NovelToon NovelToon
YUKI & KINTA

YUKI & KINTA

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Teman lama bertemu kembali / Cintamanis / Idola sekolah
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nur Kolim

"Di tengah kesibukan kehidupan SMA di Jakarta, Yuki dan kelompok teman terbaiknya menjalani petualangan yang mengubah hidup mereka dari merawat kakaknya yang sakit, menemukan cinta pertama, hingga membentuk tim untuk lomba bahasa asing nasional.

Dengan persahabatan sebagai dasar kuatnya, mereka menghadapi segala rintangan: perbedaan cara pandang, tantangan kompetisi, dan bahkan menemukan makna baru dalam persahabatan antar budaya. Awalnya hanya sekelompok teman biasa, kini mereka membuktikan bahwa kerja sama dan cinta bisa membawa mereka meraih kemenangan yang tak terduga termasuk kesempatan untuk menjelajahi dunia luar!"



"Siapakah mereka? Dan apa yang akan terjadi saat mereka melangkah keluar dari zona nyaman Jakarta untuk menjelajahi dunia yang lebih luas?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Kolim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kenangan yang hilang

Hujan gerimis turun pelan di pagi pertama tahun ajaran baru. Langit kelabu seakan menekan kota kecil itu dengan kenangan yang tak pernah benar-benar pergi.

Yuki Tachibana berdiri di depan gerbang SMA Hoshizora, menggenggam tasnya erat. Jantungnya berdegup sedikit lebih cepat—bukan karena gugup, melainkan karena perasaan asing yang sulit ia jelaskan.

“Sekolah baru… hidup baru,” gumamnya pelan.

Ia melangkah masuk, menyatu dengan kerumunan siswa lain. Tawa, suara sepatu, dan obrolan ringan bercampur menjadi satu. Namun di tengah semua itu, Yuki merasa kosong, seolah ada bagian dari dirinya yang tertinggal di masa lalu—masa yang tak mampu ia ingat sepenuhnya.

Kelas 2-A

Yuki duduk di bangku dekat jendela. Cahaya pagi menyinari rambut indah nya yang tergerai rapi. Ia menatap keluar, melihat daun-daun yang bergerak tertiup angin. Saat itulah pintu kelas terbuka.

“Perkenalkan, ini murid pindahan baru,” kata wali kelas.

Seorang siswa laki-laki melangkah masuk. Rambutnya sedikit berantakan, sorot matanya tenang namun dingin, seperti seseorang yang terbiasa sendirian.

“Kinta Aoyama,” ucapnya singkat.

Yuki menoleh tanpa sadar.

Dan entah kenapa… dadanya terasa sesak.

Tatapan mereka bertemu sepersekian detik. Tidak ada senyum. Tidak ada reaksi. Hanya rasa aneh—seperti melihat bayangan mimpi yang hampir diingat, tapi menghilang sebelum sempat diraih.

Kinta segera memalingkan wajah dan berjalan ke bangku kosong di barisan belakang.

“Kenapa… aku merasa pernah melihatnya?” pikir Yuki.

Namun ia menggeleng kecil, mencoba menepis perasaan itu. Mustahil. Mereka tidak pernah berbicara. Tidak saling menyapa. Bahkan selama jam pelajaran berlangsung, keberadaan satu sama lain terasa seperti dua dunia yang berjalan sejajar tanpa bersentuhan.

Hari yang Berlalu Tanpa Kata

Jam pelajaran selesai. Bel pulang sekolah berbunyi.

Yuki mengemasi bukunya perlahan. Ia sempat melirik ke arah bangku belakang—kosong. Kinta sudah pergi lebih dulu.

“Aneh…” bisiknya.

Di sisi lain sekolah, Kinta berjalan sendirian melewati koridor. Langkahnya terhenti sejenak saat ia menoleh ke jendela kelas 2-A.

“Kenapa wajah itu terasa familiar…?” gumamnya pelan, hampir marah pada dirinya sendiri.

Namun seperti Yuki, ia memilih melanjutkan langkah. Masa lalu tidak penting, pikirnya. Atau mungkin… terlalu menyakitkan untuk diingat.

Sore menjelang. Hujan telah berhenti, menyisakan udara dingin yang lembap.

Dalam perjalanan pulang, Yuki memutuskan mampir ke sebuah toko kecil di sudut jalan—Restoran Roti Hoshino. Tempat itu terkenal dengan roti hangat dan aroma mentega yang menenangkan.

Bel kecil di pintu berbunyi saat ia masuk.

“Selamat datang,” suara laki-laki terdengar dari balik meja.

Yuki terdiam.

Jantungnya berhenti berdetak sejenak.

Di balik etalase roti, berdiri seorang pemuda dengan celemek cokelat, rambut yang sama, mata yang sama—

Kinta.

Tatapan mereka kembali bertemu, kali ini lebih lama.

Udara seakan membeku.

Kenangan yang terkubur mulai bergetar… meski belum bangkit sepenuhnya.

Suara detak jam dinding terdengar jelas di antara mereka.

Yuki masih berdiri di dekat pintu, sementara Kinta membeku di balik etalase roti. Tidak ada yang berbicara. Hanya aroma roti hangat yang perlahan mengisi ruang hening itu.

“…Selamat datang,” ulang Kinta, kali ini lebih pelan.

Nada suaranya datar, profesional. Seolah mereka benar-benar orang asing.

Yuki mengangguk kecil dan melangkah mendekat. Tangannya menggenggam tali tas, jari-jarinya sedikit gemetar tanpa ia sadari.

“E-eto… aku mau beli roti,” katanya.

Kinta mengangguk singkat.

“Yang mana?”

Yuki menatap etalase. Beragam roti tersusun rapi—roti susu, cokelat, keju, melon pan. Namun pandangannya berhenti pada satu jenis roti berbentuk bulat kecil dengan taburan gula halus.

“…Itu,” ucapnya pelan.

Kinta mengikuti arah tatapannya.

“Roti krim vanila,” katanya. “Itu favorit banyak orang.”

Ia mengambilkan roti itu dengan penjepit, gerakannya cekatan. Saat ia meletakkannya ke dalam kantong kertas, tangannya sempat berhenti.

Entah kenapa, dadanya terasa aneh.

Roti krim vanila…

Ada sesuatu tentang itu. Sesuatu yang terlalu familiar.

“Totalnya 1.500 yen,” kata Kinta.

Yuki menyerahkan uangnya. Jari mereka hampir bersentuhan—hanya sepersekian detik, namun cukup membuat Yuki tersentak kecil.

“Ah—maaf,” ucapnya refleks.

“…Tidak apa-apa.”

Kinta menyerahkan kantong roti. Saat itu, Yuki akhirnya memberanikan diri menatap wajahnya lebih lama.

“Kamu… Kinta Aoyama, kan?” tanyanya ragu.

Kinta mengangkat pandangan.

“Iya. Kamu dari kelas 2-A.”

Bukan pertanyaan. Pernyataan.

“Iya… aku Yuki Tachibana.”

“Hm.”

Hanya itu.

Tidak ada senyum. Tidak ada kelanjutan. Namun anehnya, Yuki merasa percakapan singkat itu meninggalkan gema panjang di dadanya.

“Kamu… bekerja di sini?” tanyanya lagi, berusaha tidak terdengar aneh.

“Sejak SMP,” jawab Kinta. “Restoran ini milik keluarga.”

“Oh… begitu.”

Sunyi kembali turun.

Namun kali ini, sunyi itu tidak sepenuhnya canggung—lebih seperti jeda sebelum sesuatu muncul ke permukaan.

Saat Yuki berbalik hendak pergi, matanya menangkap sesuatu di sudut meja kasir.

Sebuah lonceng kecil berbentuk bintang, warnanya sudah pudar.

Dadanya bergetar hebat.

Kenapa… aku merasa pernah melihat ini?

Kepalanya berdenyut pelan. Sekilas bayangan muncul—taman kecil, tawa anak-anak, dan suara seseorang memanggil namanya.

“Yuki!”

Ia terhuyung kecil.

“Kamu kenapa?” suara Kinta terdengar lebih dekat.

Yuki tersentak.

“A-aku tidak apa-apa.”

Namun Kinta menatap lonceng itu, lalu kembali ke wajah Yuki. Alisnya sedikit berkerut.

“…Aneh,” gumamnya.

“Apa?”

“Tidak. Lupakan.”

Ia mundur selangkah, kembali memasang ekspresi datarnya. Tapi di dalam hatinya, sesuatu mulai retak.

Kenapa dia bereaksi saat melihat lonceng itu?

Dan kenapa aku juga…?

“Terima kasih,” ucap Yuki pelan.

“Iya.”

Ia melangkah keluar. Bel kecil di pintu berbunyi sekali lagi.

Kinta berdiri diam, menatap pintu yang tertutup.

Di dadanya, ada rasa yang tidak bisa ia beri nama.

“…Aku pernah mengenalnya,” bisiknya tanpa sadar.

Di luar, Yuki berhenti sejenak di bawah lampu jalan. Ia menatap kantong roti di tangannya, lalu menutup mata.

Entah kenapa, air mata hampir jatuh.

“Kenapa rasanya… seperti baru saja bertemu seseorang yang sangat penting…?”

Langkah mereka menjauh, masing-masing membawa pertanyaan yang sama—

tentang masa kecil yang terlupakan,

dan ikatan yang belum sepenuhnya putus.

1
farel
pertama
farel
pertama 💪
skino
perbaikin alur nya yaa, aku bingung sebenarnya Yuki dan lain lain ada di kota mana/negara, padahal kan sering buat makanan jepang🙏
Alya: maaf kalau ada kesalahan
total 2 replies
farel
absen kakk
Alya: 😁hehe
total 2 replies
skino
cepet banget s 2 nya
N Kin
70/100
Alya: hahaha terimakasih banyak kakkk
total 1 replies
LOSCE
cemangat, aku tunggu sampe ceritanya di kuliah💪
Alya: hehehehe iyaa terimakasih banyak atas dukungan nyaa
total 1 replies
LOSCE
semangat terus kak, jangan lupa mampir
Alya: iyaa terimakasih
total 1 replies
Nimpo Luin
kurang panjang
Alya: terimakasih ulasan nyaaa
total 1 replies
skino
semangatttt
Alya: iyahh
total 1 replies
skino
cerita nya tambah menarik ada yaa🤭🤭
Alya: hehehehe terimakasih kakk.
total 1 replies
Mikey Toman
chapter 2
Alya: 😁😁😁iyahh
total 1 replies
Mikey Toman
/Awkward/
Alya: 😇☝️☝️
total 1 replies
farel
pertamaaa
Alya: terimakasihhh banyakk yaa karenaaa telahh menyukaii novellku iniii
total 1 replies
farel
pertama
Alya: iyaaaa
total 1 replies
farel
pertamaaa
farel
pertamaa
farel
Hana pinter bener bisa dapat nilai 95. . .
farel
mantapp
farel
pertama komenn🤭
Alya: terimakasih kasih udah membaca novel iniii
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!