NovelToon NovelToon
Sang Putri Hutan, Ratu Pilihan Kingdom Conqueror

Sang Putri Hutan, Ratu Pilihan Kingdom Conqueror

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Raja Tentara/Dewa Perang / Fantasi Wanita / Cinta setelah menikah
Popularitas:208.6k
Nilai: 5
Nama Author: Demar

Putri Liliane Thalassa Serene, terlahir sebagai keajaiban yang dijaga Hutan Moonveil. Di hutan suci itulah Putri Lily tumbuh, mencintai kebebasan, menyatu dengan alam, dan dipercaya Moonveil sebagai Putri Hutan.
Ketika Kerajaan Agartha berada di ambang kehancuran atas serangan nyata datang dari Kingdom Conqueror, dipimpin oleh King Cristopher, sang Raja Penakluk. Lexus dan keluarganya dipanggil kembali ke istana.
Api peperangan melahap segalanya, Agartha runtuh. Saat Putri Lily akhirnya menginjakkan kaki di Agartha, yang tersisa hanyalah kehancuran. Di tengah puing-puing kerajaan itu, takdir mempertemukannya dengan King Cristopher, lelaki yang menghancurkan negerinya.
Sang Raja mengikatnya dalam hubungan yang tak pernah ia pilih. Bagaimana Putri Liliane akan bejuang untuk menerima takdir sebagai milik Raja Penakluk?
Disclaimer: Karya ini adalah season 2 dari karya Author yang berjudul ‘The Forgotten Princess of The Tyrant Emperor’.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Demar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pangeran Aric & Pangeran Alaric

Cristopher melangkah cepat menyusuri lorong Royal Palace. Langkahnya mantap, jubahnya berkibar mengikuti irama jalannya. Tepat di tikungan koridor, sang raja berpapasan dengan dua anak laki-laki yang sudah sangat ia kenal.

Dua tubuh kecil itu menunduk hampir bersamaan.

“Salam, Your Majesty.” ucap mereka serempak.

Cristopher berhenti sesaat, menatap keduanya dari atas ke bawah lalu mengangguk singkat.

“Jangan melewatkan pelajaran etiket dan latihan pedang kalian hari ini.” katanya tegas. “Jika kalian membuat ulah, aku tidak akan segan untuk memberi hukuman berat.”

“Baik, Your Majesty.” jawab keduanya patuh.

“Hmm, pergilah...” Cristopher melangkah melewati mereka dengan sikap dingin.

Begitu punggung sang raja menghilang di ujung lorong, kedua kakak beradik itu saling menatap. Mata mereka berkilat menahan air mata, sorotnya menunjukkan perasaan terabaikan yang sudah lama membusuk.

“Pangeran Aldric! Pangeran Alaric!”

Dua suara panik terdengar dari kejauhan. Dua pengasuh berlari tertatih-tatih menyusuri lorong, wajah mereka pucat, napasnya terengah-engah. Jelas keduanya sudah berkeliling istana sejak matahari terbit hanya untuk mencari kedua anak itu.

“Pangeran harus segera berangkat ke pelajaran etiket sekarang.” kata salah satu pengasuh, mencoba tersenyum meski jelas kehabisan tenaga.

“Kami tidak mau belajar.” bantah Aldric dingin.

“Kami bosan.” sambung Alaric.

Kakak beradik itu saling pandang. Dalam satu kesepakatan tanpa kata, mereka serempak berlari kencang, menerobos celah di antara dua pengasuh.

“Pangeran!”

Dua pengasuh itu berlari untuk beberapa saat, namun akhirnya berhenti di tengah lorong. Salah satunya menunduk, bertumpu pada lututnya, dadanya naik turun tak beraturan.

“Aku… aku sudah tidak kuat.” katanya lirih, suaranya hampir habis.

“Aku juga,” sahut yang lain sambil mengusap keringat di pelipisnya. “Setiap pagi selalu seperti ini. Aku benar-benar ingin menyerah.”

Ia tertawa kecil, terdengar pahit. “Aku lebih memilih menjadi budak rendahan daripada mengasuh dua pangeran nakal itu.”

Pangeran Adric dan Pangeran Alaric menyelinap masuk ke area Royal Chambers. Langkah mereka ringan, terlatih menghindari perhatian. Begitu melihat alarm bahaya, Adric segera menarik pergelangan tangan adiknya.

“Ke sini,” bisiknya.

Keduanya bersembunyi di balik dinding pilar batu sambil menahan napas. Beberapa pengawal melintas di lorong dengan langkah teratur. Begitu suara sepatu besi itu menjauh, Adric memberi isyarat. Mereka bergerak cepat, memasuki Royal Chambers lebih dalam.

“Itu dia… wanita itu.” bisik Adric.

Matanya menyempit saat menunjuk Lily yang sedang berlutut di atas tanah. Wanita itu menggali lubang kecil, menaburkan sesuatu ke dalamnya lalu menutupnya kembali dengan hati-hati.

Alaric terdiam, terlalu lama memperhatikan pemandangan yang terlihat menarik itu.

“Alaric,” bisik Adric kesal. “Jangan melamun.”

Alaric tersentak, mengalihkan pandangannya. “Apa yang harus kita lakukan?”

Adric merogoh saku celananya, mengeluarkan sesuatu yang licin dan berwarna kehijauan. Mata Alaric membulat, lalu perlahan bibirnya melengkung membentuk senyum nakal. Ia menahan tawa, bahunya bergetar membayangkan bagaimana wanita itu akan menangis ketakutan.

Kakak beradik itu melangkah pelan, menjalankan misi dari belakang. Tanpa aba-aba, Adric melemparkan kodok hijau itu ke arah sang ratu.

“Hap!”

Hasil tidak sesuai ekspektasi. Dengan refleks yang begitu cepat dan alami, Lily menangkap kodok itu meski tanpa menoleh.

“AAAAA! Kodok!” teriak Laory histeris. Ia terjatuh ke belakang, menyeret tubuhnya menjauh dengan wajah pucat ketakutan.

Lily sama sekali tidak terkejut. Ia menatap kodok di tangannya dengan tenang, lalu mengelus punggungnya seolah sudah mengenal lama. Tidak ada rasa jijik, apa lagi perasaan takut. Hewan adalah temannya tumbuh sejak kecil di hutan Moonveil.

Ia kemudian menurunkan tangannya, melepaskan kodok itu dengan hati-hati di antara pohon kecil di taman. Setelah memastikan hewan itu melompat menjauh, ia kembali fokus pada pekerjaannya: menggenggam tanah, menanam bunga, seolah tidak pernah terjadi apa pun.

Pangeran Adric dan Alaric terpaku. Wanita itu… tidak berteriak, tidak panik, bahkan bisa tersenyum tipis.

“Pergilah,” kata Lily tanpa menoleh. “Jangan ganggu aku sekarang. Aku sedang bekerja.”

Suara itu terdengar menekan, membuatnya terasa menakutkan.

“K-kau… nenek sihir jahat!” bentak Adric, suaranya bergetar oleh amarah dan kebingungan.

Alaric mengangguk kuat di sampingnya. “Iya! Kau nenek sihir jahat!”

Lily menepuk tanah pada tanaman terakhirnya, memastikan bijinya tertutup rapi. Lalu ia berdiri, mengangkat sedikit ujung gaunnya dengan tangan yang masih berlumur tanah, kemudian berputar anggun seperti seorang putri dalam dongeng.

“Coba lihat,” katanya tersenyum, “apa kalian pernah melihat nenek sihir secantik aku?”

Senyumnya begitu ceria, namun terasa menjengkelkan bagi kedua pangeran kecil itu.

Wajah Pangeran Adric memerah, amarahnya mendidih. “Kau tidak cantik!” bentaknya. “Kau wanita terjelek di dunia ini!”

Alaric mengangguk kuat, seolah menguatkan perkataan kakaknya. “Dia benar, kau sangat sangat jelek!”

“Benarkah?” Lily mendekat satu langkah.

Hanya satu langkah, namun cukup untuk membuat dada kedua anak itu terasa sesak. Aura Lily berubah, tidak lagi ringan dan bercanda. Ada tekanan halus yang familiar, sesuatu yang pernah mereka rasakan dari ayah mereka saat murka. Dingin, tenang, dan tak bisa ditentang.

“Jangan dekati kami,” kata Alaric gugup, mundur setengah langkah.

Lily mencondongkan tubuh sedikit, menatap mereka dengan mata membesar. “Aku bisa berubah menjadi nenek sihir sungguhan, kalau kalian terus menggangguku.” katanya pelan, lalu mendadak melotot.

“Huaaaa!”

Ia mengagetkan mereka dengan suara tiba-tiba.

“AAAAAA!”

“NENEK SIHIR!!”

Adric dan Alaric berteriak bersamaan, lalu berlari secepat yang kaki mereka mampu, menerobos lorong Royal Chambers tanpa menoleh ke belakang lagi.

Lily terdiam sesaat, bibirnya bergetar halus. Setelah mencoba menahan diri, akhirnya tawa kerasnya menggema di Royal Chambers.

“Dasar penakut!” katanya sambil memegangi perutnya. Bahunya bergetar, air mata keluar di sudut mata karena terlalu banyak tertawa. Untuk pertama kalinya sejak menginjakkan kaki di Kingdom Conqueror, ia tertawa sepuas ini.

“Astaga,” gumamnya pelan sambil menghembuskan napas panjang, “akhirnya aku punya hiburan di istana yang sunyi ini.”

Ia menoleh pada Laory yang masih berdiri kaku dengan wajah pucat pasi.

“Kau juga sangat penakut, Laory.” kata Lily mengejek.

“M-maaf, Your Majesty.” jawab Laory cepat, berdiri tegak di hadapan sang ratu.

“Rapikan peralatannya, lalu beristirahatlah.” ucap Lily kembali tenang.

“Baik, Your Majesty.” Laory menunduk hormat dan segera membereskan alat-alat yang mereka gunakan.

Lily melangkah masuk ke kamarnya. Ia berjalan menuju kamar mandi, namun langkahnya berhenti sejenak di depan cermin. Kulitnya tampak sedikit lebih gelap karena matahari pagi. Rambutnya berantakan, pipinya masih memerah. Bayangan anak-anak itu kembali terlintas di kepalanya.

Wanita terjelek di dunia ini.

Alis Lily berkerut, bibirnya mengerucut kesal.

“Aku tidak terima,” gumamnya pelan. “Ayahanda, ibunda, dan kakak-kakakku selalu bilang aku yang tercantik di dunia ini.”

Ia menegakkan bahu, menatap pantulannya dengan penuh keyakinan.

“Aku akan mengoles tubuhku dengan racikan Hutan Moonveil.” katanya mantap.

Sang ratu melangkah masuk ke kamar mandi, meninggalkan matahari yang mulai meninggi di luar. Saat air dingin membasahi tubuhnya, keningnya mengernyit halus.

“Tapi… siapa sebenarnya kedua anak itu? Kenapa mereka bisa masuk ke kediamanku?”

1
Iin Dira
bagusssddd
Diva Yuwena
Hari ini enggak up thor🤔
Andi
knp tdk ada up??????
Lisna Saris
mmmm modussnyaaa
Moren Arzie Jimin
lily serupa mama nya🤭
listia_putu
semoga stelah ini hubungan chris dan pangeran lebih hngat ya. kan udh ada lily di antara mereka
Aretha Shanum
e eleh modus modus, gengsi aja digedein , makan tuh gengsi, rasain sakit atas bawah
💃💃 H💃💃💃
gk sabar nunggu up nya thorrr 😍😍
dwi alfiah
dia lgi caper lily
Bunda Hilal
astagaaa jahatnya kau jandiiiiis
Nita Nita
chris pengen dimanja juga😄
MomRea
mungkin selama ini King Christopher kurang kasih sayang orang tua, jadi ada yg perhatian dikit, terus minta lebih di utamakan 😄😄
mey
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
van aurora
ehmm..sesama jomblo akut kayanya si arick ini...modus erick modus
Umu Istinaroh
halah alesan kamu chris biar d temeninin ma lili terus.
murni ali
Modus king Chris tumbalin pengawal arick biar 🤭😁😁Semangattt king ngerayu nya💪💪🤭

Semangattt terus mbak penulis sehat selalu 💪💪🙏🙏🌹🌹
Terimakasih up nya hari ini 🙏🙏
Mien.pters
King Cristopher mulai berakting nih
Engkar Sukarsih
aduh...mama ini raja king cristopher banyak modusnya 😇😇😇😇
Engkar Sukarsih
yang mana nih ,yang nyerinya king cristopher 🤪🤪🤪🤪
mery harwati
Putri Liliane datanglah ke kamar raja dengan dua pangeran itu, agar raja tau rasanya kecewa tak bisa berduaan denganmu Putri Liliane 😛
Aq kasih kopi biar tambah semangat mengerjai raja yang ingin mengerjaimu Lili💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!