Takdir itu lucu.. kamu dan aku hanya akan menjadi kita entah sekarang besok tau kapan pun itu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kim Senna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PASRAH (REVISI)
Setelah mengurus semua tentang kepulangan jenifer dari rumah sakit Kai pulang dan meliahat Krystal sudah tidur dengan nyenyak dan nyaman di atas ranjang itu.
Kai mendekat lalu memberikan kecupan hangat pada istrinya tak lupa mengecup perutnya juga untuk menyapa jabang bayi yang sedang tumbuh dan berkembang di dalam sana.
Kai membersihkan dirinya mengganti bajunya dengan pakaian yang lebih nyaman, lalu ikut membaringkan tubuh di samping Krystal, menarik tubuh wanita itu untuk masuk dan di dekap dalam pelukan hangatnya.
***
Matahari sudah mulai bersinar dan membuat pemilik mata indah itu kesilauan dan akhirnya terbangun dari tidur nyenyak.
Krystal tersenyum lebar saat menyadari bahwa dia bangun di dalam pelukan hangat suaminya.
Sungguh beberapa hari ini Kai begitu perhatian pada Krystal, Krystal begitu tersanjung dengan semua hal manis yang di lakukan Kai padanya.
Berlahan akrystal mendekatkan wajahnya lada wajah tenang yang sedang tidur itu, mengecup bibir pria itu, hingga Kai bangun lalu meladeni ciuman itu. Lumayan lama dan dalam hingga keduanya bersepakat untuk menyudahi ciuman itu.
"Selamat pagi," sapa Kai sambil tersenyum "Pagi..," sahut Krystal.
"Jam berapa Tuan pulang semalam? maaf aku tertidur," kata Krystal merasa bersalah.
"Tidak masalah.. Maaf membuat mu menunggu,"" kata kai lalu mengecup kening Krystal.
"Boleh aku memeluk Tuan lima menit lagi?" tanya Krystal dan wajah polos itu dan sungguh wajah polos itu membuat Kai merasa gemas, Kai terpingkal mendengar pertanyaan itu.
"Bagaimana jika dua jam?" tanya Kai sambil tertawa dan merapatkan tubuhnya dengan tubuh Krystal.
"Emm aku harus kuliah!" desis Kyrstal sambil menggelengkan kepalanya.
"Baik lah," kata Kai.
***
Kai dan Krystal menuruni anak tangga dan menuju dapur bersama-sama.
Seperti biasa dengan cekatan Kai membuatkan istrinya itu susu sebum sarapan. Setelah sarapan Kryatal di antar oleh Kai untuk pergi ke kampusnya karena ibu hamil itu ada kuliah pagi hari ini.
Kai mengecup kening Krystal sebelum wanita itu keluar mobil "Jangan lupakan makan siang mu," kata Kai "Baik lah.. Tuan juga ya.," sahut Krystal "Hati-hati," sambung Krystal sambil melambaikan tangannya.
Sebenarnya kai tak ada pekerjaan sama sekali hari ini, dia hanya mengkhawatirkan keadaan Jenifer yang belum membaik betul pasca kecelakaan itu, jadi Kai pergi untuk menemui kekasihnya itu.
***
Jam makan siang Sean melihat Krystal duduk di depan kelas dengan wajah yang di tekuk, mood ibu hamil itu hancur setelah diskusi di kelasnya tadi.
Entah lah, Krystal merasa begitu kesal dengan salah satu teman di kelasnya hingga menghancurkan moodnya.
"Hei ibu hamil.. Kenapa cemberut?" tanya Sean "Aku sangat kesal" rutuk Krystal.
"Ayo aku traktir makan siang," kata Aean berusaha menghibur Krystal "Tapi aku mau makan kentang goreng di ***" kata Krystal.
"Apa ibu hamil boleh makan junk food seperti itu?" tanya Sean "Aku rasa tak apa.. Aku juga ingin makan es krimnya," jawab Krystal.
"Baik lah.. Ayo..," ajak Sean.
Keduanya pun langsung masuk mobil dan menuju salah satu mall yang terdapat tempat makan yang di maksud Krystal tadi.
"Tuan aku pergi bersama teman ku ya.." Pesan Krystal yang di kirim untuk Kai berniat untuk minta izin "*D*ia pria atau wanita?" Tak di sangka Kai langsung merespon pesan Krystal.
"*Dia pria.. Dia teman baik ku, kami hanya pergi untuk makan siang," Balas Krystal lagi "Baik lah sayang tak apa.. Jangan terlalu lelah ya, jika sudah selesai cepat pulang*" Kata Kai mengizinkan istrinya itu.
Krystal dan Sean pun sampai ke sana lalu langsung memesan makanan yang di inginkan Krystal, Sean menatap takjub pada Krystal yang makan begitu lahap, sungguh bertahun-tahun berteman Sean tak pernah melihat Krystal makan sebanyak ini.
Setelah makan keduanya memutuskan untuk menghabiskan waktu di tempat games, lagi pula sudah lama keduanya tak menghabiskan waktu bersama.
Sean juga meras bahagia bisa melihat dan mendengar tawa wanita yang sangat dicintainya itu, meski sudah menjadi milik orang lain, paling tidak Sean menjadi alasan tawa wanita itu hari ini.
Tak terasa kedua nya sudah menghabiskan waktu 5 jam untuk bermain games bersama.
Karena sudah waktunya makan malam keduanya memutuskan untuk makan malam sebelum pulang.
"Kita harus makan makanan yang sehat kali ini," kata Sean pada Krystal, Krystal hanya mengiyakan dan mengikuti langkah Sean.
Hingga langkah ibu hamil itu terhenti saat melihat suaminya yang tengah bergandengan mesra dengan perempuan lain, mata Kai dan Krystal bertemu saling menatap satu sama lain.
Kai menatap dengan gugup sedangkan Krystal menatap dengan pedih.
"Jennn.." sapa Sean "Haii Sean," kata Jenifer belum menyadari siapa yang bersama sepupunya itu, nampaknya Jenifer benar-benar tak ingat dengan Krystal, maklum saja dia hanya pernah bertemu sekali dengan Krystal dan tak terlalu memperhatikan wajah wanita itu.
"Siapa dia Sean?" tanya Jenifer.
Kai dan krystal hanya menatap bingung pada Jenifer yang tak mengenali Krystal, tapi Kai merasa sedikit tenang karena Jenifer tak mengenali Krystal.
"Aaa dia.. Dia sahabat ku namanya Krystal," kata Sean.
"Dan Krystal perkenalkan dia kakak sepupuku Jeni dan dia Kai kekasihnya Jeni," sambung Sean memperkenalkanm
Sedangkan Krystal hanya diam kikuk tak tau harus berbuat apa, tak jauh dengan Kai, Kai juga merasa bingung harus berlaku seperti apa.
"Kalian mau makan juga?" tanya Jenifer dan di iya kan oleh Sean.
Jenifer pun mengajak mereka untuk makan malam bersama, Jenifer terus bermanja dengan Kai dan semua itu tak luput dari perhatian Krystal, matanya berkaca dan tangis nya bisa tumpah kapan saja.
Kai terus menatap mata berkaca hampir menangis Krystal itu, tapi masih belum bereaksi.
"Sean kau sangat cocok dengan Krystal," kata Jenifer.
"Iya kan sayang.. Bukan kah mereka sangat cocok?" tanya Jenifer pada Kai, Kai hanya mampu tersenyum.
Makanan yang mereka pesan pun sudah tiba, keempat orang itu makan Sean dan Jenifer terus bercerita sedangkan Kai dan Krystal hanya diam tak banyak biacara.
Sumpah demi apapun Kai merasa sekarat di posisinya sekarang.
"Aku permisi ke kamar mandi," kata Krystal bergegas karena tak sanggup menahan air matanya lagi, dada ibu hamil itu terasa sesak karena menahan tangis dari tadi.
Sedangkan Jenifer sedang asik menggoda Sean, karena Jenifer tau sean sudah lama menyukai Krystal dan semua itu membuat Kai geram tak terima pria lain menyukai istri nya.
Kai beranjak dan pamit ke kamar mandi pada kedua sepupu itu, dan bertemu Krystal disana. Krystal hanya menunduk tak mau memperlihatkan mata bengkaknya.
"Krys..," kata Kai memengang tangan Krystal, Krystal hanya tersenyum pada Kai.
"Aku pulang duluan," kata Krystal lalu menepis tangan suaminya itu, lalu pergi begitu saja meninggalkan Kai yang masih mematung disana.
Sepanjang perjalan pulang dengan taksi Krystal terus menangis, tak lupa mengirim pesan pada Sean untuk memberi tau dia pulang duluan dengan alasan tak enak badan.
Krystal begitu terluka malam ini, jika ingin Kai bisa saja mengatakan pada kekasihnya itu bahawa Krystal adalah istrinya, tapi Kai hanya diam dan Kryatal menganggap kediaman itu tanda bahwa Kai memang tak mengharapkannya.
Krystal merasa begitu bodoh dia sangat terlena dengan sikap manis Kai beberapa hari ini, hingga akhirnya pria itu menykitinya lagi.
Tapi paling tidak malam ini Krystal sadar akan posisinya, dia tak berarti apa-apa untuk pria itu.
"Bantu ibu untuk tetap kuat ya dekk.." kata Krystal dalam hati sambil mengelus perutnya.
Swtelah sampai di rumah Krystal langsung masuk kamarnya tak ingin mertuanya tau bahwa dia barus saja menangis dengan memperlihatkan mata bengkaknya.
Tak lama Kai juga sampai di rumah, nafasnya sedikit tersengal mungkin karena berlari saat naik tangga tadi.
"Mau ku siapkan air hangat untuk mandi?" tanya Krystal seprti tak terjadi apa-apa.
Bukannya menjawab Kai malah memeluk tubuh ibu hamil itum
"Mandi lah Tuan, aku ingin tidur," kata Krystal melepas peluakn pria itu.
Krstal segera naik keatas ranjang, berbaring memberlakingi Kai, Kai menatap iba pada wanita itu.
Kai akan merasa lebih baik jika saja wanita itu menangis dan marah seperti biasa paling tidak Kai bisa menenangkannya saat itu tapi diamnya wanita itu benar-benar membuat Kai putus asa.
Kai ikut membaringkan tubuhnya di samping Kryatal memeluk ibu hamil itu dari belakang lalu mengelus sayang perutnya.
Sedangkan Krystal terus menahan tangisnya sedari tadi, meyakinkan hatinya untu tetap kuat dan tak terlena padas sikap manis pria itu karena hatinya akan kembali patah setelah itu.
reader wajib baca ini.