Theodore Sulivan menganggap semua wanita di dunia ini adalah sumber masalah. Masalalu yang memaksanya karena dirinya di khianati oleh sang istri di depan matanya membuat dirinya berubah menjadi sosok pria dingin dan seakan tidak tersentuh.
Namun tiba-tiba dunianya kembali berwarna kala dirinya di pertemukan dengan guru sang putra bernama Hana Pertiwi.
Hana Pertiwi justru takut kepada Theo karena menganggap Theo adalah pria yang menyeramkan sekaligus menyebalkan.
"Call me daddy, baby atau kau akan terus berada dalam cengkraman ku sekaligus penghangat ranjangku" ucap Theo dengan nada dingin namun penuh intimidasi!!!!
Apakah Hana bisa bersama Theo, ataukan Hana malah semakin takut pada pria itu....??????????
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulianti Oktana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sebuah Fakta Masa Lalu Kartika
Malam itu tanpa diketahui orang-orang Theo menyelinap masuk kedalam kamar yang Hana tempati!
Entah si duda hot yang satu ini senangnya berdekatan terus dengan Hana.
Hana yang sudah tertidur merasa ada beban berat yang menindih perutnya.
"Eughhhh" Hana menggeliat, lantas ia membuka matanya betapa kagetnya ketika sebuah tangan kokoh melingkar di perutnya dan juga terdengar dengkuran halus.
"Astaga, Mas Theo ngapain dia disini" gumam Hana.
Merasa ada pergerakan, Theo ikut terbangun.
"Mas ngapain tidur disini? " tanya Hana.
"Mas kedinginan bobo sendiri" jawab Theo.
"Kedinginan? Kamu kan biasa tidur sendiri! Ikh sana Mas nanti Mami tahu bisa jadi fitnah" Hana mengusir Theo agar kembali ke kamarnya.
"Gak mau sayang, mau bobo sama kamu disini. Ayo bobo lagi aku gak bakal ngapa-ngapain kok cuma meluk aja" ucap Theo.
"Mas ikh" Hana kesal sekali dengan duda yang satu ini.
"Ayo bobo lagi" Theo menidurkan Hana dan dirinya pun ikut kembali tertidur sembari memeluk Hana.
"Nyaman banget ternyata" ucap Hana dalam hatinya merasakan bagaimana hangatnya sebuah pelukan tubuh kekar Theo.
Mereka pun tertidur kembali...
Theo terbangun tepat jam 4 pagi, ia buru-buru pergi dari kamar yang Hana tiduri takut ketahuan oleh Oma Sintya.
Cup!!!!
Theo mencium kening Hana.
"Aku pindah ya sayang, bahaya kalau ketahuan Mami bisa-bisa aku di amuk" ucap Theo sembari terkekeh.
Pagi harinya, Hana sudah bangun dan mandi. Ia siap-siap pulang.
"Pagi Mi/Pi" sapa Hana pada kedua orang tua Theo.
"Pagi Mas! " sapa Hana pada Theo.
"Pagi Hana" balas Opa Marx.
"Pagi sayang! " balas Theo.
"Mas aku langsung pulangnya, mau jemput Mama ke halte" ucap Hana.
"Katanya lusa? " tanya Theo.
"Gak jadi Mas, tadi Mama telepon katanya pagi ini pulang" jawab Hana.
"Duduk dulu, sarapan dulu" ucap pinta Oma Sintya.
Hana mengangguk, ia ikut duduk di meja makan samping Theo.
"Sayang maaf aku tak bisa mengantar mu, pagi ini ada jadwal meeting. Biar Pak Hamzah aja yang mengantarmu menjemput Mama" ucap Theo.
"Iya Mas tak apa-apa" balas Hana.
Hana pulang diantar oleh supir Theo, sementara Theo berangkat mengendarai mobilnya sendiri.
Sesampainya di kantor, Theo sudah di tunggu oleh asisten pribadinya, Leoni.
"Pagi Pak Theo!" sama Leoni.
"Leoni, bagaimana agenda meeting kita bersama pimpinan PT Colour Textile? " tanya Theo.
"Pak Hartawan Wijaya ingin bertemu di sini Pak, beliau bilang ingin tahu bagaimana suasana perusahaan kita" jawab Leoni.
"Baiklah Leoni, sebelum kedatangan Pak Hartawan kamu harus mempersiapkan ruang meeting dengan rapi beserta makanan yang enak" perintah Theo.
"30 menit lagi Pak Hartawan dan timnya kemari Pak, dan saya akan menyiapkan semaksimal mungkin" balas Leoni.
"Oke Leoni, jika Pak Hartawan menandatangani kerja sama dengan kita maka saya akan berikan kamu bonus" ucap Theo.
"Puji Tuhan, terimakasih Pak semoga saja meeting kita sukses" balas Leoni dengan senang.
Theo di kenal bis yang galak, namun ia juga royal dengan uang kepada karyawannya.
Theo tengah berdiri dengan gagah bersama para staf nya untuk menyambut orang yang akan bekerja sama dengan perusahaannya.
Pemilik PT Colour Textile tu keluar dari mobilnya di ikuti oleh beberapa orang di belakangnya.
"Selamat datang Pak Hartawan di kantor kami" sapa Theo.
"Saya senang bisa datang langsung ke kantor anda, Pak Theodore. Dan saya datang lagi ke Jakarta setelah -+ 12 tahun tidak datang ke mari ternyata Jakarta sudah mengalami banyak sekali perubahan" balas Hartawan.
Theo heran kenapa seorang pengusaha besar dan senior sekelas Hartawan Wijaya sudah lama tidak menginjakan kakinya di Jakarta, berarti selama ini yang mengurusi semua pekerjaan di Jakarta adalah orang kepercayaannya.
"Mari Pak, langsung saja kita keruangan meeting" ajak Theo.
Hartawan mengangguk, dan mengikuti Theo menuju ruangan meeting.
Meeting berjalan lancar dengan sebuah kesepakatan bahwa cabang perusahaan milik Hartawan akan di garap oleh perusahaan Theo.
Meeting itu pun berakhir, Hartawan kembali ke hotelnya.
"Andre, apakah rumah saya yang di Pondok Indah masih terawat dengan baik? " tanya Hartawan.
"Masih Tuan, Pak Agus dan istrinya selalu merawat dan membersihkan rumah anda dengan telaten sampai saat ini" balas Andre orang kepercayaan Hartawan.
Terdengar hembusan nafas berat dari pria yang masih gagah di usia yang tak lagi muda itu.
"Apakah anda ingin berkunjung kerumah itu? " tanya Andre.
"Tidak! Rumah itu selalu mengingatkan saya dengan masa lalu saya" tolak Hartawan.
"Baiklah Tuan" balas Andre.
Hartawan memandang ke jendela dengan perasaan yang entah, kota Jakarta banyak sekali cerita bagi hidupnya hingga dirinya enggan menginjakan kakinya lagi ke kota ini, namun karena suatu hal yang terdesak membuat ia dengan terpaksa datang lagi ke kota ini.
..
Sesampainya di rumah, Kartika menagih janji pada Hana kenapa pagi ini Hana ada bersama supir Theo menjemputnya ke halte.
"Aku dan Mas Theo baikan lagi Ma" ungkap Hana.
"Apa? Kenapa Hana, padahal katamu dia sudah berselingkuh? Katamu kemarin benci banget tapi kenapa sekarang bisa kembali bersama? " tanya Kartika tak habis pikir.
"Mas Theo ingin memperbaiki semuanya Ma, aku mencoba memberikan kesempatan kedua, kemarin juga kedua orang tuanya datang kemari" balas Hana.
"Mama takut kamu mengalami apa yang Mama pernah alami dahulu! Menikah dengan pria kaya yang tidak sederajat hanya membuat Mama dan kamu menderita.. hikhikhik" ungkap Kartika sembari menangis.
"Maksudnya Papa, Ma? Yang aku tahu dia supir taksi dan kadang buruh kasar lalu dia pergi meninggalkan kita tanpa belas kasihan waktu itu" tanya Hana.
Ada nada kebencian disana! Hana membenci sesuatu di masa lalunya mengenai sang Papa yang pergi meninggalkannya saat ia berumur 11 tahun.
"Kamu harus tahu, Hana sebenarnya Papamu adalah seorang anak pengusaha asal Surabaya! Papamu orang kaya, bukan buruh ataupun supir taksi. Menikah dengan Mama, keluarganya tidak setuju karena dulu Mama adalah pembantu di rumah nya! Gadis lugu ini dulunya bekerja di sebuah rumah besar merantau dari Bandung ke Surabaya di bawa orang. Mama di cintai oleh anak majikan Mama, lalu kami kawi lari, dan konsekuensi nya Papamu di miskinkan oleh keluarganya, semua fasilitas di cabut dan dia hidup sederhana bersama Mama" ungkap Kartika membuat Hana tercengang.
"Apa Papa kembali lagi ke keluarganya? " tanya Hana.
"Besar kemungkinan begitu, bahkan Mama yakin kalau dia sudah bahagia bersama keluarga barunya. Mama sangat membencinya Hana, terserah kalau kamu mau tahu lebih jauh tentang Papamu atau tidak" balas Hana.
"Untuk apa aku tahu dia, Ma? Bahkan selama ini kita hidup sengsara dia tidak peduli kan? Sekarang aku hanya punya Mama, yasudah tak ada yang harus aku cari tahu lagi. Biarkan si badjingan itu hidup dalam kemewahan bersama keluarga barunya, kita sudah di buang dalam hidupnya dan aku tidak peduli" balas Hana dengan emosi.
ya gpp sih rummy sm sava dibuat cerita sendiri tp sebenernya nanggung gk sih thor udh berjln disini juga kan 😂
gak jadi baca.
bye😪
sehat2 ya mom Hana sm dedek bayinya
🤭🤭