NovelToon NovelToon
Dilarang Sentuh Mami: Si Kembar Rahasia Tuan CEO

Dilarang Sentuh Mami: Si Kembar Rahasia Tuan CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / Lari Saat Hamil / Single Mom / Anak Genius / One Night Stand / Hamil di luar nikah
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

​"Om Ganteng, kerjanya cuma duduk doang? Kok nggak lari-lari kayak Mami? Om pemalas ya?"


Cayvion Alger, seorang CEO dingin, terkejut saat bocah 4 tahun yang mengatainya "pemalas" ternyata adalah anak kembarnya sendiri—hasil "kesalahan satu malam" empat tahun lalu dengan asisten pribadinya, Hara.

Rahasia ini terbongkar saat Hara terpaksa membawa anak-anaknya ke kantor karena pengasuh sakit.

​Demi hak asuh dan citra perusahaan, Cayvion mengajukan pernikahan kontrak dengan syarat dilarang jatuh cinta. Hara menyetujuinya, namun menegaskan bahwa kekuasaan Cayvion sebagai bos tidak berlaku di rumah.

Kini, Cayvion harus menghadapi tantangan baru: mengurus kekacauan anak-anak dan menahan hatinya yang perlahan luluh pada istri kontraknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2: Tes DNA Jalur Ekspres

​"BOHONG! Permen loli rasanya manis! Itu rasanya kayak obat pel!" bantah Elia cerdas.

​Cayvion berdiri di sudut ruangan sambil bersedekap. Celananya sudah ganti dengan celana training cadangan yang diambilkan staf, membuatnya terlihat sedikit kurang berwibawa tapi tetap mengintimidasi. Dia memijat pelipisnya yang berdenyut hebat.

​"Diam!" bentak Cayvion, habis kesabaran. "Tinggal buka mulut apa susahnya sih? Kamu mau es krim? Saya belikan pabrik es krimnya sekalian! Buka mulut!"

​Bentakan Cayvion justru membuat tangis Elia makin kencang. "HUWAAAA! OM MONSTER MARAH LAGI! MAMI, TAKUT!"

​Hara yang sejak tadi menahan diri, akhirnya mendecak kesal. Dia menyibak rambutnya ke belakang, lalu menatap bosnya tajam.

​"Bapak bisa diam nggak? Bapak makin bikin dia panik!" semprot Hara. Untuk pertama kalinya dalam sejarah karirnya, dia menyuruh CEO Alger Corp diam.

​Cayvion ternganga. "Aku? Aku yang salah? Anakmu yang—"

​"Sstt!" Hara meletakkan telunjuk di bibir, lalu beralih ke Elia. Wajahnya berubah lembut dalam sekejap.

​"Elia, lihat Mami," suara Hara tenang tapi tegas. Tangis Elia mereda jadi sesenggukan. "Ingat tas barbie yang kita lihat di mal minggu lalu? Yang ada rumah-rumahannya?"

​Mata Elia yang basah langsung berbinar sedikit. "Yang... harganya mahal itu?"

​"Iya. Kalau Elia mau buka mulut tiga detik... cuma tiga detik... Mami belikan tas itu nanti sore. Tapi kalau Elia nangis terus, kita pulang dan makan bubur tawar tanpa garam."

​Elia berpikir cepat. Naluri materialistisnya bekerja lebih cepat daripada rasa takutnya. Dia menghapus ingusnya dengan punggung tangan. "Janji? Sama sepatunya juga?"

​"Sama sepatunya," sahut Hara pasrah. Bye-bye gaji bulan ini.

​"Oke. Aaa..." Elia membuka mulutnya lebar-lebar.

​Dokter Ryan dengan gerakan ninja langsung memasukkan alat swab, mengusap pipi bagian dalam, dan menariknya keluar sebelum Elia sadar.

​"Selesai!" seru Dokter Ryan lega.

​Cayvion menatap adegan itu dengan takjub. Dia melihat Hara. Wanita itu... bagaimana dia melakukannya? Dia baru saja melakukan negosiasi tingkat tinggi dengan makhluk irasional dalam waktu kurang dari satu menit. Cayvion merasa sedikit tertampar. Dia biasa menaklukkan pemegang saham, tapi dia tidak berkutik melawan bocah empat tahun.

​"Sekarang giliran yang laki-laki," kata Cayvion, menunjuk Elio yang duduk tenang di kursi putar dokter sambil membaca majalah kesehatan terbalik.

​"Nggak usah disogok," kata Elio datar saat Dokter Ryan mendekat dengan gemetar. "Aku bukan cewek matre kayak Elia. Tapi Om Dokter harus ganti sarung tangan dulu. Itu bekas pegang mulut Elia, banyak kumannya."

​Dokter Ryan buru-buru mengangguk. "Si-siap, Dek."

​"Dan Om," Elio menunjuk Cayvion. "Om juga harus dites kan? Jangan-jangan Om yang bukan bapak kami. Siapa tahu Mami salah orang."

​Alis Cayvion berkedut. Bocah ini benar-benar menguji tekanan darahnya. "Aku sudah ambil sampelku tadi. Kau tinggal buka mulut, Bocah Pintar."

​Elio menurut. Prosesnya cepat dan hening.

​"Berapa lama hasilnya?" tanya Cayvion pada Dokter Ryan.

​"Karena ini prioritas utama Bapak... laboratorium di lantai bawah bisa menyelesaikannya dalam 45 menit, Pak."

​"Kerjakan. Jangan ada kesalahan sekecil atom pun," perintah Cayvion.

​Empat puluh lima menit itu adalah waktu terlama dalam hidup Hara.

​Mereka menunggu di ruang tunggu VIP klinik. Suasananya canggung luar biasa. Elia sudah berhenti menangis dan sekarang sedang sibuk menempeli stiker rumah sakit ke lengan kursi kulit mahal. Elio duduk diam, matanya mengamati CCTV di pojok ruangan.

​Hara duduk di ujung sofa, meremas tangannya sendiri. Dia tidak berani melihat Cayvion. Apa yang akan terjadi kalau hasilnya positif? Tentu saja positif. Dia ibunya, dia tahu persis. Tapi apa yang akan Cayvion lakukan?

​Mengambil anak-anak? Memecatnya? Menuntutnya atas penipuan?

​"Minum," sebuah tangan menyodorkan botol air mineral.

​Hara mendongak. Cayvion berdiri di depannya. Wajahnya masih kaku, tapi tidak sekeras tadi.

​"Terima kasih, Pak," Hara menerima botol itu.

​"Jangan panggil aku Bapak di depan mereka," gumam Cayvion pelan, melirik si kembar. "Mereka sudah curiga kenapa 'ayahnya' dipanggil Bapak."

​"Lalu saya panggil apa? Tuan? Baginda?" sindir Hara tanpa sadar. Stres membuatnya sarkas.

​Sudut bibir Cayvion terangkat sedikit, sangat tipis. "Kita lihat nanti. Tergantung kertas itu."

***

​Pintu laboratorium terbuka. Dokter Ryan keluar membawa map berwarna biru tua. Wajahnya serius. Dia berjalan mendekat, meletakkan map itu di meja kopi di hadapan Cayvion.

​"Ini hasilnya, Pak. Kami sudah melakukan verifikasi tiga kali untuk memastikan akurasi."

​Jantung Hara berhenti berdetak. Ruangan itu mendadak senyap. Bahkan Elia berhenti main stiker.

​Cayvion mengambil map itu. Tangannya yang besar dan kokoh membuka segelnya dengan bunyi krek yang nyaring. Dia menarik lembar kertas di dalamnya. Matanya memindai baris-baris angka dan istilah medis yang rumit, langsung menuju ke kesimpulan di bagian paling bawah.

​PROBABILITAS PATERNITAS: 99.9998%

​KESIMPULAN: CAYVION ALGER ADALAH AYAH BIOLOGIS DARI ELIO DAN ELIA.

​Cayvion menarik napas panjang, lalu menghembuskannya kasar. Dia menutup map itu, lalu melemparnya kembali ke meja. Suaranya berdebam, membuat Hara terlonjak.

​Dia menatap Hara. Tatapan itu berbeda dari sebelumnya. Tidak ada lagi kebingungan. Yang ada hanya kepemilikan yang dingin dan absolut. Tatapan seorang predator yang baru saja menemukan mangsanya.

​"Selamat, Hara," suara Cayvion rendah, membuat bulu kuduk Hara meremang. "Kau baru saja memenangkan lotre genetik."

​Hara menatap map itu, lalu ke wajah bosnya. "Pak, saya bisa jelaskan, saya tidak bermaksud—"

​"Diam," potong Cayvion. Dia melangkah maju, mengurung Hara di antara tubuhnya dan sandaran sofa. Dia mencondongkan tubuh, kedua tangannya bertumpu di sisi kiri dan kanan kepala Hara, mengunci wanita itu sepenuhnya.

​Di belakang mereka, Elio menutup mata Elia dengan tangannya. "Jangan lihat, Elia. Adegan dewasa."

​Cayvion mengabaikan anaknya. Dia menatap Hara dengan intensitas yang membakar.

​"99,9 persen. Mereka darah dagingku. Pewaris Alger Corp yang sah," bisik Cayvion tepat di depan wajah Hara. "Kau menyembunyikan aset paling berharga perusahaan ini selama empat tahun di apartemen sempit."

​"Mereka bukan aset, Pak! Mereka manusia!" Hara membalas tatapan itu dengan berani, meski tangannya gemetar.

​"Bagi dunia, mereka pewaris. Bagiku... mereka adalah tanggung jawab yang kau curi dariku," Cayvion menegakkan tubuhnya kembali, merapikan kerah kemejanya yang berantakan. Wajahnya kembali menjadi topeng CEO yang tak tersentuh.

​"Sekarang, jelaskan padaku, Nona Hara," Cayvion menunjuk pintu keluar dengan dagunya, tapi matanya tetap memaku Hara di tempat. "Kenapa aku tidak boleh menelepon pengacaraku sekarang juga, menjebloskanmu ke penjara atas tuduhan penculikan dan penipuan, lalu mengambil hak asuh si kembar sepenuhnya darimu?"

​Hara ternganga. "Bapak... Bapak mau memisahkan saya dari anak-anak saya?"

​"Anak-anak kita," koreksi Cayvion tajam. "Dan ya, aku bisa melakukannya dalam satu kali panggilan telepon. Beri aku satu alasan bagus, kenapa aku tidak boleh menghancurkan hidupmu sekarang juga."

1
Niken Dwi Handayani
Dan dimulailah hilangnya wibawa, peraturan di rumah Big bos oleh krucilnya😀😀
Savana Liora: hahahaha
total 1 replies
tia
butuh kesabaran cayvion,,,🤭
Savana Liora: kesabarannya setipis tisu bagi 10
total 1 replies
olyv
mantep twins 🤣🤣👍
Indah Wahyuni
aku suka, konfliknya ringan. ayahnya butuh benturan untuk menyadari kasih sayang ke anaknya. mungkin rasa ke ibuknya belum tapi ke anak harus. harta tidak bisa membeli waktu.
aku juga suka wanita yg tegas dia tidak ningalin suaminya. tapi memberi pelajaran suaminya.
Savana Liora: iya. makasih y
total 1 replies
tia
kapok 😄
Savana Liora: hahaha
total 1 replies
Indah Wahyuni
hari ini apa up satu kali? di tunggu kelanjutannya
Indah Wahyuni: ok, ditunggu.
total 2 replies
kalea rizuky
pergi ja tinggalin egois bgt ini laki
kalea rizuky
gemes deh
olyv
bagus hara diamin aja suami kulkas mu itu... g peka atau gimn sih cayvion.. udah tau salah, setidak nya minta maaf gitu pd anak2 mu
Savana Liora: tau tuh cayvion yak
total 1 replies
olyv
/Sob//Sob/ aahh twins sini aunty bantu peluk juga..
sukurinn kau cayvion di benci anakan mu sendiri
Savana Liora: ngeselin yak
total 1 replies
olyv
😔😔🥺🥺🥺🥺
olyv
🤣🤣🤣🤣🤣
Savana Liora: hahaha
total 2 replies
BONBON
kk, ini kamu kejar deadline kah, aku sampe bingung mau baca yg mana... satu satu Napa??😭 kebut"👍
Savana Liora: emang agak ngebut sih tayangnya karna mau ngajuin kontrak setelah bab 20. tp dari bab 21 bakalan santai kok. pagi siang malam kek minum obat.
total 2 replies
Alfi Alfi
bikin senyam senyum 🤭🤭🤭
Savana Liora: iya haha
total 1 replies
Alfi Alfi
gemesin banget ceritanya
Savana Liora: makasih kak
total 1 replies
Alfi Alfi
di tunggu thor
tia
lanjut Thor ,, cerita ny bikin gemes
Savana Liora: besok pagi terbit lg ya kk. sudah terjadwal
total 1 replies
Siti Sa'diah
keluarga koplak, yg normal itu cuma hara and thekids🤣
Savana Liora: hahaha
total 1 replies
Siti Sa'diah
gkgkgk rasakan itu tuan perfect/CoolGuy/
Savana Liora: kena mental dia
total 1 replies
olyv
nah kan tantrum si elia... papa mu payah elia g cocok bacain dongeng tidur 🤣🤣🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
Savana Liora: hahaha
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!