JANGAN DI TUNGGU..
UPDATE TIDAK MENENTU KAPANNYA.. KARENA KESIBUKAN...
Saat SMA di pandang sebelah mata, di permalukan oleh orang yang disukai,di jadikan bahan tawaan karna penampilan yang culun dan di anggap miskin .
hingga memilih pergi, dan melupakan.
kembali dengan identitas asli, dan membuat banyak orang kagum.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vera Ferdina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MCA Ep22
setelah yona di bawa ke kantor polisi, keluarga agastara diam termenung, mereka memikirkan nasib alena, kedua orang tua yona memikirkan cara agar anak mereka segera bebas.
julian terdiam memikirkan perkataan romi terkahir sebelum pergi meninggalkan kediamannya.
ucapan romi bagaikan belati yang menghujam tubuhnya.
"aku ingin melihat keadaan kak alena, pasti dia sedang tidak baik baik saja" ucap jessy angkat bicara.
"iya benar, aku juga akan ikut jessy melihat keadaan kak alena" sahut alex
"tidak untuk sekarang, keluarga mahesa sedang marah dengan keluarga kita, beri mereka ketenangan lebih dulu" ucap julian.
"itu bukan salah kami, itu salah yona, kami tidak ada sangkut pautnya, jadi jangan larang aku dan kak alex melihat kak alena" jessy tidak ingin mendengar apapun dari mulut julian.
"dengarkan aku baik baik, kita tidak akan bisa masuk kesana, karna pasti mereka melarang"
"STOP..." teriak mirna.
ia jengah karna semua hanya memikirkan alena, bagaimana dengan putri semata wayangnya, kenapa tidak ada yang membantunya.
"kakak ipar, tolong bantu putriku, bukankah yona adalah keponakanmu juga, bagaimana kau tega membiarkan tuan mahesa membawa yona ke penjara" ucap mirna pada papa julian.
"inilah didikan yang kalian bilang baik? inikah yang yona pelajari dari kalian? membuat pembunuhan berencana, apa yang bisa ku bantu untuk seorang calon pembunuh, katankanlah apa" teriak papa julian mengebrak meja di depannya
semua terlonjak kaget dengan suara gebrakan meja itu.
"papa..."
"om..."
"kakak..."
ucap semuanya serentak..
"dan satu hal lagi, aku sudah pernah katakan, jaga nama baik keluarga agastara, kalian harusnya bersyukur masih bisa menyandang nama agastara di belakang nama kalian, jika sampai kasus ini mencoreng nama baik keluaragku, bersiaplah untuk tidak menjadi anggota keluargaku" papa julian pergi dari hadapan keluarganya, dan helen mengikuti suaminya menuju ke kamar mereka.
"kenapa kakak bilang seperti itu, suamiku juga bagian dari keluarga agastara" mirna masih kekeh dengan pendiriannya
"sudah aku katakan mirna, suamimu hanyalah anak tiri ,bukan anak kandung papa kami, seharusnya kau sadar dengan status itu" ucap weni
"cukup kalian merendahkan suamiku, dia memanglah anak tiri, tapi dia juga di anggap oleh papa, kenapa kalian sangat membenci suamiku" ucap mirna
"kau tanyakan saja pada suamimu, kenapa kami tidak begitu suka padanya bahkan dengan alm mamanya" weni langsung pergi untuk kembali ke rumahnya.
"aku tidak ingin ada keributan di rumah ini, sebaiknya kalian pulang" kata julian.
akhirnya mereka semua pergi menyisahkan julian sendiri di ruang tamu.
"bagaimana keadaanmu alena, aku merindukanmu" batin julian
flasback on
sebelumnya meninggalkan rumah agastara, romi mendekati julian dan berkata dengan pelan.
"jangan pernah berharap kau bisa bersama alena, karna aku tidak akan membiarkan adikku bersama pria yang masih saja membela penjahat yang hampir membunuhnya" ucap romi pelan, hanya mereka berdualah yang tau.
"romi ayo pulang" ucap arlan
"baik pa.."
flasback off
"aku tidak akan menyerah, aku akan berjuang demi cintaku" gumam julian dengan percaya dirinya yang tinggi.
ia yakin bahwa alena hanya di takdirkan untuknya.
***
3 hari berlalu...
pesta pertunangan romi dan meta akhirnya akan terjadi malam ini, semua berbahagia untuk itu, kedua keluarga yang memang sudah sangat dekat merasa bahagia dengan hubungan romi dan meta.
"kau sangat cantik kak" puji alena
"terimakasih alen, kau juga cantik, terimakasih sudah membawa sasa untuk membantuku merias wajah" kata meta
"bukan aku yang menyuruh sasa kak, tapi tunanganmulah yang memaksa sasa, padahal sasa harus keluar kota untuk merias orang lain" ucap alena.
"hei.. eyke tidak apa apa, kalian lebih penting dibanding mereka okeyyy" sahut sasa yang memang sudah akrab dengan keluarga alena.
"thank you so much sasa sayang" alena dan meta memeluk sasa.
"aduh... rasanya kalau eyke normal matilah" ucap sasa membuat alena menjitak kepalanya keras.
semua tamu sudah pada datang, baik keluarga, rekan bisnis dan para teman teman lainnya, julian dan ray juga dateng sebagai rekan kerja mereka.
keluarga mahesa tidak pernah melibatkan urusan pribadi dengan urusan pekerjaan, namun tidak untuk romi, sedari tadi ia merasa kesal melihat julian yang terus menatap alena dengan kagum.
"kau kenapa sayang..?" tanya meta.
"tidak apa apa, ayo kita temui teman temanku" ajak romi menggandeng mesra tangan meta.
alena hanya diam duduk, namun selalu tersenyum jika ada yang menyapanya.
"hai nona muda..." sapa tia
"kau ini, jangan memanggilku seperti itu, aku tidak suka" sahut alena
"baiklah.. alen, kenapa kau diam saja, apa kau tidak ingin berdansa atau makan" kata tia.
"aku tidak berselera, kau kenapa baru datang"
"maafkan aku alen, tadi mobilku mogok tiba tiba" jawab tia jujur.
julian ingin mendekati alena, namun ia sadar dengan tatapan romi yang tak suka padanya. padahal sebelum kejadian ini semua baik baik saja.
"berbicaralah pada alena, aku tau kau hawatir dengan keadaannya" ray bersuara
"apa kau tidak melihat tatapan tuan muda padaku, dia tidak ingin aky mendekati adiknya"
"sejak kapan kau menjadi pria penakut seperti ini lian, ayolah ini acara mereka, tidak mungkin berani membuat keributan" sahut ray sambil menarik tangan julian ke meja alena dan tia.
"hai nona tia..." sapa ray pada asisten cantik alena tersebut.
"i...iya hai tuan ray" jawab tia
"apa aku boleh duduk disini?" tanya ray
"silahkan saja"
"maaf sebelumnya, selamat malam nona muda" sapa ray
"iya selamat malam" sahut alena
"alen.. bagaimana kabarmu?" tanya julian yang sudah duduk di dekat alena.
"aku baik.." ucap alena
"maafkan aku alen, aku meminta maaf atas..."
"princess..." romi sengaja memotong pembicaraan julian. karena alena belum tau betul siapa dalang dibalik kecelakaan yang menimpanya.
"selamat untuk kalian berdua, aku bahagia" ucap alena bangun dari duduknya dan memeluk romi juga meta.
"terimakasih alen"
"terimakasih princess"
"selamat tuan muda romi, atas pertunangan anda" ucap julian mengulurkan tangannya pada romi.
"terimakasih tuan julian" ucap romi membalas uluran tangan julian dengan sedikit malas.
"kak romi selamat hari pertunanganmu dengan kak meta" ucap tia
"terimakasih tia sayang" ucap meta memeluk tia.
"terimakasih tia" ucap romi
tiba tiba sosok yang di tunggu tunggu romi telah tiba, sahabat baiknya semasa kuliah bernama yudis datang.
"hai bro.. selamat" ucap yudis memeluk romi.
"akhirnya kau datang juga, terimakasih"
"oh ya sayang kenalkan ini sahabatku yudis" romi mengenalkannya pada meta.
"meta..."
"dan ini adikku alena dan ini asistennya seperti adikku juga tia" ucap romi
"tia.."
"yudis"
"alena"
"yudis"
yudis menatap alena dengan kagum, benar benar cantik, dulu ia pernah bertemu alena saat berkunjung ke rumah romi, tapi mereka tidak akrab.
MAAF BILA MASIH ADA TYPO YA GUYS..
SELAMAT MEMBACA
skali2 pebinor lah stlh Yudis munculkan lagi Sam buat Julian cemburu masak Alena trs yg cemburu
Elin hanya mau hartanya saja, tidak mau Prianya
sukses...semangat
mksh