NovelToon NovelToon
Terjebak Cinta Terlarang Saat Balas Dendam

Terjebak Cinta Terlarang Saat Balas Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Selingkuh / Cinta Terlarang / Playboy / Beda Usia / Balas Dendam
Popularitas:13.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ken Novia

Setelah diselingkuhi, Brisia membuat rencana nekat. Ia merencanakan balas dendam yaitu menjodohkan ibunya yang seorang janda, dengan ayah mantan pacarnya. Dengan kesadaran penuh, ia ingin menjadi saudara tiri untuk mengacaukan hidup Arron.
Semuanya berjalan mulus sampai Zion, kakak kandung Arron muncul dan membuat gadis itu jatuh cinta.
Di antara dendam dan hasrat yang tak seharusnya tumbuh, Brisia terjebak dalam cinta terlarang saat menjalankan misi balas dendam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ken Novia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terkuak

Papa Handi fokus menyetir mobil, Arron duduk disebelahnya, cowok itu cuma diam ngga berani menoleh sedikitpun ke arah papanya. Mereka dalam perjalanan menuju sekolah.

Ting!

Satu notifikasi pesan membuat Arron buru-buru menyeceknya, pokoknya nggak ada yang paling ditunggu selain pesan dari Daren. Sialnya itu chat dari Disa, cewek itu bilang lagi otw ke sekolah sama mamanya.

Arron mengabaikan pesan dari Disa, hidupnya saja lagi di ujung tanduk.

"Ren buruan Ren! Lo bisa nggak sih ngelacaknya? Gue nggak sudi kalau harus nikahin Disa." Gumam Arron dalam hati.

Ditempat yang berbeda, Navan tersenyum puas, ya dialah yang udah cepu ke pihak sekolah.

"Mampus kalian berdua! Makan tuh Disa Ar, gue udah nggak butuh! Kasian banget lulusan malah kesandung kasus."

Navan menghisap rokoknya, santai banget nikmatin hidup setelah mengacaukan orang lain.

Papa Handi dan Arron sampai disekolah. Bertepatan dengan masuknya chat dari Daren. Dengan tangan bergetar Arron membuka dan membaca chat dari temannya itu.

"Ar buruan turun!" Ajak papa Handi.

"Pa bentar Pa! Ini penting beneran!"

Mata Arron membulat sempurna kala mengetahui nama si pemilik akun. Yang satu punya Disa dan satunya punya Navan.

"Jadi kalian berdua ada sesuatu?" Gumamnya dalam hati.

Muncul lagi pesan dari Daren.

Daren: Itu mereka berdua temen Lo kan? Sini kirim nomer hapenya, gue bisa lacak sampai ke akar.

Seperti mendapat angin segar, Arron buru-buru mengirim nomernya Disa sama Navan.

"Oke kalau terbukti kalian ada sesuatu, tamat riwayat kalian! Jangan-jangan itu anaknya Navan, dia kan pemain?"

Beban dipundak Arron sedikit berkurang, ia hanya perlu menunggu sebentar lagi buat dapat semua jawaban dari kecurigaannya.

"Ayo Pa!"

Dengan yakin Arron turun dari mobil, bakal diomelin karna video itu juga nggak papa, yang jelas ia juga bakal membuktikan fakta yang lain.

Arron dan papanya berjalan menuju ruang konseling, anak-anak kelas sepuluh dan sebelas lagi jam pelajaran, beruntung Arron nggak jadi tontonan.

Mereka berdua disambut Pak Budi guru BK, ada wali kelasnya Arron juga Bu Elis.

"Silahkan duduk pak Handi." Ucap bu Elis mempersilahkan.

"Terimakasih Bu."

"Sebentar ya kita nunggu Disa sama orang tuanya biar sekalian."

Papa Handi mengangguk, yang jelas deg-degan ini pertama kalinya dipanggil karna Arron bikin masalah. Zion pas sekolah nggak pernah sekalipun dipanggil Ke BK, anak itu sekalipun pendiam prestasinya banyak.

Arron cuma menunduk, ngga berani natap siapa-siapa. Tak lama Disa muncul bersama mamanya. Mamanya Disa terlihat modis dan menor, btw mamanya Disa seorang janda, tapi dandanannya mirip ani-ani yes simpanan no.

"Silahkan duduk Bu Leni, berhubung sudah kumpul kita mulai saja ya." Kata pak Budi.

Pintu ruang BK kembali terbuka, bapak kepala sekolah ikut masuk, wajahnya keliatan garang.

"Ekhm..Sudah datang semua pak Budi?"

"Sudah Pak, silahkan."

Setelah semuanya duduk, ruangan yang nggak besar-besar amat itu terasa mencekam. Arron sama Disa sama-sama tertunduk.

"Ar!" Panggil pak Budi.

"Iya Pak." Jawab Arron gugup, seperti mau diadili.

"Apa yang ada di pikiran kamu sampai berbuat hal tidak pantas dilingkungan sekolah?" Tanyanya dengan suara menusuk.

"Maaf Pak saya khilaf."

"Kamu Disa, sama khilaf juga?" Gantian Pak Budi menatap Disa.

"Iya Pak!" Jawabnya sambil terbata-bata.

"Kompak banget ya kalian berdua?"

Dua cunguk itu sama-sama diam.

"Kamu itu kapten basket Ar! Salah satu panutan disekolah, bisa-bisanya kamu kaya gitu? Kamu juga Dis, jadi cewek jangan mau-maunya diperlakukan seperti itu sama laki-laki! Kamu juga yang rugi nantinya."

"Persoalan kalian berdua udah bikin geger satu sekolah, kami takut masalah ini jadi viral sampai keluar dan nama sekolah kita tercoreng. Saya tidak habis pikir sama kalian berdua, udah tinggal lulus aja malah bikin geger. Mau diskors juga tidak bisa, dikeluarin apa lagi orang surat kelulusan udah keluar."

"Tapi biar bagaimanapun kalian berdua tetap harus kena sanksi. Kami sudah berunding dengan semua guru, kalian berdua tidak boleh datang ke acara perpisahan. Demi kenyamanan semua pihak."

Disa dan Arron terdiam sedikit kesal tapi nggak bisa berbuat apa-apa. Padahal momen perpisahan itu momen terakhir sebelum meninggalkan sekolah.

Disa juga kesal kenapa Navan nggak ikut dipanggil, padahal cowok itu juga ketahuan lagi ngamar sama cewek. Ini serius nggak ada yang cepuin si Navan.

"Pak anak saya nggak boleh ikut perpisahan berarti uang yang udah saya bayar dibalikin dong?" Tanya Bu Leni tak tahu diri.

"Mohon maaf tidak bisa Bu, uang yang sudah dibayar kan ada rinciannya untuk apa saja. Itu juga sudah disesuaikan dengan jumlah siswa, jadi tidak bisa dikembalikan. Kalau ibu bersikeras Disa ikut perpisahan silahkan, tapi apa ibu yakin Disa tidak akan dipandang rendah sama teman-temannya? Itu lebih menyakitkan daripada tidak ikut perpisahan."

"Maaa, udah sih aku nggak papa nggak ikut perpisahan. Aku juga malu Ma! Yang ada aku bakal dibully!"

"Kamu udah mama sewain kebaya loh Dis! Mama juga udah booking make up! Perpisahan kita udah bayar satu juta lima ratus, rugi banget nggak boleh berangkat!" Jawab Bu Leni ngotot.

"Aku juga kepengin datang Ma, tapi kata pak Budi bener, mending aku sama Arron nggak muncul. Di hape aja aku jadi gunjingan, apalagi ketemu langsung. Mama tolong ngertiin perasaan aku! Aku terima hukumannya, daripada harus nanggung malu lebih banyak."

"Kamu sih pake acara bikin ulah!"

"Ma aku udah minta maaf berkali-kali loh!"

Bu Leni tak menjawab tapi wajahnya terlihat kesal, bukan instropeksi malah mempermasalahkan hal lain. Masih untung anaknya tetep lulus nggak disuruh ngulang.

"Kamu gimana Ar? Mau ngotot datang juga?"

"Saya nggak mau datang Pak." Jawab Arron tegas.

"Pak Handi nggak minta balik duit kaya Bu Leni?" Tanya Pak Budi dengan mulut pedasnya, tujuannya sih nyindir Bu Leni.

"Tidak usah Pak, saya justru mau nyumbang ke sekolah ini, itung-itung kompensasi karna anak saya sudah bikin ulah. Sekali lagi tolong maafkan tingkah anak saya yang kurang baik, ini semua semata-mata karna saya tidak becus dalam mendidiknya."

Alih-alih menyalahkan Arron seperti dirumah tadi, papa Handi lebih memilih jalur damai biar semuanya cepat selesai.

"Wah terimakasih pak Handi, nanti bisa dibicarakan dengan bapak kepala sekolah."

Mama Leni merasa tersindir dan kalah, tapi ada rasa penasaran sama papanya Arron, keliatan bau duit. Buat nyumbang ke sekolah aja nggak banyak mikir. Kalau mama Leni sih nggak sudi, mending duitnya buat perawatan sama belanja.

"Disa, bener kamu hamil?" Tanya bu Elis sesaat setelah semuanya diam.

"Anu.. Bu."

"Jawab Disa, Arron hamilin kamu?"

"Dis...Apa-apaan ini? Kok kamu dituduh hamil?" Tanya mama Leni panik, soalnya tadi cuma dikasih tau kalau putrinya ketahuan ciuman disekolah. Padahal takut orangnya nggak mau datang. Lain dengan papa Handi yang diberitahu kalau gosipnya Disa hamil.

"Maa..."

"Jawab Disa!"

"Iya Ma."

Mama Leni menatap ke Arron dengan wajah emosi.

"HEH KAMU! KAMU HAMILIN ANAK SAYA?" Tanya mama Leni ngegas.

"Bu sabar jangan pakai emosi, kita selesaikan semua disini baiknya bagaimana!" Bu Elis mencoba menahan Bu Leni takutnya ngereog.

"NGGAK! SAYA NGGAK MAU SABAR! ANAK SAYA DI HAMILIN BU! BAGAIMANA BISA IBU SURUH SAYA SABAR?"

"Ma, Arron juga nggak mau tanggungjawab!" Celetuk Disa, pikirnya sekalian aja, mumpung lagi ngumpul gini. Sapa tau jalannya buat nuntut tanggungjawab Arron semakin mulus.

"Om, saya udah ngasih tau Arron kalau saya hamil anaknya. Tapi Arron kekeh nggak mau tanggungjawab. Om saya butuh keadilan disini, saya nggak mau hamil tanpa suami. Tolong bujuk Arron buat nikahin saya!" Gantian Disa memohon bantuan papa Handi.

Arron menatap sinis ke arah Disa, "Itu bukan anak saya!" Ucapnya dengan suara lantang, bikin suasana mendadak hening.

"Ar, mau sampai kapan Lo ngelak?"

"Sampai semuanya terbukti!"

"Maksud Lo apa sih? Udah jelas-jelas ini anak Lo!"

"Oh ya? Sekarang gue tanya, ada hubungan apa Lo sama Navan?"

1
Reenuctee 🐈‍⬛🐱
keseringan gendong ntar jadi mbah surip 🤣
Reenuctee 🐈‍⬛🐱
rambutnya warna apa
Reenuctee 🐈‍⬛🐱
kan mama tau mereka pernah sedekat itu 😩
Reenuctee 🐈‍⬛🐱
berasa jadi kakak beneran, ya, yon
Reenuctee 🐈‍⬛🐱
hatinya berbunga
Reenuctee 🐈‍⬛🐱
sebenernya gak papa kan orang masih pacaran /Slight/
coba2 dikit biar ntar pas udah nikah udah pro bisa bikin seneng istri /Tongue/
kalo udah nikah ya gak boleh coba2 /Panic/
Reenuctee 🐈‍⬛🐱: semua orang punya salah /Smirk/ maafin dikit napa 😆
kan daripada cuma 1, enakan 2
kalo yg satu lagi lembur kerja, yg satunya bisa lembur kerrrja 🤣🤣🤣
total 2 replies
Reenuctee 🐈‍⬛🐱
zion curiga gak sih
Reenuctee 🐈‍⬛🐱
itu pegel2nya lain deh keknya
Nana2 Aja
jalan jagung berambut. ngomong2 rambutnya item ato pirang😂😂😂
Ken Novia: agak merah bun😂
total 1 replies
Nana2 Aja
syukurin Ron. kamu ternistakan oleh Brisia sm Zion😜😜😜
Dwi Winarni Wina
makanya bandel dibilangin sm kak zion, emang ada kak mie gacor😄
Dwi Winarni Wina: kok baru dengar ya kak ada mie gacor...
total 2 replies
Elsifa Intan Yolanda
ciyee udah d gendong aja nih yee. ntar laron liat , makin membara dia 🤭🤣😜
Reenuctee 🐈‍⬛🐱: lumayan gak perlu beli gas buat masak 😂
total 1 replies
Elsifa Intan Yolanda
mie gacor macam mana pulak inii 🤭😄
Reenuctee 🐈‍⬛🐱: tor monitor ketua
total 2 replies
Elsifa Intan Yolanda
uhuk uhukk. ciyee yg udahh nemplok aja 😜🤣
Elsifa Intan Yolanda
wleee. kasian deh loo 🤭😄
Elsifa Intan Yolanda
hahaha . makinlah kepanasan si laron liat brie excited kali Ama Abang Zion 🤭😜
Ken Novia: Arron gada harganya😭
total 1 replies
Elsifa Intan Yolanda
gemes nya zi, adik tirimu ituu
cuss lah beraksii 🤭😄
Reenuctee 🐈‍⬛🐱: sulap, say 😆
total 1 replies
Elsifa Intan Yolanda
AAA mau jugaaa, maunya d kasihh bakpiaa Ama akang zion 🤭🤣
Reenuctee 🐈‍⬛🐱: bakpia apa bakpia
total 1 replies
Elsifa Intan Yolanda
udah laron udah kalah teross , mending mingkem aja deh . 🤭😄
Elsifa Intan Yolanda
hahahah berkembang apanya sih om. 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!