NovelToon NovelToon
RAZE CROMWEL: Kebangkitan Sang Raja Penyihir!

RAZE CROMWEL: Kebangkitan Sang Raja Penyihir!

Status: sedang berlangsung
Genre:Kebangkitan pecundang / Kelahiran kembali menjadi kuat / Pemain Terhebat / Action / Pusaka Ajaib / Mengubah Takdir
Popularitas:390
Nilai: 5
Nama Author: Ganendra

Raze Cromwell menjalani hidup yang penuh penderitaan. Pola asuh yang kejam memaksanya berubah menjadi pribadi yang dingin dan keras. Demi bertahan hidup, ia rela melakukan apa pun, hingga akhirnya dikenal sebagai Dark Magus, gelar yang hanya dimiliki oleh penyihir terkuat.

“Segala sesuatu di dunia ini telah diambil dariku. Maka aku akan mengambil kembali segalanya dari dunia ini.”

Ketakutan akan kekuatannya membuat Lima Magus Tertinggi bersatu untuk melenyapkannya. Saat berada di ambang kematian, Raze mengaktifkan satu mantra terlarang terakhir. Alih-alih mati, ia terlempar ke dunia lain, sebuah dunia para seniman bela diri, tempat orang dapat menghancurkan gunung dengan satu pukulan.
Namun, di dunia baru ini, sihir masih ada…
dan Raze adalah satu-satunya orang yang mengetahuinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ganendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

4. Sang Magus Telah Kembali!

Dilihat dari rasa tubuh ini, usianya masih muda. Remaja akhir atau awal dua puluhan, sulit pastinya tanpa cermin. Tubuh yang sehat, lincah, jauh dari tubuh tua yang sudah sekarat seperti tubuhnya kemarin.

'Aku sempat ragu dengan buku tua itu, tapi ternyata berhasil,' gumamnya dalam hati, sudut bibirnya sedikit terangkat.

'Syukurlah aku masih muda. Bayangkan kalau harus kembali ke tubuh tua lagi, atau lebih buruk, tubuh orang yang sudah lumpuh di tempat tidur.'

Kegembiraannya langsung redup saat ia benar-benar melihat sekeliling. Ruangan kecil ini lebih mirip gubuk darurat di bawah tanah. Lantai kayu sudah lapuk dimakan air, dinding batu ditumbuhi jamur hijau kehitaman. Meja kayu kasar di tengah ruangan, dengan mangkuk-mangkuk berisi makanan yang sudah setengah dimakan, kini dingin dan berjamur sedikit. Bau amis darah bercampur dengan aroma sup yang sudah basi.

''Pengalaman pertama di tubuh baru ini... Benar-benar sial.''

Raze memindai ruangan perlahan, mencoba menyusun kejadian. Di sudut, tiga tubuh lain tergeletak. Seorang pria dewasa dengan leher teriris dalam. Seorang wanita yang dada nya berlumur darah dari tusukan. Dan seorang remaja laki-laki, mungkin sedikit lebih muda dari tubuh yang ia tempati sekarang, dengan mata terbuka lebar dalam kematian.

'Mereka tewas saat sedang makan malam?' kata Raze pelan pada dirinya sendiri.

Yang ia maksud dengan "mereka" adalah keluarga dari tubuh baru ini. Kenangan yang mengalir tadi menunjukkan itu dengan jelas. Ayah, ibu, dan adik laki-laki. Sekilas kesedihan muncul di dada Raze, seperti ada yang menusuk pelan. Ia langsung menekannya dalam-dalam. ''Tunggu, tenanglah... mereka bukan keluargaku. Bukan urusanku...'' gumamku.

"Mereka dibunuh. Kemungkinan besar oleh pembunuh berpakaian hitam yang sama yang mencoba membunuhku tadi. Tapi kenapa?"

Kenangan baru itu masih terfragmentasi. Ia ingat nama-nama mereka, wajah mereka saat tertawa, tapi tidak ingat detail kehidupan sehari-hari.

Ia mengangkat kepalan tangan kanannya, menatap tajam ke depan. Fokus. Ia menggali dalam-dalam, mencoba menyalurkan sihir gelap yang sudah menjadi bagian darinya selama puluhan tahun. Pembuluh darah di pelipisnya menyembul, wajahnya memerah karena usaha, tapi.... tidak ada apa-apa. Tidak ada hembusan energi hitam, tidak ada getaran di udara.

Ia mencoba lagi, lebih dalam, menggali hingga ke inti jiwa. Beberapa saat berlalu dalam diam, hanya suara napasnya sendiri yang terdengar.

Lalu, tiba-tiba.... bunyi klik kecil terdengar di dalam tubuhnya. Seperti ada kunci yang terbuka, atau pintu kecil yang akhirnya longgar.

'Sekarang masuk akal,' pikir Raze sambil tersenyum tipis. 'Kenapa sihirku tersendat tadi saat melawan pembunuh itu.

Tubuh ini bukan tubuh penyihir. Inti sihirnya terkunci, mungkin karena usia muda atau karena bukan darah magus sejati. Tapi klik tadi.... Itu berarti aku mulai membukanya. Perlahan, sihirku akan kembali.'

Karena anak ini belum punya inti mana sama sekali. Dark Magus yang kembali ini juga belum memilih atribut apa pun.

Pada awalnya, Raze merasa kecewa berat. Tubuh tanpa inti mana berarti dia kehilangan semua sihir yang sudah susah payah dibangun selama puluhan tahun. Menjadi penyihir bintang sembilan, kekuatan yang membuat namanya ditakuti di seluruh benua, lenyap begitu saja dalam sekejap. Seolah hidupnya diatur ulang ke titik nol, kembali menjadi anak kecil yang tak berdaya.

Tapi semakin ia memikirkannya, perasaan itu berubah. Wajahnya yang tadinya muram perlahan menyeringai. 'Ini bukan kutukan.... Ini berkah yang langka," kata Raze dengan desahan pendek.

Seandainya ia merebut tubuh penyihir lain yang sudah punya inti mana, atribut bawaan orang itu pasti sudah tertanam kuat. Di kehidupan sebelumnya, Raze punya afinitas alami terhadap sihir angin. Itu membuatnya cepat menguasai mantra-mantra hembusan, levitasi, dan badai. Tapi saat ia mulai tergila-gila pada Atribut Gelap, sihir terlarang yang hanya segelintir orang berani sentuh, afinitas angin itu justru menjadi penghalang.

Ia satu-satunya penyihir bintang sembilan yang mengkhususkan diri sepenuhnya pada ilmu Hitam, sehingga dunia memberinya julukan Magus Kegelapan. Tapi ia tahu, di lubuk hati, itu bukan puncak sejati. Selalu ada celah, selalu ada batas yang tak bisa ia tembus karena darah angin yang mengalir di nadinya.

Sekarang, dengan tubuh polos ini, semuanya bersih. Tak ada afinitas bawaan yang mengikat. Ia bisa membentuk inti mana sesuai kehendaknya sendiri, tanpa gangguan masa lalu.

Pandangannya beralih ke tubuh pembunuh berpakaian hitam yang sudah dingin di sampingnya. Darah masih mengalir pelan dari luka-luka tusuk, menggenang di lantai tanah yang keras.

Raze tersenyum lebar, giginya terlihat putih samar di kegelapan ruangan. Ia duduk bersila di lantai yang dingin dan berdebu, tanpa peduli noda darah yang mulai merembes ke celananya. Dengan hati-hati, ia menggunakan darah dari luka di telapak tangannya sendiri untuk menggambar lingkaran sihir kecil di sekeliling tubuhnya. Garis-garisnya presisi, simbol kuno yang hanya segelintir orang di dunia ini pahami.

Selama ribuan tahun, orang-orang percaya bahwa afinitas seseorang terhadap elemen adalah takdir mutlak. Saat seorang penyihir pertama kali membentuk inti mana, pusat kekuatannya, inti itu akan bercahaya sesuai warna afinitas alami mereka. Merah untuk api, biru untuk air, hijau untuk tanah, putih untuk angin.

Tapi seiring sejarah berjalan, para penyihir jenius menemukan cara untuk memengaruhi proses itu, selama inti belum terbentuk. Makan makanan pedas ekstrem bisa membangkitkan api. Loncat dari tebing tinggi bisa memicu angin. Minum air laut dalam-dalam bisa menarik elemen air.

Untuk Atribut Gelap yang paling misterius dan ditakuti, caranya jauh lebih gelap.

Pembunuhan.

Darah yang tertumpah dengan tangan sendiri. Nyawa yang diambil atas kehendak pribadi. Itu pintu masuk menuju kegelapan sejati.

"HAHAHA!"

Tawa Raze meledak di ruangan bawah tanah yang sunyi. Suaranya menggema di dinding batu, liar dan tanpa beban, hampir gila. Tawa yang sudah lama tak ia keluarkan, sejak masa-masa awal ia memeluk kegelapan.

"Apakah ini rancangan alam semesta sendiri? Seolah kosmos mengatur segalanya agar aku kembali ke jalan ini!"

Ia menatap lingkaran darah yang sudah selesai. Simbol-simbolnya mulai berpendar samar, merah gelap seperti bara yang tertutup abu. Di sekitarnya, empat mayat tergeletak diam. Ayah, ibu, adik, dan pembunuh yang gagal membunuhnya.

Empat nyawa yang sudah hilang malam ini. Dan satu lagi yang akan ia ambil dengan tangan sendiri, nyawa pembunuh itu yang sebenarnya sudah mati, tapi darahnya masih hangat, cukup untuk ritual.

Raze menutup mata. Napasnya dalam dan tenang. Ia merasakan udara di ruangan menjadi lebih berat, lebih pekat, seperti ada bayangan yang mulai merayap di sudut-sudut gelap.

Klik kecil tadi hanyalah permulaan. Kini, ia akan membentuk inti mana yang benar-benar miliknya.

Dengan sentuhan terakhir pada lingkaran sihir yang digambar darah, Raze menarik napas panjang dan dalam. Konsentrasinya semakin pekat, hingga dunia di sekitarnya seolah menghilang.

Energi di udara mulai bergerak. Awalnya hanya getaran halus, seperti hembusan angin dingin yang tak terlihat. Lalu semakin jelas, bayangan hitam kecil menari di sudut-sudut ruangan, berputar lamban mengelilingi tubuhnya. Energi itu perlahan terserap ke dalam kulitnya, mengalir melalui pembuluh darah, menuju pusat dada.

Di sana, dekat jantungnya, ia merasakan sesuatu yang sangat kecil mulai bergerak. Seperti butiran debu yang berkumpul menjadi pasir, lalu menjadi kerikil. Bola kekuatan mungil itu menggeliat pelan, hangat pada awalnya, lalu semakin dingin, semakin pekat.

Raze tetap diam, mata tertutup rapat. Napasnya teratur, tubuhnya tak bergerak sama sekali. Jam demi jam berlalu dalam kesunyian mutlak. Hanya suara tetesan air dari celah dinding yang sesekali terdengar, dan hembusan napasnya yang pelan.

Proses itu mencapai puncaknya saat langit di luar mulai gelap menuju fajar. Di dalam dada Raze, bola energi itu akhirnya mengembun sepenuhnya.

Matanya terbuka perlahan.

Cahaya samar dari celah atas memantul di pupilnya, tapi kini ada kilau baru di dalamnya. Kilau gelap yang dalam, penuh kemenangan dan janji balas dendam.

Raze tersenyum tipis. Suaranya keluar pelan, serak karena lama tak bicara, tapi penuh keyakinan yang tak tergoyahkan.

"Akhirnya....Sang Magus Kegelapan.... telah kembali!!"

****

1
Kholi Nudin
lanjutt gas!
Wisma Rizqi
mantap thorr.. gas lanjut!
Wisma Rizqi
wih mantap😄
Wisma Rizqi
buku baru . CIAYOOO THOR💪
vian16
yang ini jangan gantung Kaya buku pertama ya🤭
Wisma Rizqi: udah update tuh barusan
total 1 replies
Kholi Nudin
Sehari jangan cuma 3 bab tor. pelit amat
vian16
Wah baru lagi thor💪 gas upload
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!