NovelToon NovelToon
Cinta Tak Butuh Tes IQ

Cinta Tak Butuh Tes IQ

Status: tamat
Genre:Teen School/College / Persahabatan / Romantis / Murid Genius / Cintapertama / Idola sekolah / Tamat
Popularitas:70
Nilai: 5
Nama Author: Rita Sri Rosita

Aira Wibisono, Baru Kehilangan Seluruh Keluarganya, Kisah tragisnya di mulai saat Kakaknya Arya meninggal karena kecelakaan, Ayahnya sangat terpukul dengan kepergian Arya, Arya merupaka ke banggan keluarga, Arya baik, pintar, dan tampan, Arya kuliah di FK UGM Orang tua Aira menaruh harapan yang besar kepada Arya, Cinta mereka sangat besar kepada Arya, Semenjak kepergian Arya Ayahnya Aira jadi sakit sakitan dan tak lama Ayah Aira meniggal, Setelah itu Ibu Aira mulai defresi dan meninggal satu tahun kemudian. Akhirnya Aira memutuskan tinggal di rumah Tante Mala sahabat ibunya, Tante Mala mempunyai anak Laki-laki bernama Damar, dia populer di sekolah, pintar, tampan mirip dengan kakaknya Aira di sana lah kisah Aira di mulai...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rita Sri Rosita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Senyuman Yang Terlalu Manis

Sore itu, Aira sedang duduk di bangku taman sekolah bersama Naya.

Mereka baru saja selesai membahas PR, yang seperti biasa, lebih banyak diisi keluhan Naya daripada jawaban.

“Aku lapar,” gumam Naya.

“Hidup rasanya berat banget sejak kamu jadi sepupu Damar’.”

Aira tertawa kecil.

“Maaf ya.”

Belum sempat Naya membalas, bayangan beberapa orang menutup cahaya matahari di depan mereka.

Anne dan gengnya.

“Aira,” sapa Anne lembut, senyumnya manis seperti iklan pasta gigi.

“Kamu ada acara nanti malam?”

Aira berkedip.

“Em… nggak ada.”

“Kebetulan!”

Anne tampak terlalu antusias.

“Kita nonton, yuk, ada film baru katanya seru.”

Aira terdiam.

“Tenang,” lanjut Anne cepat.

“Aku jemput kamu di rumah.” Anne tersenyum makin manis.

"Pakai sopir.”

Geng Anne, Lisa, Alice, dan Siska di belakangnya saling pandang sekilas.

Aira sama sekali tidak menyadarinya.

“Serius?”

Mata Aira berbinar.

“Boleh banget?”

“Iya kita bareng,” kata Anne cepat. “Sama Siska, Alice, Lisa.”

Mereka mengangguk kaku sedikit memaksakan senyumnya.

Dalam hati Anne:

Tentu saja. Aku justru mau kerumah Damar sambil tersenyum licik.

Aira menggenggam tali tasnya dengan bahagia.

“Ini pertama kalinya aku diajak nonton,” katanya jujur.

“Aku senang banget.”

Anne menahan senyum lebarnya.

"Oh iya,” Aira menoleh ke Naya,

“Aku boleh ajak Naya juga, kan?”

Udara berubah.

Satu detik.

Dua detik.

Senyum Anne tetap ada tapi kaku.

Gengnya langsung saling pandang.

“Eh…”

“Bukannya ini,”

Anne mengangkat tangan halus.

“Naya?”

Anne menoleh ke Naya, menilai dari ujung rambut sampai sepatu.

“Kamu mau ikut?”

Naya melirik Aira, lalu mengangkat bahu.

“Kalau nggak merepotkan.”

“Tentu tidak,” jawab Anne cepat, meski rahangnya sedikit mengeras.

“Semakin ramai, semakin seru.”

Aira tersenyum lebar.

“Yeay!”

Aira bertepuk tangan kecil.

“Terima kasih, Anne! Kamu baik banget.”

Anne tertawa kecil.

“Ah, kamu ini bisa saja.”

"Euh, Ra Ajak Ka Damar juga Ya,"

Naya tersenyum tipis sambil bergumam dalam hati emang itu kan tujuan mu dari awal.

"Iya, gampang," Kata Aira asal ngomong soal dia mau atau nggak urusan belakangan pikir Aira.

Dalam hati Anne:

Baik? Tunggu sampai aku bisa masuk kerumah itu dan deketin Damar dan keluarganya.

Salah satu geng Anne mendekat dan berbisik,

“Kenapa dia ikut?”

Anne berbisik balik tanpa menggerakkan bibir,

“Diam. Jangan rusak suasana.”

"Terserah kamu aja lah," ucap Lisa pasrah.

Aira sama sekali tidak menyadari perubahan suasana.

Sedang Naya sudah curiga dengan kebaikan Anne tidak mungkin kalau nggak ada maunya.

Sedang Aira sudah sibuk membayangkan.

Nonton bareng, dijemput mobil, punya teman secantik dan sepopuler Anne.

“Jam berapa?” tanya Aira polos.

“Jam tujuh,” jawab Anne.

“Aku jemput langsung ke rumah kamu.”

“Rumah Tante Mala,” tambah Aira cepat.

“Alamatnya...”

“Aku tahu,” kata Anne terlalu cepat.

Aira tidak curiga.

“Oh,” katanya senang. “Bagus deh.”

Naya mengernyit sedikit, tapi memilih diam.

Saat Anne dan gengnya pergi, Naya langsung menoleh ke Aira.

“Ra,” katanya pelan.

“Kamu yakin ini ide bagus?”

Aira tersenyum lebar.

“Kenapa nggak? Anne baik kok.”

Naya memandang punggung Anne yang menjauh.

"Dia cuman mau deketin Damar tau Ra,"

"Ya kalau Damarnya mau biarin aja,"

" Aku kok punya perasaan nggak enak ya,"

"Jangan berburuk sangka Naya,"

"Iya terserah kamu aja,"

Entah kenapa, Naya merasa undangan itu bukan sekadar ajakan nonton.

Dan di rumah Tante Mala, tanpa tahu apa-apa.

Damar sedang duduk di kamarnya, tanpa tau sesorang sedang menuju kerumahnya dengan maksud yang terselubung.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!