Dari kecil Perlita Cascata selalu di perlakukan tidak baik oleh keluarganya, dan sekarang dia juga harus merasakan sakitnya penghianatan dari kedua orang terdekatnya tepat di hari pernikahannya. Perlita harus merelakan calon suaminya menikahi kakak perempuannya yang bernama Ariana karena saat dirinya akan melaksanakan akad nikah, sang Kakak ketahuan hamil anak dari calon suaminya Perlita. Berharap mendapat simpati dari keluarganya tapi apa yang Perlita dapatkan, mereka semua malah mendukung pernikahan tersebut dan meminta Perlita untuk mengalah.
Bagaimana kehidupan Perlita selanjutnya? Apakah dia bisa melupakan pria yang sudah menyakitinya?
Ikuti terus kisahnya di sini ya!!😊
Terima kasih🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MartiniKeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rahasia kamu
"Mau kemana kamu hah? Sudah berani kamu sama kami? Kamu itu baru jadi menantu di rumah ini. Jadi jangan sok deh. Lagian apa juga yang mau kamu sombongkan ha? Aku dengar sekarang kamu itu bukan tuan putri lagi. Kamu dan Vito saat ini tinggal di kontrakan yang sangat kecil kan? Karena kedua orang tua kamu yang mengusir adik aku dari rumah kamu. Satu lagi, mobil kamu juga sudah kamu jual karena masalah kamu kemarin. Apa kamu mau aku kasih tahu rahasia kamu sama Mama supaya Mama membenci kamu karena saat ini menantu kesayangannya sudah tidak punya apa-apa lagi. Hanya pekerjaan dokter aja yang kamu punya sekarang kan? Apa untungnya pekerjaan seorang dokter kalau ternyata kamu nggak punya apa, malah kalah sama Perlita yang hanya seorang pedagang kecil. Seharusnya kamu tuh merasa malu dengan adikmu." Ucap Viona yang langsung membuat langkah Ariana terhenti.
Ariana membalikkan badannya dan melihat ke arah Viona yang melipat kedua tangannya di dada.
"Viona, sebenarnya kamu ada masalah apa sih sama aku? Selama ini aku nggak pernah yah bikin masalah sama kamu. Tapi kok kamu memperlakukan aku seperti ini? Aku ini lagi hamil dan butuh istirahat, tolong jangan tekan aku terus." Balas Ariana yang sudah tidak bisa menahan air matanya dan langsung lari ke halaman belakang di mana terdapat kolam renang. Ariana butuh waktu sendiri untuk menenangkan perasaannya.
"Sudah biarkan aja lah Vio, kita minta tolong sama Bibi aja buat ngelanjutin cuci piring. Tapi tunggu dulu, apa benar yang kamu bilang barusan kalau Vito dan Ariana tinggal di kontrakan kecil?" Tanya Yuri yang kepo dengan ucapan Viona.
"Iya kak dan itu semua kak Vito sendiri yang cerita sama aku. Selama ini kak Vito kan suka cerita apapun sama aku. Makanya aku tahu. Dan yang sangat mengejutkan lagi, kata kak Vito kalau kontrakan yang dia sewa ternyata adalah milik Perlita. Kak Vito sendiri juga baru mengetahui ini ketika dia tidak sengaja melihat Perlita di kontrakannya" Tutur Viona
"Apa? Kayaknya nggak mungkin deh. Perlita kan cuma pedagang pakaian kecil, jadi mana mungkin dia punya uang untuk membuat kontrakan. Uangnya tidak sedikit loh. Perlita pasti berbohong sama Vito. Pasti Perlita ada di kontrakan Vito karena dia lagi bekerja."
"Nggak tau juga sih kak. Aku juga kaget mendengarnya."
"Ya udah deh, kalau begitu aku panggil Bibi dulu," jawab Yuri yang kemudian memanggil asisten rumah tangga yang bekerja di rumah mertuanya untuk melanjutkan mencuci piringnya.
○○○○○○○
Perlita langsung mandi dan memakai pakaian tidurnya. Dia melihat ponselnya dan ada panggilan tidak terjawab dari Nathan dan juga ada pesan masuk juga dari Nathan yang mengabarkan kalau dirinya sudah sampai di villanya. Perlita membalas pesan tersebut dan kembali menyimpan ponselnya.
"Hmmmm, lelah juga." Gumam Perlita menghempaskan badannya di ranjang empuknya.
Perlita memutuskan untuk segera tidur supaya besok bisa bangun lebih pagi. Besok pagi Perlita berencana ingin mengerjakan pekerjaannya yang hari ini tidak sempat dikerjakan. Hari ini dia merasa tidak ada tenaga lagi untuk begadang mengerjakan pekerjaannya.
Berbeda dengan Nathan yang memilih bekerja setelah selesai mandi. Tiada hari bagi Nathan untuk libur dari kerjaannya walaupun satu hari pun. Kebersamaannya bersama Perlita satu hari ini mendatangkan kebahagiaan yang membuat dirinya mempunyai energi yang banyak untuk semangat mengerjakan pekerjaannya saat ini.
"Perlita...Perlita. Kamu benar-benar mengalihkan dunia aku. Aku harus segera menyatakan perasaan ini karena kalau terlalu lama di pendam bisa-bisa kamu dimiliki oleh laki-laki lain." Gumam Nathan sambil memandangi foto Perlita yang diambilnya tadi siang.
"Sangat cantik, pesona kamu benar-benar bikin aku tergila-gila Perl."
"Fokus Nat, fokus. Kamu harus bekerja."
Nathan meletakkan ponselnya dan membuka laptopnya. Malam ini Nathan larut dengan pekerjaannya sampai waktu subuh. Setelah subuh Nathan memutuskan untuk tidur sejenak.
Sementara Perlita sudah terbangun dari jam tiga subuh dengan mengerjakan pekerjaannya. Perlita juga sama dengan Nathan, di manapun dia berada harus mengerjakan pekerjaannya. Perlita harus memeriksa laporan serta mengerjakan desain gaun sesuai dengan pesanan pelanggannya. Perlita adalah perempuan yang bekerja keras. Tidak ada waktu bagi Perlita untuk bermain-main selama ini. Ini adalah liburan pertama Perlita sepanjang hidupnya. Saat ini dia mulai menikmati hidupnya tanpa harus mengalah kepada saudaranya.
Perlita tidak tahu kenapa kedua orang tuanya membenci dirinya. Padahal Perlita merasa dari kecil bukanlah anak yang nakal dan suka bertingkah. Sejak kecil dia selalu menorehkan prestasi yang seharusnya membuat kedua orang tuanya bangga tapi apa yang dirinya dapatkan adalah kemarahan dari kedua orang tuanya dari prestasi yang dirinya raih.
"Kenapa Ma, Pa? Kenapa kalian begitu membenci Perlita? Apa salah Perlita sehingga kalian begitu marah sama aku? Aku ini anak kandung kalian tapi selalu diperlakukan tidak baik selama ini. Bahkan foto kita berempat saja aku tidak punya. Aku juga tidak pernah ikut berfoto dengan kalian. Di foto keluarga hanya ada Ariana di antara kalian berdua. Selama tinggal dengan kalian aku selalu di perlakukan seperti seorang pembantu. Bahkan kalian juga begitu tega merebut barang milikku dan memberikannya pada putri kesayangan kalian." Guman Perlita sembari melihat foto keluarganya yang ada di postingan media sosial Ariana.
"Huffffttt, sudah lah. Buat apa juga aku menangisi orang yang tidak pernah menyayangiku. Aku nggak boleh memikirkan mereka. Mereka juga tidak mungkin memikirkan aku. Inilah takdir aku, aku harus bisa kuat dan aku yakin kalau aku bisa tanpa mereka berdua. Semangat Perlita!" Kata Perlita menyemangati dirinya sendiri. Setelah di luar mulai terang, dia memilih berjalan di sekitaran pantai yang berada di belakang hotel tempat dirinya menginap. Perlita menikmati udara pagi dengan bunyi deburan ombak.
"Hmmmm, indah banget yah di sini." Ujar Perlita berdiri di tepi pantai dengan menikmati pemandangan pantai yang indah.
"Enak juga tinggal di dekat laut. Karena setiap hari akan bisa melihat pemandangan yang indah. Yang bisa membuat suasana hati jadi baik. Sepertinya aku mau membeli Villa yang ada di dekat laut deh." Gumam Perlita lagi.
Dia melanjutkan perjalanannya menelusuri pantai tersebut. Pagi ini keadaan masih sangat sepi karena saat ini jam menunjukkan jam enam pagi.
Perlita berjalan ke arah jalan raya. Suasana di pinggir jalan pagi ini sudah mulai ada aktivitas. Mobil dan motor sudah mulai berlalu lalang. Para pedagang sarapan juga sudah mulai buka. Perlita pagi itu memutuskan mencari sarapan yang dijual di pinggir jalan. Dia merasa me time seperti ini sangat sudah membahagiakan. Sejak dirinya keluar dari rumah orang tuanya, Perlita merasa hidupnya lebih bahagia dari biasanya. Beban berat di pundaknya seakan hilang begitu saja. Walaupun Perlita masih merasa kesepian tapi Perlita tetap menikmati dan mensyukuri apapun kehidupannya.
Perlita merasa saat ini hidupnya lebih berarti dan lebih happy dibandingkan dulu. Tidak ada lagi orang yang menekan dirinya. Yang selalu membuat air matanya mengalir seperti biasanya. Saat tinggal di rumah orang tuanya, dirinya hampir setiap hari dimarahi oleh kedua orang tuanya. Terkadang Perlita berpikir kalau dirinya bukan anak kandung kedua orang tuanya. Sempat terpikir untuk tes DNA tapi Perlita masih ragu untuk melakukannya. Dia masih belum siap dengan hasilnya.
Terima kasih untuk yg sudah mampir🙏Semoga kalian sehat dan rejeki kalian selalu lancar. Jgn lupa tinggalkan like n komentarnya ya🙏😊
🙏