Naura, gadis enam belas tahun yang hidup bersama ayahnya setelah kehilangan sang ibu, menjalani hari-hari yang tak pernah benar-benar sepi berkat Hamka. Jarak rumah mereka hanya lima langkah, namun pertengkaran mereka seolah tak pernah berjarak.
"Tiap ketemu sebelllll..tapi nggak ketemu.. kangen " ~ Naura~
" Aku suka ribut sama kamu ..aku suka dengan berisiknya kamu..karena kalo kamu diam...aku rindu." ~ Hamka ~
Akankah kebisingan di antara mereka berubah menjadi pengakuan rasa?
Sebuah kisah cinta sederhana yang lahir dari keusilan dan kedekatan yang tak terelakkan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azumi Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hanya Simpati Antar Tetangga
Bunyi alarm dari handphone yang tergelatak di atas nakas samping tempat tidur sudah terdengar beberapa kali ,namun tidak berhasil membangunkan Naura dari mimpinya .Gadis itu masih pulas sambil memeluk guling .Entah apa yang ia impikan karena sedaritadi bibirnya menyunggingkan senyum.
Tak lama terdengar lagi suara dari handphone nya..namun nada deringnya berbeda dari alarm yang tadi .
Naura merasa terganggu dengan suara panggilan dari handphone nya yang terus saja berbunyi .
Entah siapa yang menggangunya di pagi hari seperti ini.Mimpi indahnya langsung buyar seketika .
Tangannya bergerak kesana kemari menggapai handphone yang sempat ia lempar asal.
Ini adalah panggilan yang ke sekian kalinya setelah beberapa panggilan sebelumnya ia abaikan.
" Ya..Hallo.." jawab Naura malas dengan mata yang masih setengah terpejam .Ia tak sempat melihat siapa yang menghubunginya.
" Hei ..keboooo..banguuuunn..."
Naura refkes menjauhkan handphone nya dari telinga setelah mendengar suara laki-laki yang tak asing lagi di gendang telinganya.
Seharusnya ia tak merasa aneh karena setiap Pak Hari keluar kota ,ayahnya itu pasti selalu menitip pesan pada tetangga didepan rumah supaya membangunkan Naura karena anak gadisnya memang susah untuk bangun pagi.
Mentang- mentang orang tua Naura dan Hamka sudah saling kenal sangat lama bahkan sebelum mereka lahir,jadinya mereka sudah layaknya seperti keluarga.
Biasanya Bu Tika yang selalu datang ke rumah Pak Hari untuk membangunkan gadis itu.
Namun karena Bu Tika harus pergi ke pasar jadinya putranya lah yang ia suruh untuk tugasnya pagi ini.
Mata gadis itu langsung membola setelah melihat jam di handphonenya .
" Gaswaatt...." Pekiknya langsung bangkit dan buru-buru lari kekamar mandi .
Tak butuh lama untuk siap-siap.Dengan jurus sat set Naura pun sudah siap dengan seragamnya.Gadis ini memang tak pernah berias berlebihan.Untuk wajahnya Ia hanya memakai pelembab dan suncreen saja .
Rambutnya ia cepol asal karena tak sempat sisiran yang pikirnya akan menyita banyak waktu .
Setelah mengunci pintu rumah ,Naura bergegas ke luar gerbang .Ia berjalan buru-buru sambil celingukan .
Dia berharap tetangganya itu masih belum berangkat sehingga ia bisa nebeng ke sekolah.
Lumayan kan daripada dia baik Abang ojeg.
Memang aneh gadis ini..sering sekali ribut dengan Hamka ..namun tak jarang juga dia minta bantuan pada laki-laki itu .
Dan pucuk di cinta ulam pun tiba..matanya langsung berbinar kala melihat Hamka mengeluarkan motornya .
Naura siap-siap memasang mode tak tahu malu ,
" Ngapalin Lo liat-lait gue ?" Ujar Hamka karena melihat Naura memperhatikannya di luar gerbang rumah
" Galak amat sih ..slooww dong..masih pagi lho ini ."
Hamka mendelik mendengar perkataan Naura.
Ia kesal gara-gara ibunya keukeuh menyuruhnya menunggu gadis itu .Padahal sedaritadi ia sudah siap berangkat .
" Gue nebeng ya..kalo pesan ojeg pasti lam..."
" Cepat naik..atau gue tinggal ."potongnya dengan dingin dan tatapan tajam.
Naura bergidik membayangkan perempuan yang nanti jadi pacarnya.
Mode kulkas cowok ini sangat menyebalkan sekali .
Tanpa memperdulikan sikap Hamka ,gadis itu pun langsung naik dan anteng di tempatnya.
Ia cengengesan antara malu dan tak tahu malu.
Tangannya memegang ujung jaket Hamka .Tak lama motor Hamka pun melesat membawanya.
Hanya butuh waktu lima belas menit mereka sampai di gerbang sekolah .
" Lo turun disini." Ucapnya masih bernada dingin .
Naura tak protes .ia pun turun dari motornya Hamka dengan tenang.
Ia mengerti ,laki-laki itu pasti nggak mau fans bar-bar nya tahu jika Naura berangkat bersamanya.Sekedar info ,tak banyak yang tau jika Naura dan Hamka tinggal bertetangga .Hanya Edo ,Faris dan Zordan yang tau karena mereka sering main ke rumah laki-laki itu.
" Kamsahamnida Bang Hamka ." Ujar Naura seraya menyunggingkan senyum manisnya .
Bagaimana pun tetangga yang hampir bikin ia kesal setiap hari itu sudah menyelamatkannya dari hukuman pagi ini.Karena jika ia terlambat dipastikan ia akan menggunakan kedua tangannya untuk menyikat toilet sekolah.
" Gue nggak salah denger ? Emang gebetan halu itu nggak akan cemburu Lo manggil gue Abang ? " Hamka masih anteng di motornya dan sepertinya laki-laki itu bersiap untuk pergi lagi
" Tenang aja..gue udah dapet izin special untuk hari ini ." Naura tersenyum manis .
Namun matanya memicing karena melihat motornya Hamka bergerak hendak pergi
"Lo nggak masuk ? Jangan bilang Lo mau bolos ?!" Naura merentangkan kedua tangannya dan membuat Hamka melotot ke arahnya .
" Minggir Nanaw..ngapain Lo disana ?" Hamka mematikan mesin motornya .
" Lo nggak boleh pergi..bentar lagi bel masuk!"
Naura tetap bersikeras menghalangi Hamka.
Laki-laki ini terlalu sering bolos .Apalagi ia sudah kelas dua belas .Bagaimana jika tidak lulus?.. Babe Ramli dan Bu Tika pasti akan sedih dan kecewa .
" Gue ada urusan bentar .Cepet Lo masuk sana..kecuali.. kalo Lo mau kena hukuman."
Naura mengerucutkan bibirnya .Ia tak berhasil menghalangi Hamka .
" Tapi Lo mau kemana ,Lo nggak pergi tawuran kan?" Tanyanya penasaran dengan sedikit mendekat ke arah Hamka.
" Kepo ,Lo !"
Hamka menyentil pelan kening Naura dan membuat gadis itu mengusap -ngusap keningnya .
" Eh ya..benerin rambut Lo ..jelek banget !" Ucap Hamka sebelum ia melesat pergi dengan motornya .
Naura pun segera masuk karena tak lama lagi bel akan berbunyi .
Namun sebelum ia masuk ke kelas ,Naura membelokan langkahnya menuju toilet .
"Apa dia bilang ? Gue jelek katanya ? " Naura mendengus sebal .
Tangannya sibuk menyisir rambut yang ia gerai.
Saat di rumah ia memang tak sempat merapihkan rambutnya karena buru-buru takut kesiangan .Jadinya rambutnya ia cepol asal.
Setelah memastikan rambutnya rapih ,Naura bergegas untuk kembali ke kelasnya .
Namun saat tangannya hendak membuka pintu ,tiba-tiba ia mendengar beberapa siswi masuk kesana.
" Semoga aja Pangeran Kulkas gue nggak papa ya." Ujar perempuan bernama Aqila .
" Gue denger ,lawannya kali ini anak geng motor .Gara-gara si Edo..coba aja kalo dia nggak ngajak ribut mereka." Sahut cewek satunya lagi yang bernama Vina.
Naura masih terdiam mendengarkan obrolan dua siswi itu.
Setelah mereka pergi,barulah Naura keluar
Apa maksudnya ? Si Kampret nggak ngelakuin sesuatu yang bahaya kan? Batinnya khawatir .
***
Sepulang sekolah Naura berjalan ke tempat yang biasanya menjadi tongkrongan Hamka dan teman-temannya .
Rasa cemasnya tak membuat ia fokus seharian.
Bagaimana jika putra Babe Ramli satu-satunya itu kena masalah ?
Apaaaa???...tunggu...tunggu...untuk apa gue sekhawatir ini ?
Naura mengehentikan langkahnya .Ia berpikir sejenak .
Berulang kali ia meyakinkan dirinya jika rasa khawatirnya tak lebih dari simpati antar tetangga saja.
Tak lama ia sampai di sebuah warung yang berada di dalam gang sempit yang tak jauh dari sekolahnya .
Gang itu adalah jalan altenatif yang ia lewati jika pulang sekolah jalan kaki bersama temannya.
" Kok sepi ya..nggak biasanya ." Gumam Naura pelan sambil mengedarkan pandangannya.
Gadis itu pun memutar haluan tanda menyerah.
Mending ia pulang .Mungkin saja Si Kampret juga sudah ada di rumahnya .Bodohnya ia jika itu benar.
Namun tiba-tiba ponselnya berbunyi .
" Hallo..."
" Naura..Lo Naura kan ceweknya Hamka ?Lo bisa kesini nggak? " Suara seorang laki-laki yang asing ditelinganya.
" Weiii...siapa Lo ..kok bisa tau nomer gue ? Lo ralat kata -kata Lo barusan ya ..gue bukan cewek Si Kampret ..gue hanya te-tang-ga-nya saja ." Sewot Naura tak terima dibilang pacarnya Si Hamka.
" Iya terserah deh..Gue Edo ..temennya Ham..."
" Hamka dimana sekarang ? Dia kenapa ?" Potongnya cepat.
Merasa ada yang aneh ,rasa cemasnya timbul dua kali lipat.Apa terjadi sesuatu sama Si Kampret ?
" Pokoknya Lo datang kesini dulu ,ntr gue ceritain ..Gue share lock alamatnya ." Ujar Edo langsung mematikan sambungan telponnya .
Naura segera memesan ojeg online dan segera meluncur ke alamat yang sudah Edo kirim .
Batinnya campur aduk.
Kenapa bukan Hamka yang menghubunginya ? Apa ada sesuatu yang buruk?
Dasar Kampreeeeettt !..
Awas aja Lo ..warisan Babe Ramli harus dibagi dua sama gue ! Naura percis kaya emak-emak komplek yang lagi ngomel