NovelToon NovelToon
Terjebak Dalam Jeratan Yang Di Tinggalkan

Terjebak Dalam Jeratan Yang Di Tinggalkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Lahir dari keluarga islami, dituntut untuk selalu taat, memiliki saudara perempuan dan ternyata menjadi bahan perbandingan. Aluna gadis 20 tahun yang baru saja lulus kuliah dan memiliki banyak cita-cita harus menerima takdirnya saat dijodohkan oleh kedua orang tuanya dengan seorang pria yang tidak dia kenal.

Aluna tetap pada keputusannya untuk mengejar karirnya, membuat Aluna harus meninggalkan pernikahannya untuk memenuhi janji kepada seseorang yang telah menunggunya.

Tetapi siapa sangka ternyata Aluna justru mendapatkan penghianatan dengan penuh kebohongan. Aluna harus menerima takdirnya atas kesalahan besar yang telah ia lakukan.

Setelah beberapa tahun meninggalkan pernikahannya. Aluna kembali terjerat dengan pria yang harus dia nikahi beberapa tahun yang lalu.

Bagaimana kelanjutan hubungan Aluna? apakah pria yang harusnya menikah dengannya membencinya dan ingin membalasnya?"




Jangan lupa untuk terus mengikut novel ini.

follow Ig ainunharahap12.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 24 Penenang

Aluna terlihat begitu lesu ketika memasuki kamar, Ravindra tidak mengajaknya berbicara dan hanya melihat saja bagaimana Aluna yang tampak murung. Sudah pasti berkaitan dengan apa yang di katakan Rami.

"Tidak perlu mendengarkan perkataan orang tua yang sudah sepuh, anggap saja itu nasehat nenek-nenek, jika seorang cucu melakukan hal yang benar, maka akan tetap salah," ucap Ravindra.

Secara tidak langsung dia telah memberi semangat istrinya, walau nada suaranya terdengar begitu sangat ketus dan kesal kata-kata singkat itu seolah-olah bisa menjadi semangat untuk Aluna. Aluna tidak berbicara dan hanya mendengar saja.

Tok-tok-tok.

Kedua kepala itu sama-sama menoleh ke arah pintu. Ravindra melangkah mendekati pintu dengan membuka pintu tersebut.

"Mama," ucap Ravindra.

"Mama ingin bicara sebentar dengan Aluna," ucap Risma.

"Silahkan, aku mau mandi dulu," sahut Ravindra memberikan ruang untuk ibunya memasuki kamar mereka dan Ravindra kemudian langsung pergi memasuki kamar mandi.

Risma duduk di samping Aluna dengan menggenggam tangannya.

"Maafkan Nenek Ravindra," ucap Risma.

"Kenapa Mama harus mewakilkan seseorang untuk meminta maaf?" tanya Aluna.

"Tidak apa-apa. Ini semua adalah kesalahan saya dan membuat kamu terjebak dalam situasi ini. Aluna, bukan ini yang Mama inginkan dan Mama juga tidak tahu jika akan seperti ini. Mama udah tahu bagaimana sekarang posisi kamu dan juga hati kamu yang pasti tersakiti dengan apa yang dia katakan," ucap Risma.

Aluna tidak merespon dan hanya menatap kedua bola mata Ibu mertuanya yang bergenang, tampak nada suaranya terdengar begitu lirih merasa bersalah atas apa yang terjadi, tatapan mata yang penuh penyesalan dan ketulusan bahwa dia tidak menginginkan Aluna diperlakukan seburuk itu.

"Benar, Mama memang tidak mengundang ibu mertua Mama, karena sudah pasti beliau tidak akan menyetujui pernikahan ini. Mama pikir setelah kalian menikah dan Mama, Papa berbicara baik-baik akan berhasil membujuknya dan pelan-pelan menerima kamu dengan melupakan masa lalu yang terjadi, ternyata semua tidak semudah itu dan kamu harus mengalami hal ini," ucap Risma.

"Kenapa Mama harus memaksakan diri untuk menikahkan Aluna dengan Ravindra. Kenapa begitu menginginkan Aluna untuk menjadi menantu di rumah ini dan sementara di luar rencana masih banyak wanita yang jauh lebih baik dibandingkan Aluna?" tanya Aluna.

"Karena kamu wanita yang memiliki sesuatu yang tidak dimiliki oleh orang lain. Saat pertama kali Mama melihat kamu dan memang sudah yakin bahwa kamu adalah istri yang tepat untuk Ravindra, tetapi Mama tidak tahu jika keputusan Mama yang terlalu memikirkan diri sendiri membuat kamu harus menderita," jawab Risma.

Aluna merasa begitu sangat bahagia dicintai oleh seorang ibu yang tulus, Aluna bahkan tidak bisa marah dan kecewa atas apa yang telah dia terima, karena apa yang dia dapatkan lebih dari semua itu.

Risma memegang pipi Aluna, "Jangan pernah menyerah untuk pernikahan kalian,"

"Mama yakin, pernikahan kalian akan jauh lebih baik kedepannya, kamu harus bersabar sedikit. Kamu harus meyakini jika keluarga ini berpihak kepada kamu dan begitu juga dengan Ravindra," ucap Risma memberi semangat kepada menantunya.

Aluna menganggukkan kepala dengan tersenyum dan memegang tangan sang ibu mertua yang masih berada di pipinya.

"Aluna tidak punya alasan untuk menyerah dalam pernikahan ini. Aluna juga tidak menyimpan rasa sakit hati dengan apa yang dikatakan Nenek. Aluna menganggap itu semua adalah hal yang pantas didapatkan,"

"Mama tidak perlu khawatir apapun, Aluna akan baik-baik saja dan Aluna akan berusaha untuk meyakinkan Nenek, bahwa Aluna benar-benar belajar dari kesalahan dan bisa menjadi bagian dari keluarga ini," jawab Aluna secara berbesar hati menerima semua yang telah dia dapatkan.

Risma tersenyum mendengar jawaban bijak menantunya itu dan kemudian langsung memeluknya.

Ravindra yang berada di dalam kamar mandi ternyata sejak tadi menguping. Ravindra tersenyum tipis mendengar perkataan sang istri.

****

Aluna menuruni anak tangga dan harus menghentikan langkahnya ketika berpapasan dengan Rima. Aluna kesulitan menelan saliva ketika mendapat tatapan tidak suka dan seolah-olah ingin menerkamnya.

"Kamu akan tetap bertahan dalam pernikahan ini?" tanya Rami.

Aluna menjawab hanya dengan anggukan kepala.

"Apa alasan kamu melakukannya?"

"Apa yang kamu inginkan dan apa kamu sudah tidak bisa menikah dengan laki-laki lain dan atau tidak ada laki-laki yang akan menikah dengan kamu?" tanya Rami.

"Saya hanya ingin membuktikan bahwa saya juga layak untuk menjadi menantu dan saya akan belajar dari semua kesalahan saya di masa lalu," jawab Aluna dengan bijak membuat Rami tertawa kecil.

"Kamu merasa bersalah dengan perbuatan kamu?" tanya Rami.

"Benar! Saya pada saat itu masih berusia 20 tahun dan baru saja lulus kuliah, saya sama dengan wanita pada umumnya memiliki mimpi yang banyak. Tetapi Abi memaksa saya untuk menikah dengan laki-laki yang tidak saya ketahui siapa pria itu dan jujur saja pada waktu itu saya memiliki seseorang yang sedang dekat dengan saya,"

"Dia menjanjikan sesuatu kepada saya dan saya pikir semuanya akan baik-baik saja dengan memilih untuk meninggalkan pernikahan. Karena sudah pasti seseorang yang kita kenal jauh lebih lama akan aman untuk kita dibandingkan seseorang yang tidak kita kenal sama sekali," Aluna cukup berani memberikan jawaban-jawaban yang sangat bijak dan sejak tadi Rami tidak menyela semua perkataannya.

"Saya memang salah, Nek, tetapi saya tidak mengatakan bahwa jika waktu bisa diputar kembali dan saya tidak akan meninggalkan pernikahan itu dan bukan berarti saya tidak menyesal. Tetapi jika tidak ada kejadian 3 tahun lalu maka saya juga tidak akan pernah belajar jadi seperti ini,"

"Mungkin saja ini sudah menjadi takdir Allah dan pada ujung-ujungnya saya tetap dipertemukan dengan Ravindra. Bukankah jodoh maut dan rezeki itu sudah ada yang mengatur dan mungkin saja 3 tahun lalu kami belum berjodoh dimakan dari itu Allah menggerakkan saya untuk meninggalkan pernikahan itu," ucap Aluna mengeluarkan semua perkataannya sesuai dengan isi otaknya tanpa disaring terlebih dahulu.

"Astaga, kamu memang benar-benar pintar berbicara, tapi dari semua kata-kata kamu tidak terlihat penyesalan sedikit di wajah kamu," ucap Rami semakin kesal.

"Itu hanya perasaan Nenek saja, bagaimana mungkin saya tidak menyesal dan bukankah tadi saya sudah menjelaskan panjang lebar...."

"Sudahlah, kepala saya sakit mendengarkan semua perkataan kamu dan intinya saya sampai saat ini tidak pernah memaafkan kamu dan tidak pernah menyetujui kamu menikah dengan cucu kesayangan saya dan saya juga merasa tidak suka kamu berada di rumah ini!" tegas Rami membuat Aluna hanya diam saja dengan dahi mengkerut,

Jujur saja dari raut wajahnya tampak kesal mendengar kata-kata tersebut membuat gendang telinganya sakit.

"Saya mungkin akan memaafkan kamu jika kamu bercerai dengan Ravindra!" tegas Rami pada permintaannya.

"Itu sangat tidak masuk akal dan bagaimana mungkin nenek lebih menyukai perceraian dan sementara perceraian adalah dibenci oleh Allah walau perceraian diperbolehkan," sahut Aluna dengan bijak memberi ceramah.

"Astaga, kepala saya benar-benar sakit mendengar perkataan kamu membuat saya benar-benar pusing," ucap Risma kemudian memilih pergi.

"Pusing, ya sudah," ucapnya tersenyum begitu saja dengan santai-santai saja.

"Mau seperti apapun aku tetap saja aku tetap saja salah," batin Aluna.

Bersambung.....

1
Dew666
👍👍👍👍👍
Oma Gavin
good firman aku dukung rencana mu memberikan obat lucknut di minuman jiya dan langsung eksekusi tapi jgn lupa di videoin ya ..biar kesombongan jiya runtuh dok alim dok baik ternyata iblis yg ingin menghancurkan rumah tangga aluna
Yuliana Tunru
jiya benar2 ular ya pasti dia inginkan ravibdra aplg tau lqki2 tajur smoga ravubdra tdk teemakan fitnahan jiya gemea bgt oengen nampol mulut beracun x
Isma Isma
dasar betina bermuka duaa
Oma Gavin
tolong jgn sampai ravindra termakan provokasi jiya biarkan sedikit saja Aluna hidup tenang meskipun belum bahagia dgn pernikahan nya, segeralah bongkar alasan jiya tidak ingin melihat aluna bahagia apakah dia bukan anak kandung ortunya atau memang jiya psikopat gila
Dew666
🪻🪻🪻🪻🪻
Oma Gavin
firman yg bodoh tidak tegas punya istri cuma diatas kertas mau" nya dikadalin jiya, ravindra juga oon bin goblok memberikan celah pada jiya untuk melancarkan dramanya, disini yg jadi korban hanya aluna semoga kamu sabar dan ikhlas menerima semua hinaan ini ortunya juga pilih kasih selalu membela jiya jadi mikir aluna anak pungut
Yuliana Tunru
jiya mmg aneh jyk x mmg iri dgn aluna senua laki2 yg dekat ingin di miliki hingga nikahi firman sjrg malah ravibdra lg yg dudekati apa maksud x apkg aluna melihat jiya datang
Oma Gavin
ternyata jiya beneran muka tembok ngga tau malu datang ke kantor ravindra mau ngomporin ravindra buat jelek"an Aluna, jadi penasaran tujuan jiya selalu merebut semua yg menjadi milik aluna
Dew666
🪸🍎🪸
Isma Isma
sakit jiwa' jiya
Dew666
🍎🍎🍎🍎
Oma Gavin
wow jiya ternyata kamu belum disentuh firman 2 tahun ini feeling ku bener target utama nya adalah ravindra yang kaya raya dan bisa juga jiya sudah tidak virgin dan takut terbongkar bila dia dulu murahan
Oma Gavin
wah ravindra sengaja bikin aluna dan keluarga nya sport jantung, mau balas dendam ya...tapi takut sama maminya karena aluna menantu pilihannya
Oma Gavin
kok aku makin penasaran dgn jiya apakah dia psikopat gila yg tidak rela melihat aluna bahagia padahal dia adiknya kenapa sampai segitunya dia provokasi ravindra untuk menolak perjodohan tsb untungnya ravindra setuju karena mamanya sangat menyayangi aluna
Isma Isma
mendiang Aluna tidak munapik kakaknya sok alim
Oma Gavin
keren polll aluna apa yg kamu paparkan sesuai dgn kenyataan kakak mu itu playing victim dia iri berat sama kamu padahal ortu mu lebih menyayangi jiya itu juga tipu muslihat jiya selalu menjelekan kamu
Bunda HB
yg aku heran knpa aluna kembali ke rmh.klo ujung2 nya org tua edan msih menyetir hdp mu. ( agama hya buat kedok /topeng kepalsuan ) org tua kolot.
Oma Gavin
jgn mau aluna feeling ku kakakmu psikopat gila yg tidak ingin melihat kamu bahagia pacarmu direbut sekarang playing victim merasa ngga bisa kasih keturunan kamu diseret untuk dijadikan madu yg akan disetir oleh jiya, keluarlah dari rumah neraka tsb hidup mandiri sesuka hati
Oma Gavin
yg jadi pertanyaan sudah tau kuna mencintai firman knp ortunya justru menjodohkan dgn jiya, dan jiya juga kenapa mau" saja jgn ngomong kalian berdua sudah kenal sebelumnya dan sengaja mengkhianati luna, aku sumpahin pernikahan kalian berdua tidak akan pernah bahagia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!