Cherry adalah seorang gadis yang beruntung, ia memiliki keluarga yang hangat dan sangat menyayanginya, hidupnya seperti impian banyak gadis seusianya terlebih ia memiliki Kakak Laki laki yang selalu melindunginya Kevin, di sekolah berpacaran dengan pria paling populer sekaligus ketua OSIS Dion Prince, namun setelah kehadiran dua Pria bernama Bumi dan Langit hidupnya berubah, masa lalu yang selama ini ia cari kebenarannya perlahan mulai terungkap. Akankah Cherry berhasil mengetahui masa lalunya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YirumaNitya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sulit untuk mengutarakan isi hati
Team basket Kevin menang telak di pertandingan putaran pertama Hari itu, Kevin dan teamnya mewakili sekolah mereka SMA Pelita untuk melawan team dari SMA Jaya Negara.
Cherry dan Riana pun turut menonton pertandingan itu. Mereka sangat antusias terlebih dihari itu merekapun bisa cuci mata dan melihat banyak cowok cowok keren.
"Cey Lo liat deh cowok yang dari tadi bareng kakak lo itu, ganteng banget parah" Ujar Riana disela sela break menuju putaran kedua pertandingan.
"Yang mana?" Tanya Cherry penasaran.
Riana menunjuk lelaki kekar bernomor baju 13 "Yang itu tuh yang tinggi banget, pake bandana biru Dongker" Tunjuknya.
"Kak Bumi" Jawab Cherry sambil tersenyum "Emang ganteng maximal kalau ka Bumi" Ujarnya lagi.
Riana melongo, menatap Cherry penuh iri "Lo kenal? Ih ngeselin banget" Kata Riana sambil memajukan bibirnya.
"Kenal lah kan dia ceesnya si Kavin, iri yaaaaa" Goda Cherry semakin membuat Sahabatnya iri hati.
"Berarti dia Kakak kelas Kita dong?" Selidik Riana." Tapi kok gue gak pernah sekalipun liat dia"
"Anak baru dia, wajar kalau lo belom pernah liat"
"Anak baru bisa langsung masuk team inti basket? gokil" Kata Riana sambil masih melihat ke arah Bumi di Lapangan.
"Kata Kevin Minggu lalu salah satu pemain andalan mereka tuh cedera, terus si Kevin punya ide aja masukin Kak Bumi buat cadangan, taunya malah jago banget, eh yaudah sama coach malah dimasukin team inti." Cherry mencoba menjelaskan sesuai POV Kevin.
Pipi Riana memerah ia tersipu sipu seperti melihat pangeran dari negeri dongeng.
Melihat itu Cherry ingat dirinya sendiri waktu pertama kali melihat Bumi, iapun sempat sangat kesemsem padanya layaknya bertemu Bias Idol.
"Cherry baru kali ini gue ngerasa jatuh cinta pada pandangan pertama" Ujar Riana Lebay.
Cherry terkekeh "Yaudah puas puasin deh liat Bumi hari ini, biar malem Lo mimpi indah"
Riana menggenggam kedua tangan Cherry "Cey untuk pertama kalinya please tolongin gue soal perasaan"
Kening Cherry berkerut bingung "Maksudnya gimana?"
Riana tersenyum malu "Mintain nomer WAnya ke Kevin"
Cherry membelalakan matanya kaget "Hah gila lo Ri, bisa bisa gue disangka genit sama si Kavin, matilah gue nanti"
"Please....." Pinta Riana memohon sambil mengatupkan kedua tangannya.
Cherry menggaruk rambutnya yg tak gatal ia kebingungan, namun iapun tak bisa menolak permintaan penting sahabatnya itu.
"Iya deh nanti gue mintain" Kata Cherry mengalah "Tapi gue gak janji ya, kalau Kevin nolak, gue bisa apaan"
Riana tersenyum senang "Asiiiiik makasih bestieku, pokoknya nanti kalau dapet gue pasti traktir Lo deh."
Dari arah lapangan Bumi melihat ke arah Cherry dan Riana iapun tersenyum manis.
"Cher dia senyum ke arah kita, ya Ampun jantung gue kayak mau copot dari tempatnya" Kata Riana histeris.
Cherry menenangkan sahabatnya "Ih Riana malu, diem diem jangan jingkrak jingkrak."
Riana berusaha mengatur ekspresinya, ia tersadar dengan tingkahnya yang aneh sekali saat itu. Padahal biasanya ia sangat chill, dan benar benar cuek dengan laki laki. "Cherry kayaknya gue kesurupan deh"
"Hahaha enggak Ri, jangankan Elo, gue aja waktu awal ketemu Ka Bumi juga kesemsem kok, tapi lama lama biasa aja"
"Lo suka juga ya " Raut wajah Riana berubah kecewa.
"Gue gamau rebutan cowok sama Lo" Kata Riana polos.
Cherry menggeleng "Enggak lah gila, dia emang ganteng tapi bukan tipe gue tau"
Riana menarik nafas lega "Bener ya kasih tau kalau lo berubah fikiran, gue gak mau nanti kita berantem gara gara cowok"
"Ih Riana dasar sodara durhaka lo ya, kan gue pacar sepupu lo, bisa bisanya nyangkain gue suka sama cowok lain" Cherry mencubit pelan pipi Riana yg kenyal.
"Hehehe kata Mami gue selama belom nikah kita masih bebas Gonta ganti cowok tau, lagian meskipun si Dion sepupu gue, kalaupun Lo suka sama cowok lain, dan nantinya putus sama si Dion, gue bakal tetep ada di pihak Lo."
Mendengar perkataan Riana Cherry terharu, ternyata di dunia ini ia punya sahabat yang benar benar sayang dan peduli perasaannya.
Pertandingan putaran kedua berakhir, kali ini skor dimenangkan oleh SMA Jaya Negara, tinggal ada 1 babak untuk menentukan pemenang. Cherry berharap semoga di babak ke 3 Kevin dan Teamnya bisa menang.
"De" Panggil Kevin dari lapangan.
Cherry dengan sigap membawakan sebotol air mineral kepadanya. Sorakan ramai dari bangku penonton terdengar ke arah mereka.
Cherry cuek saja begitupun dengan Kevin. Disalahpahami kalau berpacaran sudah biasa bagi mereka berdua.
"Kakak semangat dong, jangan sampe kalah" Katanya menyemangati Kevin.
"Iya tenang aja, kali ini pasti menang, doain ya" Pinta Kevin sambil mengelus sayang rambut Cherry.
Cherry mengangguk sambil tersenyum.
Cherry kembali ke bangku penonton menyaksikan pertandingan putaran ke 3. Selama pertandingan berlangsung hatinya harap harap cemas, takut kalau Kakaknya dan team akan kalah.
Pertandingan berakhir dengan perbedaan skor yang sangat tipis sekali, tetapi syukurnya team Kevin menang. Sorak sorai dari penonton terdengar memenuhi lapangan Gedung Olahraga itu.
Cherry dan Riana pun melonjak kegirangan "Hore menang" Teriak mereka kompak.
Kevin tersenyum dari arah lapangan ke Arah Cherry dan Riana, senyum puas tersungging dari bibirnya. Ia melambai, Matanya yang menyipit saat tersenyum, dan mata sipitnya itu sangat ikonik saat terbasahi oleh keringat, banyak cewek yang berteriak menyerukan nama kapten team basket super ganteng itu.
***
"Kak"
"Apaan?"
"Minta nomer kak Bumi dong kak" Pinta Cherry dengan nada yang paling halus dan sopan.
Kevin melotot tajam, ia sampai tidak fokus menyetir mobil yang saat itu ia kendarai.
"Cherry kamu sadar lagi minta apa" Tanya Kevin merasa sedikit kesal.
"Ya minta nomer kak Bumi." Jawab Cherry seadanya sesuai kenyataan.
"Lo suka sama Bumi?" Raut wajah Kevin menegang.
Cherry balik melotot "Ya enggak lah" Sangkalnya.
"Ya terus ngapain minta nomer nomer cowok, mau jadi playgirl, sama si Dion kutu kupret itu aja belom putus, udah mau minta nomer cowok lain." Cerocos Kevin tak Sabar.
Cherry menutup mulut Kevin "Kakak Diem berisik, aku gak suka sama Kak Bumi Puas."
Melihat jawaban tegas adiknya Kevin mengangguk.
Cherry melepaskan jari jemarinya dari mulut Kevin lalu berusaha menjelaskan "Jadi sebenernya yang mintain nomernya Bumi tuh temen aku."
"Temen yang mana?"
"Ya adalah Temen, gak deket deket banget kok, temen sekelas" Cherry sedikit berbohong.
"Yang bener" Selidik Kevin seperti Kepala Polisi Labrador.
"Yaudah kalau gamau ngasih" Cherry mulai kesal.
"Yaudah" Kevin malah makin sengaja menolak.
"Pelit" Cherry berteriak agak kesal.
"Bodo" Dalam hati Kevin tidak tenang, bagaimanapun Cherry sama sekali tidak boleh menyukai Bumi.
Sepanjang perjalanan Cherry duduk memunggungi Kevin, menatap ke luar kaca mobil, sangat kesal pada Kakaknya itu, selalu saja curiga pada hal hal yang tidak nyata.
Kadang Cherry ingin berontak dan jujur akan perasaan tidak nyamannya di posesifi oleh Kevin, hanya saja rasanya terlalu jahat, mengingat masa lalu Kevin yang pernah kehilangan Lucy, Cherry mencoba untuk bersabar saja, toh nanti kalau Cherry sudah menikah di masa depan, mana mungkin Kevin akan tetap seperti itu
Kevin ikut terdiam sepanjang perjalanan, ia sungguh menyesal, bukan maksudnya menolak permintaan receh adiknya itu, sangat sulit baginya mengungkapkan kekhawatirannya, menurutnya saat ini bukanlah saat yang tepat untuk menyampaikan sebuah fakta penting untuk Cherry ketahui.
Itu tiap satu bulan, gonta-ganti terus dong?!
Ya Salaam... 🗿🗿🗿