Dari pelayan, menjadi ratu Vampir karena menikah dengan raja Vampir. Tetapi, Sayang! Jessica harus terluka, karena bukan hanya manusia yang suka selingkuh. Vampir, juga selingkuh.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kisss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Happy Ending
Suara tangisan anak kecil membuat seorang pria tampan yang sedang bermanja-manja dengan istrinya menggerutu kesal .
"Mama! Huwaa … Xavier jahat, dia membunuh kelinci ku!" teriak bocah perempuan dengan air mata berlinang membasahi wajahnya.
Edward yang hampir saja memasuki goa istrinya terpaksa menggerutu kesal. Dia benar-benar merasa sangat dongkol dan kesal. Semenjak anak kembarnya berumur enam tahun, Edward jarang dapat jatah, karena anak-anaknya sangatlah aktif.
Putranya bernama Xavier dan putrinya bernama Savira. Keduanya sangatlah aktif, apalagi Xavier yang sangat suka menjahili Savira.
Setiap hari Savira pasti ada saatnya dia menangis, karena dijahili kakaknya.
"Ed, tunda dulu masuknya, Savira sedang menuju ke kamar kita," larang istrinya dengan suara serak berusaha mendorong tubuh suaminya.
Wajah Edward berubah merah padam. Dia benar-benar ingin melampiaskan kemarahannya pada anak-anaknya, tetapi, tak bisa, karena ada Jessica yang menjadi pelindung anak-anaknya.
Bisa-bisa Edward tidak dapat jatah seumur hidup hanya gara-gara memarahi ketua anaknya.
"Tapi, aku sudah seminggu belum dapat jatah, Jessi. Lihatlah dia sedang tegang!" rengek Edward manja pada istrinya.
Jessica menggigit bibirnya, dia membelai rahang tegas suaminya. Mata mereka saling menyatakan hasrat besar yang siap menggebrak keluar.
Tidak hanya Edward yang ingin melakukan hubungan badan. Jessica juga ingin, namun anak-anaknya sangatlah aktif, sehingga membuat waktu Jessica lebih banyak tersita untuk mereka.
Sedangkan, Edward telah menjadi raja vampir. Pria itu memiliki banyak pekerjaan. Sehingga, jarang menghabiskan waktu bersama anak-anak dan istrinya.
Palingan sesekali bila Edward jenuh, dia akan menculik istrinya sebentar untuk minta dipuaskan atau dimanja manja.
"Nanti ya, saat anak-anak tidur. Aku akan melayanimu dengan servis terbaikku!" janji Jesica yang pastinya selalu tepat membuat Edward tersenyum puas.
Istrinya tidak pernah ingkar janji. Dan dia juga tahu betul servis seperti apa yang akan diberikan oleh istrinya.
"Baiklah, dengan senang hati aku akan menunggu servis terbaikmu, Istriku," bisik Edward lalu menggigit leher Jessica lembut.
Savira menggedor pintu kamar orang tuanya. Bocah perempuan itu menangis sesenggukan, marah sekali pada kakaknya, karena selalu menjahili nya.
"Mama, Papa! Huwaa … kelinciku mati dibunuh, darahnya di hisap, Xavier!" teriak Savira seraya menggedor pintu kamar orang tuanya.
Tak berselang lama pintu kamar terbuka, menampilkan kedua orang tua bocah perempuan itu.
Edward menghela nafas berat, ketika melihat penampilan putri kecilnya yang acak-acakan. Sepertinya, Savira baru saja bergelut dengan Xavier.
Segera pria tampan itu membungkukkan badannya, lalu merapikan rambut juga membenarkan letak mahkota kecil Savira.
"Kenapa lagi, hemm? Xavier, mengganggumu lagi?" tanya Edward lembut dengan suara khasnya.
"Iya, hiks … dia sangat jahat, Papa. Kelinci ku mati dibunuh, Xavier. Padahal, aku capek-capek menangkap kelinci itu di hutan belakang!"
Savira mengadu pada pahlawan nya. Berharap Edward akan memberikan keadilan padanya.
Edward memijat keningnya, sering kali pria itu memberi hukuman pada putranya agar jera. Tetapi, besoknya Xavier kembali menjahili Savira.
Benar-benar kakak yang menyebalkan.
"Ya sudah, antar Papa ke tempat Xavier sekarang." Pria tampan itu menggendong Putri kecilnya.
Jessica mengikuti langkah suaminya dari belakang. Tak lama setelahnya mereka sampai di taman belakang, tampak Xavier sedang mencabut rumput liar.
"Xavier, apa yang kamu lakukan?" tanya Jessica menatap putranya dengan raut wajah bingung.
Xavier memasang wajah sendu menatap Ibunya.
"Aku mencabut rumput liar sebagai hukuman, karena menjahili, Savira. Seperti biasa, Mama. Setelah aku menjahili Savira, pasti Papa akan marah dan menyuruhku mencabut rumput liar!" balas bocah laki-laki itu memasang raut wajah sendu.
Berlagak sebagai korban, padahal dialah tersangka utama.
"Rupanya kau cukup tahu diri, kalau sudah tahu pasti akan Papa hukum, kenapa masih sukai menjahili Savira, hmm?" tanya Edward dengan nada dingin.
"Aku tidak jahil, Papa. Aku hanya ingin bermain dengan Savira. Tapi, dia tidak mau … dia mengabaikan ku dan bermain dengan kelinci liarnya. Ya sudah, aku bunuh saja kelinci itu, biar Savira tidak punya teman bermain selain aku," celetuk Xavier polos membuat Jessica bergidik ngeri.
Anak kembarnya memang sangatlah mengerikan. Bahkan, kekuatan mereka setara dengan vampir bangsawan dewasa.
"Ya sudah kalau begitu, sekarang minta maaf pada Savira. Jangan ulangi lagi dan Savira juga tidak boleh mengabaikan, Xavier. Kalian berdua adik-kakak yang harus saling menjaga satu sama lain. Bukan malah saling menyakiti," ujar Jessica dengan bijak membuat Edward segera menurunkan putrinya.
Savira dan Xavier segera berpelukan. Mereka berdua memang saling menyayangi, hanya saja kadangkala sering berkelahi layaknya kakak adik pada umumnya.
"Maafkan aku."
"Aku juga minta maaf, Xavier. Aku janji tidak akan mengabaikan mu lagi!" balas Savira lalu mengecup pipi kakaknya.
Jessica dan Edward yang melihat interaksi putra-putrinya tersenyum manis. Mereka berdua saling berpelukan. Edward benar-benar membuktikan ucapannya enak tahun yang lalu, dia tidak pernah menyakiti Jessica lagi.
Pria itu membahagiakan Jessica sebaik mungkin.
"Terima kasih, karena telah memberiku anak-anak yang lucu," bisik Edward pelan.
"Terima kasih, karena kamu yang menanam benihnya di rahimku, sehingga aku bisa menjadi seorang ibu," balas Jessica pelan membuat Edward tersenyum senang.
Keduanya hidup bahagia, segala rintangan mereka hadapi bersama.
*
*
TAMAT.
Terima kasih buat semuanya, karena telah mendukung karya ini dari awal sampai akhir.
Mohon maaf apabila ada salah kata, segala yang baik datang dari Allah dan yang buruk dari Author.
Ambil yang baiknya, dan buang yang buruknya.
tapi sayang dikit banget babnya, masih kurang puas..
adegan perangnya jg kurang banyak kak, kurang greget, hehe..
tapi tak apalah, yg penting tetap seru dan menghibur..
semoga sehat selalu ya kak..
tetap semangat berkarya dan semoga sukses selalu dimanapun kakak berada.. 🙏🏻💪🏻😘🥰😍🤩💕
sungguh mantap sekali ✌️🌹🌹🌹🌹
terus berkarya dan sehat selalu 😘😘