NovelToon NovelToon
Dad, Please Hug Me

Dad, Please Hug Me

Status: tamat
Genre:Teen / Romansa-Teen angst / Teen Angst / Tamat
Popularitas:205.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Marina Monalisa

Ketika lahir seorang anak perempuan yang sukses membuat sang Ayah sangat merasa bahagia karena impiannya kini terwujud.

Yah sang Ayah yang dari dulu terkenal sangat keras dan ringan tangan selalu mendambakan kehadiran anak perempuan di hidupnya.

Namun ternyata kehadiran anak perempuannya itu tidak mampu membuatnya berubah justru semakin menjadi pria kejam.
Sampai akhirnya anaknya tumbuh dewasa dengan segala tekanan dari ayahnya.

Cerita ini menggambarkan kisah anak gadis yang tidak bisa memilih jalan hidup yang mampu ia lewati, justru ayahnya selalu memaksa dengan apa yang ayahnya inginkan tanpa melihat kemampuan anaknya.

Sampai akhirnya anak itu trauma berat tiap kali melihat wajah ayahnya karena sejak kecil selalu menerima kekerasan.

Simak ceritanya yah, ini sangat memberikan pelajaran bagi orang tua yang selalu bermain kekerasan dan bagaimana pentingnya pendidikan bagi seorang wanita. Pendidikan tinggi bukan tujuan utama untuk mendapatkan pekerjaan yang tinggi.

Namun pendidikan tinggi adalah tiang utama untuk seorang wanita agar tidak lemah. Begitu juga untuk pria agar tahu berperilaku tanpa kekerasan.
Semoga bisa bermanfaat.

Slow update🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marina Monalisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Meninggalkan

Hari terus berputar seiring waktu yang silih berganti namun perhatian Aldrich pada Bella masih tetap seperti biasanya, ia selalu mengirim pesan untuk mengingatkan Bella belajar dan makan. Bella yang tiap kali membaca pesan dari Aldrich menangis tak tega.

Rasanya ingin sekali memeluk pria itu tapi Bella sadar dia bukanlah wanita yang tepat untuk Aldrich, sunggu tidak pantas jika mereka bersama. Aldrich benar-benar pria yang memiliki ketulusan begitu besar pada Bella sementara Bella berbanding terbalik darinya.

Bella selalu mengacuhkan pesan yang di kirim oleh Aldrich sampai suatu saat tiba waktunya Bella harus pindah sekolah ke luar kota. Brian yang sudah menjemputnya tiba-tiba sangat mengejutkan Bella.

"Ayah."

Wajah Bella kaget melihat Brian dan Kirana yang sudah keluar dari mobil mendatangi Bella di rumah Tantenya. "Ayo kemasi pakaianmu."

"Hah pakai-an?" tanya Bella yang terkejut.

Kirana yang berbicar pada Tante Bella begitu berterimakasih karena telah membantu menjaga Bella selama sekolah di tempatnya. Brian yang sudah pergi bertemu kepala sekolah Bella tidak mengatakan apa pun pada putrinya, sesuai dengan perjanjian Bella dan Brian ia akan pindah sekolah setelah menempuh pendidikan beberapa bulan di tempatnya saat ini.

"Aldrich maafkan aku, aku pindah sekolah. Ayahku sudah menjemputku sekarang, maafkan aku yah selama ini sudah tidka baik padamu."

Isi pesan singkat yang Bella kirim pada Aldrich seketika membangunkan Aldrich dari tidurnya. Matanya menatap bulat pesan singkat dari Bella. Selama ini ia selalu mengirimkan pesan pada Bella tapi tidak satu pun dari pesannya di jawab. Dan sekarang ia membalas pesan sekali dengan isi yang begitu menyakitkan untuk Brian.

"Apa salahku, Bel? tidak cukupkah kita putus dan menyakitiku dan sekarang kau harus pergi jauh." ucap Aldrich yang menundukkan kepalanya menatap kosong. Hatinya benar-benar sakit mengetahu kepergian Bella Aldrich selama ini masih kuat karena bisa sesekali melihat Bella, tapi jika Bella sudah tidak ada lagi akankah dia bisa sekuat itu.

Merasa sudah tidak kuat lagi jika harus membalas pesan itu akhirnya Aldrich memilih tidak mengaktifkan ponselnya. Bella yang menunggu balasan pesan Aldrich kini beberapa kali menghubunginya namun sambungan telfon tidak bisa.

"Sepertinya dia sudah mematikan ponselnya." Wajah lemas Bella melanjutkan gerakan tangannya yang mengemasi barang-barang di kamarnya.

Bella yang telah selesai kini keluar menemui Ibunya yang duduk bersama Paman dan Tantenya. Ia mencium punggung tangan keduanya seraya mengucapkan terimakasih telah memberinya tempat tinggal dengan baik.

"Ayo." Brian yang baru saja tiba menyelesaikan urusan surat pindah Bella kini menunggu Kirana dan Bella masuk ke dalam mobil.

Di perjalanan Bella terus memikirkan Aldrich, meskipun rumah kekasihnya yang satu saat ini tengah ia lewati tetapi fikirannya tetap fokus pada Aldrich. Ingin sekali rasanya Bella melupakannya tetapi fikiran terus melihatkan wajah Aldrich yang tersenyum kuat tanpa mau jujur apa yang membuatnya sakit.

Rasa bersalah terus menghantui Bella selama panjangnya perjalanan yang ia tempuh bersama kedua orangtuanya saat ini. "Bel, ada apa?"

Kirana yang menyadari mata putrinya terlihat berkaca-kaca tanpa berbicara satu kata pun padahal perjalanan mereka sudah sangat jauh.

"Tidak apa-apa, Bu." jawabnya dengan suara lemas.

"Persiapkan perlengkapanmu setelah kita sampai, besok kita langsung ke sekolah barumu." Brian yang memberi tahu Bella lagi-lagi terkejut secepat itu kah ia langsung masuk sekolah.

Bagaimana bisa Bella sampai tidak terfikirkan dengan sekolah barunya karena terlalu sibuk memikirkan Aldrich yang di tinggalkannya. Rasa rindu begitu terasa jelas di perasaan Bella, mengapa ketika jauh seperti ini ia baru sadar jika dirinya sangat tidak kuat jauh dari Aldrich.

Kemana saja perasaannya selama ini, Aldrich yang sudah begitu sabar menunggunya kembali namun terus ia acuhkan dan sekarang? apakah itu tidak egois namanya ingin kembali ketika semua sudah direlakan dan sebelumnya selalu berusaha ingin di relakan.

Perjalanan yang sudah sangat lama kini akhirnya sampailah mereka di rumah Brian yang baru ia beli. Bella segera masuk dan beristirahat sementara Kirana yang sudah sibuk menyiapkan makan malam untuk mereka tanpa lelah ia segera beranjak ke dapur.

Suasana di rumah itu tampak hening seperti biasanya tak ada canda gurau di kehidupan mereka.

***

Hari pertama Bella sekolah akhirnya tiba, semua murid di sekolah itu menatap takjub melihat mobil yang asing masuk di lapangan sekolah depan kantor kepala sekolah mereka. Bella yang turun bersama Brian dan Kirana hanya menatap nanar sekolah barunya.

Rasanya ia belum siap untuk meninggalkan sahabat-sahabatnya dan juga Aldrich di sekolah lamanya. "Ayo."

Ajak Brian yang membuyarkan lamunan Bella seketika dan masuk ke ruangan kepala sekolah itu. Kirana dan Bella hanya mengikuti arah langkah Brian yang lebih di depan dari mereka. Brian yang sudah pernah bertemu dengan kepala sekolah itu kini di sambut ramah.

"Silahkan masuk, Pak Brian." ucapnya seraya mempersilahkan duduk.

Brian yang tanpa basa basi lagi segera meminta mereka untuk mengurus putrinya di sekolah yang baru ini, semua tidak ada yang keberatan dengan permintaan Brian. Tentu mereka tahu siapa Brian, apa pun yang sekolah itu butuhkan saat ini sudah bisa Brian sumbangkan. Salah satu guru wanita kini menyambut Bella dan memintanya untuk ikut ke salah satu kelas yang kebetulan kapasitas muridnya ada yang kurang satu.

Bella mengikuti langkahnya dan masuk ke dalam kelas, terlihat jelas semua murid yang belum kedatangan guru mata pelajarannya mengeluarkan kepalanya di jendela menyaksikan langkah Bella masuk ke kelas yang di tuju. Bella merasa gugup melihat tingkah mereka yang terlalu berlebihan sebenarnya.

Tapi tidak menutup kemungkinan juga ada rasa senang ketika ia menjadi pusat perhatian dari ujung kelas sampai ke ujung kelas lagi.

1
Sky Blue
Thanks kax, Akhirny stelah skian purnama up jga season kduanya..
Smoga slalu up ya kax🥰🥰🥰
dineeeey: Hai , mampir yuk ke novelku yang berjudul
" WANITA SIMPANAN ( end ) & FIRST LOVE (end) , DI BALIK POLOSNYA " dijamin seru dan bikin emosi
total 1 replies
Sky Blue
Masih mnunggu Klanjutanny,
Smangat ya kax☺️☺️☺️
Sky Blue
D tunggu kalnjutan season 2 nya kax🥰🥰🥰
Maya Astuti
Wah bela jodohnya sama aldrich nier
Maya Astuti
Beban hidup bela berat banget
Maya Astuti
kasihaan banget bela menderita terus
Maya Astuti
Semoga keluarga bela setuju
Maya Astuti
Beren kok diem saja sie,ga bantuin gt,yang dewasa donk,berani berbuat berani tanggung jawab
Maya Astuti
Jujur ke keluarga masing2
Maya Astuti
Yah ampun bela,jangan begitu,rawat anakmu
Maya Astuti
Tragis banget hidup bella
sudah jatuh ketimpah tangga..
😡😡😡😡Kekasihnya juga kejam banget
dineeeey: Hai , mampir yuk ke novelku yang berjudul
" WANITA SIMPANAN ( end ) & FIRST LOVE (end) , DI BALIK POLOSNYA " dijamin seru dan bikin emosi
total 1 replies
Maya Astuti
Gara3 perbuatan bapaknya,bela jadi di selingkuhin sama cowoknya,,,
Maya Astuti
😡😡😡😡😡😡😡
Maya Astuti
Benar2 keterlaluan banget bapaknya kok pacaran seumur anaknya 😡😡😡😡😡😡
Maya Astuti
Tega banget bapaknya ,kok sama teman anaknya
Maya Astuti
😡😡😡😡😡
Maya Astuti
Sadis bapaknya
Maya Astuti
Tega banget bapaknya,ternyata sama kayak anaknya kuga
Maya Astuti
Visual thor
Maya Astuti
Bela masih sakit hati sama bapaknya ni,sampai2 masih sakitin laki2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!