NovelToon NovelToon
Reincarnation Of The Ancient Ruler

Reincarnation Of The Ancient Ruler

Status: sedang berlangsung
Genre:Action
Popularitas:615
Nilai: 5
Nama Author: blueberrys

Dahulu kala, seorang Kaisar Kuno yang agung berhasil menyatukan empat kekaisaran dan menaklukkan dewa penguasa demi melindungi keseimbangan dunia. Namun, di puncak kejayaannya, ia dikhianati dan ditikam dari belakang oleh murid kesayangannya sendiri yang bekerja sama dengan sekte iblis, hingga raganya jatuh ke dalam lembah kegelapan. Sepuluh ribu tahun berlalu, sang Kaisar bereinkarnasi menjadi Shang Zhi, seorang bocah miskin yang hidup menderita di jalanan. Tragedi kembali menghampirinya saat ibunya tewas, memicu takdir baru ketika ia diselamatkan oleh seorang master misterius.



Perjalanan Shang Zhi menuju Perguruan Tian Long membawanya bertemu dengan Yun Xi, seorang gadis periang yang perlahan menumbuhkan benih romansa di tengah kerasnya pengembaraan. Namun, bahaya selalu mengintai saat kelompok perompak menyerang dan memaksa segel misterius dalam tubuh Shang Zhi bangkit, mengubahnya menjadi sosok buas yang tak kenal ampun demi melindungi orang yang dicintainya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blueberrys, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan di ujung kehancuran

Dua hari telah berlalu sejak badai darah menyapu Sekte Tian Long. Puncak gunung yang biasanya diselimuti kabut putih suci, kini seolah membawa aroma amis logam yang samar, pengingat akan pengadilan mengerikan yang ditegakkan oleh Shang Zhi. Namun, di ufuk timur, tepatnya di Kekaisaran Qian Long, suasana justru tampak kontras. Langit biru dihiasi oleh ribuan lampion merah, dan kelopak bunga persik disebarkan di sepanjang jalan utama ibu kota.

Hari ini adalah hari pernikahan paksa antara Yun Xi, permata yang kini redup dari Paviliun Awan Dingin, dengan Pangeran Ketiga dari Kerajaan Wu, sebuah aliansi politik yang disusun oleh sisa-sisa pengaruh keluarga Lu yang sempat melarikan diri sebelum pembantaian di sekte.

Di dalam kamar rias istana yang megah, Yun Xi duduk mematung di depan cermin besar. Gaun pengantin merah darah yang ia kenakan tampak sangat indah, namun bagi Yun Xi, kain sutra itu terasa seperti kafan yang mencekik lehernya. Wajahnya yang pucat dipoles dengan riasan tebal untuk menyembunyikan kesedihan yang mendalam. Matanya yang dulu berbinar kini hampa, menatap kosong ke arah jendela yang tertutup rapat.

"Nona, saatnya berangkat," bisik seorang pelayan dengan suara gemetar.

Yun Xi tidak menjawab. Tangannya meraba sebuah tusuk konde perak yang tersembunyi di balik lengan bajunya yang panjang. Itu bukan sekadar perhiasan itu adalah satu-satunya jalan keluar yang ia siapkan jika Shang Zhi tidak datang. Ia lebih baik mati dengan martabat daripada menjadi alat pemuas bagi pangeran asing yang tidak ia cintai.

"Shang Zhi... jika di kehidupan ini kita tidak ditakdirkan bersama, aku akan menunggumu di jembatan kematian," bisiknya nyaris tak terdengar.

Di luar istana, di lapangan luas yang disebut Lapangan Gerbang Langit, ribuan tamu undangan dari berbagai sekte dan kerajaan kecil telah berkumpul. Pangeran Ketiga, seorang pria dengan senyum licik dan tatapan penuh nafsu, berdiri di atas altar tinggi. Ia merasa bangga bisa memiliki wanita secantik Yun Xi, yang juga memiliki garis keturunan kultivasi yang murni.

Suara musik tradisional yang nyaring mulai bergema, menandakan pengantin wanita sedang berjalan menuju altar. Yun Xi melangkah dengan anggun namun kaku, setiap langkahnya terasa seperti beban ribuan kati. Di sekelilingnya, penjaga istana bersenjata lengkap berjaga dengan ketat, mengantisipasi gangguan apa pun.

Tepat saat Yun Xi mencapai anak tangga pertama altar, suasana yang tadinya meriah mendadak berubah.

Langit yang cerah seketika menggelap secara tidak alami. Awan hitam bergulung-gulung seolah dipanggil oleh kekuatan yang mengerikan. Angin kencang bertiup, memadamkan ribuan lilin dan lampion dalam sekejap. Para tamu mulai gelisah, dan Pangeran Ketiga menatap langit dengan kemarahan yang bercampur bingung.

"Apa yang terjadi?! Siapa yang berani mengacaukan upacaraku?!" teriak sang Pangeran.

BOOM!

Suara ledakan dahsyat terdengar dari arah gerbang utama kekaisaran. Tanah bergetar hebat seolah-olah terjadi gempa bumi. Dari kejauhan, nampak sebuah bayangan gelap melesat di udara, membelah awan dengan kecepatan yang menghasilkan dentuman sonik.

Sebuah tekanan energi kuat yang sangat besar jatuh menghujam lapangan itu. Para kultivator tingkat rendah langsung jatuh berlutut, napas mereka sesak seolah-olah sebuah gunung diletakkan di atas pundak mereka.

Di tengah kegelapan awan, sebuah cahaya ungu muncul, meluncur turun seperti meteor. Cahaya itu mendarat tepat di tengah lapangan, menciptakan kawah besar dan menerbangkan debu serta puing-puing ke segala arah.

Saat debu mulai menipis, sosok pria berdiri tegak di sana. Jubah hitam dengan bordiran naga emas berkibar ditiup angin kencang. Di belakangnya, sepuluh ribu pasukan zirah hitam tiba-tiba muncul dari balik bayangan, mengepung seluruh area istana tanpa menimbulkan suara sedikit pun, layaknya tentara hantu yang bangkit dari neraka.

Itu Shang Zhi, wajahnya dingin, matanya yang berputar dengan pusaran ungu menatap lurus ke arah altar, mengabaikan ribuan penjaga istana yang mengarahkan tombak ke arahnya.

"Si-siapa kau?! Beraninya kau menginjakkan kaki di tanah Qian Long dengan senjata!" teriak Panglima istana.

Shang Zhi tidak menjawab. Ia hanya mengangkat tangan kanannya, dan seketika sepuluh ribu pasukannya menghunuskan pedang secara serentak. Bunyi logam yang berdenting menciptakan suasana horor yang mencekam.

"Aku datang," suara Shang Zhi rendah, namun mengguncang jiwa setiap orang yang mendengarnya, "untuk mengambil apa yang menjadi milikku."

Mendengar suara itu, tubuh Yun Xi gemetar hebat. Ia mengangkat kepalanya, air mata yang sejak tadi ia tahan kini tumpah membasahi riasan wajahnya. "Shang Zhi..?"

Pangeran Ketiga yang merasa terhina menarik tangan Yun Xi dengan kasar. "Diam, kau jalang! Penjaga, bunuh dia! Hancurkan pemberontak ini!"

Pasukan istana menerjang maju, namun mereka bukanlah tandingan bagi Shang Zhi. Dengan satu langkah maju, Shang Zhi melepaskan aura Ancient Emperor yang tersimpan di dalam jiwanya. Tekanan itu begitu kuat hingga baju zirah para penjaga retak, dan mereka terhempas ke belakang tanpa sempat mengayunkan senjata.

Shang Zhi berjalan melewati barisan musuh seolah-olah mereka hanya udara kosong. Setiap kali ada yang mencoba mendekat, mereka semua langsung mengering seketika seperti tanaman yang kayu.bahkan seorang ahli fusion souls tahap akhir pun tak luput dari efek kekuatan magis tersebut.

Shang Zhi menaiki anak tangga altar. Pangeran Ketiga, yang kini ketakutan setengah mati, mencabut pedangnya dan menempelkannya ke leher Yun Xi. "Berhenti! Atau aku akan membunuhnya!"

Langkah Shang Zhi terhenti. Pupil matanya bergetar dengan kemarahan yang meluap. "Kau baru saja menandatangani surat kematian yang paling menyakitkan dalam sejarah kerajaanmu."

Tiba-tiba, dari dalam lautan kesadaran Shang Zhi, sisa jiwa Ancient Emperor berbisik, "Gunakan kekuatanku, bocah. Tunjukkan pada mereka bahwa cinta seorang penguasa adalah hukum tertinggi."

Shang Zhi menghilang. Dalam waktu kurang dari sekejap mata, ia sudah berada di depan Pangeran Ketiga. Sebelum pangeran itu bisa menggerakkan tangannya, Shang Zhi mencengkeram pergelangan tangannya dan mematahkannya seperti ranting kering. Pedang jatuh ke lantai dengan denting yang nyaring.

Aarrghhh!

Shang Zhi tidak berhenti di situ. Ia memberikan tendangan ke arah dada pangeran tersebut, membuatnya terlempar menabrak singgasana di belakang altar hingga hancur berkeping-keping.

Dunia seolah berhenti berputar bagi Yun Xi. Di hadapannya berdiri pria yang ia cintai, pria yang dikabarkan telah mati atau menjadi pengkhianat, kini berdiri sebagai penyelamatnya dengan aura yang melampaui segala kaisar di dunia ini.

Shang Zhi berbalik menghadap Yun Xi. Seluruh aura haus darah dan kemarahan yang tadi terpancar lenyap seketika, digantikan oleh tatapan lembut yang penuh dengan rasa bersalah dan rindu.

"Yun Xi" suaranya parau, penuh dengan emosi yang tertahan selama enam tahun.

Yun Xi tidak bisa lagi berkata-kata. Ia menabrakkan tubuhnya ke pelukan Shang Zhi, menangis sejadi-jadinya di dada pria itu. "Kau kembali... kau benar-benar kembali... Aku pikir aku akan kehilanganmu selamanya..."

Shang Zhi memeluknya dengan sangat erat, seolah-olah ia tidak ingin membiarkan satu inci pun jarak memisahkan mereka lagi. Ia membenamkan wajahnya di rambut Yun Xi yang harum, menghirup aroma yang selama ini menjadi satu-satunya alasannya untuk tetap bertahan hidup di tengah penderitaan.

"Maafkan aku karena membuatmu menunggu begitu lama," bisik Shang Zhi, air matanya jatuh tanpa ia sadari. "Aku bersumpah, mulai hari ini, tidak akan ada satu orang pun di bawah langit ini yang berani membuatmu menangis lagi. Jika dunia menentangmu, maka aku akan menghancurkan dunia ini untukmu."

Di bawah altar, sepuluh ribu pasukan zirah hitam berlutut serentak. "Hormat kepada Permaisuri! Panjang umur kaisar Shang!" Teriakkan mereka menggetarkan seluruh ibu kota Qian Long, menandai berakhirnya era penindasan.

Yuan Han, yang menyaksikan dari kejauhan dengan bantuan prajurit, menyeka air matanya sambil tersenyum lebar. "Akhirnya... kakak ipar kembali ke pelukan Kak Zhi."

Matahari yang tadinya tertutup awan kini perlahan muncul kembali, menyinari keduanya di atas altar yang hancur. Di tengah sisa-sisa kemewahan palsu istana, pelukan tulus itu menjadi momen yang paling haru sekaligus paling kuat dalam sejarah kekaisaran.

Shang Zhi mengangkat wajah Yun Xi, menghapus air matanya dengan ibu jari. "Ayo kita pulang, Yun xi. Bukan ke paviliun yang dingin itu, tapi ke tempat di mana kau akan menjadi ratu yang sesungguhnya."

Yun Xi mengangguk pelan, menyandarkan kepalanya di pundak Shang Zhi. Ia tahu, perjalanan mereka ke depan tidak akan mudah, namun selama tangan pria ini menggenggamnya, ia tidak takut pada apa pun lagi.

Hari itu, pernikahan yang direncanakan sebagai penghinaan berubah menjadi proklamasi kekuasaan. Shang Zhi tidak hanya menyelamatkan kekasihnya, ia telah mengumumkan kepada seluruh dunia bahwa sang Penguasa Kuno telah kembali, dan ia tidak akan berhenti sampai seluruh dunia bertekuk lutut di bawah kakinya dan wanita yang ia cintai.

...Bersambung.......

1
urrr🍈
aduh... sedihnya sampe sini🥹🥲
pinguin: author bilek : kasi senang aja dulu🤭
total 1 replies
urrr🍈
dalam bgt kata-katanya
urrr🍈
suka bgt sama cara penyampaiannya /Smile/
Adi tt
done
Adi tt
oke done
Adi tt
💪🤣🤣
book of novel
Bang, kalo boleh bertanya. Ini bab sudah berapa kali revisi?
pinguin: gapapa bg sama² berusaha, semangat 💪
total 3 replies
Adi tt
semangat BG di tunggu ch selanjutnya 💪
pinguin: okee makasi yaa
total 1 replies
Adi tt
lanjut bg semangat💪
pinguin: di tunggu yaaa
total 1 replies
Adi tt
done
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!