Alvonso adalah seorang Mafia dan juga CEO terkenal dingin dan kejam. Sangat tampan digilai banyak wanita tapi Alvonso tidak pernah tertarik terhadap wanita manapun.
Laras seorang mahasiswi tingkat akhir, cerdas, cantik dan baik hati.
Laras bersama teman - temannya mengadakan acara perpisahan di hotel di kota Surabaya. Akibat ulah teman kampusnya Laras bertemu dengan Alvonso dan kehilangan apa yang dijaganya selama ini
Suatu ketika mereka dipertemukan kembali tapi berdua tidak mengenalnya sampai pada suatu saat 3 anak kembarnya di culik terbukalah rahasia yang disimpan Laras selama ini
Apakah Alvonso dan Laras bisa bersatu atau masing - masing sudah menikah dengan pasangannya.
Simak novel ke 2 saya. Terima kasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayuk Triatmaja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Panggilan Untuk Daddy
Karena tidak ada perlawanan Alvonsopun menarik tangan Laras dan membentur dada Alvonso kemudian mencium kembali.
" I Love You bisik Alvonso, sudah lama aku mencarimu sangat sulit aku menemukanmu." bisik Alvonso
Alvonso mencium dengan lembut semakin lama menjadi *******, tangan Alvonso pun mulai meremas gunung kembar milik Laras. Laras sangat terhanyut permainan Alvonso hingga suara handphone Laras berbunyi menghentikan aktifitas mereka.
Alvonso cemberut ketika menikmati terganggu dengan telp Laras. Laras hanya tersenyum dan mengambil tasnya dan melihat siapa yang menghubunginya. Ternyata Clarisa sahabatnya.
" Hallo Cla." jawab Laras
" Ada dimana? anak - anak mencarimu?." tanya Clarisa
" Ada diruangan rawat inap vvip." jawab Laras
" Ok, kami kesana." jawab Clarisa
" Ok aku tunggu." jawab Laras
tut tut tut tut tut
Telephone pun terputus Laras memasukkan kembali ke dalam tasnya.
" Mas, Alvian dan Alviana akan datang Mas mau bertemu dengannya." tanya Laras
" Tentu saja." jawab Alvonso
kring kring kring
Handphone Alvonso berbunyi dan meminta ijin keluar ruangan karena yang menelephone ibunya. Alvonso ingin menjaga perasaan Laras. Laras pun hana menganggukkan kepala.
Alvonsopun keluar ruangan untuk menerima telephone sedangkan Laras duduk di sebelah ranjang Alvonso kecil.
ceklek
Laras menatap pintu keluarlah Alvian, Alviana beserta dua sahabatnya.
Laras meminta Clarisa dan Maria pulang untuk istirahat karena hari sudah sore. Begitu juga 2 anak kembarnya.
" Cla, Mar dan 2 Al kalian pulang dan istirahat kalian pasti lelah biar saya yang akan menjaga Alvonso." ucap Laras
" Tidak Mommy kami akan ikut menjaga kakak." jawab sikembar serempak.
" Kami juga La biar kami ikut juga menjaganya." jawab Clarisa dan Maria.
" Tidak, biarlah 2 Al yang ikut menemaniku. Alvian dan Alvian bisa tidur di ranjang yang kosong dekat kakaknya, biar aku nanti tidur di sofa. Ruangan buat istirahat kurang yang ada nanti kalian berdua sakit." jelas Laras
" Malam kalian datanglah bawa baju sikembar dan juga bajuku." sambung Laras ke Clarisa dan Maria.
" Alvian dan Alviana sudah makan?" tanya Laras
" Sudah Mom." jawab Alvian dan Alviana
" Anak - anak Mommy memang pintar." puji Laras
" Kalau begitu kami pulang deh La, badanku juga sebenarnya lelah hehehe." jawab Clarisa
" Aku juga." sambung Maria
" Tuhkan benar, kalian istirahatlah hati - hati." ucap Laras
" Kamu juga hati - hati, bye." ucap Laras
" Bye." balas Clarisa dan Maria.
Mereka berdua Clarisa dan Maria keluar dari ruangan untuk pulang kerumah karena badan nya terasa lengket ingin mandi dan juga ingin istirahat.
" Alvian dan Alviana kalian berdua istirahat di ranjang itu, Mommy pergi ke kamar mandi sebentar kalian berdua jagain kakak Alvonso ya?" pinta Laras
" Ok Mom." jawab Alvian dan Alviana.
Laras masuk ke kamar mandi karena ada panggilan alam.
ceklek
Pintu terbuka muncullah Alvonso dan masuk ke dalam kemudian menutup pintu ruangannya.
" Paman." panggil kembar serempak
" Jangan panggil paman panggillah Daddy." pinta Alvonso
" Apakah boleh?" tanya Alvian dan Alviana bersamaan
" Boleh sayang, kalian kan anak - anak Daddy." jawab Alvonso sambil tersenyum.
Alvonso berlulut untuk mensejajarkan ke dua anak kembar dan merentangkan tangannya 2 kembar berlari dan memeluk Alvoso dan Alvonsopun memeluk mereka dan menciumnya kemudian menggendong mereka berdua.
" Uh... anak daddy tambah berat saja nih." ucap Alvonso
" Iya Daddy masakan Mommy enak." jawab Alvian
" Masakan Mommy memang enak?" jawab Alvonso tanpa sadar
" Daddy pernah bertemu dengan Mommy?" tanya Alvian terkejut
" Pernah." jawab Alvonso singkat
" Daddy jahat." ucap Alviana mau menangis
" Jahat kenapa sayang?" tanya Alvonso sambil memeluk Alviana yang ingin menangis
" Kenapa Daddy tidak mengajak kami?" tanya Alviana
" Maaf sayang, Daddy waktu itu ketemu Mommy dan bilang sama Mommy mau bikin kejutan buat kalian." ucap Alvonso berbohong
" Kejutan apa Dad?" tanya Alvian
" Ada deh nanti kalau kakak kalian Alvonso sudah sembuh Daddy dan Mommy akan kasih tahu kejutannya apa." ucap Alvonso
" Benar Dad?" tanya Alvian
" Iya benar." ucap Alvonso
ceklek
Pintu kamar mandi terbuka muncullah Laras, Laras memandang mereka bertiga, Laras sangat terharu.
" Mommy, kami senang punya Daddy." ucap Alvian dan Alviana bersamaan.
" Iya sayang, Alvian dan Alviana tidur dulu ya sayang kalian pasti lelah." jawab Laras lembut
" Baiklah Mom." jawab Alvian
" Daddy, temani kami tidur, kami sangat ingin tidur dipeluk Daddy." pinta Alviana
" Ok." jawab Alvonso
Alvonsopun tidur di tengah - tengah kanan Alvian dan sebelah kiri Alviana anak - anaknya memeluk Daddy dengan erat seperti takut ditinggalkan. Tidak berapa lama merekapun tidur dengan pulasnya. Tangan kanan dan kirinya sebagai bantalan kepala Alvian dan Alviana.
" La.. " lirih Alvonso
" Ada apa Mas?" tanya Laras
" Tangan Mas kanan dan kiri kram minta tolong donk hehehe...."
Laras secara perlahan - lahan melepaskan pelukan Alvian dan mengangkat kepalanya menggunakan bantal. Kemudian mengelus tangan Alvonso untuk menghilangkan rasa kram. Alvonsopun melepaskan pelukan Alviana dan memindahkan Alviana ke bantal.
dah banyak yg cerita seperti ini tpi Lum ada yg menjelaskannya
bahkan bukanya lewat darah bisa lebih cepat dripada rambut