Novel ini merupakan series pertama dari 3 series Billionare Love Story, yaitu:
1. When billionare meet doctor
2. Cassandra
3. Phuket love story
Ketiga series menceritakan persahabatan dari 3 pria kaya tampan dengan cerita cinta masing-masing.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nipi Nupu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Miss You Badly
Alena berada di restoran miliknya? Secepat itu? Terakhir kali ia bertemu dengan arsitek itu hanya untuk memperlihatkan sketsa. Berapa lama Alena mengerjakannya? Dengan siapa ia melakukannya? Ia menjadi merasa bersalah karena tidak pernah membantunya. Hari ini ia harus menebusnya.
"Makasih Firly sayang!" ucapnya sambil mengecup pipi Firly cepat. Ia langsung berlari menuju mobilnya.
"Ah dasar laki-laki hidung belang!!!!" teriak Firly kesal.
Alena melihat seluruh ruangan. Semuanya sudah rapi. Besok pagi orang-orang yang akan menyewa tempatnya datang. Dan ia harus mempersiapkan semuanya dengan baik. Ia mendesah lega. Belum pernah ia mempromosikan restorannya untuk grand opening, tapi orang-orang datang padanya untuk menyewa. Terlebih saat ini sedang musim liburan anak sekolah. Tak lama ia mendengar suara handphonenya bergetar. Alena mencarinya ditas. Ia melihat Dave menghubunginya 10 kali. Kali inipun yang menelponnya adalah pria itu.
"Halo."
"Maafin aku, Al. Aku masih gak bisa pulang dan ngerayain enam minggu hubungan kita." Ucap Dave sedih.
"Your work most important, Dave." Jawab Alena sedih. Entah perasaan apa yang ada dihatinya. Ia tiba-tiba merasa kosong.
"Tapi aku udah kirimin bunga buat kamu dan restoran kamu. Aku juga bawain sedikit oleh-oleh dari Amerika."
Alena mengerutkan keningnya. "Bunga? Oleh-oleh?"
"Ya, aku udah suruh kurir antar bunga ketempat kamu. Coba keluar sekarang." Ucapnya sambil tersenyum.
Alena membalikkan badannya dan berjalan keluar. Ia terkejut melihat seseorang yang wajahnya tidak terlihat karena membawa sebuah buket bunga mawar merah yang sangat besar. Pria itu juga memakai topi. Ia menghampirinya.
Pria itu perlahan memperlihatkan wajahnya. Alena terkejut karena Dave berada didepannya. Ia tidak percaya pada apa yang dilihatnya. Baru saja ia berkata tidak akan pulang. Kenapa sekarang ada didepannya. Ia menggelengkan kepalanya. Ia pasti sedang berhalusinasi.
"Happy six week anniversary, sayang." Ucapnya sambil menyimpan bunga itu dimeja. Alena menatap bunga yang disimpan dimeja. Kemudian ia menatap Dave.
"Maafin aku gak bisa ngerayain sebulan hubungan kita." ucap Dave sedih. Kemudian Dave menarik tubuh Alena dan memeluknya dengan erat hingga Alena terkejut "I miss you badly Al!"
Alena hanya terdiam. Ia masih bingung. Apakah Dave memang telah kembali atau hanya halusinasinya saja. Ia terus berfikir seperti itu. Hari ini ia lelah, bisa saja itu bayangan Dave. Tapi pelukan itu terasa nyata.
Dave melepaskan pelukannya dan menatap Alena. Ia mengerutkan keningnya ketika melihat Alena masih terdiam. Ia menarik dagu Alena keatas sehingga mereka bertatapan.
"Kamu beneran Dave?"tanyanya bingung. Ia menatap wajah Dave
Dave menundukkan kepalanya dan mengecup bibir Alena ringan. "Ini aslinya Dave, sayangku" ucapnya sambil terkekeh. Ia belum melepaskan pelukannya.
Alena dengan cepat melepaskan pelukan Dave dan mundur. Wajahnya berubah merah.
"Kenapa wajahnya merah gitu. Ini kan bukan pertama kalinya aku nyium kamu." Ucap Dave sambil menghampirinya.
"Stop disitu!" seru Alena shock.
Dave mengulurkan kedua tangannya. "Kenapa? Aku ini pacar kamu. Aku nyium kamu karena aku mau."
"Tapi, tapi kamu terlalu mendadak." Jawab Alena dengan jantung berdebar. Ia berjalan kedalam gedung.
"Jadi kamu maunya pelan-pelan?"tanyanya menggoda Alena. Ia mengikuti Alena kedalam.
"Bukannya gitu, mau apa kamu kesini?"Alena mencoba mengalihkan pertanyaan Dave.
Dave menarik tangan Alena untuk duduk disofa yang berada direstoran itu. "Sini." Ucapnya.
Dave duduk namun tak disangka ia malah menarik pinggang Alena sehingga gadis itu duduk dipangkuannya. Alena berdiri dengan cepat namun Dave menariknya kembali. Tanpa ragu ia langsung memeluk tubuh Alena dan menyandarkan kepalanya dibahu gadis itu.
"Aku turun dari pesawat 6 jam lalu, trus aku pergi kerumah nenek. Lalu aku nyari kamu muter-muter. Ke yayasan, kerumah kamu dan kerumah sakit. Ujung-ujungnya aku ketemu Firly. Itupun aku harus berkorban nunggu satu jam buat ketemu Firly. Kamu tau buat apa? Tentu aja aku kangen banget sama kamu, Al." Ucapnya masih menyandarkan kepalanya dibahu Alena.
" Jangan kayak gini dave!" Jawab Alena pelan.
Dave mengangkat kepalanya. "Kenapa?"
"Aku gak mau terbawa perasaan. Wanita itu sensitif. Jadi aku mohon jangan berbuat sesuatu yang manis kayak gini." Jawab Alena sambil melepaskan diri. Ia beranjak dari duduknya dan kini duduk disamping Dave. "Kita ini cuma pacaran dua bulan aja. Aku tahu alasan kamu pacaran sama aku. Aku juga udah dapat kompensasinya. Kita ini..."ucapnya tertahan. Ada nada tidak enak disetiap ucapannya.
Tiba-tiba Dave mengurung Alena dengan menyimpan kedua tangannya dikedua sisi gadis itu. Ia mendekatkan wajahnya. Sangat dekat sekali.
"Kamu mau apa Dave?" Tanya Alena gugup.
Dave menatap kedua mata Alena. Ada tatapan sedih dimatanya. Perlahan Dave menunduk dan menciumnya dengan lembut.
"Aku menikmati pacaran sama kamu. Aku gak ngerasa kita pura-pura karena apa yang aku lakukan selama ini nyata. Selama pacaran sama kamu, aku gak pernah berhubungan sama wanita lain. Aku udah janji sama kamu. Aku udah putusin Elvira." Ucapnya ketika melepaskan diri.
Tiba-tiba Alena tertawa. Ia merasa lucu.
"Kenapa?" tanya Dave bingung.
"6 minggu pacaran, ketemu cuma 3 minggu." jawab Alena sambil tertawa. "Apa yang dinikmati?"
"Jauhan kayak kemarin aku nikmati. Apalagi denger suara kamu tidur. Aku suka. Kamu nangis dipelukan aku gara-gara pasien kamu meninggal juga aku nikmati kok. Semua kesedihan kamu, pokoknya aku nikmati semuanya tentang kita. Kita coba dulu. Gimana?"
saran nih...ga usah punya tmn rapat apalagi sahabat...bisa di khinati nti nya...
alurnya juga bikin bingung...