NovelToon NovelToon
Pak Dimas (Guru Gen Z Ganteng)

Pak Dimas (Guru Gen Z Ganteng)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:244
Nilai: 5
Nama Author: Kukuh Basunanda

Menceritakan kisah cinta seorang Guru Gen Z tampan bernama Dimas Aditya dengan janda muda cantik dan kaya raya bernama Wulan Anggraeni. Kedua nya di pertemukan oleh keadaan hingga akhirnya tumbuh gelombang cinta di hati mereka. Seiring berjalannya waktu, Dimas berhasil mencuri hati Wulan sekaligus menyembuhkan rasa traumanya atas kegagalannya di pernikahan pertama. Namun di satu sisi, sang mantan (Nayla) masih mengharapkan menikah dengan Dimas. Rasa sayangnya yang begitu dalam, membuat cinta segitiga di antara mereka tak terelakkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kukuh Basunanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pak Dimas Mulai Mengajar di Sekolah Swasta

Senja berganti malam, Nayla dan bundanya berbincang di teras rumahnya. Hujan rinti-rintik mengiringi keakraban mereka. Angin malam berhembus bersama rintikan air hujan membuat mereka semakin asyik bercakap-cakap.

“Skripsi kamu udah nyampe mana Ney ?” tanya bundanya.

“Alhamdulillah bun, judul dan proposalnya udah di ACC, tinggal menyusun skripsi aja” jawab Nayla.

“Yah..bunda doakan, semoga skripsinya ney ney bisa cepat selesai dan lulus dengan nilai yang bagus”

“Aamiin, makacih bunda cayang” respon Nayla sambil memeluk bundanya.

Ada rasa cemas yang menyelimuti hati bu Junaedi, bukan perihal skripsi anaknya melainkan tentang masa depan putrinya bilamana hubungan percintaan Nayla dengan Dimas harus kandas di tengah jalan.

“Apa kamu bakalan terima kenyataan ney kalau saat itu tiba, ayah mu tidak akan membiarkan mu menikah dengan Dimas” suara bu Junaedi dari dalam lubuk hatinya.

Bu Junaedi memang sudah mengetahui sejak awal jika suaminya tidak pernah merestui kedekatan antara Nayla dan Dimas. Ia tahu persis bagaimana watak dan karakter sang suami yang bisa saja menjadi duri tajam untuk buah hatinya.

“Rencana kamu setelah lulus kuliah, mau ngapain ney ?” tanya bu Junaedi.

“iih bunda kaya gak tau aja, ya jelas lah pengin di lamar kak Dimas habis itu menikah” sahut Nayla, terlihat begitu polos seolah amat yakin semua harapannya akan terjadi.

“Kalau ternyata jodoh kamu bukan Dimas, bagaimana ?” tanya bu Junaedi seakan sedang menguji mental anaknya.

“iih bunda gak boleh bilang begitu, bunda doakan aja semoga aku dan kak Dimas memang beneran berjodoh”

“Aamiin” sahut bu Junaedi, dalam hatinya begitu harap-harap cemas.

***

Pagi tiba, di tempat lain, Dimas mulai mencari lagi lowongan pekerjaan sebagai guru bahasa inggris di sekolah. Tangan kirinya menggenggam handphone dan tangan tanganya menscroll layarnya hingga pada akhirnya matanya tertuju pada sebuah flyer online bertuliskan lowongan guru bahasa inggris di SMA Al-Ikhlas.

Tanpa berfikir panjang, Dimas langsung menyiapkan berkas surat lamaran pekerjaan lalu bergegas menuju sekolah tersebut. Singkat cerita, Dimas di terima lantaran IPK nya tinggi dan pengalaman kerjanya yang ia miliki.

Di hari pertama mengajar, seperti biasa Dimas di sambut baik oleh seluruh peserta didik bukan hanya karna pesona ketampanannya tapi juga keramahan dan kelucuannya. Jurus candanya mulai beraksi di kelas XII IPA 1.

“Dear my students, you know, what is the highest building in the world ?” tanya Dimas kepada muridnya.

“Of course, burj khalifa in Dubai sir” respon salah satu siswa.

“No, your answer is incorrect” jawab Dimas.

Para peserta didik memprotes jawaban pak Dimas.

“kenapa salah pak ? kalau gak percaya check aja di google !” celetuk salah satu peserta didik yang terbawa emosi.

“Jawaban yang benar adalah masjid” jawab Dimas dengan santai.

Semua peserta didik tercengang dengan jawaban tersebut dan kembali protes,

“Weiii.. pak kok malah masjid sih ?”

“Karna cuma masjid yang pucuknya sampai ke bulan”  jawab Dimas dengan senyuman manis ciri khasnya.

“Waduh ...ngajak ribut nih pak guru” canda salah satu siswi.

Sementara itu, di sebuah balkon rumahnya, Wulan berdiri menatap langit seolah awan hitam pekat masih mengelilingi hatinya. Dalam diam, pikiranya melayang terbang mengarah ke masa lalunya. Goresan luka lama di hatinya masih terasa sakit meskipun sudah bertahun-tahun lamanya. Isi otaknya kembali di penuhi kejadian demi kejadian yang telah menyayat hatinya.

Kala itu, ia mencoba melupakan penghianatan yang telah suaminya lakukan namun ternyata penghiatan itu terus berkesinambungan. Kali ini rasanya jauh lebih menyakitkan karna melibatkan sahabat akrabnya, Amalia.

Sebagai seorang wanita, Wulan sering mencurahakan isi hatinya kepada sahabat dekatnya tersebut termasuk tentang perselingkuhan suaminya. Ia begitu percaya Amalia adalah sosok wanita yang mampu menjaga rahasia serta orang yang paling tepat mendengarkan keluh kesahnya.

Tepat pukul 20.00 WIB, mereka janjian bertemu di sebuah cafe yang tidak begitu ramai. Segala masalah hidupnya, Wulan curhatkan kepada sahabat dekatnya tersebut.

“Gue lagi bingung, Lia” curhat wulan kepada Amalia.

“Suami yang gue percaya selama ini ternyata berselingkuh di depan mata gue, apa gak menyakitkan banget tuh ?” kata Wulan di iringi isak tangis.

Amalia merangkulkan tangannya ke bahu Wulan sambil menepuk pelan dan membiarkan kepala Wulan menyandar di bahunya.

“Loe yang sabar ya lan ! apa sih kurangnya loe sampai suamimu tega menyakiti loe”

“Loe itu cantik dan baik banget, suami loe aja yang gak tau diri” ujar Amalia menengkan hati sahabatnya.

“Kalau menurut loe, gue mesti ngapain ?” tanya Wulan masih dengan isakan tangisnya.

“Kalau gue jadi loe sih yah, gue bakal gugat cerai tuh mas Surya, ingat Wulan semua perbuatan buruk suami itu bisa di maafkan kecuali perselingkuhan” petuah Amalia namun seperti ada keniatan jahat di dalam hatinya.

Suatu hari handphone Wulan berdering, Di layar handphone tertera nama “my brother” memanggilnya.

“Hallo mba Wulan, tadi Bandi berhenti di perempatan lampu merah terus gak sengaja liat mas Surya jalan sama wanita cantik, apa itu kolega bisnisnya mas Surya ?” tanya Bandi melalui ponselnya.

“Hah .. yang bener kamu ban ? kamu liat mas Surya dimana tepatnya ?” tanya Wulan ikut penasaran.

“Di depan lobi hotel grand beautiful mba” respon Bandi.

“Kamu liat mas Surya waktu jam berapa Ban ?” tanya Wulan lebih lanjut.

“Barusan tadi mba, sekitar 15 menitan yang lalu”, sahut Bandi.

“Baik Ban, makasih yah untuk infonya, mba kesana sekarang untuk memastikan” kata Wulan sembari menutup telponnya.

Wulan yang mendengar kabar itu langsung tancap gas menuju hotel bintang 5 tersebut. Di sebuah lobi hotel yang mewah nan indah, langkah kaki Wulan berjalan cepat mendatangi resepsionis. Suara sambutan ramah terdengar di telinganya.

“Selamat malam ibu, ada yang bisa kami bantu ?” suara resepsionis penuh dengan senyum ramah.

“begini mba, saya mau tanya, apakah ada tamu hotel yang bernama Surya Saputra menginap di sini ?” respon Wulan.

“Mohon maaf ibu, sesuai S.O.P di hotel ini, kami di larang menginformasikan data tamu kepada siapa pun terkecuali ada ijin langsung dari yang bersangkutan” ujar resepsionis masih dengan senyumannya yang ramah.

“Tapi saya istrinya mba, kalau mba gak percaya, ini KTP saya, silakan bisa di check di layar komputer, alamat rumah saya dan atas nama Surya Saputra itu sama”

Resepsionis menatap ke layar komputer kemudian menemukan data atas nama Surya Saputra memiliki alamat rumah yang sama persis dengan alamat rumah Wulan.

“Saya ada keperluan penting dengan suami saya, pliss ya mba ! kasih tau saya dimana kamarnya ?” desak Wulan.

“Baik bu kalau begitu, coba saya hubungi GM kami dulu ya bu, silakan ibu duduk di sofa sebelah sana nanti GM kami akan menemui ibu” sahut mba resepsionis.

Tak butuh waktu yang lama, seorang pria datang menghampiri Wulan.

“Selamat malam bu, perkenalkan saya GM hotel ini, ada yang bisa kami bantu bu ?” kata pria tersebut.

“Ya pak, saya mau ketemu suami saya, ini penting banget” kata Wulan seolah memaksa.

“Tadi saya sudah dengar dari resepsionis kami tentang keperluan ibu dan memang benar suami ibu menginap di sini, check in pada pukul 21.30” jawab pak GM.

“Kalau begitu suami saya ada di kamar nomor berapa pak ? tolong kasih tau ya pak !” suara Wulan memohon dengan sangat.

“Baik bu, tapi saya menghimbau kepada ibu supaya tidak bikin kegaduhan di kamar hotel yang bisa mengganggu kenyamanan tamu yang lain” sahut pak GM dengan senyuman ramahnya.

“Siap pak, jadi kamarnya nomor berapa pak ?” tanya Wulan.

“Ibu naik lift nanti turun di lantai 8 dan belok kiri, silakan ibu bisa cari kamar nomor 1023” jawab pak GM kembali.

“Terima kasih banyak pak” ujar Wulan lalu bergegas menuju lift.

“Sama-sama bu, dengan sengan hati”

Berada di dalam lift, perasaan Wulana semakin tidak karuan seolah ada petanda buruk sedang terjadi. Usai melangkah keluar dari lift, ia langsung mencari kamar dengan nomor tersebut sampai pada akhirnya ia berhenti persis di depan kamar yang sedang ia cari.

Namun di bagian gagang pintu terpasang tulisan “Do not distrub” yang berarti bahwa tamu tidak ingin di ganggu.

Dari balik koridor terdengar suara desahan seorang wanita yang begitu jelas memeka di telinganya.

“Aaaaahhh... aaaahhh .. enak banget sayang”

“Aaaaahhh .. masukin lebih dalam sayang” begitulah suara wanita yang terdengar Wulan.

Wulan langsung mengambil handphone nya lalu menyentuh tombol video dan di arahkan ke depan pintu kamar tersebut. Tangan kirinya memegang handphone dan tangan kanannya mengetok pintu dengan keras layaknya seorang debt collector yang hendak menagih hutang.

Sepasang insan yang sedang di selimuti kenikmatan dunia itu terkaget dengan suara ketokan pintu yang begitu keras. Seorang laki-laki segera memakai piyamanya lalu bergerak menuju pintu. Sementara si wanita masih terlentang di atas bed kamar hotel, ia hanya menutupi tubuhnya dengan selimut.

Begitu lelaki tersebut membuka pintu, ia langsung tercengang ternyata seorang wanita yang tidak lain adalah istrinya sendiri.

“Oh bagus ya bagus ketauan selingkuh lagi” suara Wulan dengan ekspresi wajah yang mendidih.

Wulan maju kedepan sembari merekam dengan video ponselnya sedangkan suaminya bergerak mundur.

“Dengarkan dulu mah, semua bisa di jelaskan” kilah Surya.

“Sudah lah pah, aku sudah gak percaya lagi sama kamu, mulai sekarang, aku minta cerai pah” ujar Wulan dengan air mata yang mengucur deras.

Tatapan mata Wulan semakin melebar mengarah ke seorang wanita yang di duduk di baluti selimut dan menutupi wajahnya dengan rambutnya yang panjang.

“Dasar pelakor gak tau malu” kata Wulan, mukanya semakin mendidih.

Wulan semakin mendekat mengarahkan ponselnya ke wajah wanita tersebut, tangan kanannya menjambak rambut si pelakor. Ia begitu terkejut ketika menyadari bahwa wanita itu adalah Amalia, teman dekatnya sendiri. Serasa tak percaya, Wulan terdiam, handphone di biarkan terjatuh dan tangannya merenggang menutupi mulutnya.

“Ya Allah, gak .. gak. .. gak ..."

"Gue pasti lagi ngimpi” gerutu wulan menatap sahabatnya tersebut.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!