NovelToon NovelToon
Suami Bayaran

Suami Bayaran

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Yeni Eka

Kisah tentang Cahaya atau Aya (30) seorang pengusaha wanita muda yang sudah menjalin hubungan kasih selama lebih dari 10 tahun dengan kekasihnya yang bernama Rudi. Mereka sudah merencanakan acara lamaran namun tiba-tiba Rudi membatalkan dan memutuskan hubungan dengan Aya tanpa alasan yang jelas. Aya yang tidak ingin membuat ibunya bersedih karena kegagalan acara lamarannya berusaha untuk mencari pengganti Rudi.

Kemudian ia bertemu dengan Rizal (23) seorang OB berwajah tampan. Pertemuan karena salah paham itu membuat mereka semakin dekat. Aya dan Rizal akhirnya sepakat untuk melangsungkan pernikahan istimewa dengan perjanjian tertentu.

Pada akhirnya mereka saling jatuh cinta di dalam ikatan pernikahan istimewa tersebut. Apa yang membuat mereka saling jatuh cinta? Dan bagaimana mereka menyikapi konflik karena kehadiran orang ketiga yaitu orang-orang yang pernah hadir di masa lalu Aya dan Rizal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yeni Eka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sebuah Kisah Tentang Ijab Kabul

"A Ijal, tadi hari ini Idan di sekolah pinter loh bisa jawab pertanyaan ibu guru terus Idan di suruh pulang duluan deh, pulang pertama, hebat kan?!" celoteh Idan dengan semangat, mulutnya sampai dimonyongkan saking semangatnya.

"Masa sih... tumben kamu bisa jawab pertanyaan ibu guru, biasanya kan oon ya," ledek Rizal sambil tersenyum.

"Eh, ga boleh ngomong yang jelek-jelek kalau sama anak kecil, semua anak kecil itu pinter loh!" Aya mengkritik Rizal, dia tidak suka dengan kata terakhir yang Rizal ucapkan.

"Soalnya Idan harusnya sudah kelas tiga tapi karena tidak naik kelas, sekarang masih di kelas dua ... iya kan, Dan?!" ujar Rizal.

"Gak papa ya, mungkin Idan belum minat belajar aja, nanti kalau sudah semangat belajar pasti jadi anak pintar ya," ujar Aya sambil mengelus kepala Zidan.

"Memangnya tadi ibu guru kasih pertanyaan apa, Dan?!" tanya Rizal.

"Ibu guru nanya... siapa yang barusan aja kentut ini kok kelasnya bau kentut ... terus Idan ngacung deh dan jawab pertanyaan bu guru... saya bu guru..!!!!"

"Wahahahahahaha" Rizal dan Aya kompak tertawa terbahak-bahak.

"Huh, pantesan kamu di suruh pulang duluan, kirain karena pinter jadi pulang duluan, dasar Idan!" Aya dan Rizal masih belum bisa menghentikan tawanya.

"A Ijal, teteh ini pacarnya A Ijal ya?" tanya Idan, mata polosnya melirik ke arah Aya.

"Bukan." Rizal bingung harus menjawab apa, mau bilang iya khawatir diprotes oleh Aya.

"Ah, pasti teteh ini pacarnya A Ijal kan??"

"Bukan."

"Udah ngaku aja pasti pacarnya A Ijal?"

"Bukan!"

"Pacarnya pasti!"

"Bukaaaaan!"

"Pacarnya kan?"

"Iya iya teteh ini pacarnya A Ijal," jawab Rizal pasrah.

"Ah bohong pasti ... Idan ga percaya masa teteh cantik ini mau sama A Ijal yang jelek, hehehe...." kata Idan sambil cengengesan.

"Wahahahaha" Aya tertawa terpingkal-pingkal.

"Huh, dasar Idan!" kata Rizal dengan nada kesal.

"Eh rame-rame rupanya ada tamu." Teh Nisa, kakak perempuan Rizal keluar dari kamar dan menghampiri mereka di ruang tamu.

"Teh kenalkan ini Teh Nisa teteh saya." Rizal memperkenalkan mereka. Aya berdiri dan menjabat tangan Nisa. Nisa membalasnya dengan hangat. Usia Nisa selisih empat tahun dengan Rizal, jadi usia Nisa tentu lebih muda jika dibandingkan Aya. Tapi dari penampilan dan raut wajah justru Aya terlihat lebih muda dari Nisa. Lalu Nisa ikut duduk bersama mereka.

"Oh, ini pasti perempuan yang kamu ceritakan kemarin ya, Zal?" tanya Nisa. Ternyata Rizal sudah bercerita tentang rencananya untuk menikah dengan Aya.

"Teteh mah setuju aja kalau memang kalian berdua saling mencintai dan sudah siap untuk menikah... daripada pacaran, lebih baik langsung menikah saja." Nisa menceramahi keduanya. Rizal dan Aya hanya saling berpandangan, tentu bukan pernikahan seperti itu yang akan mereka jalani.

"Assalamualaikum." Seorang pria membuka pintu dan langsung masuk ke rumah.

"Waalaikum salam," jawab semuanya serentak.

"Bapaaaaak... " Idan langsung berlari lalu memeluk ayahnya dan bergelayut manja di tangan ayahnya. Pria ini adalah Bang Zaelani, ayahnya Zidan.

"Wih rame, ada tamu rupanya." Bang Zae menyalami semuanya dengan hangat.

"Ini loh Bang ... calonnya Rizal yang kemarin dia ceritakan," kata Nisa sambil mencium tangan suaminya yang baru pulang bekerja.

"Oh ini... wah pinter kamu Zal, cari calon istri," ujar Bang Zae membuat Aya dan Rizal tersipu malu.

"Neng Aya, kenalkan ini Bang Zae ayahnya Zidan," sahut Nisa memperkenalkan Bang Zae suaminya. Setelahnya ia pergi ke dapur untuk mengambil minum untuk suaminya.

Aya menyapa dengan menganggukkan kepala dan tidak lupa menampilkan senyum terindahnya.

"Baru pulang kerja ya Bang?" tanya Aya berbasa-basi.

"Iya Neng."

"Memang Abang kerja di mana?"

"Bapak kerjanya di serikiti." Malah Zidan yang menjawab dengan semangat.

"Iya Neng, saya kerjanya jadi serikiti." Bang Zae menimpali.

Serikiti itu apa ya. Apakah nama tempat atau nama makanan sih tapi justru kata serikiti lebih mirip nama sebuah tarian. Atau jangan-jangan Bang Zae ini adalah seorang penari. Ah gak mungkin badannya kekar begitu, gak mungkin penari, kan. Gumam Aya dalam hati.

"Apa itu serikiti?" tanya Aya penasaran.

"Bukan serikiti tapi SE - CU - RI - TY!" seru Rizal dengan penekanan di kata Security. Ingin sekali Aya tertawa terbahak-bahak seperti sebelumnya tapi ia merasa tidak enak, rasanya tidak sopan menertawakan calon kakak ipar.

Nisa datang membawakan minuman untuk suaminya. Lalu mengambil posisi duduk seperti sebelumnya.

"Zal, kamu benar sudah siap menikah... bagi laki-laki menikah itu berat loh, tanggung jawabnya sangat besar, harus menafkahi lahir batin. Abang yakin kalau nafkah batin mah kamu pasti sudah bisa... justru nafkah lahir itu yang berat." Bang Zae menyeramahi Rizal.

"Bukan soal memberi nafkah aja yah yang susah, ijab kabulnya juga susah ya Bang," ucap Nisa menggoda suaminya.

"Ah, kalau itu jangan diungkit-ungkit abang kan malu," ucap Bang Zae dengan raut wajah malu-malu lucu.

"Kenapa gitu Teh... ayo cerita dong?!" Aya berkata dengan semangat karena merasa penasaran melihat raut muka sangar Bang Zae merona merah karena malu.

"Itu si Abang pas akad nikah sampai salah tiga kali," tutur Nisa.

"Ah, abang cuma salah dua kali, yang satu kali lagi mah kesalahan Uwa Munir." Bang Zae membela diri.

"Cerita dong Teh, salahnya gimana?" Aya terlihat sangat antusias.

"Kalau pertama itu kesalahan Uwa Mun yang bertindak sebagai wali ... kan harusnya pas ijab di akhir kalimat itu kan dibayar tunai... eh, Uwak Mun mah ngelamun malah bilangnya dibayar pajak!"

"Wahahaha" Aya tertawa mengakak, ia tidak bisa menahan tawa lagi.

"Terus kalau yang kedua, Uwak Mun udah benar mengucapkan lafal ijab, harusnya kan Abang jawabnya... saya terima nikahnya bla bla bla ... eh, ini malah jawabnya pake lafal ijab lagi 'Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau Khairunisa binti Supriyadi dengan...' Jadi sebenarnya Abang mau menikahi saya atau malah menikahkan saya dengan orang lain sih?!"

"Wahahahaha" Aya tertawa  menggelekek, sampai keluar kristal bening dari matanya akibat tawa yang maha dahsyat ini.

"Yang ketiga ini yang parah... Uwak Mun udah benar mengucapkan lafal ijab Zaelani bin Zaid saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan Khairunisa binti Supriyadi dengan mas kawin bla bla bla di bayar tunai ... si Abang malah langsung jawab 'Sah' main langsung bilang sah aja!"

"Wahahahaha" Aya tertawa mengakak sambil memegangi perutnya yang terasa sakit karena tertawa terus menerus. Rizal yang sedari tadi so cool jadi ikutan mengakak. Hanya Zidan yang tidak ikut tertawa karena dia masih kecil belum paham dengan apa yang di ceritakan orang tuanya. Sementara Bang Zae dengan muka pasrah mendengarkan aibnya dibongkar sang istri.

"Itu kan karena abang grogi, wajar lah namanya juga baru pertama menikah... nanti kalau menikah kedua tuh baru udah pengalaman jadi pas ijab kabul ga akan salah," canda Bang Zae menggoda istrinya. Nisa langsung mencubit perut suaminya. Aya dan Rizal hanya tersenyum melihat keduanya.

Aya merasa senang bertemu keluarga Rizal, keluarga yang hangat. Apalagi dengan Bang Zae yang sangat humoris, dan Zidan yang menggemaskan. Masih banyak lagi kelucuan-kelucuan yang Bang Zae lontarkan saat mereka berbincang-bincang sampai-sampai membuat Aya sakit perut . Ditambah tingkah gemas Idan. Setelah cukup lama mereka berbincang membahas soal rencana pernikahan. Aya pun berpamitan untuk pulang.

.

.

.

.

.

Tidak bosan-bosannya mengingatkan untuk selalu Like dan Komen ya. Vote juga buatku. Karena Like, komen dan vote Anda sangat berharga buatku author yang masih amatiran ini.

Terima kasih banyak yang sudah kasih vote buatku, semoga Anda diberi kebahagiaan yang berlimpah.

1
Puput Regina Putri
itu ..aa ijal nya jangn saya..saya ajh lah kan udah saling bucin gk usah pke bhsa formal gtu
Puput Regina Putri
kesiaaan deh loh🤭
Puput Regina Putri
semangat yah Thor 👍 lanjutkan karya mu bagus
Puput Regina Putri
mam mam tah s batu krikil 🤭😂
Puput Regina Putri
ngok 😂
Puput Regina Putri
gumushh ih 😂
Puput Regina Putri
dasar pelakor galil adab🤭
Puput Regina Putri
uhuk..uhuk..auto bucin
Puput Regina Putri
ea ..ea..ea ...😂
Puput Regina Putri
oh ayolah istri sadarlah klo udah ada prasaan Cinta atw syng gtu
Puput Regina Putri
lanjutkan Thor..mudah"udah tumbuh prasaan cinta nyah buat istri nya nyaman
Puput Regina Putri
emng ada yah penyakit gtu ya Thor 🤭
Puput Regina Putri
kecewa dengan jln fikiran s aya
Puput Regina Putri
SAMAWA yah pengantin 🙏
Puput Regina Putri
cumungut thor
Puput Regina Putri
ngakak thor 😂
Puput Regina Putri
cumungut thor... di tunggu undangan nyah
Puput Regina Putri
aamiin keun zal 😁
Puput Regina Putri
udah terbiasa di panggil nong klo di panggil nma brasa yg manggil nya itu marah yah 😂 sama keg aku gtu biasa di panggil nung klo di panggil nma langsung keg orang sewot 🤭
Puput Regina Putri
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!