NovelToon NovelToon
Dibalik Tumpukan Digit

Dibalik Tumpukan Digit

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:407
Nilai: 5
Nama Author: Syintia Nur Andriani

Judul: Di Balik Tumpukan Digit
Deskripsi:
Pernikahan Arini dan Reihan yang dulunya penuh hangat dan tawa kini mendingin di dalam sebuah rumah mewah yang megah namun terasa hampa. Terjebak dalam ambisi mengejar status dan kekayaan, Reihan perlahan berubah menjadi orang asing yang hanya mengenal angka dan prestasi kerja. Di tengah kemewahan yang melimpah, Arini justru merasa miskin akan kasih sayang. Novel ini mengisahkan perjuangan seorang istri yang berusaha meruntuhkan tembok "kesibukan" suaminya, menagih janji pelukan yang hilang, dan membuktikan bahwa dalam sebuah pernikahan, kehadiran lebih berharga daripada sekadar kemakmuran materi. Sebuah drama domestik yang menyentuh tentang titik jenuh, kesepian di tengah keramaian, dan upaya menemukan kembali detak cinta yang sempat mati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syintia Nur Andriani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19: Retak yang Tak Terbelah

Bab 19: Retak yang Tak Terbelah

Ketajaman mata Arini menatap layar monitor dengan napas yang tertahan. Jarinya gemetar saat menelusuri log aktivitas keamanan apartemennya. Ada sebuah transmisi data terenkripsi yang keluar dari server rumahnya tepat saat ia dan Bima sedang hanyut dalam pelukan tadi malam. Data itu dikirim ke sebuah alamat IP yang tidak dikenal.

"Bima... Benarkah itu kau?" bisiknya, merasakan dadanya sesak seperti dihantam palu godam.

Kecurigaan adalah racun yang paling cepat bekerja. Arini teringat bagaimana Bima selalu tahu posisi Reihan, bagaimana Bima selalu hadir di saat yang tepat. Apakah itu semua bukan keberuntungan, melainkan rencana yang telah disusun matang oleh Reihan untuk memberinya "pelindung" yang sebenarnya adalah mata-mata?

Namun, di tengah kemelut pikirannya, pintu apartemen terbuka kembali dengan bantingan keras. Bima masuk dengan wajah merah padam, napasnya memburu, dan tangannya mencengkeram sebuah tablet kecil.

"Arini! Jangan percaya apa pun yang kau lihat di monitormu sekarang!" teriak Bima.

Arini berdiri, matanya berkilat penuh amarah dan luka. "Bagaimana aku bisa tidak percaya, Bima? Kau satu-satunya yang punya akses! Data apartemen ini bocor tepat saat kau ada di ranjang bersamaku! Reihan tahu segalanya!"

Bima melangkah cepat mendekati Arini, tidak peduli dengan tatapan tajam wanita itu. Ia meletakkan tabletnya di atas meja. "Itulah tujuannya! Seseorang sengaja menggunakan kredensialku untuk melakukan upload data agar kau mencurigaiku. Reihan ingin kau sendirian, Arini. Dia ingin kau membuang satu-satunya orang yang benar-benar memihak padamu agar kau mudah dihancurkan!"

"Lalu siapa?!" jerit Arini.

"Dia," jawab Bima sambil menunjuk ke arah layar tabletnya.

Bima menunjukkan rekaman kamera rahasia yang ia pasang di ruang server kantor tanpa sepengetahuan siapapun—bahkan Arini. Di sana, terlihat sosok yang selama ini dianggap Arini sebagai orang paling setia setelah Bima: Sekretaris Maya, wanita pendiam yang selalu menyiapkan jadwal dan kebutuhan Arini sehari-hari.

Dalam rekaman itu, Maya terlihat sedang memasukkan alat peretas kecil ke dalam pusat kendali server sambil melakukan panggilan telepon. Suara dalam rekaman itu terdengar jelas melalui speaker tablet.

"...Ya, Tuan Reihan. Benih kecurigaan sudah saya tanam. Arini sudah melihat log aktivitasnya. Dia akan segera mengusir Bima. Setelah itu, sistem keamanan akan terbuka total untuk Anda."

Arini jatuh terduduk di kursi kerjanya. Jantungnya berdebu hebat. Ia hampir saja terjatuh ke dalam lubang yang sama untuk kedua kalinya. Ia hampir saja membuang satu-satunya pria yang mencintainya dengan tulus karena manipulasi Reihan.

Bima berlutut di depan Arini, menggenggam tangannya dengan sangat erat. "Aku sudah tahu sejak lama ada mata-mata di kantormu, Arini. Itulah kenapa aku sengaja membiarkan Maya berpikir dia berhasil. Aku sudah mencegat transmisi datanya. Apa yang terkirim ke Reihan bukan data aslimu, tapi data palsu yang akan melacak balik lokasi persembunyian orang-orangnya di luar penjara."

Arini menatap Bima dengan rasa bersalah yang teramat dalam. "Maafkan aku, Bima. Aku... aku terlalu takut untuk percaya pada siapapun lagi."

Bima menarik wajah Arini, menatap matanya dengan penuh intensitas romantis yang menenangkan. "Aku tidak menyalahkanmu. Trauma yang diberikan Reihan adalah penjara tak kasat mata. Tapi malam ini, rencana mereka gagal total. Aku sudah menangkap Maya di parkiran bawah tanah kantor."

Malam itu, suasana apartemen kembali hangat, namun dengan tambahan rasa aman yang lebih kuat. Setelah badai kecurigaan itu lewat, hubungan mereka justru semakin mengeras seperti baja yang ditempa api.

Bima tidak membiarkan Arini tenggelam dalam penyesalan. Ia membawa Arini kembali ke dalam pelukannya, menciumnya dengan gairah yang lebih protektif. Di atas ranjang yang sama di mana rencana adu domba itu dimulai, Bima membuktikan sekali lagi bahwa ia adalah benteng yang tak akan runtuh.

Setiap sentuhan Bima malam itu adalah pernyataan perang terhadap Reihan. Jika Reihan mencoba memisahkan mereka dengan fitnah, maka Bima menyatukan mereka dengan kejujuran tubuh dan jiwa. Arini menyerahkan dirinya sepenuhnya, membiarkan Bima menghapus sisa-sisa racun kecurigaan dengan ciuman yang membara.

"Aku tidak akan pernah membiarkan dia menyentuhmu lagi, bahkan melalui pikiranmu," bisik Bima di tengah napas mereka yang bersatu.

Arini memeluk leher Bima erat-erat, merasakan kekuatan otot pria itu yang siap melindunginya. "Terima kasih, Bima. Jangan pernah tinggalkan aku, meski aku sendiri yang memintanya dalam ketakutanku."

"Tidak akan pernah," janji Bima.

Di luar sana, rencana licik Reihan hancur berantakan. Mata-matanya telah tertangkap, dan jalurnya telah dilacak. Namun, Arini tahu bahwa ini belum berakhir. Reihan masih di sana, di dalam selnya, merencanakan sesuatu yang lebih besar. Namun kali ini, Arini tidak lagi berdiri sendirian. Ia memiliki Bima, dan mereka memiliki kekuatan yang tidak pernah dimiliki Reihan: kepercayaan sejati.

Rencana adu domba gagal! Hubungan Arini dan Bima semakin solid.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!