Vanya Apride tiba-tiba didorong ke laut oleh kekasih baru mantan pacarnya saat bekerja paruh waktu di kapal pesiar. Dari kedalaman lautan, terlihat ada orang yang menyelamatkannya berwujud sesosok makhluk yang disebut 'Merman'.
"Si . . . siapa kamu? Umm! Umm!" tanya Vanya sambil menahan napasnya karena berada di dalam air.
"Kamu tidak perlu tahu siapa aku," balas Merman sambil memberikan napas buatan melalui mulut ke mulut kepada Vanya.
Merman tersebut pun membawa Vanya ke tepi pantai, lalu setelah itu ia kembali lagi ke lautan. Ketika Vanya hendak kembali melanjutkan pekerjaannya, ia melihat orang yang menyelamatkannya sangat mirip dengan superstar terkenal sekaligus idolanya yang bernama James Haolin.
Apakah benar orang yang telah menyelamatkannya saat dia tenggelam adalah James Haolin? Namun, mengapa James Haolin berkaki seperti ikan ketika di dalam lautan?
~
PERHATIAN
Mohon kepada para pembaca terhormat JANGAN BOOMLIKE karya ini !
Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SyoChan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 24 - Di Rumah Sakit
James kini sedang menunggu Vanya yang tak kunjung sadarkan diri di rumah sakit. Sudah lima jam Vanya belum sadar, waktu pun sudah menunjukkan pukul lima pagi hari. Sebelumnya, Vanya pingsan dikarenakan insiden kebakaran yang menimpa rumahnya. Kemudian, ia dibawa ke rumah sakit oleh James.
Vanya kini sudah dipindahkan ke ruang rawat inap. James masih dengan setia menunggu Vanya hingga ia sadarkan diri. Ia memegang tangan gadis yang dicintainya itu sambil menunggu kesadarannya.
"Haah . . . kenapa kamu belum sadar juga? Sudah semalaman aku menunggumu disini," ucap James dengan lirih.
Tok tok tok!
Seseorang datang mengetuk pintu ruangan dimana Vanya di rawat. James lalu menghampiri pintu untuk membukanya. Ternyata sahabatnya datang untuk mengunjunginya.
"Bagaimana keadaannya?" tanya Tomi yang baru saja datang ke rumah sakit.
"Mari masuk ke dalam!" ajak James kepada Tomi.
***
Mereka pun lalu masuk ke dalam ruangan. Mereka melihat Vanya yang masih terbaring lemah di atas ranjang pasien. Tomi memerhatikan sahabatnya yang sepertinya tidak tidur semalaman karena mengkhwatirkan gadis yang dicintainya.
"Pulanglah dulu dan istirahat! Aku akan menyuruh orang kita untuk menjaga di depan pintu masuk agar tidak ada penyusup yang berani masuk ke sini," pinta Tomi pada James.
"Aku masih ingin disini sampai dia sadar," jawab James lalu duduk di kursi yang berada di samping ranjang pasien.
Kemudian, James memegangi tangan Vanya dan menciumnya. Ia lalu memandangi gadis yang tengah terbaring lemah itu dengan tatapan penuh kesedihan. Tiba-tiba, tangan Vanya bergerak. James lalu melepaskan tangannya. Ia lalu memberitahu Tomi bahwa Vanya sudah sadar dengan raut wajah gembira.
"Tomi! Vanya sudah sadarkan diri!" teriak James sambil tersenyum.
"Wah, benarkah? Aku ikut senang mendengarnya," jawab Tomi.
Vanya pun perlahan membuka matanya. Ia lalu memerhatikan sekelilingnya dan matanya tiba-tiba tertuju pada pria yang tengah berada di kursi dekat ranjang pasien. Vanya sangat terkejut melihat James yang berada disana. Kemudian, ia bangun dari ranjang pasien dan berusaha melepaskan selang oksigen yang masih terpasang dimulutnya.
"Jangan dilepas! Pakailah dulu sampai nanti dokter datang dan mengizinkannya untuk dilepas," teriak James yang panik karena Vanya berusaha melepas selang oksigennya.
"James terlihat sangat mengkhawatirkanku. Namun, aku bingung kini harus berbicara apa dengannya. Ah! Teleponku. Aku harus memberitahu keadaanku kepada Pricilla terlebih dahulu," batin Vanya.
"Baiklah, aku tidak akan melepasnya. Aku tidak apa-apa. Jadi, kamu jangan khawatir. Emm . . . dimana teleponku? Aku ingin menelepon Pricilla," ucap Vanya sambil melihat meja yang berada di dekat ranjang pasien.
"Hey, wanita tidak tahu diri! Apakah kamu tahu James menemanimu semalaman disini! Lihatlah matanya yang bengkak karena menangis dan begadang semalaman demi dirimu! Kenapa kamu malah mencari orang lain dan sama sekali tidak mempedulikannya?" teriak Tomi secara tiba-tiba karena kesal.
"Sudahlah Tom, Vanya kan baru sadar. Sangat wajar jika dia ingin memanggil sahabatnya yang ia anggap seperti keluarnya sendiri," sahut James sambil menenangkan Tomi.
"Lalu, kamu dimatanya dianggap sebagai apa, hah? Aku sarankan kamu tidak perlu cape-cape mengurusi wanita yang bahkan tidak mau menerima kekuranganmu!" teriak Tomi yang masih kesal dengan tingkah Vanya.
"Sebaiknya anda keluar dulu! Saya ingin berbicara empat mata dengan James," pinta Vanya sambil menatap Tomi.
"Haah! Baiklah, aku akan keluar. Namun, awas saja jika kamu berani-beraninya menyakiti hati sahabatku lagi!" sahut Tomi sambil mengangkat jari telunjuk dan jari tengah ke matanya lalu menunjuk-nunjuk Vanya dengan kedua jarinya.
"Sudahlah, cepat keluar sana!" pinta James sambil mendorong Tomi hingga ke depan pintu.
Kemudian, Tomi pun akhirnya keluar dari ruangan tersebut. Di dalam ruangan hanya tersisa James dan Vanya. Vanya lalu menatapnya, tetapi ia tidak mengatakan apa pun kepada James.
***
BERSAMBUNG.....
● LIKE🖒 dan tambahkan KOMENTAR📩 agar author rajin update setiap harinya🙏
● Mohon kritik dan sarannya semua reader🙏
● Klik FAVORIT ❤
● VOTE novel ini ☆☆☆☆☆
TERIMA KASIH.....🙏🙏🙏
******IKLAN PROMOSI !!!!!!
SAMBIL MENUNGGU KELANJUTAN DARI NOVEL INI, BACALAH KARYA REKOMENDASI DI BAWAH INI !!! JANGAN SAMPAI TERLEWATKAN SETIAP EPISODENYA KARENA ALURNYA SANGAT MENARIK UNTUK DIBACA !!! DI JAMIN TIDAK AKAN MENYESAL !!! JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK LIKE DAN FAVORITNYA !!!
Author : Yanktie Ino
Judul Karya : KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR
Semangat yaa Thor
𝚂𝙴𝙼𝙰𝙽𝙶𝙰𝚃 𝚢𝚊𝚊...
𝚔𝚊𝚛𝚢𝚊𝚖𝚞 𝚒𝚗𝚍𝚊𝚑, 𝚍𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚑𝚒𝚋𝚞𝚛 𝚔𝚑𝚞𝚜𝚞𝚜𝚗𝚢𝚊 𝚊𝚔𝚞 𝚢𝚐 𝚜𝚞𝚔𝚊 𝚍𝚞𝚗𝚒𝚊 𝚏𝚊𝚗𝚝𝚊𝚜𝚒...
𝚊𝚔𝚞 𝚙𝚊𝚜𝚝𝚒 𝚗𝚞𝚗𝚐𝚐𝚞 𝚞𝚙 𝚍𝚊𝚝𝚎 𝚋𝚊𝚋 𝚕𝚊𝚗𝚓𝚞𝚝𝚊𝚗 𝚔𝚊𝚛𝚢𝚊²𝚖𝚞... 𝚖𝚊𝚊𝚏 𝚔𝚊𝚕𝚊𝚞 𝚊𝚔𝚞 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚛𝚎𝚊𝚍𝚎𝚛 𝚊𝚍𝚊 𝚔𝚊𝚝𝚊 𝚢𝚐 𝚗𝚢𝚒𝚗𝚐𝚐𝚞𝚗𝚐...
𝙶𝚘𝚘𝚍 𝙻𝚞𝚌𝚔 𝚋𝚊𝚒𝚔 𝚍𝚒 𝚍𝚞𝚗𝚒𝚊 𝚗𝚢𝚊𝚝𝚊 𝚖𝚊𝚞𝚙𝚞𝚗 𝚍𝚒 𝚍𝚞𝚗𝚒𝚊 𝚙𝚎𝚗𝚊 𝚖𝚞
up thor
sepertinya saya tidak tahu kapan melanjutkan karya saya ini dikarenakan sedang mencari pekerjaan.