NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Dua Dunia : Baby Alexie

Takdir Cinta Dua Dunia : Baby Alexie

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Yatim Piatu / Romansa Fantasi / Ibu Pengganti / Mafia / Reinkarnasi / Fantasi Wanita
Popularitas:19.7k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

Malam itu, di balik rimbun ilalang takdir seorang gadis muda yang baru saja lulus sekolah menengah atas itu berubah selamanya. Seorang wanita sekarat menitipkan seorang bayi padanya, membawanya ke dalam pusaran dunia yang penuh bahaya.

Di sisi lain, Arkana Xavier Dimitri, pewaris dingin keluarga mafia, kembali ke Indonesia untuk membalas dendam atas kematian Kakaknya dan mencari sang keponakan yang hilang saat tragedi penyerangan itu.

Dan kedua orang tua Alexei yang di nyatakan sudah tiada dalam serangan brutal itu, ternyata reinkarnasi ke dalam tubuh kucing.

Dua dunia bertabrakan, mengungkap rahasia kelam yang mengancam nyawa Baby Alexei

Bisakah Cintya dan Arkana bersatu untuk melindungi Alexei, ataukah takdir akan memisahkan mereka selamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Akal sehat Cintya kembali menyeruak, membuyarkan kabut linglung yang sempat menyesapnya. Bibirnya terasa asing, seolah baru saja mengecap sesuatu yang seharusnya tidak ia sentuh. Bukan jijik yang mendominasi, melainkan kebingungan bercampur kepanikan yang menyesakkan dada. Astaga, ini beneran terjadi? First kiss gue dirampok?! batinnya menjerit histeris, namun suaranya hanya bergema di relung hati yang paling dalam.

"Lo ... apa-apaan sih, Kak?" semburnya, meski intonasinya lebih terdengar seperti kebingungan daripada amarah. "Main nyosor tanpa permisi!" Protesnya garang. Namun ada sensasi aneh yang menggelitik di perutnya, membuatnya penasaran sekaligus kesal.

Arkana tampak tenang, nyaris tanpa ekspresi. "Izin? Gue tidak butuh formalitas seperti itu," jawabnya dingin, menusuk tepat sasaran.

Mata Cintya membulat sempurna. "Ya gak bisa gitu dong! Tetap saja harus! Enak saja main nyosor, emang gue cewek murahan? Mentang-mentang jomblo bukan berarti bisa seenaknya!" deliknya, pipinya terasa panas membara. Ia benci bagaimana pria ini membuatnya kehilangan kendali. Biasanya, ia akan memasang tembok tebal di hadapan semua pria. Kenapa sekarang jadi gugup begini?

"First kiss itu sakral tahu! Hak paten, khusus buat suami masa depan gue!" lanjutnya dengan nada tinggi, berusaha menyembunyikan kegugupan di balik benteng omelan.

"First kiss?" Arkana memastikan, seulas seringai jahil mulai bermain di bibirnya. Reaksi gadis ini sungguh menggelikan. Ada rasa bangga yang tiba-tiba menyusup di dadanya.

"Iya! First kiss!" tekan Cintya sengit. "Itu aset berharga! Nggak boleh dicuri!"

"Well, sepertinya masa depanmu sudah aku pesan," sahut Arkana datar, namun sukses membuat jantung Cintya berdebar tak karuan. Sialan! Kenapa kata-katanya selalu berhasil membuatku kehilangan fokus?

Cintya mendelik tajam. "Ogah! Nggak sudi!" tolaknya, sambil membuang muka meski dalam hati ia mengakui ada sesuatu yang bergejolak di sana.

"Tidak masalah. Penolakanmu tidak akan mengubah apa pun. Cintaku sudah cukup untuk memilikimu, jadi jangan membantah!" tegas Arkana, sengaja mendekatkan wajahnya. Aroma tubuh Cintya yang bercampur sedikit parfum mahal miliknya terasa menenangkan. "Alexie membutuhkanmu dan gue juga."

"Tapi gue enggak membutuhkanmu!" ketus Cintya, berusaha meyakinkan dirinya sendiri. Ia memasang ekspresi galak sambil berkacak pinggang, berharap bisa mengintimidasi pria di hadapannya.

Arkana justru tersenyum tipis melihat tingkahnya. "Sangat menggemaskan," bisiknya lirih, nyaris tak terdengar.

Cintya menghela napas panjang. "Sudahlah! Ayo balik ke kontrakan. Aku sudah sangat merindukan kasurku!" pintanya, berusaha mengakhiri percakapan ini sebelum ia benar-benar kehilangan kendali.

Arkana enggak menolak. "Siap, Sayang!"

"Cintya, bukan SAYANG!" koreksi Cintya, membuang muka ke jendela. Ia tidak ingin Arkana melihat rona merah yang menjalar di pipinya.

Arkana menggeleng pelan, lalu menghidupkan mesin mobil dan melaju menuju kontrakan Cintya. Keheningan kembali mencekik percakapan yang ingin sekali keluar dari bibir Cintya. Arkana fokus pada jalanan, sementara Cintya memejamkan mata, berusaha meredam gejolak dalam dirinya.

Tak lama kemudian, mobil berhenti tepat di depan kontrakan sederhana yang ditempati bersama May. Di teras yang diterangi lampu neon berwarna kuning pucat, Devano dan May sudah menunggu dengan wajah yang mencampurkan khawatir dan lega.

"Kita sudah sampai," ujar Arkana, menghentikan mobil tepat di depan kontrakan.

Cintya membuka mata perlahan. "Terima kasih," balasnya singkat tanpa menoleh. Ia masih kesal pada pria itu. Dengan cepat ia keluar dari mobil, diikuti oleh Arkana. Keduanya memasang wajah datar, berusaha bersikap biasa saja. Padahal, di dalam hati, Cintya masih berusaha menenangkan jantungnya yang berdebar seperti genderang perang.

"Kenapa kalian berdua lama banget datangnya?" tanya Devano dengan nada menyelidik, matanya menyipit sambil menatap Arkana dengan rasa curiga. "Jangan bilang kalian nyasar di jalanan? Atau jangan-jangan..." Ia sengaja menggantungkan kalimatnya, dengan tatapan yang mulai menunjukkan rasa ingin tahu dan sedikit menggoda.

"Sudah malam, kami langsung pamit. Ayo, Dev!" ajak Arkana tegas. Ia tidak suka membahas masalah pribadinya di depan orang lain.

"Ya sudah, hati-hati di jalan ya kak," ucap May dengan senyum cerianya. Ia menatap Cintya dengan tatapan penuh tanya.

Cintya hanya diam, pikirannya masih berusaha mencerna semua kejadian yang baru saja menimpanya.

Tiba-tiba, Arkana mendekatkan bibirnya ke telinga Cintya dan berbisik dengan suara rendah yang membuat bulu kuduk Cintya meremang. "Good night, I love you, pacar!" bisik Arkana lembut, lalu menjauhkan wajahnya dan tersenyum tipis sebelum berbalik dan berjalan menuju mobilnya.

"Kak Arkan ...!" teriak Cintya dengan nada kesal setelah menyadari keisengan pria itu. Ia menatap mobil Arkana yang perlahan mulai melaju menjauh dari pandangannya.

"Cintya! Lo kenapa, kesambet?" tanya May, heran melihat tingkah aneh sahabatnya.

Cintya hanya menyengir tanpa berniat menjelaskan. Dengan cepat ia menarik May masuk ke dalam kontrakan.

Di dalam kamarnya, Cintya merebahkan diri di tempat tidur. Ia menatap langit-langit kamar dengan tatapan kosong. Ciuman itu ... sentuhan bibir Arkana ... semua itu membuatnya bingung dan salah tingkah. Bayangan wajah Arkana terus menghantuinya.

Kenapa gue jadi kayak gini sih? Kenapa gue jadi mikirin cowok kuyup itu? batinnya bertanya-tanya. Biasanya, ia selalu memasang perisai baja di hadapan pria mana pun. Tapi kenapa sekarang ia merasa tertarik pada Arkana? Ada sesuatu dalam diri pria itu yang membuatnya penasaran.

Cintya menggelengkan kepalanya, berusaha menghapus semua pikiran tentang Arkana. Nggak! Gue nggak boleh suka sama tuh kulkas! Dia itu berbahaya! Gue nggak mau terlibat masalah sama dia! tegasnya pada diri sendiri. Ia harus menjauhi Arkana, demi kebaikan dirinya sendiri.

Tiba-tiba, ia teringat pada baby Al. Senyum lembut menghiasi wajahnya. Cukup Al aja yang jadi prioritas Gue tak ada yang lainnya. Dia yang paling penting dalam hidup gue sekarang, pikirnya, merasa lebih tenang. Ia akan melakukan apapun untuk Al dan memberikan yang terbaik yang ia bisa.

Dengan susah payah Cintya memejamkan matanya, berusaha untuk tidur. Namun, bayangan wajah Arkana terus menari-nari di pelupuk matanya, mengusik ketenangannya.

"Bersambung ...

 

1
Ica Arkan
keren sangat menghibur dengan alur yang tak berbelit-belit.
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
aku mampir lagi kak🤗
azela
lanjut Thor seru/Applaud//Applaud//Applaud/
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
halo kak👋
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
Halo kak aku mampir lagi 🤗
azela
lanjut kakak ceritanya sangat keren
azela
kerennnn bangat lanjut thor/Applaud//Applaud//Applaud/
azela
wah semakin seru kak lanjut/Chuckle//Chuckle//Chuckle/
azela
sangat menghibur Thor tetap semangat ya aku suka dengan alur dan karakter tokohnya/Kiss/
azela
sangat keren dan menghibur/Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Rose//Rose//Rose/
azela
Selamat kak, atas peluncuran karya barunya. aku baca awalnya sudah menarik, dan seru abis tak sabar pengen baca kelanjutannya. semangat kak.
mami syila
semangat kakak lanjutkan ditunggu up selanjutnya
riniandara: Siap kakak/Rose//Rose/
total 1 replies
mami syila
semakin menarik dan penasaran /CoolGuy//CoolGuy/
mami syila
lanjut Thor
mami syila
Deva kau cari mati hhhhh
mami syila
lanjut Thor
mami syila
kayaknya akan ada kejutan nih
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
aku mampir lagi kak 🤗
Iqlima Al Jazira
apakah cintya anak yang hilang?
mami syila
Cintya mau jawab apa ya?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!