NovelToon NovelToon
Chef Do

Chef Do

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / Kontras Takdir / Romantis / Balas Dendam / Konflik etika / Gadis Amnesia
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: originalbychani

Seorang wanita bernama Eun Chae hampir memutuskan untuk mengakhiri hidupnya yang membosankan setelah mendapatkan diagnosa mengidap penyakit linglung atau amnesia di usianya yang baru 30 tahun. Terlebih parahnya, Eun Chae tidak ingat bagaimana dirinya telah kehilangan kedua orang tuanya setahun yang lalu, dalam sebuah kecelakaan saat berlibur ke luar negeri. Siapa sangka pria yang menolongnya ternyata seorang chef terkenal di media sosial?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon originalbychani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep 1 : Penghancur Nama Baik

(*Fiksi, karya author Chani*)

Akhir November tahun 2025, di kota Seoul, Korea Selatan.

Waktu terus berlangsung tanpa henti, begitu pula kesibukan orang banyak yang berlalu-lalang di pusat kota.

Namun, bagi seorang wanita bernama Kim Eun Chae, waktu serasa berhenti dan terus membuatnya kecewa.

"Hwanja-bun, silahkan membuka mata. Pemeriksaan untuk hari sudah selesai."

Kalimat seorang perawat rumah sakit berhasil menyadarkan Eun Chae bahwa dirinya masih hidup. Walau menyebalkan, kepalanya harus diperiksa dengan peralatan canggih berulang kali sebelum mendapatkan pernyataan resmi dokter.

"Hah.. Terima kasih," desahnya, lalu bangkit berdiri dan melangkah pergi.

Hari ini pun Eun Chae berjalan-jalan melewati koridor rumah sakit. Di sana-sini nampak pasien dengan keluhan masing-masing. Namun, masih ada pasien yang tertawa bersama kerabat mereka. Sayangnya, pemandangan itulah yang paling menyulitkan hati Eun Chae.

Suara wanita itu tidak terdengar walau ingin berbicara. Rasanya, beban seluruh dunia hanya tertumpuk dalam benaknya.

"Ah, mau gila rasanya!" sentaknya tiba-tiba, hingga mengagetkan yang lain.

Saat Eun Chae tiba di depan pintu kamar inap, suara pesan masuk HP dalam saku celana seragam rumah sakit yang dikenakannya menghentikan langkahnya.

Ternyata, itu adalah pesan jawaban dari lamaran pekerjaan Eun Chae yang terkini.

Pengirim : Manager Umum SS Corp. Kwak Tae Hee.

Dengan penuh penyesalan, kami nyatakan bahwa kandidat Kim Eun Chae, usia 30 tahun, yang melamar pada tanggal... tidak lulus wawancara tahap pertama.

Sekali lagi, sengatan mental itu dirasakan oleh Eun Chae. Wajahnya yang putih mulus mulai memerah dan air matanya menetes singkat, lalu wanita itu berusaha menguatkan dirinya untuk tidak menangis.

"Tidak apa.. Pasti ada jalan lain. Tidak perlu menangisi hal sepele seperti ini," gumamnya seorang diri.

Keesokan harinya, Eun Chae mendapatkan persetujuan dokter untuk pulang ke rumah. Seperti rutinitas, Eun Chae berkemas dengan cekatan sebelum mampir ke sebuah kedai makanan.

"Laparnya.. Hari ini aku akan sedikit memanjakan diriku," ucapnya.

Tanpa berpikir panjang, Eun Chae duduk seorang diri dan memesan menu favoritnya.

"Satu Bulgogi Bibimbap, satu Tteokbokki, dan satu botol soju."

"Baik, mohon ditunggu sebentar," jawab ibu pemilik kedai yang bekerja seorang diri.

Dalam jarak waktu singkat, seorang pria bertubuh tinggi yang baru saja duduk di meja sebelah Eun Chae mengangkat tangan kanannya.

"Halo. Saya juga ingin memesan makanan," kata pria itu.

"Baik, apa pesanan Anda?" tanya ibu kedai.

"Apa saja, yang penting enak. Satu porsi menu andalan kedai ini dan sebotol soju, ajumeonim."

Bagi Eun Chae yang jarang memperhatikan orang lain, ucapan pria asing itu sedikit aneh.

Menu andalan apaan? Bukannya semua orang di sini hanya memesan bibimbap? benak Eun Chae.

Nama kedai itu saja berisi kata Bibimbap. Namun, Eun Chae terlalu lelah untuk berpikir.

Pria itu duduk senyaman mungkin di mejanya, sedangkan Eun Chae menunggu pesanan dengan antusias.

Tak lama kemudian, makanan dan minuman Eun Chae disajikan terlebih dahulu. Lalu, ibu kedai menyajikan pesanan sang pria asing.

Keduanya menyantap hidangan masing-masing. Yang satu bibimbap dengan irisan daging sapi, dan yang satunya bibim-guksu spesial berisikan lebih banyak bahan segar sejenis sayuran dan abalone.

Eun Chae sempat melirik seketika mencium aroma masakan yang dinikmati oleh pria tersebut.

Kelihatannya enak. Aku belum pernah mencoba menu spesial. Aroma saus ini sedikit berbeda dari yang biasa kumakan; benak Eun Chae.

Ibu kedai nampak puas melihat para pelanggannya yang makan dengan lahap, termasuk Eun Chae yang tidak sadar diperhatikan olehnya.

"Terlalu asin. Ini tidak enak."

Kalimat singkat yang diucapkan dengan suara tegas oleh pria tadi langsung mengubah suasana menjadi tegang. Beberapa orang mulai berbisik, sementara ibu kedai nampak terkejut.

"Apa maksud Anda?" tanya ibu kedai, masih kebingungan.

"Seperti yang saya katakan, mi ini tidak enak. Tingkat kematangannya salah, teksturnya sungguh mengecewakan. Sausnya juga asin. Tidak bisa saya habiskan," tambah pria itu, ucapannya selancar air.

Wajah ibu kedai memanas dengan amarah. Namun, sebelum wanita paruh baya itu berkata-kata, sang pria muda beranjak dan meletakkan sejumlah uang di meja kasir.

"Aigoo...," desah Eun Chae tercengang.

Saking kesalnya, ibu kedai membuka pintu dan berteriak ke arah pemuda yang telah berjalan sejauh beberapa meter menuju tempat parkir mobilnya.

"Terserah kau saja, pemuda kurang ajar! Jangan pernah kembali lagi ke kedai ini!"

Dikatai sedemikian, pemuda itu santai saja dan hanya merespon dengan isyarat jari tangan 'OK.'

Pemuda itu melajukan mobilnya diikuti umpatan ibu kedai yang hampir melemparkan sesuatu, jika tidak dicegat oleh beberapa pelanggan setianya.

Beberapa saat setelah suasana kembali tenang, Eun Chae beranjak ke meja kasir.

"Ajumeoni. Abaikan saja pria seperti itu, dia tidak tahu bersyukur. Makanan enak adalah berkah," bujuk Eun Chae sambil membayar.

"Aigoo.. Kamu benar, agassi. Aku lega masih ada orang sepertimu," balas ibu kedai senang.

"Pria kaya seperti itu memang bermulut pedas. Sebenarnya, dia tidak tahu apa-apa soal makanan," jelas Eun Chae.

Ibu kedai hanya tertawa kecil dan tidak membesar-besarkan masalah itu lagi. Eun Chae bahkan berjanji sebagai pelanggan setia yang akan kembali lagi.

Walau nampaknya masalah itu telah terlupakan, beberapa orang yang berkunjung di kedai ternyata mengenali sosok tak asing yang bersikap kurang bersahabat itu.

"Bukankah dia Chef Do? Lihat, ini salah satu videonya di youtube," kata seseorang kepada yang lain.

"Wah.. Ini benar-benar gila. Dia memang Chef Do yang terkenal itu! Berarti penilaiannya pasti akurat, bukan?" pekik temannya.

Desas-desus terus beredar, terutama melalui media sosial. Inilah salah satu tren di negara maju seperti Korea Selatan yang dapat menciptakan topik panas, hingga mengubah nasib seseorang secara daring.

Baru sebulan berlalu, kedai itu tutup dengan segel tulisan yang cukup besar untuk dibaca dari jarak satu meter.

"Bagaimana hal ini bisa terjadi? Padahal aku bolak-balik ke sini. Pindah ke pedalaman? Tidak mungkin!" jerit Eun Chae marah, masih mengingat jelas setiap kejadian setelah hari itu.

Ibu kedai telah mengalami kesulitan berbisnis di saat terakhir, karena banyak pelanggan harian dan musiman yang beralih ke tempat lain.

Kini, perasaan Eun Chae sangat kacau karena baru saja kehilangan tempat makanan favoritnya. Dalam hatinya, wanita itu bersumpah untuk menemukan pria sombong yang sebenarnya tampan itu, lalu memarahinya hingga jera.

"Apa gunanya punya wajah tampan dan kaya raya jika etikanya seburuk itu? Aku pasti akan menemukan dan membalas perbuatanmu-- Chef Do!" geram Eun Chae, sementara jemarinya terus mencari informasi akurat mengenai pria yang kini menjadi target pentingnya.

- Bersambung -

1
Tuan Gong
menggugah selera makan + selera baca💯👍🏻happy CNY in advance utk authornyaa.
Tuan Gong
hmmm antagonis muncul.💪
Tuan Gong
kerennn bro💪
Tuan Gong
karakter cwekny jg mantapp👍
Tuan Gong
pria sejatii tuh👍 kalau jatuh cinta n menghargai pasangan.
Tuan Gong
wakkk mantaps broo👍
Tuan Gong
astagaaa kasian bgt lu eun chae
Tuan Gong
mauuu
Tuan Gong
Wih kerenn💪
Tuan Gong
wahhh
Tuan Gong
Hhhh yaa ituu👍
Tuan Gong
Jantan💪
Tuan Gong
logis bgt cwok sih 💪
henryy
Critanyaseru dan menarik +ga dangkal. jadi aku sukaa very good ideas /Good//Gift//Sun/
ig@__02chani: wah makasih kak💜
total 1 replies
strawberryjam
karya yg menarik krn bnyak yg bs dipelajari soal kehidupan, ga hanya satu aspek romantis aja,.. jg ada humor.. kebutuhan khusus manusia... blm lg ada kuliner koreanya tuh mantap &unik banget /Good/sukaa sm chef do, karakter dia tuh cool bangett😍
ig@__02chani: wah makasih kak💜
total 1 replies
bambam
Baru mulai baca ini, tapi sangat menarik, tulisan rapiii banget, suka sm jokes dlm series nya jg, sipp deh/Good//Heart/
ig@__02chani: wah makasih kak💜
total 1 replies
bambam
Wow tulisan yg rapi banget aku smpe irii 👍 keren, semangat author
Panda CEO
ngakak lols baru aje makan nengg🤣/Heart/
Panda CEO
ini tuh ya Chae sma kyak kamu pas ngeliatliatin chef Do si cogan kesayanmuu🤭
ig@__02chani: hehe iya kak
total 1 replies
Panda CEO
Wajj menu barat/Chuckle/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!