NovelToon NovelToon
Pura Pura Buta

Pura Pura Buta

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Nikahkontrak / Poligami / Tamat
Popularitas:33.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Nafsienaff

Demi membongkar perselingkuhan istrinya Marfel chandra seorang pengusaha kaya raya terpaksa harus bersandiwara dengan pura pura buta.

Namun siapa sangka istrinya Ariana chandra justru mengenalkanya dengan seorang gadis kampung bernama Laura yang harus di nikahi oleh marfel dengan alasan agar bisa merawat marfel dengan baik.

Laura lusiana datang dan dengan kebesaran hatinya mau di nikahkan dengan marfel demi kesembuhan nenek tercintanya tanpa mengharapkan apapun termasuk cinta.

Seiring berjalanya waktu marfelpun berlahan mulai bisa melupakan rasa kecewa juga sakit hatinya pada ariana berkat kehadiran laura di sampingnya. Hingga akhirnya marfel melupakan misi utamanya berpura pura buta dan terus melanjutkanya demi laura. Istri kecilnya.


Musim ke 2
Cinta berhasil membuat Marfel sadar bahwa tidak seharusnya Marfel terus menghindar dari masa lalu. Dan Trio kembarnya adalah jendela untuk Marfel berdamai dengan masa lalu yang sempat membuatnya terluka dan kecewa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nafsienaff, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 23

Laura menelan ludahnya begitu membuka pintu kamarnya. Di depanya berdiri sosok cantik ariana dengan pakaian tidur super tipisnya.

“Mana marfel?”

Ariana bertanya dengan gaya angkuhnya. Tanganya bersedekap di bawah dada menatap laura yang mengenakan piyama motif bunga sakura dengan remeh. Ariana merasa dirinya lebih segalanya dari laura.

“Eemm.. Tuan ada nyonya. Sebentar saya panggilkan.”

Laura langsung masuk kembali ke dalam kamarnya kemudian mendekat pada marfel dengan wajah sendu.

“Siapa laura?” Tanya marfel dengan terus memandang lurus ke depan.

Laura menghela napas. Entahlah, laura merasa sangat tidak suka jika ariana bersama marfel. Padahal laura berulang kali mewanti wanti dirinya sendiri untuk tidak keterlaluan dan berharap yang tidak mungkin.

“Nyonya ariana tuan. Dia mencari tuan.” Jawab laura dengan wajah sendu.

Marfel mengeryit. Ariana mencarinya.

“Untuk apa lagi dia mencariku?” Batinya bertanya tanya.

Laura meraih lengan marfel dan membantu marfel bangkit dari duduknya. Dengan pelan laura menuntun marfel menuju pintu kamar mereka dimana ariana sedang menunggunya.

“Marfel..”

Ariana tersenyum merasa senang ketika melihat sosok tampan suaminya. Ariana sungguh sangat merindukan sosok hebat suaminya. Sosok yang selalu memperlakukanya dengan penuh cinta dan kasih sayang.

“Ariana.. Ada apa?”

Marfel bertanya dengan wajah datar tanpa ekspresi. Sedang laura, gadis itu hanya bisa diam di antara marfel dan ariana.

“Aku kangen kamu..” Jawab ariana mengambil alih lengan kekar marfel dan mendorong pelan bahu laura agar menjauh dari marfel.

Marfel yang melihat perlakuan istri pertamanya itu mengeryit. Ariana begitu kasar pada laura yang sudah mau membantunya mengurus semua keperluan marfel.

Marfel menelan ludahnya. Tangan kananya mengepal erat melihat perlakuan ariana pada laura. Marfel benar benar tidak suka ada orang yang memperlakukan istri kecilnya tidak baik.

“Kita ke kamar yah.. Ada yang mau aku bicarain sama kamu..” Senyum ariana menatap dari samping wajah tampan marfel.

Marfel menghela napas pelan. Marfel menurut saja saat ariana menuntunya menuju kamar. Meskipun sebenarnya marfel merasa sangat berat meninggalkan laura sendirian.

Laura merasakan sesuatu memenuhi dadanya. Rasanya sangat sesak sampai membuat laura sedikit kesusahan saat bernapas. Dan lagi laura merasakan kedua matanya memanas.

“Apa apaan kamu laura.. Jangan membiarkan perasaan aneh itu menguasai kamu. Kamu bukan siapa siapa di rumah ini. Kamu hanya pengasuh tuan marfel.”

Laura menarik napasnya dalam dalam kemudian menghembuskanya berlahan. Laura menatap punggung marfel yang semakin jauh darinya sesaat, kemudian laura berbalik untuk masuk kembali ke dalam kamarnya. Laura memilih untuk beristirahat karna pekerjaanya mengurus marfel besok akan kembali menguasainya.

Sementara marfel, pria itu terus berdiri di depan kamar ariana. Marfel enggan beranjak dari tempatnya.

Marfel menatap ranjang berukuran king zise yang pernah menjadi tempat penyatuan cintanya dan ariana. Ranjang itu adalah saksi betapa kuatnya cinta mereka berdua saat itu. Betapa manisnya hubungan mereka. Marfel bahkan masih sangat mengingat bagaimana obrolan manisnya dan ariana tentang masa depan sebelum mereka sama sama menutup mata menyelami alam mimpi.

Marfel menghela napas. Semua itu sudah berlalu. Ariana menghianatinya. Ariana tidak setia padanya. Ariana menduakan cinta sucinya.

“Marfel.. Kenapa kamu terus berdiri di depan pintu. Kemari sayang.. Ini kamar kita..”

Marfel melengos. Ingin sekali marfel keluar dari kamar penuh cerita manisnya dengan ariana. Kamar yang membuat seluruh tubuhnya merasa gerah sampai akhirnya merasa tidak betah.

Ariana yang melihat itu hanya bisa menghela napas. Ariana sebenarnya penasaran dan ingin sekali bertanya tentang malam itu. Ariana yakin marfel melihatnya dengan david, tapi entah kenapa sampai sekarang marfel bahkan tidak pernah menyinggung tentang masalah itu.

Ariana melangkah mendekat pada marfel dan berdiri tepat di depan pria tampan itu. Ariana tersenyum. Wajah suaminya selalu tampan dan mempesona.

Pelan pelan ariana mengangkat tanganya dan mendaratkanya dengan lembut di pipi tirus marfel. Ariana juga mendaratkan satu tanganya di bahu tegap marfel sembari mengelusnya lembut.

“Model rambut kamu bagus. Kamu terlihat semakin tampan suamiku.” Bisik ariana tepat di wajah marfel.

Marfel tersenyum. Marfel tau ariana sedang mencoba menggodanya. Kalau saja ariana setia padanya mungkin marfel akan langsung tergoda. Mungkin juga marfel akan langsung memeluk erat tubuh ramping istrinya itu. Tapi sayang. Ariana tidak setia dan itu berhasil membunuh semua keindahan itu.

“Ya. Laura yang memilihkan modelnya. Seleranya bagus bukan?”

Senyuman di bibir ariana langsung sirna seketika.

“Kamu ke salon dengan laura?” Tanyanya dengan nada tidak suka.

Mendengar nada pertanyaan ariana marfel tersenyum.

“Tentu saja, Dengan siapa lagi? Memangnya kamu ada waktu untuk mengurusku?”

Pertanyaan balik marfel membuat ariana tidak bisa berkutik. Ariana memang selalu sibuk di luar sana. Sibuk mengurusi bisnis kulinernya juga bertemu dengan teman temanya.

“Kamu tau sendiri aku sibuk fel. Makanya aku menyuruh kamu menikah dengan dia supaya ada yang mengurus kamu dengan baik.”

Marfel menyingkirkan tangan ariana yang masih betah mengusap pipi dan bahu tegapnya. Godaan ariana sudah tidak mempan padanya.

“Aku kangen sama kamu fel..”

Seperti wanita yang tidak punya malu setelah marfel menyingkirkan tanganya ariana justru memeluk erat tubuh marfel. Ariana juga mencium dada bidang marfel berharap marfel luluh padanya malam ini.

“Tentang anak.. Aku sudah memikirkanya. Dan aku mau..” Lirih ariana.

Marfel memejamkan kedua matanya merasakan eratnya pelukan ariana. Marfel masih merasakan getaran itu. Tapi marfel tidak mau menuruti keinginanya. Terlebih hatinya juga menolak untuk itu.

“Ariana maaf.. Aku sudah tidak memikirkan tentang itu. Aku pria yang buta.. Aku sudah tidak sempurna..”

Mendengar itu ariana langsung melepaskan pelukanya. Ariana mendongak menatap tidak percaya pada marfel yang terus saja membuang pandanganya ke arah lain.

“Apa karna gadis itu?” Tanyanya tidak percaya.

“Namanya laura lusiana. Dia istriku ariana.” Tekan marfel.

“Aku tidak perduli.” Sergah ariana cepat.

Marfel tersenyum. Ariana memang keras kepala.

“Marfel. Aku menyuruh dia menikah dengan kamu hanya untuk mengurus kamu. Jadi derajatnya disini sama seperti dengan pembantu yang lainya. Jangan berlebihan menganggapnya.”

Rahang marfel mengeras mendengar ucapan menghina ariana yang di jelas di tujukan pada laura.

“Jaga mulut kamu ariana. Laura adalah amanah tuhan untukku. Dia bukan pembantu. Dan laura adalah istriku. Istri sahku.”

“Lalu bagaimana denganku? Bukankah aku juga amanah tuhan untuk kamu jaga? Bukankah aku juga istri kamu?”

Marfel tertawa mendengar serentet pertanyaan ariana. Wajah ariana seperti ingin menangis saat mengatakanya. Tapi marfel sudah tidak bisa lagi percaya padanya. Ariana sudah menyia nyiakan kepercayaan yang marfel berikan dengan berselingkuh di belakang marfel.

“Kamu memang istriku. Kamu juga wanita yang membuat aku mengerti tentang cinta.”

Jeda sejenak. Marfel berusaha meredam emosinya. Marfel tidak ingin menyakiti fisik ariana.

“Tapi ariana, kamu juga wanita yang sudah menghancurkan semuanya.”

1
223
sukaaa
223
sukaa
evita19
udah baca sejauh ini blm ada tindakan yg pasti dari pura pura buta nya
Retno Palupi
Luar biasa
Retno Palupi
yg cari wanita lain kan kamu sendiri? kenapa jd g rela?
Zur Thoib
ceritanya bagus Thor..... semangat 💪
Zur Thoib
Kecewa
Zur Thoib
Buruk
Rhaniie
Luar biasa
Bang Ken
sangat sangat sangat menyentuh
Rosnaeni Ros
cerita nya bosankn / kurang greget
Rosnaeni Ros
ihh laura ny trllu munafik
Siti Nurlelah
kok aku jadi gereget sendiri sih?
si Ariana itu selingkuh kenapa gak terciduk coba. malah seperti tidak terjadi apa2.
harusnya si Jo itu selidiki setiap ariyana selingkuh dan rekam juga perbuatannya buat bukti.
Abis itu ya gimana kek si Marfel bertindak tegas gitu loh.
ceraikan sekaligus penjarain si David karna nidurin istri org🤦
plis deh Thor yg tegas gitu loh ceritanya jgn di situ2 mulu
Nur Lela
❤️❤️❤️❤️
Dewiefatmawati Istri Mohamad Kuswantoro
lha si david jg go*lok...udh tau noh ariana cinta mati m lakinya...elu cuma dimanfaatin doang...sadarrr
Dewiefatmawati Istri Mohamad Kuswantoro
lah si marvelnya jg gitu..udh ditantang ariana cere gc dikabulin...toh bukti" jg udh kuat...aneh
Hijrah Dwi Rahayu
kembar 3 knp ngk sc ya, resiko banget yak
Mami Ani Aryani
nana koq goblok banget sih..
mosok daffa pria yg hampir sempurna koq bisa bisanya di tolak jd menantu..
trus, yg mo dijodohin sm klara cowok yg sperti apa.
Mami Ani Aryani
😂😂😂😂😂😂😂
Mami Ani Aryani
laura, sosok ibu yg hebat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!