaran langsung menendang tubuh orang itu hingga tersungkur bersama kursinya.
"Aku paling tak suka orang yang bertele-tele apalagi sampai berani menghalangi jalanku" Ucap hajun sambil melonggarkan ikatan dasi di lehernya.
"Sebenarnya Aku sudah geram akan tingkah nenek sihir itu, tapi di sampingnya masih ada ayahku yang masih setia bersama nya" Lanjutnya.
"Mau apa kau sebenarnya hah, lepaskan aku" Berontak orang tersebut.
"Katakan sebenarnya apa tujuan mu melakukan itu semua? Hah" Ucap hajun yang sudah di penuhi emosi dan langsung menginj*ak kepala orang itu.
"Apa kau tau, aku dan adikku bersusah payah merebut kembali perusahaan itu dari tangan orang kep*rat itu hah" Hajun makin tersulut emosi sampai inj*kan kakinya menekan pipi orang itu.
"Sampai matipun aku tak memberi tahumu, jika kau tetap memaksa ayahmu akan dalam bahaya hahahaha" Ucap orang itu dengan tertawa puas.
"Kau memang pantas mati " Semakin menekan inj*akan kakinya.
"Hyung hentikan, percuma jika kau terus memaksa, sebaiknya kita kembali besok, biarkan orang-orangku yang mengurus nya" Ucap suga yang sambil menahan hajun untuk tidak berbuat berlebihan karena jika itu terjadi repostasinya juga akan terancam.
"Urus dia" Perintah suga kepada orang suruhannya.
Sesampainya mereka berdua di apartemen hajun, hajun segera merebahkan badannya di atas sofa.
"Orang- orang luar sangat merepotkanku akhir- akhir ini" Gerutunya sambol memejamkan mata.
"Tenanglah Hyung, semuanya akan terbongkar pada waktunya, nenek sihir itu semakin bermain licik, aku yakin ia masih mencari kolega lainnya untuk di ajak kerja sama" Ucap suga sambil membuka sekaleng minuman dan meminumnya sedikit.
"Lebih baik menjadi penulis novel, hidupku akan tenang, ku dengar ayah sakit, apa kau mengetahuinya" Ucap hajun sambol menyambar kaleng minuman yang di pegang suga.
"Eeemm aku belum sempat menjenguknya, ku harap itu bukan olah nenek sihir itu" Jawabnya.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung