Jika berbicara tentang cinta itu sangat rumit. Terlebih lagi jika kita harus memilih satu di antara cinta yang ada.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuan Pratama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 23
Hari terus berganti dan sudah hampir satu bulan Lusi di rawat di rumah sakit. Dan selama itu pula Gaby sering datang untuk melihat keadaan Lusi. Sedangkan kalau malam hari Gaby meminta Lexsi atau pun yang lainnya untuk menjaga Lusi.
Hari ini karena Raw libur, Gaby mengajak Raw untuk pergi ke rumah sakit menjenguk Lusi.
Tidak di sangka sangka saat mereka datang Lusi sudah sadarkan diri.
"Bagaimana keadaan Lusi?."Tanya Gaby pada Lexsi.
"Dokter masih memeriksa Lusi di dalam."Jawab Lexsi.
Tidak berapa lama Dokter keluar dari ruangan Lusi. Kemudian Dokter itu meminta Raw untuk ikut bersama dengan Dokter untuk menjelaskan keadaan Lusi saat ini. Saat Raw pergi bersama Dokter, Gaby dan Lexsi langsung masuk ke dalam ruangan Lusi.
Saat Gaby masuk ke dalam ruangan Lusi. Gaby mendapat tatapan aneh dari Lusi.
"Lusi bagaimana perasaan kamu saat ini?."Tanya Gaby sambil memegang tangan Lusi.
Namun sedetik kemudian Lusi langsung menepis tangan Gaby. Gaby tentu saja terkejut dengan apa yang di lakukan oleh Lusi.
"Siapa kamu?."Tanya Lusi pada Gaby dengan tatapan yang tajam.
"Aku tidak kenal kamu siapa, jadi jangan bersikap seakan akan kita saling mengenal."Sambung Lusi.
Gaby terdiam dan menatap Lexsi yang berdiri di samping Gaby. Gaby pun kini hanya diam duduk di sofa sambil menunggu kedatangan Raw. Setelah beberapa menit menunggu akhirnya Raw masuk.
"Sayang bagaimana? Apa kata Dokter?."Tanya Gaby.
"Dokter bilang...."
"Raw...."Panggil Lusi saat melihat Raw.
Raw pun langsung menengok ke arah Lusi. Lusi langsung tersenyum saat Raw melihat ke arahnya.
"Kenapa Lusi mengingat kamu?."Tanya Gaby yang tidak mengerti dengan keadaan saat ini.
Raw kemudian menggenggam tangan Gaby.
"Nanti akan aku jelaskan."Ucap Raw.
Kemudian Raw pun berjalan mendekat pada Lusi dan Gaby pun ikut menghampiri Lusi di belakang Raw.
"Bagaimana perasaanmu?."Tanya Raw.
"Aku merasa sedikit tidak nyaman dengan tubuhku."Jawab Lusi.
"Oh iya, apa yang sebenarnya terjadi padaku? Apakah aku terluka begitu parah saat menjalankan misi kita di Itali?."Sambung Lusi yang bertanya pada Raw.
"Ya, tapi semuanya baik baik saja. Sekarang sebaiknya kamu istirahat agar cepat pulih."Ucap Raw.
"Baiklah, tapi Raw kamu akan menemaniku di sini bukan?."Tanya Lusi.
"Lexsi yang akan menemani kamu."Jawab Raw.
"Lexsi? Siapa Lexsi dan siapa dia?."Tanya Lusi.
"Lexsi adalah anak buah Nona Dira. Dia di tugaskan untuk menjagamu selama di rumah sakit."Jelas Raw.
"Lalu kamu mau kemana? Dan siapa wanita itu?."Tanya Lusi sambil menatap Gaby.
"Kamu tidak menghianati aku bukan Raw."Sambung Lusi.
"Tidak perlu banyak tanya sekarang kamu istirahat saja."Ucap Raw.
Setelah itu Raw langsung mengajak Gaby keluar. Sedangkan Gaby hanya diam saja sambil berjalan mengikuti Raw dari belakang. Raw yang melihat Gaby diam saja, Raw tahu kalau saat ini pasti ada begitu banyak pertanyaan yang ingin Gaby tanyakan padanya.
"Duduklah."Ucap Raw sambil menuntun Gaby untuk duduk.
"Apa yang ingin kamu tanyakan?."Tanya Raw.
"Aku ingin tahu semuanya entah itu tentang keadaan Lusi dan masa lalu kamu dan Lusi."Jawab Gaby.
"Baiklah akan aku katakan."Ucap Raw.
"Mengenai keadaan Lusi, Lusi mengalami amnesia beberapa tahu belakangan. Jadi Lusi tidak mengingat masa yang telah dia lalui tujuh tahun terakhir. Dan Lusi ingatan yang di ingat Lusi adalah tahun di mana kami mendapatkan misi dari Tuan Herman di Itali. Dan saat itu memang Lusi terluka cukup parah tapi setelah mendapat penanganan dia baik baik saja."Jelas Raw.
"Dan mengenai hubungan antara aku dan Lusi. kamu tidak ada hubungan apa pun. Kami memang sering berlatih bersama dan mendapat misi bersama, dan karena itu kami cukup dekat. Tapi pada saat di Itali aku pernah mendapat hukuman dari Ziko karena kalah dalam sebuah permainan, saat itu Ziko memintaku untuk mengatakan (Aku ingin menikah dan hidup bahagia bersamamu) pada seorang wanita. Pada saat itu aku memilih mengatakan itu pada Lusi karena aku pikir Lusi tahu kalau aku tidak serius dengan apa yang aku katakan. Tapi tidak di sangka ternyata Lusi menganggapnya serius."Jelas Raw sambil menatap wajah Gaby.
"Lalu apa yang terjadi selanjutnya?."Tanya Gaby.
"Setelah itu Lusi bertanya padaku kapan pernikahan itu akan di langsungkan. Dan pada saat itu aku langsung meminta maaf pada Lusi kalau yang aku katakan waktu itu hanyalah sebuah hukuman dari Ziko. Dan aku juga katakan padanya kalau Lusi sudah seperti adikku sendiri."Ucap Raw.
"Setelah itu hubungan kita baik baik saja seperti sebelumnya. Dan Lusi juga mengatakan kalau sebenarnya dia tahu dan dia pun bercanda soal pertanyaan pernikahan itu."Sambung Raw.
Gaby diam sejenak dan memikirkan cerita yang di katakan oleh Raw. Dari yang Gaby pahami sepertinya Lusi benar benar menganggap serius perkataan Raw dan sepertinya Lusi menyukai Raw.
"Kenapa kamu diam saja?."Tanya Raw.
"Sayang, apakah selama ini kamu tidak melihat gerak gerik Lusi yang aneh saat bersama dengan mu?."Tanya Gaby.
"Apa kamu tidak merasa perhatian yang lebih dari Lusi? Apakah tidak merasakan sesuatu?."Sambung Gaby.
"Tidak. Aku tidak pernah merasa ada sesuatu yang aneh dari Lusi."Jawab Raw.
"Ini masih kecurigaan diriku saja. Tapi sepertinya Lusi menyukaimu."Ucap Gaby.
"Menyukaiku? Tapi rasanya tidak mungkin."Saut Raw.
"Tidak ada yang tidak mungkin, apalagi sudah lama sekali kalian bersama sama. Berlatih, menjalankan misi dan tinggal di tempat yang sama. Jadi tidak ada kata tidak mungkin kalau Lusi menyukai kamu."Ucap Gaby.
"Kalau pun memang dia menyukaiku, aku tidak perduli sama sekali. Karena yang aku sukai dan aku cintai hanyalah kamu."Ucap Raw sambil menatap mata Gaby.
Kemudian Raw dan Gaby pun berpelukan. Meskipun Gaby tahu dan yakin kalau Raw hanya menyukai dan mencintainya, tapi sepertinya Gaby harus berhati hati saat ini. Karena entah mengapa Gaby merasa ada sesuatu yang aneh dan perasaannya pun tidak enak.
Tapi untuk sementara Gaby hanya akan melihat dan memperhatikan semuanya. Apalagi saat ini Lusi baru saja sadar setelah mengalami kecelakaan.
"Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang?."Tanya Gaby.
"Aku tidak tahu. Tapi Dokter memberi saran untuk tidak membuat Lusi syok atau pun berpikir keras sementara waktu ini."Jawab Raw.
"Baiklah kalau begitu."Ucap Gaby.
"Untuk sementara waktu aku akan bersabar."Ucap Gaby.
"Bersabar?."
"Iya bersabar. Kamu lihat sendiri bukan kalau Lusi hanya mengingatmu dan sepertinya ingatannya terhenti saat setelah kamu melamarnya."Jelas Gaby.
kisah ardian dan gaby
Dan hal itu sudah diingatkan bukan?