NovelToon NovelToon
Ritual Gunung Kawi

Ritual Gunung Kawi

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horor / Matabatin / Tumbal / Hantu / Iblis
Popularitas:165.1k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Rahman adalah pemuda biasa yatim piatu yang sejak kecil ikut dengan Pakde nya, hingga suatu hari dia di ajak menemani pakde pergi kegunung Kawi.

di gunung itu lah dia menyaksikan hal yang sangat tidak dia duga, bahkan menjadikan trauma panjang karena dari ritual itu dia harus sering berhadapan dengan sesuatu yang mengerikan.

Untung nya Rahman punya teman bernama Arya, sehingga pemuda itu bisa membantu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22. Perdebatan

Dengan perasaan yang campur aduk tidak karuan maka Bu Kades meletakkan telur yang sudah di berikan oleh Purnama tadi di bawah ranjang, rasa hati tentu saja tidak karuan karena menurut Purnama nanti malam akan ada suara aneh di bawah ranjang itu sehingga dia harus tahan dan tidak lari ketakutan dari dalam kamar.

Bu Kades sendiri tidak tahu itu nanti bersuara seperti apa dan yang jelas dia memang harus tahan mental agar Purnama bisa mengetahui apa yang telah terjadi di rumah tersebut, sebab besok dia harus segera membawa telur itu kembali untuk ditunjukkan kepada Purnama sehingga gadis itu akan mengetahui apa yang telah di puja oleh Pak Kades.

Sebagai orang yang tidak pernah berhubungan dengan hal ghaib maka tentu saja Kades merasa sedikit ketakutan dan juga merasa ada yang tidak beres dengan tempat ini sekarang, kalau tidak menyaksikan secara langsung tapi firasat seorang istri memang tidak pernah meleset bila sudah berhubungan dengan suami.

Apa lagi Bu Kades sudah menyaksikan secara langsung apa yang telah dilakukan oleh suami dia di dalam ruang kerja tersebut, dan yang lebih parah lagi suami mengatakan bahwa itu adalah ritual untuk kemakmuran sehingga wanita ini merasa curiga bahwa sang suami telah memiliki pesugihan sejak zaman dahulu kala.

Di tambah mereka memang hidup enak dan tidak pernah merasakan sengsara sejak menikah, sudah pasti rasa curiga itu mencuat begitu saja di dalam diri wanita ini dan mereka juga tidak memiliki anak sehingga rasa curiga dan pikiran buruk mulai merambat ke mana-mana karena memang semua keanehan mulai terjadi di tempat ini.

"Bude."

"Allahu Akbar!" Bu Kades kaget karena Rahman mendadak saja muncul di belakang dia.

"Kenapa kok kaget sekali begitu?" Rahman menatap Bu Kades lurus.

"Ya kamu muncul mendadak saja, lagi pula sejak kapan kamu berani masuk kamar tanpa permisi." Bu Kades menatap Rahman heran.

"Segala sesuatu bisa berubah, tidak mesti akan selama nya seperti itu." jawab Rahman penuh misteri.

"Kamu ini ngomong apa to? ini masuk kamar juga mau apa." Bu Kades gugup karena takut ketahuan meletakkan telur di bawah ranjang.

"Aku mau minta di temani makan, Bude." pinta Rahman memelas.

"Tumben dia makan minta di temani, apa dia rindu sama Ibu nya usai di marahi Mas Parto?" batin Bu Kades.

Maka Bu Kades tidak menolak permintaan Rahman karena dia merasa bahwa mungkin saja pemuda ini sedang rindu orang tua yang sudah lama meninggal, mana tadi pagi juga sempat di marahi oleh Pakde Parto sehingga sudah pasti ada luka yang timbul di dalam hati sang keponakan.

Rahman dan Bu Kades menuju area dapur karena memang mereka akan makan di sana, Rahman duduk di meja makan dan Bu Kades mengambilkan piring serta nasi untuk keponakan dia yang sudah dia rawat sejak kecil sehingga di anggap seperti anak sendiri.

"Besok jangan bolos lagi ya, sekolah yang benar biar jadi orang berguna." nasihat Bu Kades sambil mengambil nasi.

"Nanti kalau kamu jadi orang yang gagal, maka Bude juga malu sama Ibu kamu." ujar Bu Kades lagi dengan lemah lembut.

"Sakiiiiit....

"Apa nya yang sakit?" Bu Kades menoleh karena Rahman malah merintih.

Tapi ketika Bu kades menoleh ke belakang dia sudah tidak menemukan apa-apa di sana sehingga wanita tersebut merasa kaget bukan main, padahal tadi jelas Rahman duduk di kursi meja makan tapi sekarang dia sudah tidak ada lagi di sana dan seolah Bu Kades memang hanya sendirian di dalam dapur ini.

"Rahman!"

"Man Kamu jangan main main ya." Bu Kades berteriak agak keras.

"Bude enggak mau bercanda seperti itu, kamu di mana sekarang?!" Bu Kades kembali berteriak.

"Sakiiiiitt....

"Rahman!" Bu Kades membentak karena perasaan mulai tidak enak.

"Huhuhuuuuu...leher ku sakit sekali, mereka menjerat leher ku." isak suara yang tidak di ketahui dari mana.

Karena suara yang menangis itu seolah muncul dari belakang maka perlahan Bu Kades menoleh karena dia ingin memastikan apa memang ada seseorang yang sedang mengganggu dia, namun seketika tubuh wanita ini tegang karena di belakangnya telah berdiri sosok Arman dengan wajah pucat dan bagian leher membiru serta lidah terjulur.

"Aaaaaaaaghhhh, setaaaaan!" Bu Kades histeris.

"Bude! kenapa berteriak seperti itu?" Rahman muncul karena dia memang baru pulang.

"Jangan pegang aku, kau bukan Rahman! Arman itu Arman." Bu Kades tidak mau di pegang.

"Bude ngomong apa ini?" Rahman kebingungan.

"Ada apa ini, Man?" Parto muncul karena mendengar keributan dari arah belakang rumah.

"Ini Bude mendadak saja berteriak ketakutan dan saat aku mau pegang dia menolak." Rahman panik bukan main.

"Aaaaaah setaaaaan, jangan ganggu aku kau setan!" Bu Kades menutup wajah dengan kedua tangan.

"Buk kamu kenapa to?" Parto memegang tangan sang istri.

Bruuuuk.

"Ya Allah Bude!" Rahman syok karena Bu Kades pingsan.

Parto segera menggendong tubuh kecil sang istri dan membawa dia masuk ke dalam kamar agar sang istri bisa beristirahat di dalam kamar tersebut, di baringkan dengan perlahan dan Parto sama sekali tidak mengetahui bahwa di bawah ranjang itu ada telur yang sudah di letakkan oleh Bu Kades sesuai dengan permintaan Purnama.

"Sebelum pingsan tadi Bude sempat menyebut nama Arman." Rahman menatap Pakde Parto.

"Apa maksud kamu?" Pakde Parto menatap sang keponakan.

"Sekarang katakan saja sejujurnya kepada aku tentang kematian Arman itu, pasti Pakde tahu sesuatu kan!" Rahman langsung menuduh Pakde Parto.

"Kamu ini ngomong apa sih, masa aku juga harus mengatakan tentang kematian Arman yang bunuh diri itu." Pakde Parto berkata dengan nada cuek.

"Tidak, Arman tidak mati bunuh diri." elak Rahman langsung.

"Terserah kau mau ngomong apa karena aku tidak peduli dan soal dia yang mati bunuh diri itu bukan tanggung jawab ku." tegas Parto.

"Pakde jangan bertingkah seolah tidak tahu, Arman pasti meninggal karena ritual yang Pak di lakukan di Gunung Kawi itu." Rahman langsung menuduh.

"TUTUP MULUT MU!" Parto membentak keras karena dia tidak ingin mengungkit tentang masalah itu.

"Mau sampai kapan aku harus diam tentang masalah itu, sedangkan sampai saat ini sudah ada korban yang jatuh dan Arman juga gentayangan." Rahman masih tidak mau kalah.

Namun Pakde Parto seolah tidak mendengarkan apa yang Rahman katakan karena terlihat dia sudah sangat muak kepada sang keponakan ini, Rahman masih tidak menyadari bahwa bisa saja orang tua tersebut berubah pikiran dan dia yang akan menjadi korban untuk selanjutnya.

Selamat pagi besti, jangan lupa like dan komen nya ya.

1
Bivendra
dasar maul🤣🤣🤣🤣
FiaNasa
hiiii...bau Pesing Lo azka😄😄
FiaNasa
ayo bahas babat aja semua nya
Mat Rachmadi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ρυтяσ✨
buseeeeet, sudah deg"n malahan di kagetin sama mb'Sri🤣🤣🤣🤣🤣
ρυтяσ✨
Bagas gituuuu... mana mau dia mendengar puja'an di di ghibahin 🤭🤭
Raffaza Direzky87
nah rasain itu,punya mulut makanya di jaga, baru juga selesai ngomong,langsung nggelinding itu kepala
neni nuraeni
😀😀😀 kocak
MiilaaManurung
😂😂😂😂😂😂😂
moerni🍉🍉
si azka kok yo mbok kerjain t thorr😅😅
ALVERA NA USER FACEBOOK INDONESIA 07//09//19
ya Allah babang zidan sampe keseret gegara maul😂😂
Raffaza Direzky87
Rahman mungkin,dia menangis karena merasa kesakitan
Endang Sulis
Bagaskara ternyata dari dulu sudah keren pantas menjadi panglima ular
NoviTa jungkook: selalu di tuh
total 1 replies
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
nah bagus tuh kaya Bagas langsung babet aja ...duh cinta mu Pur harus kandas untuk Bagas demi kedamaian hidup mu ...untung Bagas mengerti ya kalo tidak jadi iblis sejati kalian 🤭
Cindy
lanjut kak
Eli Rahma
keren gas..
Safitra
lanjut kak
nara
wih bagas langsung tebas kepala gendruwo tanpa ba bi bu 😄😄
NoviTa jungkook: crash aja🤣
total 1 replies
Nurr Tika
keren bagaskara
Itel A70 4/128
Sore thor
NoviTa jungkook: 🥰 🥰 🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!