Tagline:
"Ketika Pahlawan jatuh ke Neraka, dia tidak berdoa untuk diselamatkan. Dia bersiap untuk mengambil alih Tahta."
Sinopsis Cerita:
Ye Chen, sang penyelamat Alam Roh Sejati, telah membayar harga termahal demi menyelamatkan dunia dari kehancuran. Akibat memaksakan kekuatan Lima Kunci dan menahan jatuhnya Pulau Langit,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hakim2501, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2: Kandang Gladiator dan Harimau Tulang
Cahaya matahari merah menyusup masuk melalui celah jeruji besi di langit-langit, menyinari ruangan batu yang lembap dan berbau kematian.
Ini adalah Ruang Tunggu Gladiator. Tempat di mana para budak, tawanan perang, dan monster dikurung sebelum dilempar keluar untuk saling membunuh demi hiburan para bangsawan Iblis.
Ye Chen duduk bersandar di dinding yang dingin. Luka-luka di tubuhnya akibat penangkapan kemarin sudah menutup, meninggalkan bekas samar di kulitnya. Tanpa Qi, kemampuan regenerasinya melambat, tapi fisik Naga Asura-nya tetap bekerja secara pasif menyerap energi Miasma (racun alam iblis) di udara untuk menambal sel-sel yang rusak.
"Hei, Manusia," suara berat terdengar dari sampingnya.
Ye Chen menoleh. Seorang pria bertubuh kekar dengan kepala banteng (Ras Minotaur) sedang menatapnya. Dia memegang sebuah kapak batu tumpul.
"Kau terlihat tenang untuk seseorang yang akan mati," kata si Minotaur. "Namaku Bulla. Aku sudah bertahan di sini selama tiga pertarungan. Saran dariku: Jangan lari. Lari hanya membuat singa lebih bersemangat mengejarmu."
"Terima kasih sarannya," jawab Ye Chen santai. "Tapi aku tidak berencana lari. Aku berencana makan."
"Makan?" Bulla bingung.
KREAAAK!
Gerbang besi besar di ujung ruangan terbuka perlahan. Suara sorak-sorai ribuan penonton meledak masuk, memekakkan telinga.
"GILIRAN PERTAMA! KELOMPOK UMPAN! KELUAR!" teriak penjaga Iblis sambil memecut lantai.
Ye Chen, Bulla, dan sepuluh budak lainnya didorong keluar menuju terowongan yang mengarah ke arena.
Colosseum Darah (The Blood Colosseum).
Ye Chen menyipitkan mata saat keluar dari terowongan. Arena ini sangat besar, berbentuk oval dengan lantai pasir merah yang sudah menghitam karena darah kering ribuan tahun. Tribun penonton yang menjulang tinggi dipenuhi oleh ribuan Iblis dari berbagai ras yang berteriak haus darah.
Di tribun VIP, duduk Raja Iblis Zagan, penguasa wilayah ini. Dia sedang memakan paha hewan mentah sambil tertawa melihat ketakutan para budak di bawah.
"Hadirin sekalian!" suara penyiar bergema. "Hari ini kita punya menu pembuka spesial! Dua belas budak rendahan melawan... Tiga Harimau Tulang (Bone Tigers) yang kelaparan!"
Dari gerbang di seberang arena, tiga ekor binatang buas dilepaskan.
Mereka berbentuk harimau, tapi tidak memiliki kulit atau bulu. Tubuh mereka adalah kerangka tulang putih yang disatukan oleh otot merah yang berdenyut. Mata mereka menyala hijau hantu.
Harimau Tulang. Binatang Iblis Tingkat Rendah, tapi sangat ganas dan sulit dibunuh karena tidak merasakan sakit.
"GRRRAAAA!"
Harimau-harimau itu langsung menerjang begitu melihat mangsa.
"Formasi bertahan!" teriak Bulla, mengangkat kapaknya.
Tapi budak-budak lain terlalu takut. Mereka lari kocar-kacir.
"Toloooong!"
Seekor Harimau Tulang melompat, menerkam seorang budak Elf.
CRASS!
Dalam sekejap, Elf itu tercabik-cabik. Darah segar muncrat ke pasir.
Penonton bersorak gila. "DARAH! DARAH!"
Ye Chen berdiri diam di tengah kekacauan itu. Dia tidak membawa senjata. Tangan dan kakinya masih dirantai (rantai panjang yang memungkinkan dia bergerak tapi membatasi jangkauan).
Seekor Harimau Tulang melihat Ye Chen yang diam saja. Ia menganggapnya mangsa mudah.
SWUSH!
Harimau itu melompat, taring tulangnya mengarah ke leher Ye Chen.
Ye Chen menatap mata hijau makhluk itu.
"Kau terbuat dari tulang?"
Saat harimau itu berada di udara, Ye Chen menggeser tubuhnya sedikit ke samping.
Tangan kanannya, yang dililit rantai besi, melesat mencengkeram tulang leher harimau itu di udara.
GRAB!
Ye Chen menggunakan momentum lompatan harimau itu sendiri. Dia memutar tubuhnya dan membanting harimau itu ke tanah.
BLARR!
Pasir berhamburan. Tulang rusuk harimau itu retak karena bantingan keras.
Tapi makhluk itu adalah Undead (Mayat Hidup). Ia tidak mati. Ia mencoba menggigit tangan Ye Chen.
Ye Chen tidak melepaskannya.
Dia menatap makhluk itu. Di dalam perutnya, Mutiara Penelan Surga berputar.
"Di dunia ini, tidak ada Qi alam yang bersih. Jadi, aku harus mengambilnya darimu."
Ye Chen menempelkan telapak tangannya ke tengkorak harimau itu.
HISAP!
Sebuah pusaran tak kasat mata muncul.
Api hijau di mata Harimau Tulang itu bergetar, lalu tersedot keluar seperti asap yang ditarik cerobong, masuk ke dalam tangan Ye Chen.
Sreett...
Harimau itu kejang sekali, lalu ambruk menjadi tumpukan tulang mati biasa.
Energi hangat mengalir ke tubuh Ye Chen.
Itu bukan Qi murni. Itu Qi Iblis (Demonic Qi).
Bagi manusia biasa, menyerap ini akan membuat gila. Tapi bagi pemilik Warisan Asura, ini adalah bahan bakar premium.
Ye Chen merasakan setitik cahaya menyala di Dantian-nya yang gelap.
Pemadatan Qi Tingkat 1... Terbentuk.
"Hanya tingkat 1?" Ye Chen mendecih. "Aku butuh lebih banyak."
Ye Chen berdiri.
Dua harimau lain sedang sibuk memakan budak lain dan mendesak Bulla. Bulla berdarah-darah, kapaknya hampir patah digigit.
Ye Chen menarik rantai di tangannya hingga tegang.
Dia berlari.
Langkah Kilat (Versi Fisik).
Kecepatannya meledak. Dia muncul di belakang harimau yang menyerang Bulla.
Ye Chen melilitkan rantai besinya ke leher harimau itu, lalu menariknya ke belakang dengan punggungnya.
"Mati!"
KREK!
Leher tulang harimau itu patah. Ye Chen segera menyerap api jiwanya sebelum hilang.
Pemadatan Qi Tingkat 2!
Harimau ketiga, melihat dua temannya mati, meraung marah dan menerjang Ye Chen.
Ye Chen mengambil tulang paha tajam dari bangkai harimau kedua.
Dia menggunakannya sebagai pedang.
Tusukan Asura!
Ye Chen menusuk tepat ke rongga mata harimau ketiga saat ia melompat.
JLEB!
Tulang itu menembus otak.
Ye Chen menyerap energi terakhir.
Pemadatan Qi Tingkat 3!
Hening sejenak di arena. Tiga harimau buas mati dalam waktu kurang dari satu menit di tangan satu budak manusia.
Penonton terdiam, lalu sorakan berubah nada. Dari mengejek menjadi terkejut.
"Siapa budak itu?!"
"Dia membunuh Harimau Tulang dengan tangan kosong?!"
Di tribun VIP, Baron Iblis yang menangkap Ye Chen tersenyum puas pada rajanya.
"Lihat, Yang Mulia? Saya bilang dia bahan bagus."
Raja Iblis Zagan mengangguk pelan, matanya berkilat tertarik. "Manusia yang bisa menggunakan kekuatan fisik murni untuk membunuh mayat hidup? Menarik. Beri dia senjata di ronde berikutnya. Aku ingin lihat berapa lama dia bertahan melawan Algojo Kapak."
Di arena, Bulla menatap Ye Chen dengan tak percaya.
"Kau... kau menyelamatkanku."
Ye Chen membuang tulang di tangannya. Dia merasakan aliran Qi tipis mulai mengalir di meridiannya. Meski baru Tingkat 3, itu sudah cukup untuk membuka Cincin Awan Putih-nya.
"Jangan salah paham," kata Ye Chen, berjalan menuju gerbang keluar. "Aku hanya lapar."
Babak pertama selesai. Ye Chen telah mendapatkan kembali percikan kekuatannya.
Dan sekarang, dia bisa mengakses senjatanya kembali.
(Akhir Season 2- Bab 2)