NovelToon NovelToon
Bule Kepincut Gadis Pohon

Bule Kepincut Gadis Pohon

Status: tamat
Genre:Romansa / CEO / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:73.2k
Nilai: 5
Nama Author: Indira MR

Seminggu menjelang hari bahagianya, dunia Jamila runtuh seketika. Di sebuah gubuk tua di tepi sawah, ia menyaksikan pengkhianatan paling menyakitkan: Arjuna tunangannya, justru bermesraan dengan Salina, sepupu Jamila sendiri. Sebagai gadis yatim piatu yang terbiasa hidup prihatin bersama kakaknya, Jamal, serta sang kakek-nenek, Engkong Abdul Malik dan Nyai Umi Yati, Jamila memilih tidak tenggelam dalam tangis.
​Jamila mengalihkan rasa sakitnya dengan bekerja lebih keras. Dengan kulit hitam manisnya yang eksotis dan kepribadian yang pantang menyerah, ia mencari nafkah melalui cara yang tak lazim: live streaming di TikTok. Bukan sekadar menyapa penonton, Jamila melakukan aksi nekat memanjat berbagai pohon mulai dari jambu hingga durian sambil bercengkerama dengan para followers nya
​Awalnya hanya kagum pada keberanian Jamila, Daren, pemuda tampan dari Eropa perlahan jatuh cinta pada ketulusan Jamila, dan berniat melamarnya, apakah Jamila menerima atau tidak ya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indira MR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18. Dilema Daren

​Langkah Daren terhenti tepat di depan pintu jet pribadinya. Perkataan Sakura dan tarikan kuat di lengannya oleh Jerry membuat logika bisnisnya yang hampir mati suri mendadak berdenyut kembali.

​"Ren, one day! Just give me one day for this meeting!" bisik Jerry dengan nada mendesak. (Ren, satu hari saja! Beri aku waktu satu hari saja untuk pertemuan ini)

"Kalau kamu hancurin proyek ini sekarang, you won't have the capital buat beli seluruh sawah Sukamaju kayak yang kamu omongin kemarin!"

​Daren menggeram, menyesali fakta bahwa ia masih memiliki tanggung jawab profesional. Akhirnya, dengan hati berat, ia berbalik.

"Satu hari, Jer. After that, I don't care if Munich sinks!"

(Satu hari saja, Jer. Setelah itu, aku tidak peduli kalau Munich tenggelam!)

​Sakura berusaha menahan langkah Daren tepat di depan pintu boarding gate.

Tangannya yang gemetar mencengkeram lengan jas hitam pria itu, seolah takut jika dilepas, seluruh hidup yang selama ini ia bangun bersama Daren akan ikut terbang meninggalkannya.

​“Daren, please listen to me ( Diaren, tolong dengarkan aku)" kata suara Sakura bergetar, tak lagi dingin seperti biasanya.

“Kamu boleh kembali setelah pertemuan penting ini. Just one day. Satu hari demi proyek Munich. For everything we’ve built together.”

(Kamu boleh kembali setelah pertemuan penting ini. Hanya satu hari. Satu hari untuk proyek Munich. Demi semua yang sudah kita bangun bersama.)

​Jerry ikut maju, napasnya tersengal-sengal. Keringat dingin membasahi pelipisnya meski udara bandara sangat sejuk.

​“Ren… look at me,” ucap Jerry pelan tapi tegas.

“Ini bukan rapat receh. The lead investor from Zurich is coming personally. Kalau kamu nggak hadir, proyek integrasi sistem itu bisa runtuh. You can go to Sukamaju… but not now. Don’t ruin your future over a momentary heartbreak!”

(Tapi tidak sekarang. Jangan hancurkan masa depanmu hanya karena patah hati sesaat!)

​Daren terdiam. Tangannya masih menggenggam boarding pass, tapi jemarinya mulai mengendur. Dalam kepalanya, wajah Jamila terus berkelebat senyum sederhana, aroma lumpur sawah, suara tegas tapi jujur. Namun di sisi lain, ada gedung-gedung tinggi Munich dan tanggung jawab ribuan karyawan di pundaknya.

​Ia menghela napas panjang. Sangat berat.

​“Fine,” katanya akhirnya dengan suara rendah.

“One meeting. After that, I’m leaving for Sukamaju. No more excuses!”

(Satu pertemuan. Setelah itu, aku akan pergi ke Sukamaju. Tidak ada lagi alasan!)

​Sakura menutup mulutnya, menahan napas lega yang nyaris berubah jadi tangis. Jerry langsung mengangguk cepat.

​“Thank you, Ren. Trust me, you won’t regret this,” ujar Jerry meyakinkan.

(“Terima kasih, Ren. Percayalah padaku, kamu tidak akan menyesal.)

​Namun Daren tak menjawab. Pandangannya kosong, seakan jiwanya sudah terbang mendahului raganya menuju sebuah desa bernama Sukamaju.

Di ruang rapat lantai 50 yang dikelilingi kaca transparan, para petinggi otomotif Jerman sedang memaparkan data integrasi sistem. Daren duduk di kursi utama, tapi pikirannya berada ribuan kilometer jauhnya.

Di balik tablet yang seharusnya berisi data statistik Artificial Intelligence, Daren justru membuka aplikasi kamera tersembunyi yang diam-diam dipasang Jerry atas perintah rahasianya, Live Stream Area Rumah Engkong Malik.

​Kamera tersebut dipasang di pohon nangka besar di seberang jalan, memberikan sudut pandang high-definition ke arah kebun belakang Engkong.​Mata Daren yang semula sayu karena kantuk tiba-tiba melotot. Di layar tabletnya, tampak pemandangan yang membuat suhu tubuhnya naik melampaui titik didih.

​Di sana, di bawah sinar matahari Sukamaju yang terik, Jamila sedang memanjat pohon kedondong dengan lincahnya. celana kulotnya tersangkut di dahan, sementara kakinya yang jenjang menumpu pada batang pohon. Di bawahnya, berdiri Harun Dubai yang sibuk menengadahkan sarungnya untuk menangkap buah yang dilempar Jamila.

​Tak hanya Harun, ada Kayla dan Cintya yang tertawa-tawa sambil mengunyah garam cabai.

"Aduh, Jamila! Hati-hati, habibati! Nanti kalau jatuh, abang Harun yang sakit hatinya!" seru Harun di layar, suaranya terdengar samar namun jelas melalui mikrofon sensitif yang dipasang Daren.

​Jamila tertawa renyah,

"Berisik kamu, Bang Run! Tangkap nih yang gede!"

​Daren yang sedang berada di tengah presentasi investor tiba-tiba menggebrak meja.

BRAK!

​Seluruh petinggi Jerman itu tersentak. Sakura yang sedang menjelaskan grafik keuntungan langsung terdiam pucat.

​"Mr. Daren? Is there a problem with the quarterly projections?" tanya seorang investor dengan dahi berkerut

(Tuan Daren? Apakah ada masalah dengan proyek kuartalan?)

"Projections? Look at that guy!" geram Daren menunjuk layar tabletnya (yang untungnya tidak terlihat oleh mereka).(“Proyek, Lihat orang itu dulu!”)

"Dia bahkan nggak bisa pegang sarung dengan benar! Beraninya dia ketawa bareng Jamila!" gumam Daren di hati. ​

"Daren!" Jerry menyikut rusuk Daren hingga bosnya itu tersadar.

​"Maksud saya... proyek ini... harus sekuat pohon!" Daren berimprovisasi dengan wajah merah padam.

"Lanjutkan!"Selama rapat berlangsung, Daren seperti cacing kepanasan. Ia melihat Harun Dubai mulai beraksi lebih jauh.

Harun mengeluarkan sapu tangan dari sakunya dan mencoba mengelap keringat di dahi Jamila saat gadis itu turun dari pohon.

​"Sialan! Berani-beraninya dia menyentuh wilayah ku !" bisik Daren penuh amarah.

Baginya, melihat Jamila tertawa bersama Harun Dubai lebih menyakitkan daripada kehilangan seluruh sahamnya di bursa efek. Ia melihat Kayla dan Cintya mulai menggoda Jamila.

"Mil, si Daren di Jerman apa kabar? Katanya dia kirim kalung berlian ya? Kok dibalikin?" tanya Kayla sambil mengupas kedondong.

​Jamila menghela napas, duduk di lincak bambu. Cintya mengulek sambal kacang buat rujak kedondong.

Mila membantu mengupas timun,nanas, dan jambu air.

"Engkong nggak setuju, Kay. Lagian, buat apa kalung berlian di kampung? Mending Harun Dubai tiap hari bawain singkong rebus kata Engkong,Harun Dubai udah disunat."

​Mendengar itu, Daren hampir meledakkan kepalanya sendiri.

"Singkong rebus?! Aku bisa beliin pabrik singkongnya sekalian kalau dia mau!" teriak Daren dalam hati

" What does sunat mean? "

Daren kembali menatap layar live stream. Di sana, Jamila sedang mengulek sambal rujak dengan santai, mengabaikan fakta bahwa di belahan bumi lain, seorang CEO sedang mengalami krisis identitas.

​“Jerry, come here! Fast!” (Jerry, kesini sekarang) bisik Daren dengan nada mendesak, memberi kode agar asistennya itu mendekat.

​Jerry membungkuk, berbisik di telinga Daren. “What is it, Ren? Investor Zurich lagi nunggu jawaban kamu soal risk management!”

(Ada apa, Ren? Investor dari Zurich masih menunggu jawabanmu soal manajemen risiko!)

​“Forget the risk management!” (Lupakan manajemen risiko!) Daren memutar tabletnya ke arah Jerry.

“Look at this. What is Sunat? Google bilang ini soal surgical removal… Wait, (Lihat ini. Apa itu sunat? Google bilang ini tentang pengangkatan secara bedah… Tunggu)

Harun Dubai sudah melakukannya? Kenapa ini jadi syarat untuk dapetin Jamila? Is this some kind of membership?!” ((Ini semacam membership atau apa sih?)

Jerry menutup mulutnya, menahan tawa sekuat tenaga sampai bahunya berguncang.

“Ren, keep your voice down! (pelankan suaramu)Itu bukan membership. Di Indonesia, itu bukti kedewasaan dan syarat sah secara religi. Basically, if you want Jamila, you must be circumcised!” ( Jika kamu menginginkan Jamila , kamu harus di sunat).

​Daren tertegun. Ia melirik layar lagi. Harun Dubai sedang pamer otot sambil mengupas singkong rebus di depan Jamila.

​“So, you're telling me… aku kalah dari Harun cuma karena selembar kulit?” geram Daren.

“Unbelievable!” (Tidak bisa dipercaya)

Sakura, yang sedari tadi memperhatikan gelagat aneh Daren, mulai curiga.

“Daren, focus! The investors are waiting!” (Daren Fokus, para inverstor sedang menunggu)

Sementara itu di Sukamaju, Jamila menyuapkan potongan nanas ke mulutnya.

“Aaaaa... pedes banget sambalnya, Kay!”

​“Pedesan mana sama lihat Daren sama Sakura di Jerman sana?” goda Cintya sambil tertawa.

​Jamila terdiam sejenak, menatap ke arah jalanan desa yang sepi.

“Daren itu orang kota, Cint. Dia nggak bakal sanggup hidup di sini. Apalagi Engkong maunya yang sudah sunat dan bisa ngaji. Si Daren mah, denger suara bedug aja mungkin dia kira alarm kebakaran.”

​Harun Dubai yang duduk di sebelah mereka langsung membusungkan dada.

“Betul itu, Neng Mila! Abang Harun sudah bersertifikat sunat sejak kelas 5 SD!”

Setelah rapat penuh ketegangan itu berakhir, Sakura menghampiri Daren di ruang pribadinya. Lampu temaram memantulkan bayangan dingin di wajahnya.

Di hadapan Daren, layar ponsel masih menampilkan live streaming Sukamaju.

Jamila tertawa kecil di bawah pohon, dikelilingi wajah-wajah yang terlalu akrab.

“Look at her, Daren,” ucap Sakura lembut, nyaris berbisik. Ia mencoba menyentuh bahu pria itu.

“She’s happy there. Without you. Without all this luxury.”

(Dia bahagia di sana. Tanpamu. Tanpa semua kemewahan ini.)

Daren tak menoleh.

“She went back to her simple world,” (Dia memilih kembali ke dunianya yang sederhana.)”lanjut Sakura, suaranya tenang tapi menusuk.

“With people who understand how to climb trees, not how to run a multinational company.”

(Bersama orang-orang yang mengerti cara memanjat pohon, bukan cara menjalankan perusahaan multinasional)

Daren menepis tangan Sakura. Matanya berkilat tajam.

“You’re wrong, Sakura,” katanya dingin.

“Dia bahagia because she thinks aku sudah menyerah”

Ia berdiri, kembali merapikan jasnya, kali ini dengan gerakan mantap.

“But she doesn’t know,” lanjutnya rendah,

“kalau aku belum menyerah. Not even close.”

Daren mematikan layar ponselnya.

“She’ll see,” (Dia akan lihat)"ucapnya pelan tapi penuh tekad.

“I’ll come back. And when I do, she’ll know I’m serious.”

(Aku pasti akan kembali. Dan ketika itu terjadi, dia akan tahu kalau aku benar-benar serius.)

”Daren berdiri, merapikan jasnya yang kusut.

“Meeting’s over, right?” (Rapat sudah sekesaikan ) katanya dingin. Ia menoleh ke Jerry.

“Jer, prepare the jet. Now.” (Jer, Siapkan jet sekarang)

Jerry refleks menggeleng.

“But Ren, it’s already late in Munich.”

“I don’t care,” potong Daren tegas.

“I need to be there before Harun Dubai even thinks about proposing to Jamila with boiled cassava.” (Aku harus sampai di sana sebelum Harun Dubai itu sempat berpikir untuk melamar Jamila hanya dengan singkong rebus.)

"Hurry up Jerry! Jangan sampai Jamila dilamar pakai singkong rebus. I'm coming!" seru Daren tak sabar, meninggalkan Sakura di ruang rapat.

Daren lagi mimpin rapat

Bersambung

1
mama Al
cucok meong dah 🤣🤣🤣
Zanahhan226
nah, gitu kan enak..
gk ada musuhan lgi..
Zanahhan226
tanda tanda keknya nih
Zanahhan226
itu bukan cinta, hanya perasaan saja..
yg selalu ada pasti memberi kenyamanan dibanding yg bertepuk sebelah tangan..
Zanahhan226
kecil" udh tau sad boy aja nih
wkwkk
ceuceu
Mana lanjtan nya thor?
Rensᴛ⑅⃝ˢ🐈
Mangats selalu buat author, maapp bgt jarang mampir krna sibuk revisi🙏🙏
Indira Mr: kalo gak pindah novel nya ke platform lain, soalnya aku fans novel Devanna, hanya orang cerdas yg ngerti ini bacaan bagus.. 😂..maaf narsis kumat 😂😂😂
total 3 replies
Rensᴛ⑅⃝ˢ🐈
Tonjok sekalian tu perempuan, biar mewakili hati aku ya. wkwk 🤣
Rensᴛ⑅⃝ˢ🐈
Iman kamu lgsg diuji sedemikian rupa Darennn
Rensᴛ⑅⃝ˢ🐈
sok soan kau Jer, awas aja hasilnya anu, kubungkus juga kaau🤭
Rensᴛ⑅⃝ˢ🐈
Wah tuduhannya gak kaleng2 😄
ceuceu
Yah kok tamat thor?
ceritanya seru banget/Good//Good//Good/
ceuceu
Ya Allah ngebayangin si anak yg dapet angapo zonk/Frown/
ceuceu
Alhamdulillah selamat jerry kayla semoga samawa/Heart/
ceuceu
Suka banget bab jerry sakura dapat hidayah/Heart//Rose/
ceuceu
kasihan jamal kisah cintanya selalu rumit,disatu sisi engkong setuju dgn mohana,tapi jamal sukanya sama sakura.
terserah author aj deh yg atur jodoh jamal/Grin/
ceuceu
Salin nyebelin tapi penyelamat
ceuceu
Jgn ngedepanin emosi cintya,akhirnya bakal menyesal nanti.
Wednesday
si Mila Badas mah
Indira Mr: thank you kak 💓💓💓
total 1 replies
ceuceu
Harusnya di sunat setelah mualaf,bukan krn mau nikah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!