Sekolah internasional terkenal dijakarta yang bernama Grand Imperial Academy, sedang disibukan dengan kedatangan siswa-siswi baru, yang sedang melakukan masa orientasi.
Anaya menjadi salah satu siswi baru di Grand Imperial Academy, ia bersekolah disana karena ada kedua abang kandungnya dan juga abang sepupunya yang bersekolah disana dan sudah menjadi siswa kelas 12 yang merupakan panitia orientasi juga.
Helga si Ketua OSIS yang tak pernah terlihat senyumannya sedikitpun menjadi icaran banyak siswi di Grand Imperial Academy.
Namun senyum Helga mulai muncul saat ia mulai tertarik dengan Anaya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NLiRa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
LUSIANA GRASIA NEW ERA
"Inka" ucap Anaya yang merasa beruntung bertemu dengan teman barunya.
"Anaya" ucap Havinka yang lansung memeluk Anaya.
Anaya yang sedari tadi panik bertemu Helga karena takut di hukum besok langsung menangis di pelukan Havinka.
"Inkaaaa untung ada kamu disini, aku udah takut banget hiks.... "ucap Anaya yang menangis dan membuat Jefran dan Nevan samakin kebingungan.
"Ana kamu takut kenapa?" tanya Havinka yang kebingungan yang membuat Anaya langsung melepaskan pelukan dengan Havinka dan memperlihatkan wajahnya yang sudah memerah karena menangis.
"Bantu aku menjelaskan pada ketua panitia MPLS kita kalau aku gak ikut MPLS hari ini karena aku sakit. Aku sudah menjelaskannya dari tadi tapi dia hanya diam, aku takut di hukum lagi Inka hiksss" ucap Anaya panjang lebar.
"Baru kali ini gue lihat orang nangis jadi tambah gemas" ucap Nevan yang berdiri di samping Jefran.
"Iya gue juga, gemes banget" ucap Jefran.
"Sama" sahut Helga.
"Apanya?" tanya Nevan dan Jefran yang kebingungan.
"Gemes" sahut Helga singkat yang membuat Jefran dan Nevan terkejut.
"Hahaha Ana kamu lucu banget" ucap Havinka sambil tertawa.
"Ihhh, Aku lagi nangis Inka gak ngelawak, kok kamu bilang aku lucu sih" ucap Anaya yang kesal.
"Ada apa ini? " tanya Mahesa yang udah datang dengan yang lainnya.
"Ana, hey kemau kenapa? " tanya Farraz yang juga sudah kembali dan melihat adiknya yang menangis.
"Abangggg hiks.. hiksss.. " ucap Anaya yang semakin menangis dalam pelukan Farraz.
"Hey kamu kenapa? " tanya Mahesa yang menghampiri adiknya.
"Jadi ini adik kalian? " tanya Nevan.
"Iya, kalian apain dia? " tanya William yang maju.
"Wess sabar bro, kita gak ngapa-ngapain" ucap Jefran.
"Terus kenapa dia nangis? " tanya Farraz dingin.
"Takut dihukum" sahut Helga yang tak kalah dingin.
"Dihukum?, Ana takut di hukum sama siapa? " tanya Farraz yang kebingungan.
Anaya menunjuk ke arah Helga dengan posisi masih membenamkan kepalanya didalam pelukan abangnya.
"Okeyyy ini membingungkan, but sebaiknya kita duduk dulu" ucap Lusia yang gak mau suasana menjadi awkward.
"Ana, kakak bawain ini" ucap Floella yang membeli chocolate thumbprint kesukaan Ana.
"Chocolate thumbprint? " tanya Anaya dan mendapatkan anggukan dari Floella.
"Yeeee Ana mau" ucap Anaya yang kesenangan sambil berlari kecil untuk duduk di samping Floella, dan hal tersebut membuat teman-teman abangnya kebingungan.
"O-oke, moodnya mudah berubah" ucap Nevan yang melihat Anaya yang duduk di samping Floella dan mulai menyantap chocolate thumbprint.
"In-in duduk sini" ucap Anaya pada Havinka.
"Jangan ubah nama orang sembarangan Ana" tegur Farraz.
"Dia gak masalah kok, iya kan In-in? " tanya Anaya dan mendapatkan anggukan cepat dari Havinka.
"Iya gak apa-apa Ana. Aku suka semua panggilan dari kamu" ucap Havinka yang begitu exited.
"Ini makan, ini cookies kesukaan aku. Biasanya kak Flo sering bawa ke rumah" ucap Anaya yang memberikan satu chocolate thumbprint pada Havinka.
"Makasih Ana" ujar Havinka sambil mengambil chocolate thumbprint yang diberikan oleh Anaya.
Helga dan yang lainnya hanya memperhatikan interaksi lucu diantara keduanya.
"Okeee mereka super cute" ucap Lusia yang suka dengan interaksi Anaya dan Havinka.
"Oh ya kak Flo bantuin Ana dong" ucap Anaya yang setengah berbisik.
"Bantuin apa? " tanya Floella yang juga ikut berbisik.
"Jelasin sama ketua panitia MPLS itu supaya gak ngehunkum Ana besok di sekolah" ucap Anaya yang masih berbisik.
"Kenapa Ana berpikir kalau dia bakal hukum Ana? " tanya Floella lagi.
"Kan tadi pagi Anaya gak ikut MPLS hari kedua, terus malah ketemu di sini, pasti dia kira Ana sengaja bolos" ucap Anaya lagi.
"Oh itu yang buat Ana nangis tadi? " tanya Floella dan mendapatkan anggukan dari Anaya.
Floella ketawa tipis sambil menggelengkan kepalanya.
"Kenapa Flo? " tanya Retta.
"Dia nangis karena takut di hukum sama ketua kita. Dia pikir MPLS masih dilaksanakan" ucap Floella sambil tersenyum.
"Ana, MPLS udah gak ada. Kita udah mulai sekolah" ucap Havinka.
"Hah, beneran? " tanya Anaya.
"Iya, tadi aku sama Citra kesepian tau gak ada kamu" ujar Havinka dengan raut sedih.
"Eummm maaf ya, besok aku sekolah kok" ucap Anaya yang meyakinkan Havinka..
"Tapi beneran abang? " tanya Anaya yang memastikan pada abangnya lagi.
"Iya Ana, MPLS udah gak dilaksanakan lagi" sahut Farraz dengan lembut.
"Wait, ini adiknya Farraz , Mahesa dan William right? " tanya Lusia.
"Iya guys ini adik kita, Anaya" sahut Farraz.
"Ana, kenalin ini teman-teman abang. Ini Helga, ini Jefran, ini Nevan, ini Joana, ini Lusia, ini Retta, dan ini Naina" ucap Farraz.
"Halo kakak semua salam kenal" sapa Anaya dengan ramah dan tersenyum ceria.
"Halo Anaya" sapa Retta, Naina dan Joana.
"Oh my god, you look so cute. Dia gemes banget" ucap Lusia yang gemas melihat Anaya.
"Iyakan Ana emang gemesin" sahut Havinka yang gemes melihat temannya.
"Hel, gue lihat-lihat adik lu kecintaan banget sama adiknya gue" ucap William pelan pada Helga.
"Gue juga" ucap Helga tanpa sadar.
"Hah, maksudnya? " tanya William yang terkejut mendengar jawaban dari Helga.
"Hah, apaan?" tanya Helga yang sadar yang ia ucapkan tadi.
"Hes, ini adik lu beneran SMA? " tanya Nevan dengan raut wajahnya yang tak yakin.
"Beneran tau" jawab Anaya yang kesal.
"Abang, abang tau mereka berdua bilang Ana anak kecil, mereka berdua bilang Ana anak SMP, mereka gak percaya Ana sudah masuk SMA dan bersekolah di Grand Imperial Academy. Sakit hati Ana abang" cerocos Anaya panjang lebar dengan dramatis.
"Siapapun juga gak bakal percaya kalau kamu udah SMA cil" sahut Mahesa santai.
"Tuh kan Hes, lo aja setuju" ucap Nevan yang merasa terbela.
"Kok bang Mahes belain mereka sih. Yaudah mereka aja yang jadi adik abang, Ana gak mau lagi jadi adik abang" ucap Anaya mengerucutkan bibirnya.
"Eh-eh jangan dong, abang gak belain mereka kok" jawab Mahesa dengan cepat.
"Lu berdua jangan gitu dong sama adik gue, dia gak kecil tau, dia sudah kelihatan banget tuh sebagai anak SMA" ucap Mahesa yang berpura-pura memarahi Nevan dan Jefran sehingga membuat Nevan dan Jefran menahan tawa.
"Tuh dengerin" ucap Anaya dengan sombongnya.
"Iya deh, kita minta maaf" ucap Nevan.
"Besok-besok kita gak gitu lagi deh, maapin ya" sahut Jefran.
"Oke aku maafin" jawab Anaya yang tersenyum lebar dan lanjut memakai cookies nya.
"Oh my baby kamu sangat lucu" ucap Lusia yang benar-benar merasa gemas melihat tingkah Anaya.
"Kalau besok-besok Mahesa gak belain kamu, kamu ngadu sama kakak kamu yang cantik ini aja oke baby" ucap Lusia yang mendapatkan anggukan dari Anaya.
"Begitupun dengan kamu adik cantik, kalau Helga jahatin kamu, kamu lapor sama kakak okeyyy" ucap Lusia lagi pada Havinka dan mendapatkan anggukan dari Havinka juga
"Gue gak pernah jahatin adik gue" sahut Helga.
"Lo jangan jadi provokator dong Lus" ucap Mahesa.
"Gue gak peduli, yang gue peduliin dua anak cantik dan gemesin ini adik gue sekarang" ucap Lusia yang mantap.
"Oke jiwa-jiwa Lusia yang ingin mempunyai adik bangkit lagi" ucap Retta santai.
"Dan sekarang sudah waktunya, welcome to new era untuk Lusiana Grasia menjadi seorang kakak" ucap Naina.
"Yes babe, gue akan jadi kakak yang terbaik untuk dua bocah ini" ucap Lusia dengan percaya diri.
"Kita punya teman satu lagi kok" ucap Anaya dengan matanya yang berbinar.
"ya benar, satu lagi juga cantik kayak kita" sambung Havinka.
"Anggap dia adik juga ya" ucap Anaya dengan mengeluarkan puppy eyes-nya.
"Oh my god, gue gak kuat. Oke sayang teman kalian juga bakal kakak angkat jadi adik" ucap Lusia dengan full dramatis.
...****************...
...****************...
Hai udah lama author gak up cerita, so kali ini author up cerita baru yang bertemakan anak sekolah lagi. mohon dukungannya, maaf kalau banyak kata yang typo. Jangan lupa Like, Comment dan Sarannya. Jujur saran dari kalian bisa menjadi motivasi bagi author untuk buat jalan cerita. Makasih semuanya, selamat menikmati...
...****************...
...****************...