bagaimana jika kita bertemu kembali dengan sosok laki-laki yang pernah kamu kagumi di masa lampau??
ya itu yang terjadi pada Salma, guru bahasa Inggris di salah satu SMP di kota A. dia tidak sengaja bertemu dengan seorang anak kecil di taman yang menghantarkan dia bertemu kembali dengan laki-laki yang telah menolongnya.
mungkinkah dia akan jatuh hati dengan laki-laki tersebut setelah ia pernah mengalami kegagalan di masa lalunya yang membuat ia trauma hingga saat ini ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berbicara
*****""
Happy Reading 🤗🤗🤗
Kediaman Salma
Malam minggu ini, Arin beserta keluarganya berkunjung ke rumah orang tuanya. Suaminya mendapat undangan dari kliennya yang sedang menggelar resepsi pernikahan. Suami Arin, Arvan Pramudi adalah seorang pengacara yang cukup terkenal di kota B. Arvan telah banyak memenangkan kasus yang ditanganinya sehingga banyak klien yang menggunakan jasanya. Karena kesibukan suaminya itulah yang membuat Arin keluar dari tempatnya bekerja setelah melahirkan. Padahal ia sudah memiliki jabatan, tetapi demi keluarganya ia memilih keluar apalagi setelah lahirnya anak kedua mereka.
Karena tempat resepsi satu arah dengan rumah orang tuanya, Arin dan keluarga nya mampir. Meskipun hampir tiap hari Arin mengunjungi orang tuanya, tetap kehadiran anak-anaknya menjadi penghibur buat bu Murni dan pak Handoko .
Ting......tong.......ting......tong
Bel rumah pak Handoko pun berbunyi. Selepas sholat berjamaah mereka slalu makan malam bersama.
"Biar Salma saja bu yang buka, ibu dan ayah lanjutin dulu aja makannya. "Ucap Salma kepada orangtuanya dengan menghentikan makannya.
"Ya udah, gi buka dulu nak." Jawab bu Murni
Salma berjalan menuju pintu utama dan membukanya. "Ceklek......" Eh ternyata keponakan onty yang ganteng dan cantik yang datang." Ucap Salma sambil membungkuk mensejajarkan tubuhnya dengan Adam dan Aina.
"iya dong onty, Adam kan memang ganteng." Jawab Adam dengan membanggakan dirinya.
Dan Arin,Arvan dan Salma pun hanya tersenyum gemas dengan tingkah Adam.
"Mbak sama Mas dari mana kok rapi benar pakaiannya?" tanya Salma sambil mempersilahkan mereka masuk.
"Habis dari kondangan kliennya mas mu yang satu arah dengan rumah ayah, ya udah sekalian mampir." Ucap Arin. "Ayah,ibu kemana dek ?"
"Itu di meja makan, sekalian makan malam bareng aja mbak mas."Ajak Salma. Adam, Aina yuk kita makan malam bersama, eyang kakung dan eyang putri sudah di meja makan lo. Onty juga masak ayam goreng kesukaan kalian. "
"Hore....hore, mama ayuk ke meja makan Adam ma adik mo makan sama kakung dan uti." Bujuk Adam
"Papa nggak di ajak ni...." Goda Arvan kepada anak-anaknya.
"Ayo pah, kita kemeja makan" Merekapun berjalan menuju ke meja makan dengan tangan Adam menarik tangan papanya. Sedangkan Aina, Salma dan Arin di belakang.
"Eh cucu utu yang ganteng dan cantik datang". Bu Murni berdiri dari kursinya untuk menghampiri cucu-cucunya.
"Assalamualaikum kakung, uti," ucap Adam dan Aina berbarengan dan bergantian mencium tangan kakung dan utinya.
"Walaikumsalam," Jawab bu Murni dan pak Handoko.
"Kok cucu uti ganteng dan cantik banget, baru dari mana kalian sayang ?" Tanya bu Murni dengan lembut.
"Tadi ke tempat nya teman papa uti." Jawab Adam.
"Iya bu baru dari acara nikahan klien mas Arvan, karena satu arah sekalian mampir ." Tambah Arin yang juga mencium tangan ayah ibunya bergantian dan di ikuti suaminya.
"Ya udah sekarang kalian duduk kita makan malam bersama ". Ajak Pak Handoko kepada anak dan cucunya.
Merekapun makan malam dengan tenang, terkadang juga di iringi candaan Adam dan Aina yang membuat rumah kakek nenek nya menjadi ramai. Setelah selesai makan malam, mereka berkumpul di ruang keluarga untuk bercengkrama. Aina dan Adam sedang asyik menonton chanel TV kartun kesayangan mereka. Salma membawa teh hangat dan beberapa cemilan yang ia bawa dari dapur setelah membereskan meja makan. Arin juga membantu adiknya.
"Dek.." Panggil Arin kepada adiknya.
"Ada apa mbak?" Jawab Salma yang di dengar bu Murni. Sedangkan pak Handoko dan Arvan sedang asyik membahas kasus yang pernah di tangani Arvan.
"Kata Aina, kamu lagi dekat ya ma temannya?" tanya Arin yang penasaran dengan cerita Aina. Sedangkan bu Murni menyimak obrolan putra-putrinya.
"Oh iya mbak, Itu Aira mbak namanya anaknya juga lucu seperti Aina." Jawab Salma.
"Kata Adam, kalian pernah pergi bareng waktu Adam dan Aina nginap sini ?"
"Bener mbak, kita memang pernah pergi bareng di taman. Itu karena Aira merengek dan telp Salma terus mbak. Ya udah mumpung Salma libur ya ajak Adam dan Aina sekalian."
"Kok bisa kenal dia kamu nakn?" Bu Murni pun penasaran.
"Itu lo bu, waktu Salma pulang dari ngajar Salma singgah di taman untuk menghilangkan penat. Terus nggak sengaja denger anak nangis, kan Salma penasaran jadi Salma cari sumber suaranya. Eh ternyata anak itu sedang berjongkok dan menangis. Karena nggak tega Salma dekatin dan bertanya. Setelah itu Salma anter dia mencari pengasuhnya." Salmapun menjelaskannya dengan panjang.
"Waktu kamu pulang magrib-magrib itu ?" tanya bu Murni.
"Ya bu."
"Terus kamu kok bisa tahu dia teman Aina di sekolah ?" Tanya Arin yang masih penasaran dengan adiknya.
"Mbak masih ingat nggak waktu mbak nyuruh Salma nganterin Aina ke kegiatan sekolah ?"
"Waktu Adam sakit ya ?"
"Waktu ngantar Aina dan kami sudah duduk di dalam bis, kami bertemu kembali. Dan ternyata Aina teman satu bangku Aira. Dan ternyata waktu pulang, Aira juga cerita sama omanya tentang Salma. Ya udah kami malah asyik ngobrol bersama sambil mengawasi Aina dan Aira memetik buah."
"Kok dia di anterin omanya dek, memangnya orang tuanya dimana ?"
"Kalau bundanya udah meninggal kak karena sakit sedangkan ayahnya tugas di luar jawa."
"Oh ayahnya seorang duda to."Ucap Arin dengan senyum penuh arti. "memangnya ayahnya kerja apa dek kok di luar jawa ?"
"Mas Irsyad seorang tentara mbak, jadi ya gitu di tugaskan dimana-mana." Ucap Salma yang tanpa sadar menyebut nama Irsyad.
"Eh...tunggu....tungu, kok kamu bisa tau nama ayahnya Aira yang katanya tugas di luar jawa, hayo ngaku udah ketemu ya dek sampai panggil nama mas segala,hayo....hayo.?" goda Aira kepada adiknya yang di ikuti menowel hidung mancung Salma.
"Ih apaan sih mbak," Jawab Salma dengan pipi meronanya.
"Bu..... coba lihat deh kok pipi adek jadi merona gitu.hahahahha..." ledek Arin kembali kepada adeknya. Dan bu Murni pun memperhatikan putri bontotnya.
"Sudah....sudah , kamu tu lo Rin. ngledek adikmu terus. Nanti adikmu malah tambah kayak kepiting rebus loh pipinya." Bu Murni pun ikut meledek anaknya sambil mengeluarkan tawa.
"Bener lo bu, itu pipi Salma jadi merah gitu. Jangan-jangan ada apa-apa ni...."
"Udah ah mbak sama ibu nggak asyik, Salma mo ke kamar aja biar nggak di ledek terus." pamit Salma yang berjalan naik ke kamarnya.
"Kayaknya Salma ada apa-apa dech bu sama ayahnya teman Aina." Tanya Arin kepada ibunya.
"Ibu juga nggak tahu, tapi kalau ya.... ibu juga nggak keberatan adikmu mo dekat sama siapa. Setelah kejadian itu, (bu Murni menjeda sejenak) adikmu berubah menjadi pendiam dan jarang ngobrol sama ibu. Tapi ibu tadi lihat adikmu antusias sekali waktu cerita tentang teman Aina, ada tanda bahagia di wajahnya. "Jelas bu Murni.
"Benar bu, Arin juga melihat seperti itu. Coba kapan-kapan Arin tanya sama adek bu."
"Mungkin kalau sama kamu, Adikmu lebih terbuka nak. Ibu juga merasa bersalah sama adikmu setiap hari menyuruh dia berfikir masa depannya."Ucap bu Murni sedikit sendu melihat nasib putri bungsunya.
"Arin tau maksud ibu baik, tapi ibu kan paham keadaan Salma setalah kejadian itu . Semoga ada kabar bahagia ya bu dari adek." Do'a Arin dengan harapan yang besar terhadap adiknya.
"Amin, semoga saja." Jawab bu Murni dengan antusias. "Ya Allah berikanlah kebahagiaan kepada putri bungsuku, cukup penderitaan dan kesakitan yang pernah ia alami." Do'a bu Murni di hati.
mudah2an bima berjodoh sama syakila membayar rasa penasaran pembaca thor🤣🤣🤣
baga
bahagiamu cuma ama bima😍😍