NovelToon NovelToon
Merebut Tunangan Orang

Merebut Tunangan Orang

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual
Popularitas:208
Nilai: 5
Nama Author: uwakmu

Chuzuru seorang wanita cantik di Negeri Sakura, dan selalu membawa pedang Katana Hitam pekat, kemanapun dia pergi. Selain cantik, dia pegang nama besar keluarganya, yang bernama Handoyo, sebagai Samurai Sejati di Tokyo, jelas sangat di hormati banyak orang, bahkan termasuk Kaisar Negeri tersebut, tidak luput dapat hormat darinya. Selain itu, dia sudah bertunangan orang hebat, bahkan kadang-kadang dijuluki pasangan serasi. Akan tetapi hidupnya langsung berubah, saat dirinya melabrak seorang pria pekerja kasar, memukul pantatnya, tanpa pikir panjang, siapa pria yang melecehkan dirinya, ia langsung menyerahkan pihak kepolisian, agar dia di penjara. Hal inilah membuat Kota Tokyo terancam bahaya, oleh pria pekerja kasar, membuat dirinya harus menikah orang tersebut, dan segera memutuskan tunangan yang dia cintai, karena betapa bahaya pria pekerja kasar itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon uwakmu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22 Posesif

Setelah persiapan ini dan itu, Chuzuru keluar dari ruangan gudang penyimpanan Senjata Keluarganya, dengan pedang katana yang begitu hitam pekat, di pinggang ya, yang dia pilih sendiri.

"Anda ingin memburu Iblis." Ucapan Pelayan pria, yang selalu menjaga pintu gudang penyimpanan Senjata keluarga Handoyo.

"Nggak perlu aku jawab kan." balasan Chuzuru dengan kedipan mata, yang begitu sangat menggoda.

Membuat Pelayan pria itu, tidak bisa berkata apa-apa, karena dirinya, sangat terpesona, dari godaannya. "Kenapa sih? Ada wanita secantik gini, bener-bener bukan manusia kah, dia ini kayak bidadari dari alam lain." Batinnya, dan berusaha menahan godaan, kalau dia coba melakukan hal senonoh, kepada Nona muda Handoyo, nyawanya belum tentu bisa selamat, nggak selain itu, Keluarganya dan orang dekatnya, pasti ikutan kena getahnya.

Saat hendak pergi, Chuzuru berpapasan dengan Kakeknya, yang begitu wibawa. "Chu... Jangan pergi, cepat atau lambat, Iblis itu akan mati, tidak usah terlalu ikut campur, biar orang lain mengatasinya." Saran sang Kakek Chuzuru, dengan pakaian samurai Jepang yang terhormat.

"Kakek... Cucumu ini sudah besar, izinkan aku ikut memburu kali ini." Mohon Chuzuru, dengan manja sama Kakek ya.

"Aku izinkan, kalau Bang Anas ikut denganmu." Ujar Kakek Chuzuru, karena sudah luluh sama cucunya, dan sulit menolak permintaannya.

"Kakek emang yang terbaik, terimakasih Kakek." Ungkapan Chuzuru, karena senang, telah dapat izin darinya, tanpa ragu, dia segera hubungi Bang Anas dengan Handphone ya, setelah terhubung panggilan, dia pun berkata. "Bang Anas... Tolong jemput aku, karena aku ingin memburu Iblis bersama mu." Ucapannya, yang begitu lugu dan imut, di depan semua orang.

......................

Orang yang melihat pun, merasa pengen melindunginya, karena dia bagaikan permata, yang sulit di temukan.

"Nona muda, bener-bener imut."

"Aku pun beruntung, dapat berkerja di sini, dan melihat kecantikan dia setiap hari."

"Kamu benar, belum lagi gaji yang kita terima, sungguh sangat fantastis, dan banyak orang iri pada kita."

"Padahal kita bekerja hanya bersih-bersih rumah, selebihnya kita harus jaga tata Krama."

Ucapan para Pelayan muda di sana, yang begitu kagum sama Nona majikan.

......................

"Astaga... Aku sudah setengah jalan, kenapa baru sekarang nelpon aku Nona muda? Kalau sudah begini ceritanya, mesti putar balik lagi aku ini." Balasan Anas, yang begitu mengeluh.

Tanpa peduli, keluh kesah Anas, Chuzuru berkata. "Tolong cepat ya, aku tunggu di pintu gerbang."

"Baik Nona muda."Jawaban Anas singkat.

"Sudah, Bang Anas akan jemput aku kakek, jadi... Kakek jangan terlalu cemas." Ucapan Chuzuru kepada Kakeknya yang paling ganteng dan wibawa, setelah hubungan telponnya terputus, membuat Bang Anas sedang menjalani misi, harus tunda sementara waktu, hanya untuk jemput Nona Handoyo di Kediaman keluarganya. "Aku pergi dulu, bye Kakek...." Ucapannya lagi, sebelum langkah kakinya keluar dari kediaman rumahnya, yang begitu bersenandung ria.

Karena apa? Karena dia, sebentar lagi, melihat wujud Iblis itu seperti apa? Dia orang yang begitu penasaran, tanpa tahu bahaya yang akan datang, dan segera mengubah nasib dirinya.

Senang nggak senang, dia harus menerimanya, karena itu adalah pilihannya sendiri.

Setelah melihat cucunya telah pergi menjauh, sang Kakek Chuzuru, hanya bisa berhela napas panjang. "Bukan aku yang cemas, tapi Ayahmu yang akan cemas." Ucapannya.

......................

Saat keadaan sudah sepi-sepi sangat, dia pun menghubungi anak menantunya. "Halo Handoyo, kamu berada dimana sekarang." Ungkapan sang Kakek Chuzuru, setelah panggilan tersebut, sudah terhubung.

"Aku lagi kerja di kantor, kamu tahu sendiri kan, tugas ku banyak, setelah adanya kemunculan Iblis, belum lagi, aku harus tunggu hasil penangkapan Iblis laknat itu." Jawaban di sebrang.

"Berapa hadiah yang kamu cantumkan? Terhadap Iblis itu." Tanya sang Kakek Chuzuru, karena dia tahu, pekerjaan anak menantunya, sebagai Ketua Hunter terhormat.

"Nggak terlalu banyak sih, paling banyak tiga lima juta yen, plus bonus peralatan gratis, yang bisa mereka pilih, suka hati, (Setara dengan uang, lebih tiga ratusan juta rupiah), emangnya kenapa Ayah tanya begitu?" Terang Handoyo Putra, yang begitu penasaran.

"Sedikit sekali, apakah kamu kurang kasih uang jajan Putrimu?" Tanya sang Kakek, dengan nada mengejek.

Sedangkan Handoyo Putra, tahu pembicaraan ini, arahnya mau bawa kemana. "Jadi maksudmu kamu mau bilang, anakku pergi memburu Iblis, demi hadiah itu, brengsek! Kenapa Ayah tidak mencegahnya? Dimana dia sekarang?" Tanyanya yang begitu cemas.

"Sungguh sayang sekali, dia sudah pergi, Ayah tidak bisa mencegahnya, maafin Ayah nak." Ungkapan sang Kakek Chuzuru, dengan nada bersedih.

"Apa dia? Bareng sama Bang Anas." Tanya Handoyo Putra, yang begitu sangat cemas kepada anak cantiknya, dia takut kenapa-napa padanya.

"Handoyo... Kamu terlalu cemas, kamu kan tahu sendiri, cucu manisku itu, sudah sangat kuat, dia bisa jaga diri, lagipula saingan dia banyak, mustahil... Dia bisa dapat hadiah itu." Ujar sang Kakek Chuzuru, dengan nada lembut.

"Jawab aja pertanyaan ku!" Teriakan Handoyo Putra ngegas.

Dengan terpaksa, sang Kakek menjawab pertanyaannya. "Iya... Dia bersama Bang Anas kok, kamu ini, terlalu keras pada anakmu."

"Syukurlah kalau begitu, setidaknya kirim lagi pengawalan, kalau bisa, kirim seratus orang padanya, biar hatiku, merasa tenang." Permintaan Handoyo Putra.

"Nak Handoyo... Apakah ini? Tidak terlalu lebih-lebihan." Balasan sang Kakek Chuzuru, karena dia tahu, anak menantunya, begitu sangat sayang pada Putrinya, hanya saja tindakan ya, terlalu posesif.

"Tentu saja tidak, bagiku normal ini mah, Ayah kan tahu sendiri, putriku merupakan keluarga kaya, bahkan derajatnya begitu terhormat, semakin hormatnya, dia tidak boleh disentuh orang sembarangan, ikuti saja permintaan ku Ayah, jangan membantah kayak putriku, dan juga jangan keras kepala seperti dia." Balasan Handoyo Putra, tanpa sungkan, dia putusin panggilan, dan berharap, Ayah mertuanya, mengikuti perkataannya.

"Anak ini... Sedikit keterlaluan terhadap cucuku." Geram sang Kakek, karena dia tidak nyangka, dia putusin panggilan sepihak, padahal berniat untuk menolak permintaannya.

Kalau sudah begini, Keluarga Handoyo, akan ikut campur, dalam hal memburu Iblis, rasanya nggak enak hati kepada yang lain, mau ditaruh mana mukanya.

Kok bisa malu sih, harus malu lah, anak menantunya, merupakan Ketua Hunter loh, dialah yang mencantumkan hadiah buronan Tio Satrio, keseluruhan masyarakat Jepang, masa keluarganya harus memburu hadiah yang dia cantumkan, apa kata orang nanti? Kan konyol.

Kok bisa gitu, karena Ayah Chuzuru, begitu posesif kepada anaknya, sehingga dia tidak tahu malu melakukan itu semua.

Bener-bener goblok.

......................

Berarti perwakilan Keluarga Handoyo itu, hanya sebatas, para pengawal elit, dan memiliki energi Sihir peringkat S, di pimpin langsung oleh Bang Anas dan Nona muda Handoyo Chuzuru, tentu kekuatan mereka nggak main-main.

Dengan percaya diri, bahwa Iblis dia lawan merupakan Iblis rendahan yang mudah dikalahkan, setelah mereka sampai tujuan, mereka semua begitu terkejut, bahwa Hunter peringkat S, lebih tiga ratus orang, pada tumbang semuanya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!