semua wanita pasti menginginkan kebahagiaan menjalani rumah tangga nya
begitupun dengan rara, dia menikah dengan pujaan hatinya yang sudah berpacaran selama tiga tahun dan akhirnya Rio menikahinya pesta begitu ramai , namun sangat disayangkan di malam pertama nya rasa harus menjadi janda, dua memilih menjadi janda daripada harus mempertahankan runah tangga nya yang masih seumur satu hari itu, rasa tak sengaja menemukan suaminya sedang bersama seorang wanita dan berapa hancur seketika perasaan rara
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasri Ani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PULANG KERUMAH
setelah satu minggu dirawat di rumah sakit dan tak sadar kan diri selama beberapa hari akhirnya bu hasna melewati masa kritis nya
"mah.. makan dulu yah!! " ucap rara berjalan menuju kasur ibunya bu hasna hanya mengangguk dan tersenyum, rara duduk di kursi samping tempat tidur tangan nya perlahan menyendok kan bubur ke dalam mulut ibunya ada rasa bahagia dan legah dihati rara
, rara terus menyuapi ibunya hingga kenyang
"sudah nak.. mama sudah kenyang"
"sedikit lagi loh mah"
"mamah sudah kekenyangan! "
"yaudah.. minum dulu ya mah" rara berdiri mengambil air di gelas lalu membantu ibunya untuk minum
"bagaiman perasaan mama?? " tanya rara setelah kembali membenarkan duduk nya
"alhamdulillah nak.. rasnya ibu sudah baikan "
"alhamdulillah mah.. " rara mencium punggung tangan ibunya, bu hasna tersenyum melihat satu satunya putrinya itu begitu peduli padanya dia sangat beruntung memiliki anak seperti rara
"nak.. apa kamu suda makan? "
"sudah bu.. tadi rara makan di rumah sebelum kesini! " jawab rara tersenyum, tak lama kemudian ayah rara masuk kedua wanita itu menoleh kearah pintu
"eeh sayang... " ucap ayah rara lalu ikut bergabung dengan keluarga nya..
***pulang
"hati hati mah.. pelan pelan jalan nya! " ucao rara membimbing ibunya berjalan memasuki rumah
hari ini adalah hari kepulangan bi hasna setelah dinyatakan kondisinya sudah kembali membaik namun rara tetap berhati hati agar sang ibu tidak terjatuh
"duduk dulu disini mah.. rara ambilin air putih dulu!! "
"gak perlu nak.. mama belum haus" rara kembali duduk di samping ibunya sedangkan ayahnya masih sibuk membawa beberapa barang nya masuk kekamar setelah selesai semua nya kembali berkumpul cerita keseharian rara bagaimana perasaan nya ketika ibunya gak ada dirumah gak ada teman ngobrol dirumah sesekali juga bercanda setelah merasa puas bu hasna kembali kekamar dan diantar oleh suaminya,
"halo ra... kamu dimana?? " tanya rita saat menelpon rara
"lagi dirumah.. ada apa? "
"giman keadaan mama kamu? "
"alhamdulillah.. sekarang dia sudah balik kerumah"
"alhamdulillah... " jawab rita
"oh ya.. aku sama Sinta mau kerumah kamu.. "
"hari ini?? "
"iya... sekarang malah.. "
"oh yaudah.. ke sini aja aku tunggu ya.. "
"oke.. "
Rara meletak kan ponsel nya setelah sambungan telepon dimatikan sambil menunggu kedatangan kedua teman nya itu rara merebahkan tubuhnya di atas tempat tidurnya namun tak sadar dia sampai ketiduran.
"woooeeee.. banguuun... katanya nungguin.. ini malah molor! " rara sedikit terkejut dengan gangguan rita rara langsung bangun dari tidurnya
"eeh.. kalian sudah datang... astaga. maaf aku ketiduran"
"yaaeeeelaaah... dari tadi ditungguin dibawah, kami juga sempat ngobrol malah sama mama dan papah kamu.. kelamaan nunggu kamu jadi kami disuruh naik aja dan ternyata lu lagi mimpi indah disini " ucap Sinta
"yaa maaf.. hihihi"
'iyaaa... "
entah berapa lama ketiga sahabat itu saking bertukar cerita di dalam kamar selain bertukar cerita ketiga wanita itu juga sesekali bergosip , dan bercanda suara nya sesekali terdengar sampai di lantai bawah.
"tok tok tok"
pintu terbuka
"makan dulu yuk!! " ajak bi hasna pada rara dan juga kedu teman nya
"mamah masak!! "
"nggak.. tadi mama pesan kok"
"kirain mama masak.. jangan banyak beraktifitas melelahkan dulu mah. mama kan baru keluar dari rumah sakit " ucap rara sambil memeluk ibunya
"iyaa... ayo ajak teman kamu untuk ikut makan" bu hasna turun lebih dulu
"makan dulu yuk.. "
Ketiga wanita itu pun menyusul bu hasna keruang makan mereka ikut bergabung di keluarga rara makan malam bersama dan ini bukan pertama kalinya.