Update Minggu dan Rabu
Karya ini adalah misi kepenulisan dari NOVELTOON yang di adaptasi komik dengan Judul serupa, "Menantu Laki-Laki Pertama."
Qinli adalah seorang pemuda yang menikah dengan salah satu putri keluarga berada. Ia menjadi menantu tunawicara di keluarga Chu. Sayangnya selama menjadi tunawicara ia tidak bekerja dan hanya mengandalkan nafkah dari istrinya Chu Qingyin.
Sampai ahirnya karena usaha yang sangat keras selama sepuluh tahun, ia berhasil menyempurnakan ilmu tenaga dalamnya.
Mulai sejak itu ia memulai kehidupan yang baru! Mengobati penyakit aneh, dan menguji barang berharga.
Meskipun banyak wanita cantik, tetapi hanya istrinyalah yang selalu menempati urutan pertama dihati Qinli.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Haryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 24
"Maaf, aku hanya ingin lihat-lihat," ucap Qinli tak enak hati.
"Ngomong-ngomong mobil ini bisa test drive?"
Sayangnya petugas showroom itu sudah memasang muka masam sambil bersedekap dada.
"Boleh-boleh saja kalau ingin test drive, tapi harus membayar deposit di muka, jika tidak bagaimana kalau sampai kau merusak mobilnya dan tidak jadi membelinya? ditambah lagi, ini adalah mobil Baodi edisi terbatas di seluruh negeri!" ucapnya sombong.
Meski begitu, Qinli tetap bertanya dengan sopan.
"Kalau begitu aku harus membayar berapa?"
"Biasanya harus membayar satu koma delapan miliar rupiah deposit, tapi dilihat dari penampilanmu aku akan menerima seratus tiga puluh lima juta rupiah saja darimu."
"Kau meminta setengah dari total deposit yang seharusnya?" ucap Qinli seolah meragukan ucapan petugas itu.
"Benar, ini sudah termasuk standar minimum dari deposit kami."
Qinli pun tampak berfikir. Sedangkan petugas itu masih mengamatinya.
"Sudah tidak punya uang masih ingin test drive lihat saja sampai kapan kau akan berpura-pura?" batin petugas itu.
Tiba-tiba Qingyin merangkul lengan Qinli lalu berbicara pada petugas showroom itu.
"Oh, jadi kami harus berterima kasih pada Anda?"
"Karena dia tidak ingin berbisnis, lebih baik kita ke sebelah untuk melihat-lihat saja," ajak Qingyin.
"Oke."
Lalu dengan segera Qinli dan Qingyin segera pergi meninggalkan tempat itu dan menuju showroom sebelah.
"Kalian saja tidak sanggup membeli mobil disini, masih saja mau ke sebelah."
"Dan tidak bercermin pada diri sendiri dulu? memakai pakaian compang camping, bahkan pengemis pun tidak mau memakainya."
Sedangkan dua karyawan lain masih mengamati dua orang tadi, lalu segera melaporkan hal tersebut pada atasan mereka.
"Kak Ma, dua orang tadi sepertinya benar-benar ke seberang untuk membeli mobil."
"Tidak mungkin, dua orang miskin tadi benar-benar kesana?" teriaknya dalam hati.
...⚜⚜⚜...
...TOKO NIUBORGHINI...
Sementara itu, di toko ini, Qinli benar-benar disambut dan diberikan pelayanan terbaik.
"Tuan Qin, bagaimana dengan mobil ini? Niuborghini Aventador harganya delapan belas miliar rupiah, apa Anda mau mencoba mengendarainya satu putaran?"
Tiba-tiba manager showroom tadi mengikuti Qinli sampai ke showroom sekarang.
"Manager Wang, kau berani membiarkannya test drive dengan mobil itu?" ucapnya sambil berlari.
"Dua orang ini datang dari tokoku barusan, mereka saja tidak mampu membeli mobil dengan harga lebih dari dua miliar, apalagi mobil kalian ini?"
"Tidak masalah. Melayani setiap pelanggan dengan baik adalah pekerjaan utama kami," ucap Manager Wang dengan tersenyum.
"Tau darimana aku tidak mampu membelinya?" ucap Qinli lalu merogoh sakunya.
"Mobil ini tidak perlu dicoba, aku langsung beli saja. Pembayaran penuh!" seru Qinli sambil menyerahkan kartu gold miliknya.
"Baik bos, aku akan mengurusinya untuk Anda sekarang, silahkan Anda ke ruang VIP untuk menunggu dan istirahat."
Sedangkan Manager Ma kaget akan hal yang barusan terjadi di depan kedua matanya. Bahkan kedua matanya hampir keluar karena terkejut.
"Silahkan Anda berdua ke ruangan VIP dulu, kami akan segera mengurusinya untuk Anda."
Disaat Manager Wang mengajak Qinli dan Qingyin menuju ruang VIP, Manager Ma mengomel sepanjang jalan.
"Menyebalkan, tidak disangka aku memberi mereka orderan besar ini secara gratis!!"
"Oh iya, terimakasih kau sudah memberiku klien besar," ucap Manager Wang.
JLEB ... rasanya perkataannya barusan tepat menghunus jantung Manager Ma.
.
.
Malam harinya...
...⚜⚜⚜...
...ASOSIASI HUANGTU...
Ahirnya malam harinya, Qinli beserta istrinya pergi ke acara pertukaran pengusaha. Mereka datang dengan bergandeng tangan mesra.
"Istriku, baju yang kau pilihkan untukku sangat bagus!"
Dengan bergelayut manja, Qingyin menjawab pertanyaan Qinli barusan.
"Baju-bajumu sebelumnya sudah sangat kusam, sudah seharusnya punya setelan baju yang rapi."
Sayangnya bunyi ponsel Qinli menganggu.
"Ayo belajar suara anjing menggongong denganku ... GUK GUK GUK..." begitulah bunyi notif di ponsel Qinli.
Terlihat kalau Jiangran yang menelponnya. Tak enak ada istrinya di dekatnya, Qinli pun meminta ijin untuk mengangkat teleponnya terlebih dahulu.
"Aku angkat telepon dulu ya, kau tunggu sebentar disini."
"Iya."
Lalu Qinli mulai mengangkat telepon dengan pergi meninggalkan Qingyin sendirian di dalam.
"Hallo ..." ucap Qinli sambil berjalan ke arah lorong.
"Aku sekarang sedang menghadiri pertemuan pertukaran pengusaha Yangcheng, untuk apa kau kesini?"
"Kenapa aku tidak boleh pergi ke pertemuan pengusaha Yangcheng, lagi pula perekonomian Yangcheng naik karena Keluarga Jiang," teriak Jiangran tidak terima.
"Baiklah, kalau Nona Besar Jiang mau ke sini, kami di lantai atas Asosiasi Huangtu," ucap Qinli pasrah.
Ternyata pembicaraan Qinli didengar oleh Direktur Jiang.
Tap .. ia pun muncul dari balik pintu.
"Hm? Tuan Qin Anda juga datang ..."
"Eh! Direktur Jiang, bisakah kau membantuku menjemput seseorang? Aku tidak begitu familiar dengan tempat ini."
"Dimana?"
"Dia adalah Jiangran dari keluarga kalian, dia tinggal di kamar suite lantai dua Asoiasi Huangtu."
"Aku segera kesana!" ucapnya panik.
"Sejak kapan Nona Besar tiba di Yangcheng dan tinggal di hotel, kalau sampai orang rumah tahu ..."
.
.
Sementara itu, Qingyin sudah bertemu dengan mantan atasannya dulu. Sayangnya ia hanya mengejek penampilan Qingyin.
"Yo, aku menyuruhmu datang, dan kau benar-benar datang?"
"Benar-benar anjing penurut, kau kesini berpakaian begitu minim, orang kaya mana yang ingin kau rayu?"
"Ketua Liu, tolong jaga ucapanmu!"
Kali ini Qingyin masih bersabar. Sayangnya atasannya tidak terima dengan perkataan Qingyin barusan.
PLAK ...
Bukannya meminta maaf, Ketua Liu malah menampar Qingyin.
"Dasar pelacur pergi jauh-jauh, kau tidak punya hak untuk mengajariku!" gertaknya.
"Kau itu tidak pernah didisiplinkan, jangan kira kau mengundurkan diri, jadi aku tidak berani mengaturmu!"
Saat Ketua Liu memaki istrinya, Qinli datang dari arah belakang.
Tap ... Tap ... Tap ...
"Ada apa ini?"
"Kenapa dengan wajahmu."
Ketua Liu berbalik dan menatap Qinli.
"Yo, bukankah kau suami tidak bergunanya Chu Qingyin? Aku hanya membantumu mendisplinkan istrimu ..." ucapnya sambil mengupil.
"Kau menampar istriku?" tanya Qinli.
"Kenapa kalau aku menamparnya?"
Tak mau membalas perkataan wanita itu, justru Qinli memberikan hadiah bogem mentah ke wajah mantan atasan istrinya itu. Tubuh Ketua Liu sampai terhempas beberapa langkah.
BAM ... PRANG ...
"Beraninya kau memukul istriku!" gertak Qinli.
"Aa ... dia memukulku! Chu Qingyin dan suami tidak bergunanya memukulku!"
"Apa yang terjadi?" teriak suami Ketua Liu dari arah lain.
"Chen, ahirnya kau datang juga! Chu Qingyin, pelacur itu menyuruh suaminya memukulku!"
"Beraninya kau menyuruh suamimu memukul Ketua Liu, cepat minta maaf!" gertak lelaki berkepala setengah botak itu.
"Minta maaf, dia yang seharusnya meminta maaf! Dia yang mencari masalah duluan, ditambah lagi, dari awal aku sudah menanggalkan Perusahaan Tianying," Qingyin pun membela dirinya.
"Jangan kira kau hebat karena bisa membuka perusahaan baru. Perusahaan Tianying baru saja menandatangani kontrak dengan Grup Jiang, sekarang kami adalah orang Grup Jiang."
"Kalau kau berani menyinggung perasaanku, aku akan membuatmu dari Yangcheng besok."
Tiba-tiba Nona Jiangran muncul dari belakang.
"Oh, begitu ya? Lalu bagaimana dengan keributan yang kau buat disini?" teriaknya.
"Brengsek, siapa kau, beraninya mencampuri urusanku? gertak Ketua Liu.
"Karena dia adalah putri dari Grup Jiang," teriak Direktur Jiang.
"Ma ... manager Jiang, kenapa Anda disini?" ucap mereka ketakutan.
.
.
...🌹Bersambung 🌹...