Andini wulandari mempunyai mata yang indah dengan warna kecoklatan. Datang ke ibukota untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Kedatanganya ke ibu kota membuat hidupnya berubah saat pertemuan tidak sengajanya dibandara dengan seorang pria bernama Bima. Bima mulai jatuh cinta kepadanya saat pandangan pertama tetapi ada hal lain yang Andini tidak ketahui tentang Bima. Hal lain apakah itu? Bagaimana kisah selanjutnya? silahkan membaca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elvani Rosita Dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 24
Sepulang kantor Bisma singgah disebuah pusat perbelanjaan. Andini melihat keluar jendela mobil bertanya dalam hati apa yang akan dilakukan Bisma.
"Ayo turun." Bisma berdiri disamping mobil membukakan Andini pintu mobil.
"Mau apa pak?"
"Belanja, temani aku nanti malam ke acara pertunangan temanku."
"Aku pak?" Andini menunjuk dirinya.
"Ayolah Andini berhenti bercanda denganku." Bisma menarik tangan Andini keluar dari mobil.
Bisma berjalan masih mengenggam erat tangan Andini menuju sebuah butik yang ada dalam pusat perbelanjaan tersebut. Sesampainya disana Bisma disambut ramah oleh pelayan butik, sepertinya dia sering datang ketempat ini. Andini berdiri disamping Bisma dengan sebuah lingkaran yang erat berada ditubuhnya. Bisma sangat romantis kala itu, beberapa karyawan ada yang saling berbisik karena melihat Andini bersama Bisma.
"Berikan yang terbaik, malam ini akan ada party!" Seru Bisma kepada seorang pelayan butik wanita.
"Percayakan kepadaku pak Bisma. Ayo Ny.Bisma ikuti aku." Panggilnya, Bisma melepaskan pelukannya dan duduk disebuah sofa. Andini berjalan mengikuti pelayan toko tersebut untuk melihat koleksi pakaian yang ada didalam toko.
"Ny. Bisma silahkan duduk disini. Aku akan menunggu membawakan beberapa koleksi terbaru dari butik kami."
"Andini!" Perintah Andini agar pelayan toko memanggil namanya saja. Panggilan Ny.Bisma seperti membuat telinganya merasa risih.
"Ha?" Pelayan toko malah kebengongan kepada Andini.
"Panggil aku Andini." Seraya tersenyum kepada pelayan toko.
"Oh iya, aku rasa Ny. Bisma lebih anggun terdengar hehehe." Kata pelayan itu tertawa kepada Andini. "Baiklah non Andini aku akan mengambil koleksi baju." Timpalnya kembali.
"Itu pacar baru Tn. Bisma? Menurutku dia sangat sederhana. Tapi dia terlihat sangat manis bagiku. Kalau mba Sarah cantik sih tapi gayanya itu loh suka semena-mena kalau datang kesini." Terdengar suara dari balik pakaian yang tergantung. Jelas sekali mereka sedang membandingkan Andini dengan Sarah.
"Sama, aku juga, aku kaget banget setelah melihat Tn. Bisma membawa wanita lain ketempat ini. Beruntung dia, andai itu aku." Sahut pelayan toko yang lain.
Andini hanya mendengar perbincangan mereka tanpa menyela atau risih sekalipun. Tak lama berselang dua orang pelayan toko membawakan beberapa koleksi terbaru yang ada di dalam toko mereka. Mereka mulai memperlihatkan satu persatu baju kepada Andini dan Bisma berjalan ke arah Andini ikut memperhatikan koleksi yang diperlihatkan.
"Jadi dari semuanya non Andini mau pilih yang mana?" Tanya seorang pelayan toko setelah berbicara panjang lebar menjelaskan jenis dan bahan baju yang mereka perlihatkan.
Bukannya menjawab Andini hanya melihat ke arah Bisma. Bisma sepertinya bisa menangkap arti dari tatapan Andini.
"Aku beli semuanya!" Bisma bersuara.
"Apa? Bukan itu maksudku pa.." Kata-katanya terpotong karena Bisma langsung menciumnya dikening dihadapan pelayan toko. Mereka hampir histeris dengan sikap romantis Bisma sedangkan Andini hanya bisa pasrah. Bisma mendekatkan wajahnya ketelinga Andini.
"Berhenti memanggilku dengan sebutan 'pak' dihadapan orang!" Bisik Bisma dengan lingkaran full berada dalam tubuh Andini.
"Oh Tuhan aku benci situasi seperti ini." Batin Andini.
"Dia istriku, cantikkan?" Bisma melanjutkan kata-katanya. Salah satu pelayan toko bahkan menjatuhkan pakaian dari tangannya karena terkejut.
"Iya pak sangat cantik." Jawab pelayan toko tersebut.
"Habislah harapan kita untuk menjadi calon istri Tn.Bisma." Pelayan toko yang ada disampingnya keceplosan berbicara. "Maaf Tn. Bisma aku hanya bercanda." Wajahnya terlihat memerah menahan malu.
Setelah membayar dikasir Bisma menenteng belanjaan ditangannya sedangkan satu tangannya merangkul Andini berjalan. Bisma juga memberikan tip kepada pelayan toko, mereka begitu gembira dengan melihat kepergian Bisma didepan toko tersebut.
Sesampainya dirumah mereka menunaikan sholat magrib bersama dan Bisma menjadi imamnya. Setelah sholat Andini meraih tangan Bisma lalu mencium punggung tangannya tanpa Bisma harus memerintahnya lagi. Bisma meraih kepala Andini lalu mencium keningnya.
"Aku akan berganti pakaian dikamar ini. Kamu berhias dikamar tamu karena aku sudah mendatangkan perias profesional kerumah ini." Ucap Bisma.
"Apakah itu perlu pak? Kita kan hanya menghadiri acara pertunangan teman anda."
"Aku akan menunggumu sayang." Balas Bisma seraya tersenyum. Andini hanya tersenyum simpul dengan sebutan 'sayang' dari Bisma.
Sayang? Terserah padamu pak Bisma...
Bisma duduk diruang tamu sesekali melihat jam ditangannya nampak sangat gelisah menunggu Andini keluar dari kamarnya. Pakaian hitam menjadi pilihan Bisma saat ini, dengan setelan jas dengan warna sepatu dan celana yang senada. Rambutnya selalu rapi dengan disisir ke bagian belakang membuatnya tidak pernah terlihat kurang sedikitpun.
Saat dia berdiri karena tidak sabar menantikan Andini, Andini keluar dari kamar menuju ruang tamu dengan menggunakan dress berwarna golden yang terurai panjang terlihat sangat angun. Rambutnya terurai panjang dengan sedikit bergelombang pada bagian bawahnya. Sebuah kalung dan anting tambah mempercantik penampilannya malam ini. Bisma ternganga menatap Andini hingga membuat Andini menjadi salah tingkah.
"Sangat cantik." Batin Bisma.
Mereka menaiki mobil, Bisma tak henti-hentinya melirik ke arah Andini yang ada disampingnya. Bisma meraih tangan Andini lalu menciumnya, Andini hanya membiarkan Bisma melakukannya.
Sesampainya di sebuah hotel Bisma melepaskan dasinya.
"Anda mau apa pak?" tanya Andini.
"Maaf aku akan melakukan ini." Bisma menutup mata Andini dengan dasi yang ia kenakan.
Andini tidak mengerti apa yang akan dilakukan Bisma tetapi tidak ada bantahan darinya. Bisma berjalan secara perlahan sambil memegang Andini masuk kedalam hotel. Semuanya tenang, tidak terdengar suara dari tamu undangan yang lain.
"Pak?" Panggil Andini mulai merasa ketakutan.
"Hemm." Bisma menyahut.
"Apa sudah boleh aku membuka tutup mataku?"
"Sedikit lagi sayang."Jawab Bisma. Lima menit Andini menunggu akhirnya Bisma melepaskan dasi yang menutup mata Andini.
Andini membuka matanya tetapi semuanya gelap terlihat, lampu ruangan tersebut dimatikan. Andini memanggil Bisma tetapi tak ada sahutan dan tiba-tiba lampu dinyalakan. Andini terkejut begitu banyaknya orang ada didalam ruangan yang sangat besar itu, dia berdiri paling depan dan Bisma berjongkok dihadapannya.
"Maukah kamu menjadi istriku?" Sebuah cincin Bisma perlihatkan dihadapan Andini sambil berjongkok.
Andini belum menjawabnya, matanya terus menatap semua tamu undangan. Hampir semua karyawan kantor hadir dalam ruangan tersebut, bi Marni juga hadir bersama kedua asisten rumah tangga baru. Orang tuanya sedang melambaikan tangan beserta adik perempuannya. Andini seakan tidak percaya dengan apa yang dilihat malam ini. Sejak kapan Bisma mempersiapkan ini semua.
"Andini... mau kan kamu menjadi istriku?" Bisma mengulangi kata-katanya. Semua tamu undangan ikut menantikan jawaban dari mulut Andini.
Jadi semua ini untukku? Aku bukan menghadiri pesta pertunangan temannya? Mengapa pak Bisma melakukan ini untukku?
"Andini maukah kamu menjadi istriku?" Pertanyaan ketiga Bisma ucapkan dihadapan semua orang. Andini masih belum mengeluarkan sepatah katapun dari mulutnya.
"Maaf pak.." Andini terhenti bicara. Bisma terlihat lesu dihadapan semua orang. Para tamu undangan juga ikut sedih mendengar perkataan Andini, orang tua Andini terlihat sangat kecewa diantara semua para tamu undangan.
"Andini?" Panggil Bisma sekali lagi.
"Maaf pak." Jawabannya.
Bisma menutup cincinnya lalu berdiri dihadapan Andini dengan wajah kecewa.
momen yg sudah lama di tunggu oleh Bisma...
rajin ibadah tp tidak tahu aturan agama terhadap pernikahan.
lucu sekali kau Andini
baru nyaho kmu, nt bisma 😅