NovelToon NovelToon
TIRAKAT

TIRAKAT

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: DENI TINT

Novel ini berdasarkan kisah nyata.

Nama tokoh, nama tempat, atau nama daerah sudah diganti demi menjaga kerahasiaan identitas asli.

Apabila terdapat kesamaan nama tokoh, tempat, laku tirakat tertentu, profesi tertentu, atau latar daerah tertentu dengan para pembaca semua, mohon dimaklumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DENI TINT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SECANGKIR KOPI HITAM PAHIT

"Bukan cuma kamu aja yang kangen terus sama Ibu Nis, Bapak juga kangen. Tapi, sekarang kita cuma bisa kirim do'a buat Ibu kan?" Jelas Bapak sambil melanjutkan makan.

Bapak selalu mengerti apa yang aku rasakan. Memang hanya kami berdua saja keluarga yang Ibu miliki selama sisa hidupnya. Keluarga almarhum Ibu juga sudah tiada. Karena dahulu almarhum kakek dan nenek juga hanya memiliki satu orang anak yaitu Ibuku. Sedangkan Bapak tersisa adiknya saja yang sekarang tinggal di pulau Kalimantan beserta keluarganya. Dan almarhum kakek nenek dari jalur Bapak juga sudah tiada.

Bapakku selama masih ada Ibu, selalu menjadi seorang suami sekaligus Bapak yang penuh perhatian, kasih sayang, dan selalu berusaha memenuhi tanggung jawabnya kepada kami berdua.

Setelah Ibu meninggal lima tahun lalu, tepatnya saat aku masih SMA kelas satu, Bapak terlihat lebih pendiam dan lebih banyak merenung sendirian. Dan aku pun sadar, bahwa setelah kepergian Ibu untuk selamanya, semua tanggung jawab rumah yang dahulu diemban Ibu, ada di tanganku.

"Pak, sini piringnya, Nisa cuci." Ucapku ketika makan malam kami sudah selesai. Dan Bapak pun segera menuju ke kamar mandi untuk ambil wudhu kemudian melaksanakan sholat Maghrib. Sedangkan aku merapikan meja makan dan mencuci piring, serta menaruh nasi yang masih ada di bakul supaya tidak dimakan cicak atau dikerubungi semut.

"Nis, mau sholat jama'ah bareng Bapak gak? Sebentar lagi juga udah mau Isya." Tanya Bapak ketika keluar dari kamar mandi.

"Iya Pak, sebentar ya, Nisa mau ke kamar mandi dulu, mau sikat gigi juga." Jawabku.

Singkat cerita, kami pun segera melaksanakan sholat Maghrib, dilanjutkan dengan sholat Isya berjama'ah karena memang sudah masuk juga waktunya. Kami laksanakan di kamar Bapak. Aku yang setiap sholat jama'ah dengan Bapak, pasti memakai mukena milik almarhumah Ibu.

Rasanya... Sangat amat rindu dengan Ibu...

Bahkan air mataku tak jarang sampai menetes selama sholat...

Ketika selesai sholat, Bapak membaca do'a-do'a dengan khusyuk, aku aminkan sebagai makmum. Suara Bapak yang mulai parau karena usia yang semakin menua, membuatku semakin sadar bahwa aku harus banyak berbakti untuknya, selagi Bapak masih ada.

Alhamdulillah, sholat dan berdo'a pun selesai. Seperti biasa Bapak merapikan baju koko dan kopiahnya, dan aku merapikan mukena almarhumah Ibu. Aktifitas Bapak saat malam sebelum beranjak tidur yaitu menikmati secangkir kopi hitam pahit di teras. Dan biasanya aku menemaninya, atau aku segera beranjak tidur.

"Pak, mau ngopi lagi malem ini?" Tanyaku saat Bapak berjalan santai menuju ke teras rumah.

"Boleh Nis." Jawab Bapak. Aku segera menuju ke dapur. Menyalakan kompor dan memasak air terlebih dahulu. Sambil kusiapkan bubuk kopi pahitnya di gelas.

Ketika aku duduk di kursi meja makan sambil menunggu air mendidih, aku kembali teringat dengan kejadian tadi sore di pendopo Ustadz Furqon saat membimbing anak-anak sholat Ashar. Kembali aku bertanya-tanya sambil merasakan sedikit takut.

Aku tadi sore kenapa ya?

Siapa sebenarnya sosok yang aku lihat tadi?

Kenapa... Wajahnya sangat mirip dengan wajahku?

Sebelumnya aku tak pernah mengalami kejadian seperti itu...

Kalimat-kalimat itu yang berputar di kepalaku. Dan ketika air sudah mendidih, aku segera buatkan kopi hitam kesukaan Bapak. Segera hendak kubawakan ke teras.

Namun... Ketika baru saja sampai di ruang tamu, saat aku melewati kamar Bapak yang belum ditutup pintunya, sekilas aku melihat seperti ada yang berdiri di dalam sana. Dan seketika itu juga, aroma bunga kantil kembali tercium di hidungku.

1
CADAS JALARAMBANG
betul
Kristiana Subekti
thor kau gantungkan ceritamu thor😭😭
Deni Komarullah: 🤭🤭🤭 Biar penasaran Kak... 🙏🙏🙏
total 1 replies
👣Sandaria🦋
wah. berarti memang ada ya yg begitu begitu Thor? ini kisah nyata kan? gen millenial kurang percaya ini😀
Deni Komarullah: Iya Kak... Dan ini cerita dari teman saya yang memang menggeluti dunia semacam ini...
total 1 replies
👣Sandaria🦋
gegara hobby melamun ini si Nissa, makanya hantu pengen ngajak main😅
👣Sandaria🦋
Tirakat di sini artinya apa, Thor? apakah sama dengan kelompok tarekat yg puasa dan hari raya idul fitri beda waktu?🤔 soalnya itu yg kuingat😅
👣Sandaria🦋: oh iya. berarti beda kalau gitu. aku belum paham ini cerita. ntar lanjut baca dulu. yg aku maksud tadi kelompok aliran tarekat yg biasanya puasa dan lebaran ada selisih waktu.
total 2 replies
👣Sandaria🦋
komen pertama nih, author. menarik judulnya☺️
Deni Komarullah: 😍😍😍 Terima kasih ya... Semoga suka sama ceritanya...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!