NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikah

Terpaksa Menikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti / Nikah Kontrak
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Acaciadri

Tidak punya pilihan lain selain menikahkan Aruna dan Arka. karena sang calon pengantin wanita yang bernama Elia kabur di hari pernikahannya.

pernikahan itu hanya untuk dua tahun saja, itulah yang di katakan Arka di awal mereka setelah menjadi sepasang suami istri. tapi bagaimana kalau Arka beda pemikiran setelah tinggal satu atap yang sama dengan Aruna? dan bagaimana dengan Elia? apa sebtulnya alasan wanita itu kabur di hari pernikahannya?

cekidottt cerita keduaku. beri dukungan ya teman-teman❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Acaciadri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Sepanjang perjalanan hanga di isi dengan suara derasnya air hujan dan beberapa suara orang yang melintas. Sedang untuk Aruna dan Arka sendiri. Mereka memilih bungkam dan sibuk dengan pemikirannya masing-masing, meski begitu. Aruna tetap menurut pada Arka dengan melingkarkan kedua tangannya dia pinggang pri itu__awalnya cukup risih dan sangat tidak Aruna nikmati, meski Arka suaminya tetapi hubungan keduanya tidak sedalam dan sedekat ini. Namun semakin lama, apalagi hujan yang terus mengguyur dan membuat tubuhnya kedinginan, Aruna pun menyandarkan tubuhnya sepenuhnya pada punggung lebar Arka dan mengikhlaskan kedua tangannya untuk melingkar erat di pinggang suaminya itu.

Hangat dan nyaman, aneh sekali. Tetapi Aruna betulan mendapatkan hal itu dari Arka.

“Runa..“Panggil Arka dan kebetulan motor yang di kendarainya memelan, Aruna lantas menoleh ke arah Arka dan tepat saat itu Arka pun menoleh ke arahnya. Untuk beberapa detik mata mereka saling bertemu, sampai Aruna memutuskan untuk berpaling ke arah lain.

“Ehm.. iya mas, ada apa?.“Tukas Aruna setelah mengendalikan dirinya dari pesona snag suami. Tak di pungkiri Arka itu selain aroma duitnya kenceng juga parasnya lumayan tampan dan Aruna memang sangat pecinta pria tampan. Maklum, jika Aruna hampir saja oleng, ehehehe..

“Dingin, ya?.“Ujar pria itu yang sudah melepaskan sebelah tangannya dari stang motor lalu menarik sebelah tangan Aruna dan menggenggamnya erat serta memasukannya ke dalam saku jas hujan miliknya.

Deggg

Jantung Aruna di dalam sana bergemuruh hebat, pun dengan kedua pipinya bersemu kemerahan juga menghangat, tak berbeda jauh dengan Arka. Hanya saja pria itu menutupinya dengan tatapan lurus, padahalmah hampir persis seperti kondisi Aruna.

“Mas..“

“Diam Aruna, saya tahu kamu kedinginan!.“Tegasnya.

“Tapi mas__.“

“Pegangan yang erat dan jangan bergerak, karena saya hanya menggunakan satu tangan saja.“

Aruna tidak tahu harus mengatakan apa selain menganggukan kepalanya. Walau agak sedikit bingung, tetapi Aruna tak bisa membantah dan sepenuhnya menyerahkan semuanya pada Arka.

*****

Mereka sampai ke rumah sekitar pukul delapan malam dan keduanya buru-burh memasuki kamar masing-masing untuk membersihkan dirinya.

Hampir setengah jam lamanya berkutat di bath up dengan air hangat, Aruna keluar dengan keadaan yang lebih baik lagi. Aruna juga mengenakan piyama kesukaannya, piyama bermotif doraemon dengan rambut tergerai panjang dan bau parfum buah-buahan kesukannya__tapi ngomong-ngomong, Aruna merasa ada yang kurang, ya. Masalah perut, perutnya keroncongan karena Aruna belum memasukan apapun, kecuali terakhir pas jam istirahat bersama dengan Ranti rekannya.

Hm.. sepertinya mie instan adalah pilihan yang tepat untuk saat ini.

Hujan-hujan begini memang cocok makan mie instan dengan toping sayur-sayuran, baiklah.

Aruna sampai di dapur, segera ia membuka nakas dan mengambil langsung dua bungkus mie instan, rasa ayam bawang kesukaanya. Hei jangan salah, walau tubuhnya kecil dan juga pendek. Tapi soal nafsu makan, tentu saja Aruna paling terdepan, bahkan bila di banding Ranti rekan kerjanya yang sering mengeluh soal bentuk tubuhnya yang gemuk, walau katanya hanya makan sedikit saja__beda halnya dengan Aruna yang malah kebalikan. Justru semakin banyak Aruna makan, ya. Badannya segini-segini saja, paling bertambah hanya setengah kilo atau satu kilo, tetapi akan kembali ke berat badannya di awal, hanya sekitar 40kg saja..ckck

Entah anugerah atau musibah, yang jelas Aruna sangat bersyukur saja.

“Kamu lagi, apa?.“

PRANGGG

Gelas yang Aruna sedang pegang pun terjatuh dan membuat kaca itu berhamburan di lantai, Aruna mendelik kesal ke arah satu-satunya pelaku yang selalu membuatnya nyaris jantungan tiap kali dia datang.

Bukan sekali dua kali lho, Arka begini.

“Mas, bisa nggak sih? Kamu ini kalau datang ya jangan ngagetin, gitu!.“Ujar Aruna kesal, Bahkan Aruna berani lho menatap nyalang Arka. Sosok yang membawanya selamat ketika hujan besar tiba.

Arka menelan ludahnya kesulitan dan jelas dari kedua matanya terpancar rasa sesal.

“Maaf..“Ucapnya, tumben-tumbenan sekali pria itu mau menurunkan ego dan meminta maaf pada Aruna.

“Kamu gak lagi kesurupan, kan?.“Tanya Aruna pasalnga bingung melihat tingkah Arka yang begini.

Atka terbahak dan untuk pertama kalinya Aruna melihat pria itu tersenyum, walau bukan yang tulus sih sebenarnya.

“Aing maung bodas.“Ujarnya asal dan mendapat geplakan refleks dari Aruna.

“Ngomong tuh jangan ngasal, kalau beneran gimana?.“

“Ya, gimana-gimana sih. Paling juga nerkam kamu, Run.“

“Ya, palingan kamu saya aniaya pake pisau kalau gitumah.“Sungut Aruna sambil mengacungkan pisaunya ke arah Arka dan sontak tawa Arka pun terhenti.

“Run, kok serem amat sih?.“

“Kamu yang serem, tahu? Bentar-bentar galak, bentar-bentar dingin, bentar-bentar jadi baik. Kamu ini gimana sih, Mas? Gak konsisten, sebenarnya kamu ini kenapa? Kok sikap kamu berubah-rubah kayak gitu? Apa kamu punya kepribadian yang lain? Atau kamu di sana hidup gak sendirian?.“Ujar Aruna seraya menunjuk tepat di dada Arka dan membuat Arka mendengus seraya menarik sudut-sudut bibirnya dan membentuk sebuah senyum tipis sekali di sana.

Ternyata benar, berdamai dengan Aruna tidak seburuk itu.. ahhh semua ini karena seseorang.

“Kalau saya punya kepribadian ganda, kamu akan gimana?.“Tanya Atka ngawur dan kali ini Aruna mendengus kasar.

“Gak gimana-gimana, palingan saya gak akan keluar dan milih buat urus perceraian kita secepat__.“

“Saya mau damai sama kamu, Run.“Tukas Arka cepat dan memotong ucapan Aruna. Apa yang Arka sampaikan membuat kening Aruna mengeryit dalam. Arka ingin berdamai dengan Aruna? Tapi kenapa tiba-tiba begini?

“Maksudnya, mas?.“Tanga Aruna tak mengerti.

“Ya, damai. Hidup sama kamu berdampingan, tanpa saling memusuhi ataupun curiga.“

“Kenapa mendadak begini?.“

“Ya, karena saya sadar. Kalau kamu tidak bersalah, Run.“

Aruna terbahak sampai sisa-sisa air mata jelas terekam di kedua sudut matanya.

“Mas Arka ini lucu sekali. Sejak awal Mas begitu memusuhi saya, bahkan mas seolah tak melihat saya atau minimal menghargai keberadaan saya dan saya sudah terbiasa, tetapi hanya dalam waktu dekat, tindakan mas agak lain, Mas Arka mulai berubah, mulai mau bicara bahkan mengatakan ingin damai dengan saya. Mas Arka sehat?.“

Sialan wanita ini, ajakan damai Arka bukan di sambut dengan baik malah seolah di ejek.

“Jadi kamu mau atau tidak, Run? Saya hanya menawarkan hidup damai tanpa permusuhan. Jangan ejek saya.“Dengus Arka seraya memalingkan wajahnya ke samping.

Tanpa di duga, tangan Aruna terulur ke hadapan Arka dan membuat pria itu menatap Aruna dengan sebelah alis terangkat naik.

“Saya terima tawaran mas Arka. Karena tidak enak juga tinggal dengan suami malah rasa musuh kayak gitu..“Senyum kecil tersungging di bibir merah alami milik Atuna. Matanya yang sedikit belo pun yerlihat begitu cantik sekali, apalagi di tambah dengan lesung pipi yang menjadi pemanis di wajahnya.

Astaga, apa-apaan sih. Arka sampai geleng-geleng kepala untuk menepis pemikiran sesatnya.

“Damai.“

“Damai.“

“Tapi untuk peraturan tidak ada yang berubah, Run.“

“Ok.“

“Kamy tetap istri kontrak saya.“

“Mas Arka juga tetap suami kontrak saya.“

“Iya.“

“Pernikahan ini hanya akan berlangsung dua tahun saja.“Tukas Arka sambil menelisik ke arah wajah Aruna dan senyum itu terlihat terbit, senyum Aruna manis sekali, seperti gula aren kesukaan Arka. Ebusetttt.

“Tentu saja. Saya juga tidak sabar untuk segera menjadi janda kaya raya.“Sahut Aruna secara tiba-tiba dan menbuat senyum Arka surut, tergantikan dengan wajah yang terlihat kembali datar dengan kedua bola mata yang sinis. Padahal Arka sendiri yang memulai lho, kenapa Arka menjadi seperti tidak rela begitu.

“Ehm..“Arka berdehm laku memalingkan wajahnya, perasaanya aneh dan Arka tidak bisa melanjutkan percakapan random yang terasa menusuk hatinya ini.

“Run, kamu masak mie instan kan?.“

“Hmm iya.“

“Saya boleh minta di masakin, kan?.“

“Iya boleh. Mau berapa bungkus mas?.“

“Satu aja, cabenya yang banyak ya? Jangan lupa pake caos juga.“Tukas Arka terdengar sedikit aneh di telinga Aruna. Meski begitu Aruna mengiyakan saja.

“Makasih.“

“Iya.“

1
Ariany Sudjana
ini lagi Elia kangen sama arka, kalau kangen, kenapa kamu kabur pas mau menikah sama arka? dasar murahan kamu Elia
Ariany Sudjana
dua-duanya keras kepala
Ariany Sudjana
kenapa kamu bilang aruna murahan? murahan mana sama Elia yang kabur pas hari pernikahan, dan Aruna yang harus menggantikan?
Sam A13
terus dong ceritanya bags ceritanya👍
Dewi Sri Astuti: di tunggu lanjutannya ya kak, terimakasih sudah mampir🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!