NovelToon NovelToon
Aku Bisa Tanpamu

Aku Bisa Tanpamu

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:501k
Nilai: 5
Nama Author: Iin Nuryati

Menikah dengan orang yang aku cintai, hidup bahagia bersama, sampai akhirnya kami dikaruniai seorang putra tampan. Nyatanya setelah itu justru badai perceraian yang tiba-tiba datang menghantam. Bagaikan sambaran petir di siang hari.

Kehidupanku seketika berubah 180 derajat. Tapi aku harus tetap kuat demi putra kecilku dan juga ibu serta adikku.

Akankah cinta itu kembali datang? Sementara hatiku rasanya sudah mati rasa dan tidak percaya lagi pada yang namanya cinta. Benarkah cinta sejati itu masih ada?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iin Nuryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24. Berkunjung Ke Rumah Awan

"Besok hari Minggu kan? Ajak Shofi dan Keinan untuk datang kesini," kata Wulan setelah dirinya selesai dengan makan malamnya.

Awan yang juga sudah menyelesaikan makannya pun seketika membulatkan kedua matanya karena terkejut.

"Mama serius?" tanya Awan masih belum percaya. "Tolong diulangi lagi dong, Ma. Awan takut salah denger."

"Nggak ada pengulangan. Kalau kamu nggak denger ya udah. Anggap aja batal. Mama nggak ngomong apa-apa," sewot Wulan.

"Eh-eh, jangan dong, Ma," sahut Awan cepat. "Mama ish, jangan emosi gitu dong. Awan kan cuma bercanda aja tadi. Iya-iya, besok Awan ajak Shofi sama Keinan untuk datang kesini."

"Hmm," gumam Wulan yang kemudian bangun dari duduknya seraya membawa piring kotor miliknya dan suaminya.

"Dasar kamu itu. Untung aja Mama kamu nggak berubah pikiran," tegur Surya pelan begitu Wulan sudah meninggalkan meja makan.

"Sorry deh, Pa. Ya habisnya kan tadi Awan kaget aja gitu, kayak nggak percaya. Takutnya kalau Awan juga salah denger," sesal Awan, sama pelannya.

"Haish, ada-ada aja kamu itu, Wan," kata Surya seraya menggelengkan kepalanya beberapa kali.

"Hehe, sorry, Pa. Tapi, makasih banyak ya, Pa. Makasih banyak atas bantuan Papa, Bang Langit, dan Kak Jani dalam membantu meyakinkan hati Mama," ucap Awan tulus.

"Iya, sama-sama."

Awan dan Surya pun kemudian tersenyum bersama. Dari arah dapur, Wulan bisa melihat interaksi antara suami dan putra bungsunya itu. Membuang nafasnya pelan, Wulan berusaha untuk menguatkan hatinya sendiri.

'Meskipun berat, namun sepertinya aku memang harus mencoba untuk membuka hati dan menerima kehadiran Shofi. Rasanya masih belum rela untuk memberikan restu ini, tetapi ... Huft, semoga ini memang yang terbaik untuk Awan, Yaa Allah,' kata batin Wulan.

☘️☘️☘️

Dan akhirnya, hari Minggu pun tiba. Jam sepuluh pagi Awan menjemput Shofi dan Keinan lalu mengajak keduanya untuk berkunjung ke rumah Awan. Tentu saja sekaligus untuk memperkenalkan Shofi kepada Wulan, mamanya Awan.

"Assalamu'alaikum," salam Awan, Shofi, dan Keinan begitu sampai di depan pintu rumah Awan.

Ketiganya kemudian melangkah masuk ke dalam rumah.

"Wa'alaikumsalam," jawab Wulan yang sedang duduk di sofa ruang tamu. "Keinan sayang," seru Wulan gembira begitu melihat Keinan.

"Oma Wulan," Keinan pun ikut berseru riang seraya berlari menghampiri Wulan.

Wulan langsung berjongkok kemudian menyambut Keinan dalam pelukannya. Awan dan Shofi tersenyum melihat interaksi Wulan dan juga Keinan.

"Assalamu'alaikum, Oma," salam Keinan setelah melepaskan pelukannya.

Keinan kemudian meraih tangan kanan Wulan lalu mencium punggung tangannya dengan takdzim. Wulan tersenyum.

"Wa'alaikumsalam, Keinan sayang," jawab Wulan seraya mengusap kepala Keinan penuh sayang.

Wulan kemudian berdiri begitu menyadari Awan dan Shofi yang sudah berdiri di belakang Keinan.

"Assalamu'alaikum, Tante," salam Shofi.

"Wa'alaikumsalam," jawab Wulan dingin, berbanding terbalik dengan reaksinya terhadap Keinan tadi.

Ah, untungnya Shofi sudah mempersiapkan diri terlebih dahulu sejak dari rumah tadi. Shofi sudah menguatkan hatinya sendiri, sehingga Shofi tidak terlalu sakit hati dengan sikap dingin yang ditunjukkan oleh mamanya Awan tersebut.

Dan memang Awan juga sudah memberitahu kepada Shofi dari awal agar Shofi sedikit bersabar seandainya nanti mendapatkan sambutan yang kurang menyenangkan dari mamanya itu.

"Mama, kenalin ini Shofi. Shofi, ini mamanya Mas," kata Awan memperkenalkan keduanya.

"Selamat siang, Tante. Perkenalkan nama saya Shofi," ucap Shofi ramah seraya meraih tangan kanan Wulan kemudian mencium punggung tangannya.

"Hmm," balas Wulan, masih dingin.

"Oh iya, ini saya bawakan puding buah sama kue, Tante," kata Shofi, tetap bersikap sopan.

Shofi kemudian mengangsurkan sebuah paper bag berukuran sedang yang berisi puding buah dan kue kepada Wulan.

"Makasih," balas Wulan singkat seraya menerima paper bag dari tangan Shofi.

"Itu buatan Bunda sendiri loh, Oma," kata Keinan dengan bangganya. "Oma harus cobain, ya. Pasti Oma suka deh."

"Iya, Keinan sayang. Nanti Oma cobain, ya," balas Wulan lembut.

Lagi-lagi Shofi mengesah dalam hati. Tetapi Shofi juga bersyukur, setidaknya mamanya Awan sangat menyayangi Keinan. Meskipun beliau masih bersikap dingin kepada Shofi.

"Eh, Shofi dan Keinan udah datang, ya," kata Surya yang baru saja turun dari lantai atas.

"Opa Surya," seru Keinan riang. "Assalamu'alaikum, Opa," salam Keinan yang kemudian meraih tangan kanan Surya kemudian mencium punggung tangannya juga.

"Wa'alaikumsalam, Keinan," jawab Surya dengan tersenyum.

"Assalamu'alaikum, Om," salam Shofi juga yang kemudian juga menyalami dan mencium punggung tangan kanan Surya.

"Wa'alaikumsalam, nak Shofi. Selamat datang di rumah Om, ya," sambut Surya.

"Iya, Om. Terima kasih," balas Shofi seraya tersenyum.

"Ayo, kita duduk dulu semuanya. Sambil nungguin Langit, Anjani, Bintang, sama Inara datang. Nanti kita makan siang bersama," kata Surya kemudian.

"Kak Bintang sama Dek Inara mau kesini juga ya, Opa?" tanya Keinan senang.

"Iya, sayang," jawab Surya.

"Keinan seneng nggak mau ketemu lagi sama Kak Bintang dan Dek Inara?" tanya Wulan juga.

"Seneng banget, Oma," jawab Keinan bersemangat.

"Ya udah. Yuk, duduk dulu semuanya," ajak Surya lagi.

Mereka semua kemudian duduk bersama di sofa ruang tamu.

Tidak lama kemudian Langit, Anjani, Bintang, dan Inara pun datang juga. Setelah selesai saling menyapa satu sama lain, mereka kemudian duduk dan mengobrol bersama.

Setelah tiba waktunya untuk makan siang, mereka semua pun kemudian makan siang bersama. Suasana hangat dan ramai karena celotehan Keinan, Bintang, dan Inara mewarnai acara makan siang mereka.

Selesai makan siang, Bik Sani, pembantu di rumah Surya, menghidangkan puding buah dan kue yang tadi dibawa oleh Shofi. Keinan, Bintang, dan Inara yang paling bersemangat. Ketiga anak kecil itu mulai menikmati puding buah dengan lahapnya.

"Tumben kakak suka makan puding buah? Biasanya kan nggak mau," tanya Anjani heran melihat putranya, Bintang, yang sudah mengambil lagi puding buah di atas piring.

"Kalau yang ini kakak suka, Ma. Rasanya enak, manis, tapi nggak bikin eneg," jawab Bintang.

"Itu buatan Bunda Keinan loh, Kak," sombong Keinan, khas anak kecil.

"Wah, kalau gitu besok-besok Bintang mau dibuatin lagi ya, Tante," kata Bintang bersemangat.

"Iya, sayang. Besok-besok Tante buatin lagi," jawab Shofi lembut.

"Horeee ... Asyik. Makasih, Tante," pekik riang Bintang.

"Sama-sama, sayang," balas Shofi dengan tersenyum lembut.

Semua yang ada disana pun ikut tersenyum. Dan diam-diam, dalam hatinya, Wulan mulai mengakui kalau memang Shofi adalah wanita yang baik dan sopan, sama seperti yang pernah dikatakan oleh Surya, suaminya.

Tetapi entah kenapa, tetap saja masih ada secuil rasa tidak rela yang masih mengganjal di hati Wulan.

1
⚔️𝔸฿ł_må§🏹🪈
keren cara mu awan
⚔️𝔸฿ł_må§🏹🪈
di anggap nya anak itu ikan apa? untuk pancingan 🤦‍♀️
⚔️𝔸฿ł_må§🏹🪈
keren shofi
⚔️𝔸฿ł_må§🏹🪈
wkwkwk ngambek 🤣
⚔️𝔸฿ł_må§🏹🪈
janda juga manusia mah
⚔️𝔸฿ł_må§🏹🪈
air minum tuh obat syok
⚔️𝔸฿ł_må§🏹🪈
yang sebenernya kamu juga ada rasa sama shofi, iya kan awan
⚔️𝔸฿ł_må§🏹🪈
jodoh itu Wan
⚔️𝔸฿ł_må§🏹🪈
gitu amat yak
⚔️𝔸฿ł_må§🏹🪈
hebat juga tebakan papa nya Awan
⚔️𝔸฿ł_må§🏹🪈
aamiin🤲
⚔️𝔸฿ł_må§🏹🪈
Alhamdulilah dapat restu dari calon adik ipar
⚔️𝔸฿ł_må§🏹🪈
restu orang tua wajib, tanpa restu kedua orang tua, rumah tangga tak kan damai
⚔️𝔸฿ł_må§🏹🪈
suamimu saja yang kegatelan
⚔️𝔸฿ł_må§🏹🪈
anak gue🤔
⚔️𝔸฿ł_må§🏹🪈
mainan ini pintar, mandiri lagi
⚔️𝔸฿ł_må§🏹🪈
berjodoh mereka berdua
⚔️𝔸฿ł_må§🏹🪈
kasihan nya tuh bocah
⚔️𝔸฿ł_må§🏹🪈
janda emang menggoda, mau jelek apa lagi cantik dengan gelar janda bisa menghebohkan
⚔️𝔸฿ł_må§🏹🪈
rasanya pengen nonjok muka nya Bayu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!