Meski sudah menikah, Nabila Rasmini tetap menjadi aktris ternama. Filmnya laku dan dia punya banyak fans. Namun tak ada yang tahu kalau Nabila ternyata memiliki suami toxic. Semuanya tambah rumit saat Nabila syuting film bersama aktor muda naik daun, Nathan Oktaviyan.
Syuting film dilakukan di Berlin selama satu bulan. Maka selama itu cinta terlarang Nabila dan Nathan terjalin. Adegan ciuman panas mereka menjadi alasan tumbuhnya api-api cinta yang menggebu.
"Semua orang bisa merasakan cemistry kita di depan kamera. Aku yakin kau pasti juga merasakannya." Nathan.
"Nath! Kau punya tunangan, dan aku punya suami. Ini salah!" Nabila.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 5 - Restoran Jepang
Nabila menggigit bibir bawahnya. Dia segera membalas pesan Nathan dan menanyakan maksud dari lelaki tersebut.
'Hanya latihan biasa. Tapi lebih serius.' Hanya begitu pesan balasan dari Nathan.
Nabila mengangguk. Sebagai aktris senior, ini bukan hal pertama kali dirinya alami. Seorang pemeran film yang baik memang sebaiknya membangun cemistry dibalik kamera. Sehingga syuting nanti bisa berjalan lancar dan hasilnya bisa sesuai ekspetasi.
'Baiklah! Kita bertemu di restoran Jepang. Sebaiknya kita mengajak manager masing-masing supaya tidak ada gosip miring yang beredar.' Nabila membalas pesan Nathan, dan tak lama Nathan membalas kembali. Lelaki itu setuju dengan usulan Nabila. Mereka berjanji akan bertemu besok malam.
Kini Nabila dalam perjalanan pulang. Dia tak lupa memberitahu managernya tentang janji dengan Nathan.
Setibanya di rumah, Nabila tidak melihat mobil suaminya. Pertanda kalau Lukman belum pulang. Lagi-lagi Nabila makan sendirian. Ditemani kesunyian yang terasa menyesakkan.
Namun di tengah kesunyian itu, Nathan kembali muncul dengan pesannya. Nabila lantas membaca pesan tersebut.
'Biar aku tebak, kau pasti sedang makan malam kan? Dengan suamimu?'
Nabila tersenyum getir saat membaca kata suami dalam pesan tersebut. Meskipun begitu, dia membalas, 'Ya. Beraninya kau mengirim pesan pada istri orang. Suamiku nanti bisa memukulmu dengan tongkat golf.'
'Hmm... Aku rasa tidak. Bukankah suamimu terkenal karena kebaikan dan keramahannya. Aku rasa aku dan dia bisa akur.' Nathan kembali membalas.
Nabila menarik sudut bibirnya. Dia tahu kalau Lukman dikenal baik dan ramah di mata publik. Pada kenyataannya lelaki tersebut justru adalah orang paling kasar yang pernah Nabila temui.
...***...
Malam pertemuan Nabila dan Nathan di restoran tiba. Nathan dan managernya sudah tiba duluan di restoran Jepang. Dimana di sana mereka sudah memesan ruang khusus private vip.
"Aku deg-degan sekali. Nggak nyangka bisa makan malam sama Nabila Rasmini," imbuh Zidan sambil memegangi dadanya.
"Aku juga sedikit gugup. Kak Nabila memang kharismanya beda dibanding aktris lain," sahut Nathan.
"Kalau kau saja merasa begitu, apalagi aku," tanggap Zidan.
Bersamaan dengan itu, Nabila dan managernya datang. Mereka segera duduk di seberang meja Nathan dan Zidan.
"Sudah lama menunggu?" tanya Nabila.
"Nggak juga. Kenalkan ini Zidan, managerku," jawab Nathan sambil memperkenalkan managernya.
"Ini Indy, managerku," sahut Nabila. Dia menunjuk ke arah Indy. Gadis itu terpana menyaksikan Nathan. Terutama saat melihat lelaki tersebut tersenyum.
"Kak Nathan ganteng sekali... Ibunya pas hamil ngidam apa sih, Kak?" cetus Indy begitu saja. Sontak Nabila menyenggolnya dengan siku karena merasa malu.
Sementara Nathan dan Zidan tampak memecahkan tawa.
"Ngidam makan ari-ari kadal katanya," sahut Zidan.
"Hah? Emang kadal punya ari-ari?" Mata Indy terbelalak. Ia mempercayai begitu saja ucapan Zidan.
"Percaya aja lagi kamu sama omongan Zidan. Dia emang sering ngomong asal," ucap Nathan.
"Cih, sudah kuduga. Bisa kebaca sih dari tampangnya yang agak belagu," balas Indy.
"Dih! Kau pikir tampangmu itu nggak belagu? Duduk di samping Mbak Nabila aja rasanya beda," tanggap Zidan.
"Beda?" Indy mengerutkan dahi.
"Beda levelnya. Dari muka aja udah kelihatan. Ada panu-panunya gitu," cerocos Zidan.
"Eh, enak aja! Kau itu--"
"Sudah, sudah... Kok kalian malah berantem coba. Kalau mau ngobrol biar aku pesankan ruangan lain nih. Mau kalian?" sergah Nabila. Sebagai orang yang paling tua di sana dia merasa bertanggung jawab mengurus yang lebih muda. Di sisi lain Nathan terlihat ngakak karena menikmati perdebatan Zidan dan Indy.
"ENGGAK!" Indy dan Zidan membalas serentak.
billa dipenjara tidak papa menyelamatkan semua korban lukman gak akan lama nanti para saksi akan muncul sendiri.
modelan lukman kalau gak dead gak akan berhenti