NovelToon NovelToon
ARTHUR: Warisan Yang Tidak Lengkap

ARTHUR: Warisan Yang Tidak Lengkap

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan
Popularitas:334
Nilai: 5
Nama Author: DavidTri

Arthur tumbuh di bawah perlindungan seorang pelayan tua yang setia, tanpa pernah benar-benar memahami ayahnya dan apa yang telah ia tinggalkan. Ketika waktu mulai merenggut kekuatan pelindung lamanya, Arthur dipaksa menghadapi dunia yang selama ini dijauhkan darinya dunia yang dibangun di atas hutang lama, keputusan sunyi, dan enam nama yang tidak pernah disebutkan secara utuh.

Sedikit demi sedikit, Arthur menemukan bahwa kebaikan ayahnya di masa lalu telah membentuk takdir banyak orang, namun juga meninggalkan retakan yang kini mengincar dirinya.

Di antara latihan, pengkhianatan yang tidak terucap, dan sosok-sosok yang mengawasi dari kejauhan, Arthur harus memilih:
meneruskan warisan yang tidak lengkap atau menyerah bahkan sebelum ia sempat memutuskan...

baca novelnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DavidTri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 19 - Harga Diri Yang Tak Berarti #5

Darah pertama tumpah bukan di gerbang Florence, melainkan di jalur suplai yang bahkan tidak tercantum di peta perang resmi.

Bentrokan yang Tidak Direncanakan

Konvoi kecil milik Florence enam gerobak gandum, dua belas kuda, tiga puluh pengawal seharusnya tiba sebelum senja. Namun malam turun tanpa kabar.

Arthur berdiri di ruang peta ketika laporan itu datang.

“Tidak ada tanda pertempuran besar terjadi saat kami menyelidiki nya tuan” kata perwira pengintai.

“Hanya beberapa jejak panah… dan darah.”

Arthur memejamkan mata.

“Mereka tidak menyerang benteng” katanya pelan.

“Mereka menyerang waktu.”

Itu taktik sederhana.

Dan justru karena itu berbahaya.

Kesalahan Kecil di Pihak Sendiri

Florence tidak kekurangan prajurit.

Namun mereka kekurangan ketertiban.

Seorang kapten suplai bernama Rudien Valc mengubah jalur tanpa izin komando.

Ia ingin mempersingkat waktu.

Ia ingin terlihat cakap.

Ia tidak tahu bahwa jalur itu telah:

dipelajari oleh Ranger dari pihak New Gate

ditandai oleh mata-mata Vastorci

dan dilaporkan oleh satu orang Florence sendiri

Arthur membaca nama Rudien di laporan.

Tangannya berhenti.

“Dia tidak berkhianat” katanya akhirnya.

“Dia hanya ingin diakui.”

Marquis Florence menatapnya tajam.

“Apa bedanya dalam perang?”

Arthur terdiam.

Di sinilah harga kesabaran mulai menampakkan wajahnya.

Perintah yang Berat

Arthur mengeluarkan perintah malam itu:

Jalur suplai lama tidak dikembalikan

Konvoi berikutnya dikurangi

Dan Rudien Valc… ditarik dari garis depan

Dia dihukum mati atas perbuatannya dan sebagai peringatan bagi yang lain.

Beberapa perwira memprotes.

“Ia kehilangan saudara di konvoi itu!!”

Arthur menatap mereka satu per satu.

“Jika aku membiarkannya hidup dan memimpin lagi” katanya tenang,

“aku akan kehilangan lebih dari satu konvoi lagi.”

Keputusan itu dingin.

Namun perang tidak pernah hangat.

Bentrokan Skala Menengah

Dua hari kemudian, New Gate akhirnya maju.

Bukan dengan seluruh pasukan

melainkan dengan empat ratus knight dan tentara bayaran campuran.

Mereka menyerang pos penjagaan Florence di bukit Helior Ridge.

Pertempuran berlangsung cepat.

Pendek.

Keras.

Arthur tidak berada di garis depan.

Ia memimpin dari belakang, mengatur:

kapan cadangan bergerak

kapan pasukan mundur

kapan panji diturunkan agar terlihat kalah

Florence kehilangan bukit itu.

tiga ratus dua empat prajurit telah gugur.

Kabar itu menyebar cepat.

“Florence mundur.”

“Florence mulai kehilangan wilayah mereka.”

Duke New Gate tertawa untuk pertama kalinya sejak perang dimulai.

Ia tidak melihat apa yang Arthur lihat.

Kemenangan yang Terlihat Kalah

Bukit Helior tidak memiliki:

sumber air

jalur suplai atau perlindungan alami

Namun ia memakan logistik.

New Gate menempatkan pasukan di sana.

Meriam kecil.

Tenda besar.

Dua hari kemudian:

hujan turun, lumpur menelan roda dan penyakit mulai muncul, Arthur menerima laporan itu tanpa ekspresi.

“Mereka mengira kita lemah dan kurang pintar” kata Toxen.

Arthur mengangguk.

“Dan mereka menghabiskan tenaga untuk menjaga tempat yang tidak berguna seperti itu? Sungguh lucu sekali.”

- -Pengkhianatan Kecil yang mulai Terungkap

Malam ketiga setelah Helior jatuh, satu kurir Florence tertangkap mencoba keluar wilayah tanpa izin.

Namanya Selvaris.

Seorang penulis laporan.

Ia tidak membawa peta.

Tidak membawa emas.

Hanya jadwal rotasi penjagaan.

Arthur tidak menginterogasinya secara langsung.

Ia hanya berkata:

“Kau tahu kenapa kau tertangkap?”

Selvaris gemetar.

“K-Karena aku lambat?”

Arthur menggeleng.

“Karena kau menulis terlalu rapi.”

“Orang yang takut selalu meninggalkan noda.”

Selvaris menangis.

Ia menyebut satu nama:

Vastorci.

Bukan pemimpin.

Bukan perantara.

Hanya bayangan.

- -Malam Tanpa Tidur

Arthur duduk sendirian hingga larut.

Peta penuh tanda merah dan biru.

Ia tahu:

ia baru saja kehilangan wilayah

menghukum orang yang tidak sepenuhnya salah

dan membiarkan musuh merasa unggul

Ia menutup mata.

Di saat seperti itu, ia teringat Hendry.

Tentang bagaimana pelayan tua itu selalu berkata:

“Tuan muda, keputusan yang benar jarang terasa ringan.”

Arthur membuka mata kembali.

“Jika ini harga dari kesabaran ku” gumamnya,

“Maka aku akan membayarnya.”

Hari ini tidak memberi kemenangan.

Tidak memberi kepuasan.

Namun memberi satu hal yang lebih penting:

musuh mulai bergerak gegabah

sekutu mulai ragu dan Arthur mulai kehilangan kenyamanan menjadi benar

Perang Tirpen kini memiliki bentuk.

Dan bentuk itu…

Tajam dan runcing.

Tidak semua luka berdarah.

Sebagian hanya terasa seperti dingin yang merambat pelan.

- -Bisik-bisik di Balik Panji

Sejak bukit Helior Ridge sudah jatuh, suasana di Florence berubah.

Bukan di medan latihan.

Bukan di menara penjaga.

Melainkan di:

ruang makan para pasukan

lorong ruangan dan jeda terlalu lama setelah nama Arthur disebut

“Ia masih terlalu muda.”

“Dia terlalu berhati-hati.”

“Jika Tuan Florence yang mempin beliau tidak akan membiarkan bukit itu jatuh dengan mudah.”

Arthur mendengar semua itu.

Ia hanya tidak menanggapinya.

- -Dewan Dukungan yang Tidak Lagi Bulat dan serasi

Marquis Florence memanggil pertemuan keluarga pendukung.

Delapan keluarga kecil hadir.

Tiga di antaranya menunjukkan wajah tegang.

Viscount Calven Armoire, salah satu pendukung lama Florence, berdiri.

“Kami tidak meragukan niat dari tuan Arthur...” katanya hati-hati.

“Namun pasukan kami menuntut arah yang jelas.”

Arthur menjawab tenang:

“Arah yang jelas belum tentu menjadi arah yang aman.”

Ruangan menjadi sunyi.

Calven tidak membalas.

Namun ia juga tidak duduk.

Itu cukup.

- -Toxen dan Kebenaran yang Tidak Enak Didengar

Malam itu, Toxen mendekati Arthur.

“Aku mendengarkan jika beberapa knight senior mempertanyakan keputusan terhadap Helior, tuan muda” katanya.

“Bukan di depan umum.”

Arthur menatap peta.

“Berapa banyak knight?”

“Cukup untuk membentuk barisan sendiri… jika mereka ingin.”

Arthur mengangguk perlahan.

“Biarkan mereka berbicara.”

Toxen ragu.

“Dan jika mereka berhenti percaya?”

Arthur menjawab lirih:

“Maka aku harus membuat mereka mengerti. Atau aku akan bertarung sendirian.”

Keesokan harinya, utusan dari Duke Polein tiba.

Bukan ancaman.

Bukan tuntutan.

Hanya satu kalimat halus:

“Florence akan lebih aman jika tidak terlalu bergantung pada Fireloren.”

Arthur membaca pesan itu satu kali.

Ia tersenyum tipis.

“Mereka ingin memisahkan kita tanpa pedang, tuan Marquis” katanya.

Marquis Florence mengatakanh.

“Mereka menguji apakah kau akan bereaksi seperti anak muda biasa.”

Arthur melipat surat itu.

“Maka aku tidak akan memberi mereka reaksi yang mereka inginkan.”

- -Kesalahan yang Hampir Terjadi

Malam berikutnya, satu kompi Florence bergerak tanpa perintah.

Mereka berniat merebut kembali bukit Helior Ridge.

Arthur dan beberapa knight menghentikannya di gerbang.

“Kembali sekarang juga!!”

Kapten kompi itu marah.

“Kita kehilangan martabat keluarga Florence!”

Arthur menatapnya tajam.

“Martabat tidak memberi makan prajurit!!.”

“Dan kematianmu tidak akan membuat mereka mundur!!.”

Kapten itu menggertakkan gigi.

Namun akhirnya mundur.

Arthur tahu, ia baru saja hampir kehilangan pasukan dari tangannya sendiri.

Surat dari Hendry

Di tengah kekacauan itu, surat lain datang.

Tulisan Hendry lebih bergetar dari biasanya.

Tuan muda, Jangan terlalu keras pada dirimu sendiri.

Orang-orang akan meragukanmu sebelum mereka mengerti. Ayahmu juga dulu mengalaminya. Ia hanya memilih menanggungnya sendirian. Tolong jangan lakukan kesalahan yang sama.

Arthur menutup surat itu lama sekali.

Ia tidak ingin mengulang nasib Ayahnya.

Selama peperangan yang sangat panjang, Florence tidak runtuh.

Namun retakan itu ada.

kepercayaan mulai diuji

kesabaran mulai menipis dan Arthur mulai memahami satu hal pahit:

memimpin berarti berjalan lebih cepat dari kepercayaan orang lain. Ia berdiri di menara, menatap medan perang.

“Jika mereka ingin bukti dari ku” gumamnya,

“aku akan memberinya tanpa mengorbankan segalanya.”

Hari ini tidak memberi ledakan.

Tidak memberi pahlawan.

Namun memberi tekanan yang paling berbahaya dalam perang:

keraguan dari pihak sendiri. Dan Arthur tahu

Hari berikutnya harus memberi hasil yang terlihat, atau retakan itu akan menjadi patahan blukutuk.

1
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
sukses selalu untuk semua karyanya kak
DavidTri: terimakasih kak🌞
total 1 replies
Vanillastrawberry
kritis banget tuan muda Arthur
Zan Apexion
Nice story 👍
DavidTri: Terima kasih 👋🏻
total 1 replies
Zan Apexion
Sedikit saran Thor, lupa tanda baca 'titik' setelah kata hentakan. letaknya di paragraf awal.
DavidTri: benar, lupa naruh titik di akhirannya, btw terima kasih
total 1 replies
DavidTri
21 nama yang sangat ...🗿
DavidTri
Episode 6 - 13 udah ada di draft😄 tinggal nunggu Minggu depan biar jadi jadwal up 1-2/Minggu🥳 Btw boleh baca Novel terbaru ku, Judulnya: Welcome To SERIAL KILLER
tentang orang jadi pembunuh gitu aja, kalau penasaran boleh di baca🔥
DavidTri: btw kenapa cover nya masih ngadep belakang dah🗿 padahal udah diganti si Arthur hadap ke depan ngelihat orang ganteng/cantik😀
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!