NovelToon NovelToon
Si Kumis Tipis

Si Kumis Tipis

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Tamat
Popularitas:764.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Si Gadis Imut

"Apa kita jalani aja dulu, sampai kita merasa bosan."

"Lah kok, Abang bilang kayak gitu, sama aja itu gak ada hubungan, gak ada ikatan, aku gak mau terjebak dalam satu hubungan yang bernama Friendzone, apa itu? Hubungan yang buat muak aja!!"

Seketika dengan sekali tarikan nafas, Embun mengeluarkan semua isi hatinya mengenai perkataan Gerry tadi, dengan seluruh kata-kata yang ada di fikirananya tanpa berfikir ulang untuk ia ucapkan.

Ikuti dan tunggu cerita selanjutnya. Terima kasih.


❌ DILARANG PLAGIAT KARYA SAYA


Dipublish: 13 September 2020

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Si Gadis Imut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 24

"Masalah apa Dok? Apakah itu akan baik-baik saja?" ucap Papa Embun dengan memberondong pertanyaan pada sang Dokter. Sementara Mama Embun hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat respon suami. Sang Dokter malah terdiam seraya tersenyum melihat respon yang diberikan oleh Papa Embun.

"Masalah apa Dok? Apakah itu akan baik-baik saja?" ucap Papa Embun dengan memberondong pertanyaan pada sang Dokter. Sementara Mama Embun hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat respon suami. Sang Dokter malah terdiam seraya tersenyum melihat respon yang diberikan oleh Papa Embun.

"Jadi, dikehamilan Ibu Elisa ini sedikit lemah, tapi ini sebenarnya wajar mengingat Ibu Elisa yang hamil diusia yang tidak muda lagi." jelas Dokter Maria kepada Papa dan Mama Embun.

"Asalkan Ibu Elisa tidak banyak pikiran dan aktivitas yang mengganggu perkembangan janin tidak masalah, nanti saya juga akan memberikan beberapa vitamin untuk penguat kandungan." jelas Dokter Maria membuat Papa Embun sedikit bernafas lega. Sungguh saat tahu akan ada masalah dikehamilan istrinya kali ini Papa Embun serasa dunianya mau runtuh.

"Baik Dok! Saya pasti akan menjaga istri saya sebaik mungkin." ucap Papa Embun dengan yakinnya.

"Tapi bukan berarti saya tidak boleh beraktivitas kan, Dok?" tanya Mama Embun memastikan, karena Mama Embun tidak ingin nantinya Papa Embun akan melarangnya melakukan segala aktivitas nya.

"Benar sekali, Bu. Nanti Ibu Elisa masih bisa beraktivitas, hanya saja dibatasi mengingat kalau kandungan Ibu lemah." jawab Dokter Maria membuat Mama Embun tersenyum.

"Ini, nanti tolong ditebus ya resepnya dan disana akan tertera cara minumnya juga." ucap Dokter Maria sembari memberikan selembar kertas resep kepada Papa Embun.

"Baik Dok, terima kasih." ujar Papa Embun dengan sopan.

"Bulan depan oleh kembali lagi untuk kontrol ya Ibu Elisa." ucap Dokter Maria.

"Baik, Dok." ucap Papa Embun.

"Sekali lagi terima kasih ya, Dok." seru Mama Embun kemudian melangkahkan kaki keluar ruangan Dokter Maria.

Sesampainya diluar ruangan Papa Embun pun menyuruh Embun untuk menjaga Mamanya dikarenakan Papa Embun ingin menebus resep yang tadi diberikan oleh Dokter Maria.

"Mama, Embun disini duduk dulu ya, Papa mau tebus resep dulu, jangan kemana-mana." ucap Papa.

"Oke, Pah." jawab Embun senang.

Papa Embun pun menuju tempat tebus obat yang mana sudah diberikan sang Dokter untuk ditebus dan diminumkan kepada sang istri, sedangkan Embun asik mengelus-elus perut sang Mama serta berbicara layaknya berbicara dengan adiknya.

"Halo, adiknya Kaka Embun, sehat-sehat ya dek, jangan nakal diperut Mama, kalau kamu nakal nanti tidak akan Kaka Embun temani bermain jika kamu sudah lahir di dunia ini, makanya kamu harus baik-baik ya didalam perut Mama." ucap Embun seraya mengelus-elus perut Mamanya dan memeluk Mama tapi tidak sekuat dahulu karena dia ingat didalam perut Mamanya ada calon adiknya kelak.

"Iya, Kaka." jawab Mama Embun seraya menirukan suara anak kecil.

"Embun senang sekali, Mah, mau punya adik, mau itu laki-laki ataupun perempuan Embun senang, yang penting calon adik Embun dan Mama sehat selalu." ucap Embun panjang lebar dan masih dengan memeluk Mamanya.

Beberapa menit kemudian Papa Embun sudah datang menghampiri Mama Embun dan Embun dengan membawa obat yang tadi ditebus.

"Ayo kita pulang." ajak Papa Embun kepada Mama Embun dan Embun.

"Ayo." jawab Embun dengan semangat dan Mama Embun hanya diam melihat respon yang diberikan Embun yang sangat bahagia

"Ya Tuhan, semoga anak yang didalam perutku dan calon adiknya Embun sehat sampai kedunia ini, betapa bahagianya Embun ingin sekali ia memiliki seorang adik, Amin.", gumam Mama Embun didalam hatinya seraya mengelus perutnya yang masih rata serta memanjatkan doa pada Yang Maha Kuasa.

Mereka pun sampai di parkiran mobil lalu masuk kedalam mobil.

"Mama mau makan apa?" tanya Papa Embun seraya menginjak pedal gas.

"Nanti kalau ada makanan yang bernuansa soto Mama mau, Pah." ucap keinginan Mama Embun.

"Embun juga, Pah." sahut Embun tiba-tiba.

"Papa, tidak tanya Embun." ucap Papa Embun seraya menggoda Embun.

"Papa, jahat." ucap Embun seraya mengerucutkan bibirnya.

"Bercanda tahu Papa itu, adek, bukan adek dong sekarang ya, Kaka, iya Kaka." ucap Papa seraya memberitahu bahwa saat ini Embun bukan lagi anak tunggal.

"Betul itu, Pah, Kaka , iya panggil Embun Kaka." ucap Embun bahagia seraya bertepuk tangan.

Papa dan Mama Embun hanya tersenyum melihat tingkah laku Embun yang sangatlah bahagia atas kehamilan Mamanya yang sudah ia tunggu-tunggu sejak lama.

Beberapa menit menempuh jarak antara Rumah Sakit pun lumayan jauh, tibalah mereka di kedai Soto Bogor.

"Mama, mau makan soto disana apa mau dibawa pulang?" tanya Papa Embun seraya memberhentikan mobil ditempat kedai Soto Bogor tersebut.

"Dibawa pulang saja, Pah, Mama tunggu dimobil saja ya, Pah, Mama sekarang suka sesak kalau berada diantara keramaian." ucap Mama Embun seraya mengeluhkan apa yang sekarang ia rasakan.

"Embun juga dimobil saja ya, Pah." ucap Embun dengan cengirannya.

"Oke, tapi sotonya campur saja ya, sambal dan lemonnya dipisah, kan?" tanya Papa Embun untuk memastikannya.

"Iya, Pah." jawab kompak Mama Embun dan Embun.

"Tumben ini kompak kalian berdua, bisanya suka tak akur." jawab Papa dengan keanehan yang baru ini terjadi antara Embun dan Mama Embun yang tiba-tiba kompak.

"Masa tak boleh, Pah." keluh Embun dengan gaya sedihnya.

"Sudah, sudah Papa cepatan nanti tambah ramai itu, yang ada kehabisan sotonya." ucap Mama melerai perdebatan diantara Papa Embun dan Embun.

"Siap, Ibu Ratu." jawab Papa Embun seraya menggoda Mama Embun.

Papa Embun pun masuk kedalam kedai Soto Bogor dan memesan 3 bungkus soto komplit dan memisahkan sambal dan lemonnya.

20 menit Papa Embun sudah keluar dari kedai Soto Bogor tersebut dengan membawa jinjingan yang tak lain adalah Soto Bogor pesanan sang istri dan anaknya.

"Ah, ramai sekali didalam, Kak, Mah, nasib baik kalian tunggu didalam mobil, tapi mana banyak yang makan disana dan dibawa pulang, Papa saja sampai keringat, pasti enak rasanya." ucap Papa disertai keluhan yang sangat panjang lebar mengenai kedai Soto Bogor tersebut.

"Ayo Pah, nyalain mobilnya kita pulang, Kaka laper." keluh Embun dengan mengelusi perutnya yang sangat lapar.

"Iya, iya, Mama saja diam, ini yang mau soto kamu apa Mama, Kaka?" tanya Papa seraya menghidupkan mobil dan menginjak pedal gas menuju kediaman mereka.

"Mama dan Embun lah, Pah." jawab Embun yang disertai lipatan tangan didada Embun, menandakan ia sangatlah kesal dengan Papanya yang terus menerus menggodanya, sedangkan sang Mama hanya diam menyaksikan perdebatan kedua Papa dan anak tersebut.

Mereka pun menempuh perjalanan menuju rumah dalam waktu kurang dari 20 menit.

1
nency.rhyn249
t
AwIcha
mana nih
nency.rhyn249
up
𝓐𝓷𝓪𝓲𝓴𝓪𝓟𝓾𝓽𝓻𝓲
otor
𝓐𝓷𝓪𝓲𝓴𝓪𝓟𝓾𝓽𝓻𝓲
next
𝓐𝓷𝓪𝓲𝓴𝓪𝓟𝓾𝓽𝓻𝓲
uppppppp
AwIcha
sweet
Astirai
nyimak dulu thor...
baca jg bukalah hatimu untukku ya..
A - 𝐙⃝🦜
sekarang 5M ya?
★PELEM🥭⃝𒁍
hallo kk ceritanya bguz boleh ikut gbung gc nya🤗
★PELEM🥭⃝𒁍: gua ni lg tanya kak.

gc kan bisa di privat
total 2 replies
Rola
Dua like, akan mampir lagi kalau ada respek nya, di tunggu kaya baru bunya.
Susi Ana
lanjut
Ade _ Lagi off 🍇 🌪
Ade was hereeee 😘kangeeeen sama embun udah end tapi ko gantung 😭
Susi Ana
lanjut
ILS
Lanjut thor, semangat. Ditunggu up nya 🔥
Pow
Hai kak 🙌
Dukunganku mendarat ✨💐
Semangat yaaa 🔥
Susi Ana
jempol hadir,mampir ya
Senja
Kok udah end kak
⁹⁹𝒮COKLAT🍫
semangat upnya💃💃
Ellaa🎭
akhirnyaaaaaaaa uppp juga huaaaa
udah kangen sama si Rudy yang kelewat
gemessinnnn saking gemesnya jadi pengin nampol eekkkhhhh candaaaa jahahahaha😂😂😂🙈🙈🙈

walah walahhhh sabar mama embun😌😌😌 anakmu memang begitu sikapnya, dah lah terimain aja wkwkwkwk itu kan juga hasil goyangan anda dan suami anda eeeehhhh🤣🤣🤣🤣🙈🙈🙈

enak banget ya kerja di rumah embun😌😌😌 dianggap keluarga 😍😍😍 iya sih pasti orangtuanya Rudi merasa gak enak, toh itu majikannya 😳😳😳

mama embun takut calon bayinya bersifat kayak embun astaga ngakak bangettt🤣🤣🤣🤣 semoga sikapnya kagak kayak kakaknya ya bund😂😂😂😂
UNA: betul setuju aku sama akka
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!