NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Bos Menyebalkan

Terjerat Cinta Bos Menyebalkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: wahyoeni"23

Aleta merasa dunia tidak berpihak padanya. Banyak masalah terus menimpanya, dari kehilangan sang Ayah tercinta hingga kehilangan tunangannya , yang direbut oleh orang terdekatnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wahyoeni"23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14. Rencana Elang

Suasana di dalam mobil hening, Elang tidak tau apa yang harus ia obrolkan dengan Aleta , enggak mungkin juga ia membahas masalah pekerjaan. Tidak etis kan , karena waktu kerja sudah habis.

Begitupun dengan Aleta , ia merasa tegang , duduknya jadi tidak nyaman . Mau ngajak bicara duluan , ia takut di anggap kecentilan .

Hingga akhirnya....

" AL....". panggil Elang memecah keheningan.

" Iya Pak ". Aleta reflek menengok ke arah Elang, sejenak mata mereka bertemu....dan secara bersamaan keduanya membuang muka, salah tingkah.

" Kamu .....tidak ada keinginan untuk membeli mobil ?".

" Saat ini sepertinya tidak Pak "

" Kenapa , aku rasa gaji kamu cukup untuk membelinya , bukannya cukup lama kamu bekerja sama Papa ". Karena Elang tau berapa gaji Aleta , melihat gaya hidup Aleta yang sederhana , Elang yakin uang Aleta masih utuh.

Gadis itu juga belum berkeluarga , menafkahi adik atau saudara pun tidak, Ibu tirinya mendapat uang dari hasil toko peninggalan Ayahnya Aleta.....Elang tau semuanya .

Dan itu semua berkat informasi yang ia daoatkan dari Bian , sangat lengkap . Jadi sebelum Elang menyuruh , Bian sudah memprediksi apa saja informasi yang akan Elang butuhkan.

" InsyaAllah cukup sih Pak , tapi kalau tidak di pakai buat apa , sayang juga, pajak mobil baru kan mahal ".

" Ya kamu pakai lah , buat ke kantor misalnya ".

" Lalu terjebak macet seperti ini....enggak deh Pak ".

Biasalah , karena hujan mulai sediiit mereda, suasana jalan macet parah....apalagi mereka berdua menggunakan mobil , jalannya tak lebih cepat dari pejalan kaki.

" Tapi kalau hujan kan kamu jadi aman AL ".

" Iya sih Pak , nanti deh akan saya pikirkan, saya tidak tau soal mobil apalagi menyetir , saya juga belum bisa , tapi... terima kasih Pak , atas sarannya ".

Tanpa terasa kecanggungan di antara mereka berdua hilang , Elang dan Aleta bisa mengobrol ringan tanpa beban.

" Kalau kamu ingin membeli mobil bisa ajak aku , aku juga bersedia untuk mengajari kamu menyetir ". usul Elang tiba - tiba.

Kalaupun kamu minta di belikan , pasti akan aku belikan AL....

" Hah , yang benar saja , apa Pak Elang tidak sibuk , sampai mau mengajari saya menyetir, jangan bercanda apa Pak ".

" Aku serius AL ".

Aleta meringis mendengar ucapan serius dari Elang. Keduanya kembali terdiam .

" Hemmm AL ...kamu lapar , kita mampir ke restoran dulu ya ?". Elang masih ingin lebih lama bersama dengan Aleta.

" Tidak Pak , langsung pulang saja ". tolak Aleta , tapi....sesaat kemudian terdengar suara merdu dari perut Aleta .

" Kruuuuukkk......".

" Opppss" Aleta menutup mulutnya.

Tawa Elang meledak...." Ha...ha...ha...., kamu lucu sekali AL ".

" Lucu apanya Pak Elang.....itu memalukan ". ucap Aleta menutup wajah dengan kedua tangannya.

Tanp banyak bertanya lagi , Elang langsung membelokan mobilnya ke arah restoran yang kebetulan akan mereka lewati.

" Kok berhenti Pak ". Aleta menatap bangunan yang ada di depan matanya.

" Turun AL , kita makan dulu, aku tidak mau kamu pingsan nanti ".

Aleta menurut, ia tidak mau sampai Elang membukakan pintu untuknya , sungguh tidak sopan.

Mereka berdua sudah duduk berhadapan, " Kamu mau makan apa AL ?".

" Apa saja Pak , saya tidak pilih - pilih makanan , semuanya bisa saya makan kecuali kayu dan batu ".

Elang terkekeh pelan , " Tuh kan , kamu memang lucu AL ".

" Haiissh Pak Elang , jangan ingatkan yang tadi, saya malu tau ".

" Ya sudah , biar aku yang pesankan buat kamu ".

Aleta dan Elang makan dalam diam , Elang mencuri - curi untuk menatap Aleta.

Gadis ini memang luar biasa , ia tidak jaim sama sekali ketika bersamaku , ia selalu apa adanya , tidak pernah sekalipun mencoba menarik perhatian ku......justru aku lah yang ingin mendapat perhatian dari dirinya ....Benar kata Bian , Bastian sungguh laki - laki bodoh...

" Alhamdulillah ". Aleta meneguk air putih setelah selesai makan.

" Sudah AL , apa masih mau nambah?".

" Tidak Pak....makanlah ketika kamu belum terlalu lapar dan berhentilah sebelum kamu kenyang , bukan begitu Pak Elang ".

" Iya , tapi kayaknya kamu kekenyangan deh AL ".

" Iya juga sih , habis Pak Elang pesan makanannya kebanyakan , kalau tidak di habiskan, nanti mubazir jadi malah nambah dosa ".

Elang memanggil pelayan restoran untuk membayar tagihan makanan mereka berdua.

Di dalam mobil...

" Terima kasih ya Pak , sudah traktir saya ".

" Siapa bilang saya traktir kamu, itu tidak gratis AL ".

" Ya sudah, saya habis berapa tadi ". Aleta sudah mengambil dompet, mulutnya maju lima senti sampai Elang terpana ingin mengecupnya ...eh salah , ingin memukulnya .

Ternyata bukan hanya menyebalkan , tapi juga pelit...

" Aku tidak minta ganti uang AL , uang ku banyak ,buat apa minta uang dari karyawan ku" . tolak Elang , yang tiba - tiba punya rencana akan menjerat Aleta dengan dalih gantian untuk mentraktirnya balik , tapi dengan cara yang Elang sedang pikirkan.

" Terus gimana dong saya menggantinya ?".

" Besok saja aku beritahu ".

" Kalau begini, perut saya jadi mulas deh ".

Elang tersenyum tipis, " Ini minumlah ". Elang menyodorkan air mineral yang masih bersegel pada Aleta

" Berapa nih , saya bayar aja , nanti di hitung hutang lagi .....goceng kan ?".

Elang malah tertawa melihat Aleta kesal , " Tidak AL , ini gratis kok , percayalah ".

Aleta menerimanya dengan ragu , " Enggak ada racunnya kan Pak ?".

" Astagfirullahaladzim, ya tidak lah , jangan fitnah dong AL "

" Maaf Pak, habis Pak Elang gitu sama saya ".

" Gitu gimana AL , yang jelas kalau ngomong "

" Ya gitu , pokoknya gitu deh ". Jawaban Aleta membuat Elang kembali tertawa .

" Rumah kamu yang mana AL?".

" Paling ujung Pak ".

" Ini kan AL ?".

" Iya , terima kasih sudah mengantar saya, Pak Elang mau mampir dulu?". basa basi Aleta.

" Tidak , tapi besok kamu harus sudah siap , pagi - pagi aku akan menjemput kamu AL !".

" Eh...tidak usah Pak....".

" Aku tidak terima penolakan AL ". Elang melajukan mobilnya.

Aleta mendengus, ia berniat akan berangkat kerja lebih pagi lagi agar Elang tidak bisa menemuinya, bisa gempar kantor kalau ia berangkat kerja bareng Bos nya .

Bersambung....

*******

1
Rian Moontero
lanjuuuutt👍👍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!