NovelToon NovelToon
Jangan Menyesal Setelah Aku Pergi

Jangan Menyesal Setelah Aku Pergi

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Selingkuh / Penyesalan Suami
Popularitas:73.8k
Nilai: 5
Nama Author: Jalur Langit

Disa ingin memberi kejutan berupa kehamilan yang telah lama dinanti-nanti, tetapi dia malah mendapatkan kejutan lebih dulu dari Cakra. Cakra membawa pulang Risa yang sedang hamil anaknya.

Dari pada menerima Cakra, yang jelas-jelas sudah mengkhianatinya, dan harus menerima Risa sebagai madunya, Disa memilih pergi dengan membawa anak Cakra yang dia sembunyikan.

"Jangan menyesal setelah aku pergi."

***

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jalur Langit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Dua bulan kemudian ....

Di kamarnya, Disa sedang bersiap-siap untuk menghadiri sidang terakhir perceraiannya. Celana hitam panjangnya ia padukan dengan blouse berwarna biru langit yang cerah. Rambutnya yang memanjang dibuat dengan gaya curly. Disa harus terlihat cantik hari ini.

Beruntung, blouse yang Disa pakai agak kebesaran sehingga bisa menyamarkan perutnya yang sedikit membuncit.

Kalau bukan karena ada suatu hal yang harus Disa pastikan, Disa tidak mau mengeluarkan tenaganya untuk datang ke pengadilan.

Vina hari ini tidak bisa menemani Disa, karena Vina harus berangkat kerja. Vina bekerja di pabrik yang lokasinya tidak jauh dari tempat tinggal mereka.

Disa akan ditemani ibunya yang hari ini terpaksa harus buka warung lebih siang, setelah pulang dari pengadilan.

"Udah siap belum, Dis?" tanya Rahmi, melihat Disa dari ambang pintu kamarnya yang terbuka.

Disa menoleh kemudian tersenyum, "Iya, Buk, ini sebentar lagi selesai kok."

Disa memasukkan ponsel dan dompetnya ke dalam tas, lalu ia keluar kamar.

"Yakin mau datang ke pengadilan?" tanya Rahmi memastikan. "Kamu nggak apa-apa?"

"Iya dong, Buk," Disa mengangguk yakin. "Udah dandan cantik gini sayang dong kalau gak jadi pergi."

"Tapi janji ya kamu nggak akan kenapa-kenapa?" tandas ibunya. "Ibu takut kamu nggak kuat, terus drop nantinya." suaranya penuh kekhawatiran.

"Nggak apa-apa, Buk, Disa kuat kok," Disa tersenyum tipis, mencoba menenangkan ibunya.

Menarik napas panjang, Disa membuka ponselnya untuk memesan taksi online di aplikasi. Sebenarnya ada motor matic yang bisa dipakai Rahmi, namun Disa tidak ingin datang ke pengadilan menggunakan motor.

Setidaknya, Disa harus terlihat setara dengan Cakra yang pastinya akan menggunakan mobil.

Beberapa menit kemudian, taksi yang Disa pesan telah datang. Disa dan Rahmi bergegas masuk ke dalam taksi.

Terkadang, Disa masih tidak percaya rumah tangga yang selama ia pupuk dengan banyak cinta harus berakhir di pengadilan agama.

Mereka telah sampai di tempat tujuan. Tujuan Disa datang ke pengadilan adalah untuk bicara empat mata dengan Cakra. Ada satu permintaan terakhir yang akan Disa utarakan dengan pria itu.

Dan semesta seolah mendukung keinginan Disa untuk lekas terwujud. Mobil Cakra datang hampir berbarengan dengan taksi yang Disa tumpangi. Pria itu ditemani oleh mama dan papanya.

"Ma, Disa mau ngomong sebentar sama Mas Cakra," pamit Disa.

Rahmi terlihat tidak setuju. "Mau ngomongin apa lagi, Dis? Kamu jangan aneh-aneh."

"Cuma obrolan biasa kok, Bu. Ada yang harus aku bicarakan sama Mas Cakra sebelum kita masuk ke ruang sidang."

Tanpa menunggu persetujuan dari ibunya, wanita yang hari itu terlihat lebih cantik dari biasanya itu melangkah mendekati Cakra dan kedua orang tuanya.

Disa mengangguk dan tersenyum tipis kepada Hadrian, namun Disa sama sekali tidak melirik ke arah Yuni.

"Hai, Mas. Bisa kita ngobrol sebentar?" sambar Disa langsung tanpa basa-basi.

Cakra cukup terkejut. Apalagi melihat penampilan Disa hari ini sungguh ... Lebih dari cantik.

"Ya. Mau ngomongin apa?" Cakra mengangguk. Bersama Disa di sebelahnya, ia berjalan memasuki gedung.

"Aku punya satu permintaan. Anggap aja ini permintaan terakhir aku," tutur Disa.

Cakra menatapnya dengan satu alis terangkat. "Oh ya? Apa? Katakan aja."

"Aku harap kamu mau memenuhi permintaan aku ini," sambung Disa.

Tanpa pikir panjang, Cakra mengangguk. Ia tebak, mungkin Disa ingin meminta harta gono-gini atau nafkah masa iddah yang lebih banyak dari yang ingin Cakra berikan. Kalau masalah uang, Cakra tak ada masalah. Dia bisa memberikan berapa pun uang yang akan Disa minta.

"Aku akan penuhi apa pun keinginan kamu," kata Cakra.

"Janji?"

"Oke. Aku janji."

Disa menarik napas sesaat. Ini saatnya Disa memberikan hadiah terkahir untuk Cakra.

"Aku mau talak tiga, Mas."

Cakra langsung berhenti mendadak. Ia menatap Disa tajam dengan kening mengernyit.

"Apa?"

"Iya." Disa mengangguk pasti. "Aku mau talak tiga, Mas," ulangnya.

"Talak tiga? Kamu ... Serius?"

"Iya. Kenapa emangnya?"

"Talak tiga itu kan ... Itu artinya kita nggak punya peluang lagi untuk ...." Cakra kehilangan kata-kata.

"Rujuk?" lanjut Disa. "Emangnya kamu ada rencana mau ke arah sana? Bukannya kamu udah ada Risa?"

Cakra terdiam.

"Kamu udah janji mau nurutin permintaan terakhir aku ini, Mas. Aku mau talak tiga sekarang."

Cakra pikir, Disa ingin meminta soal uang. Ternyata, justru permintaan talak tiga yang Disa inginkan. Jujur, Cakra merasa keberatan untuk memenuhinya. Disa ingin menutup peluang untuk mereka kembali bersama.

"Kenapa kamu cuma diam?"

"Dis .... "

"Jangan bilang kalau kamu nggak mau talak aku dengan talak tiga. Emang apa sih yang masih kamu harapkan dari aku—perempuan yang udah kamu buang demi wanita lain? Toh, setelah ini kamu akan punya anak sama Risa. Kamu nggak kepikiran mau rujuk sama aku bahkan sebelum kita resmi cerai, kan?"

Cakra berdehem singkat. "Ehem ... Oke kalau itu mau kamu. Aku akan turuti."

Disa tersenyum. "Thanks."

Cakra tidak sadar, jika dia sedang menggali lubang penyesalannya sendiri.

*

Talak tiga itu benar-benar Cakra wujudkan. Entah bagaimana caranya, pada saat hakim membacakan amar putusan, Disa mendengar sendiri. Mereka telah resmi berpisah dengan talak tiga.

Diam-diam, Disa mengusap perutnya. Semoga Disa tidak salah dalam mengambil keputusan.

Cepat atau lambat, Cakra akan mengetahui kehamilan Disa. Disa tidak mungkin bisa bersembunyi atau menyembunyikan perutnya yang nantinya akan membesar.

Saat itu tiba, Cakra pasti akan meminta rujuk. Apa pun akan pria itu lakukan untuk membawa Disa dan anak di dalam rahimnya untuk kembali ke pelukannya.

Disa tidak mau. Pantang baginya menerima kembali lelaki yang sudah berkhianat.

Talak tiga itu lah yang Disa jadikan tameng agar mereka tidak bisa semudah itu rujuk. Walaupun suatu saat nanti terdapat celah, Disa tetap tidak mau.

Biarkan Disa hidup bahagia berdua dengan anak ini.

Hadrian menemui Disa dan Rahmi setelah sidang dinyatakan selesai.

"Disa," panggilnya. Wajahnya penuh rasa bersalah. "Disa, papa mau minta maaf atas semua kelakuan Cakra. Papa nggak habis pikir kenapa dia jadi seperti ini. Papa merasa bersalah, Dis, papa juga minta maaf, papa nggak bisa didik Cakra."

Lihat, justru papanya yang merasa bersalah dan meminta maaf. Sementara Cakra? Dia sama sekali tidak meminta maaf, bahkan mungkin tidak merasa bersalah karena telah menyakiti Disa.

Disa menghela napas. Dia tidak bisa marah dengan mantan papa mertuanya. Bukan salah pria itu, lagi pula selama ini Hadrian selalu baik padanya. Tidak ada alasan untuk Disa membencinya.

"Sudahlah, Pa. Mungkin memang takdir jodohnya Disa sama Mas Cakra cukup sampai di sini."

Hadrian menepuk-nepuk bahu Disa. "Kalau kamu butuh apa-apa, jangan sungkan kasih tau papa ya, Dis. Sekali lagi, papa minta maaf yang sebesar-besarnya sama kamu."

"Iya, Pa."

"Jaga diri kamu baik-baik, Dis."

"Papa juga. Jaga diri papa baik-baik."

...****************...

1
Retno Harningsih
lanjut
sunaryati jarum
Sungguh hati Bu Rahmi dan Disa sangat baik,dan mulia,mau mencari anak pertama dari suaminya
Yunita Sophi
kasian Risa... baru sekarang aq kasian sama pelakor... semoga kamu bertemu lagi dgn Andre...
.semoga Andre mengakui anak nya
Retno Harningsih
up
Ma Em
Alhamdulillah Risa sdh sadar dari kesalahan nya dan mau meminta maaf pada Disa , semoga Risa segera mendapat kan pengganti Cakra lelaki yg baik serta sayang pada Risa juga Zara mungkin kalau bisa Risa bersatu dgn Andre saja agar Zara bisa merasakan kasih sayang kedua orang tuanya .
Yunita Sophi
Alhamdulillah Risa sadar... semoga Disa dan Risa saling memaafkan
Vivi Zenidar
Semoga Risa dan Zara bisa memperoleh kehidupan yang jauh lebih baik
Retno Harningsih
up
sunaryati jarum
Semoga mama Disa mau menerima kamu, dan Andre mau menikahimu Risa
Piyah
lanjutkan yg akur sm disa kasian zara
Yunita Sophi
ohh berarti Risa balas dendam yah
Yunita Sophi
bunga untuk mu thor 🌹🌷🌹
Yunita Sophi
bertobatlah Risa demi anak kamu... kasian dia makan diri uang haram
Yunita Sophi
kamu terlalu baik Disa...
Yunita Sophi
Disa kamu boleh baik sama siapalun... tp klo sama pelakor jgn deh.... bisa aja si Risa merebut Rayyan dr kamu
Lucyana H
Disa jgn jd lemah dong tunjukkin ke para penghianat kmu bisa sukses
Lucyana H
good job .jgn mau di duain,dan kmu Risa bakal kena karma terutama cakra
Ma Em
Akhirnya Disa tau kebenarannya bahwa bapaknya punya anak dari istri yang pertama dan tdk tahunya anak bapaknya Disa adalah Risa .
Retno Harningsih
up
sunaryati jarum
Iya, bedanya ayahnya sudah cerai , tidak seperti Cakra yang selingkuh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!