Ariana merasakan bahwa dirinya tengah dalam bahaya,keluarga nya yang dibantai namun sang ayah tidak ditemukan,lalu ariana bertemu dengan 3 pria tampan Siapakah mereka? baca kisahnya ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sansan ryn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Teror Pertama
Ariana membuka kertas yang dibalutkan pada batu itu.
'KAMU AKAN MATI'
Ariana reflek berterik histeris,"Aaargh".
Kamarnya yang tak jauh dari alveric,membuat alveric terbangun dari tidur nya.
"Ariana kamu tidak apa apa?",ucap alveric.
Alveric mencoba membuka pintu itu namun sangat sulit sekali karna terkunci dari dalam.
Alveric menggedor pintu kamar ariana,"Ariana buka".
Terpaksa alveric harus mendobrak nya tak butuh waktu lama pintu berhasil dibuka,betapa paniknya alveric melihat ariana terduduk dipojok lemari sambil memegang sebuah kertas.
Dilihatnya alveric,ariana hanya terdiam pandangannya kosong,"Ariana sadarlah".
Alveric berusaha mengguncangkan tubuh ariana supaya dia tersadar,"Ariana ayo sadarlah".
Alveric mengambil kertas yang dipegang oleh ariana,matanya membulat,emosi yang saat itu langsung membara.
Dikepalkan tangannya lalu menonjok tembok," Kurang ajar".
Alveric menyadarkan kembali ariana,"Sadarlah ariana sadar,aku akan melindungi tenang saja".
Alveric memeluk erat ariana,di elus nya kepala ariana sampai dia tenang.
"Alveric aku lelah",ucap ariana samar samar.
Alveric kaget tidak biasanya ariana hanya memanggilnya tanpa sebutan kakak?
"Ariana tenang saja aku akan menjagamu,tidak usah terlalu dipikirkan tidur saja",titah alveric.
Alveric menggendong ariana ke tempat tidurnya,diselimuti ariana lalu ditenangkan sampai dia terlelap.
Saat alveric hendak pergi tangan ariana menahan alveric,"Jangan pergi".
"Tenang saja aku akan menjagamu disini,tidurlah",titah alveric.
Alveric berjaga di kamar ariana tepat di dekat jendela yang sudah dipecahkan oleh orang misterius.
Alveric memandang sekitar,tepat di balik pohon terlihat seseorang berpenampilan serba hitam memantau dirinya dari jauh.
Alveric tetap tenang,dia terus memperhatikan sosok itu.Menyadari bahwa di awasi oleh alveric sosok itu pergi begitu saja.
Alveric mengambil ponselnya dan menghubungi keamanan yang ada dirumahnya.
"Tolong ikuti pria berbaju serba hitam itu,dia baru saja pergi meninggalkan halaman rumah ini",titahnya alveric.
Sementara itu dikediaman daren.
"Bagus rencana kita berhasil,tapi kau tidak tertangkap kan?",ucap daren yang sedang berkomunikasi dengan seseorang lewat sambungan telpon.
"Lakukan rencana selanjutnya,biar aku yang mengatasi sisanya",jelasnya lagi.
Daren menutup sambungan telpon nya,dia merasa lega karena rencana nya berhasil.
Rencana untuk menakuti ariana dan mengancam nya agar mentalnya terguncang.
"Haha tunggu tanggal mainnya ariana kamu akan bernasib sama seperti keluargamu dan aku akan kaya raya".
BUK
Tepat di depan pintu ruang kerja nya terdengar bunyi barang yang jatuh.
"Siapa disana?"
Tampak daren sadari sedari tadi dirinya direkam oleh seseorang.
Daren langsung berlari keluar dan mencari sumber masalahnya ada dimana.
Sebuah barang yang terjatuh bukanlah dari hewan peliharaan nya,daren maupun zein tidak pernah memelihara kucing ataupun hewan lain.
"Kurang ajar,ada yang menguping pembicaraanku"
Daren kesal dia membanting barang yang ada disekitarnya.
Adi datang menghampiri daren,"Ada apa tuan seperti nya anda sangat kesal sekali".
"Bagaiamana bisa ada orang yang masuk ke rumahku?",tanya daren to the point.
"Tuan semua sistem keamanan rumah ini begitu ketat,bagaimana bisa ada seseorang masuk",ucap Adi.
"Kenapa kau bertanya padaku?kau pikir aku satpam atau petugas keamanan disini?",jawab daren kesal.
"Aku ingin kau mencari tahu lewat CCTV rumah ini sekarang!",titah daren pada adi.
Adi mengangguk paham akan perintah daren,setelah adi pergi daren berjalan menuju kamar zein.
Hanya untuk memastikan bahwa bukan zein pelakunya,"Apa anak itu ada di kamarnya?".
Daren mengetuk kamar zein,"Bangunlah sebentar zein".
Namun tidak ada jawaban dari zein,daren terus mengetuk pintu kamar zein.
"Zein bangunlah!"