NovelToon NovelToon
Pesona Duda Memikat Hati Kembang Desa

Pesona Duda Memikat Hati Kembang Desa

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Romansa pedesaan / Anak Genius / Selingkuh / Duda
Popularitas:60.6k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

Jika biasanya istri yang dikhianati suaminya, maka yang terjadi pada Rohan tidak demikian. Dia lah yang dikhianati oleh sang istri.

Pernikahan yang dibangun oleh cinta nyatanya tak selalu manis. Rohan harus menerima kenyataan pahit istrinya berselingkuh.
Perceraian pun tak terelakkan. Ia mendapatkan hak asuh putra putrinya yang baru berusia 5 dan 3 tahun.

Tak ingin berlarut dan mengingat sakit hatinya, Rohan menjual semua asetnya di kota dan berpindah ke desa.

Namun siapa sangka, di sana dia malah menjadi primadona.

"Om Dud, mau dibantuin nggak jemur bajunya? Selain jago dalam pekerjaan rumah, aku juga jago dalam hal lain lho."

Entah sejak kapan itu terjadi tapi yang jelas, gadis itu, gadis yang dijuluki Kembang Desa tersebut mulai mengusik kehidupan dan hati Rohan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Widiiiih 28

"Mbak, maaf Mbak jangan seperti ini. Pak Gery nya belum ada. Mbak duduk dulu aja ya."

"Brengsek, cepet panggil Gery kesini. Kalau nggak, aku beneran bikin kekacauan di sini!" pekik Ista. Dia tidak peduli dengan pandangan orang-prang yang ada di sana. Baginya itu tidak penting, karena yang penting adalah menemukan keberadaan Rohan dan anak-anak.

"Beneran sinting kamu ya, Ista. Lakuin aja. Lakuin apa yang kamu mau. Aku tinggal lapor polisi atas perbuatan tidak menyenangkan yang kamu lakuin ini."

Gery berjalan perlahan dari pintu masuk ke dalam warung kopi. Dia mendengar teriakan Ista dari tempat parkir. Ya kebetulan sekali dia baru saj memarkirkan mobilnya saat Ista berteriak-teriak tidak jelas.

"Ck, aku nggak peduli. Sekarang katakan dimana Rohan? Aku yakin kamu pasti tahu alamat rumah barunya kan? Cepet katakan!" pekik Ista.

Agaknya wanita itu memang sudah gila. Dia tak lagi memedulikan pandangan orang-orang terhadapnya. Ista benar-benar sepertu orang yang lepas kendali, bak ayam yang baru saja dilepaskan dari kurungan.

"Aku nggak tahu. Mau kamu ngeberantakin tempat ini juga, aku nggak akan ngasih tahu kamu karena aku nggak tahu dimana tempat tinggal Rohan yang sekarang," sahut Gery tegas. Dia nampak enggan dan tentunya juga doa berbohong. Jika Gery tidak tahu, Dani tak mungkin bisa sampai sana.

"Ger, kamu temen dekatnya Rohan. Jadi nggak mungkin kamu nggak tahu tentang dimana Rohan berada sekarang. Haaah, oke. Kalau kamu nggak mau ngasih tahu aku, aku akan ngelakuin ini."

Ista meraih gelas, memecahkan gelas itu dan menaruh pecahannya di pergelangan tangannya. Ya dia tengah mengancam Gery. Dia ingin menyayat kulitnya jika Gery masih bungkam.

Lantas, apa Gery akan takut sehingga mau mengatakan yang sebenarnya?

Jawabannya adalah, tidak. Bahkan ekspresi wajah Gery menunjukkan sikap tak acuh kepada Ista.

"Haah serah lah, Is. Lu mau apa kek, bodo amat gue mah. Bahkan lu mau mati ya tinggal mati aja. Bagus malahan buat Rohan dan anak-anaknya. Semua orang di sini bisa jadi saksi betapa bodohnya kamu."

Grrrrrtt

Ista mengeratkan gigi-giginya karena saking kesalnya. Ancamannya terhadap Gery sama sekali tidak mempan.

"Brengsek, tinggal ngomong aja susah amat sih lo. Dibayar berapa sih lo sama si Rohan buat diem seribu bahasa kek gini. Bangsat!" pekik Ista. Ancamannya gagal total, alhasil dia mencak-mencak di depan wajah Gery.

"Cih, gue nggak kayak lo ya, Is. Gue nggak perlu duit cuma buat bantu temen gue biar tetep waras. Dan sekarang tujuan lo apa nyari Rohan? Yakin cuma kangen sama anak-anak, bukan mau minta duit lagi karena tahu ni warkop gue beli?" cibir Gery. Satu sudut bibirnya terangkat, pria itu benar-benar memandang rendah Ista.

"Bajingan sialan!" Pekik Ista.

Wanita itu kemudian melenggang pergi dengan amarah yang luar biasa dan lagi-lagi dia tidak mendapat informasi apapun.

Kedatangan Ista ke warkop hanya sia-sia belaka. Dia hanya mendapat malu sebenarnya. Akan tetapi Ista mungkin memang sudah tak memiliki malu. Nyatanya dia bisa berbuat demikian di depan banyak orang.

"Nggak, aku nggak akan nyerah gitu aja,"ucapnya sambil mencengkeram erat setir kemudi mobilnya.

Ckiiit

Ista memarkirkan mobilnya tepat di garasi rumahnya. Ia lalu masuk dengan sedikit terburu-buru lalu mengambil ponselnya di kamar. Ya ternyata ia meninggalkan benda pipih itu saat terburu-buru mendatangi tempat Gery tadi.

Ista duduk di depan meja riasnya. Dengan tatapan mata yang tajam, ia menatap ponsel miliknya dan mencari nama sang mantan suami.

"Rohan, kamu bohong kan soal anak-anak yang nggak mau ketemu sama aku!"

Ista langsung berteriak saat panggilannya diangkat oleh Rohan. Tak hanya itu, dia juga sama sekali tidak memberi Rohan kesempatan untuk bicara.

"Aku yakin itu cuma akal-akalan kamu aja kan? Aku yakin kamu yang nggak ngebolehin anak-anak buat ketemu sama aku."

Ista terus saja berbicara. Dia benar-benar sama sekali tidak memberi celah bagi Rohan untuk menjawab.

Dengan begitu, Rohan pun juga akhirnya memilih diam. Dia membiarkan mantan istrinya itu bicara sepuasnya lebih dulu.

"Kamu beneran tega ya Rohan, ngehalangi anak-anak bertemu dengan aku yang notabene ibunya sendiri. Dalam putusan sidang kan kamu bilang sendiri kalau nggak akan nglarang aku ketemu sama anak--anak. Terus ini apa? Kamu bahkan nggak ngasih tahu dimana keberadaan anak-anak. Kamu beneran tega ya!"

Tuduhan demi tuduhan dilayangkan oleh Ista kepada sang mantan suami. Namun Rohan hanya memilih diam. Di seberang sana Rohan hanya bisa mengelus dadanya sendiri yang terasa sangat sesak.

"Kenapa, kenapa kamu sangat berubah Ista? Kamu sungguh bukan wanita yang aku kenal selama bertahun-tahun ini?" ucap Rohan dalam hatinya.

Tanpa sadar air matanya menetes. Ia pun mengusapnya dengan cepat.

Air mata itu bukan air mata kesedihan karena telah berpisah dengan wanita yang dulu dicintainya. Akan tetapi air mata itu adalah air mata yang menunjukkan bahwa selama ini mungkin dia tidak mengenal Ista dengan baik.

"Apa bicaramu sudah?" Rohan akhirnya bicara setelah Ista terdiam.

"Aku sama sekali nggak bohong, Ista. Anak-anak beneran nggak mau ketemu sama kamu. Aku udah membujuk mereka, tapi mereka kukuh nggak mau,"sambungnya.

"Alaaah bohong kamu. Nggak mungkin Rishi dan Riesha nggak mau ketemu sama aku. Kamu pasti ngarang cerita kan ke mereka. Atau jangan-jangan kamu ceritain keburukan aku sehingga mereka benci ke ibunya sendiri?"

Lagi-lagi tuduhan yang jatuh pada diri Rohan oleh sang mantan istri. Tuduhan yang sangat kejam yang semuanya tidak pernah dilakukannya.

"Sumpah demi Tuhan, Ista. Aku sama sekali nggak ngomong kayak gitu ke anak-anak. Aku nggak pernah ngelarang mereka ketemu kamu. Aku nggak pernah ngomong buruk tentang kamu. Anak-anak ~"

Stttt

Mata Rohan membelalak. Dia terkejut bukan main dengan seseorang yang tiba-tiba muncul di depannya. Atau lebih tepatnya dia tak sadar ada orang itu disana.

Sempat terdiam sejenak, akhirnya Rohan kembali berbicara. Dan kali ini dia lebih tenang, tidak menggebu-gebu seperti tadi.

"Oke, mari kita bertemu. Aku akan kirim alamatnya ke kamu. Tempat dimana kita akan ketemuan."

"Apa?Kenapa nggak di rumahmu aja?"

ISTA!!!

Kali ini Rohan sama sekali tidak tahan lagi. Ia pun mengucapkan nama Ista dengan nada sangat keras.

"Oke, kirim alamatnya melalui chat. Aku tunggu."

Tuuuuut

Dugh!

Rohan langsung menyandarkan tubuhnya di dindin terasnya. Ia juga menutup wajahnya dengan tangan karena merasa malu yang luar biasa.

"Maaf."

TBC

1
Dewi kunti
ank2mu
dewi rofiqoh
Ista beneran ibu yang gk punya hati
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
dia itu bukan ibu tapi iblis yg tau hanya hawa nafsu
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
Rohan juga g mau dah byk mikir panjang dan g segampang itu buat terima km kembali
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
hey km udah g ada hubungannya m Rohan yg ad km mlh bunuh Rohan biar JD fitnah
Dew666
🪻🪻🪻🪻🪻
GiZaNyA
Ista itu maunya diurusin Rohan... nanti kalau dia udah sehat ya dia nyari Selingkuhan lagi... ngga beres emang si Ista ini..
Heni Mulyani
lanjut
Oma Gavin
jangan salah persepsi ya rohan disini ista ngga murni minta rujuk karena menyesal dan masih cinta ama loe dia cuma takut miskin ngga punya duit lagi makanya muka tembok dia ngemis" minta rujuk
Dwi ratna
yg ditakutkan ista tuh cuma uang mknya dia rela ngemis rujuk k Rohan krna Dani sm gio udh gk ada yg mau
Dwi ratna: kirain kmren sakit kena karma ternyata blm ya kak, msh blm sadar dia🙈🙈
total 2 replies
ElHi
kurasa udah sakit EMG si Ista. mau diomongin model apapun ya GK akan visa
GiZaNyA
semoga setelah kejadian ini membuat Rohan mantap buat nikah sama Bestari biar anak2nya bisa mendapatkan sosok Ibu yang benar2 menyayangi...
Vie
iya memang anak yang selalu jadi kirban, harus memilih antara ayah atau ibu yang harus mereka ikuti... 😔😔😔
Eka 1982
Bagus
Eka 1982
Bagus
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
untungnya rumah ibun g jau
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
itu ciri khas rumah kampung.... ad pintu blkngny beda model rumah modern pintunya cm depang atau pun samping jarang ada
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
waaahhh kali ini aku setuju
GiZaNyA
Ista kenapa gak sadar2 siihhh... anak2nta lhooo takut dan gak peduli sama dia.. masih nekaaattt aja... heraaannn
Sri Supriatin
tks upnya 2 bab Thor 😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!