NovelToon NovelToon
Rotinya Manis, Rin!

Rotinya Manis, Rin!

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Renjana

Rin-pertemuannya dengan Al adalah kebetulan. Tapi Al bisa memberikan rasa manis dan asem di hari-harinya.

Al-kaku dan dingin. Tapi dinginnya bisa meleleh. Pertemuannya dengan Rin seperti roti. hangat di luar empuk di dalam.

Kisah semanis roti buatan Rin, penuh proses, harus dibentuk dengan bahan takaran yang pas. Baru bisa dinikmati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Renjana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12

Rin datang ke kantor Al pukul 10.00 dengan menenteng paperbag. Al menyambutnya di depan dengan senyuman yang tak pernah Rin lihat sebelumnya.

"Pas banget datangnya! Ayo masuk!" Al membukakan pintu untuk Rin. Rin masih takjub dengan isi di dalam kantor Al.

"Lo suka?" tanya Al.

"Suka" balas Rin. Tatapan mereka bertemu sesaat. Lalu Rin mengalihkan pandangannya.

"Ayo ke atas!" ajak Al, terlihat kedua telinganya sedikit memerah. Hari ini Al memakai kemeja tapi rambutnya tak serapi kemarin. Jujur, bagi Rin Al memang terlihat ganteng sejak dari awal bertemu.

Rin meletakkan paper bag diatas meja kerja Al.

"Lo bawa pesanan gue?" tanya Al melongokkan kepala ke dalam paperbag.

"Iya tapi... Cuma dua. Sisa segitu," ucap Rin.

"Oh, gak apa. Mana rider-nya?" Al meminta. Rin memberikan salinan yang sudah di print-out ke tangan Al. Rider yang berisi daftar yang harus disediakan panitia untuk guest star.

Al menggangguk puas dengan catatan yang diberikan Rin. Al menyimpannya di meja.

"Udah kan? Gue pulang ya..." ucap Rin.

"Lo nggak mau temenin gue latihan?" tanya Al.

"Latihan? Emang boleh?" tanya Rin.

"Spesial buat Lo! Ayo, gue kenalin ke anak-anak!" Al mengajak Rin keluar dari ruang kerja dan menuju ke koridor ujung. Al membuka pintu, seketika musik berhenti.

Al masuk. Diikuti Rin. Semua jadi bengong.

"Progress ini bang," bisik Jonas ke Bima.

"Rin, kenalin ni temen-temen gue. Bima yang sebenernya Leader kami, ini Jonas dan Arza. Mereka penggemar cookies lo!" ucap Al.

Rin dan ketiga teman Al bersalaman.

"Bima emang Leadernya, bang Al penulis lagu, tetap gue yang paling ganteng di sini!" Jonas merapikan rambutnya.

"Gue yang paling romantis nyusun lirik!" Arza nggak mau kalah.

Rin hanya tertawa. Al menarik bahu Rin dan mendudukkannya ke kursi di depan mereka.

"Temenin bentar ya," bisik Al. Rin tersenyum mengangguk. Mereka nggak seseram cerita Tyo dan teman-teman kampusnya. Justru ramah banget.

Mereka memilih satu lagu dan mencoba latihan. Di sini Bima pemain gitar sekaligus vokal. Jonas pemain bass, Arza di keyboard sedangkan Al duduk dibalik drum dengan stiknya. Terlihat keren. Ini bukan Al yang tidur mangap saat di bukit.

Rin menikmati alunan lagu dan musik mereka. Memang keren. Rin bertepuk tangan setelah mereka latihan. Reflek, Rin ngambil minuman dan memberikannya ke Al.

"Makasih Rin," senyum Al membuat jantung Rin berdebar lagi.

"Al aja nih? Kita juga haus loh!" ucap Jonas. Rin berbalik dan mau mengambil minuman di meja tapi tangannya di tahan Bima menahan tangan Rin dan menunjuk Al.

"Lo urusin Al aja, kami bisa ngurus diri kami!" ucap Bima. Rin mengangguk. Kaku.

"Gue pulang aja ya," bisik Rin.

"Jangan dong!" rengek Al. Jonas dan Arza terkekeh mendengar betapa manjanya Al ke Rin. Segala minta diambilkan minum, minta tisu, lap keringat.

"Kalo gue jadi Rin, gue tampol jidatnya!" canda Jonas. Tapi seketika dia terdiam melihat tatapan Al yang dingin.

"Rin! Kata Al lo bawain kita cookies buatan lo ya?" tanya Arza tak tau malu menurut Bima.

"Iya, tapi cuma ada dua toples kesukaan Al. Yang pesanan kalian next time ya," ucap Rin.

"Apa-apa kesukaan Al," protes Jonas.

"Lo tunggu sini, gue ke toilet bentar sekalian ambil cookies. Ada yang mau kopi?" tanya Al. Semua mengacungkan jempolnya sambil menyetel alat musik.

"Rin! Duduk sini!" ajak Bima. Mereka duduk lesehan di lantai berkarpet bersih. Rin duduk sambil melihat mereka.

"Lo udah jadian dengan Al?" tanya Bima. Seketika wajah Rin memerah.

"Nggak kak," jawab Rin.

"Lo tau gimana Al kan? Anaknya diem banget! Tapi aslinya nggak. Dia itu sebenernya nggak diem-diem banget. Tapi sejak ada lo, dia berubah jauh," ucap Bima.

"Maksudnya?"

"Sejak kenal lo, dia bisa uring-uringan seharian atau bisa jadi senyum terus. Sampe capek gue liatnya!" Rin tersenyum mendengarnya.

"kalo bisa, lo jadi orang yang selalu bikin Al senyum terus,"

"Kenapa?"

"Dulu Al pernah..."

"Kopi!" teriak Al mendobrak pintu. Jonas dan Arza buru-buru bangkit menerima kopi dan melihat paperbag yang dibawa Rin untuk mereka.

"Nih!" Al meletakkan sekotak es susu matcha kesukaan Rin.

"Makasih!" Rin tersenyum ke arah Al. Al duduk di samping Rin.

"Maaf kalo kelakuan mereka bikin lo nggak nyaman," ucap Al.

"Gak apa Al, gua nyaman," bisik Rin. Al tersenyum.

"Bang! Jonas setoples sendiri!" adu Arza.

"Noh ada setoples lagi!"

"Nggak! Itu punya bang Al, itu kita bagi dua!" ucap Arza. Mereka kejar-kejaran merebutkan cookies yang setoples

Al dan Rin tertawa melihat Jonas membagikan remahan cookies ke tangan Arza.

Ponsel Rin berdering. Tyo menelepon. Suasana canggung terasa di sekitar Rin. Nggak cuma Al, tapi Jonas, Arza dan Bima juga merasakan kecanggungan itu. Jonas dan Arza saling lirik. Rin meminta ijin mengangkat telepon. Al mengangguk.

"Rin, lo masih di kantor T & T? Kalo masih nanti pulangnya mampir ke toko Rafi ya. Tanyain spanduknya udah jadi apa belum,"

Tuk... Tuk... Suara stik drum dipukul Al ke lantai menimbulkan bunyi berisik. Jonas dan Arza berhenti rebutan. Al sedang sedang kesal. Keduanya paham siapa penyebabnya.

"Oke!" jawab Rin singkat sambil melirik Al.

"Ngapain dia?" tanya Al setelah Rin menutup teleponnya.

"Di suruh mampir cek spanduk,"

"Dia kan bisa baik motor buat ngecek, kenapa dia nyuruh lo?" gumam Al kesal.

"Kenapa?" tanya Rin.

"Jangan terlalu ngasih harapan sama Tyo!" ucap Al.

"Nggak kok!" ucap Rin bingung. Karena Rin memang tidak memberikan harapan apapun ke Tyo. Mereka murni berhubungan karena sebagai panitia yang sama.

"Gue ke ruangan dulu!" Al meninggalkan mereka.

"Kenapa?"

"Kak! Lo belum tau ya? Bang Al kalo udah kayak gitu berarti lagi kesel, lagi cemburu hehehe. Dan dia tipe orang yang susah buat ngomong apa yang dia rasa," ucap Jonas.

"Jadi...?"

"Lo harus sedikit berjuang biar dia mau ngungkapin isi hatinya kak, Fighting!" ucap Jonas.

"Sabar ya kak ngadepin kelakuan bang Al," timpal Arza.

"Bubar lo! Kepo banget ama urusan Al!" Bima membubarkan duo jahil itu.

Rin menggigit bibirnya sambil berpikir. Bagaimana caranya supaya Al ngomong dan jujur. Soal hati? Memangnya kenapa? Rin ragu, dia nggak yakin kalau Al ada hati.

"Pelan-pelan aja," Bima menepuk bahu Rin dua kali.

Rin mengangguk meski belum paham sepenuhnya. Berjuang untuk Al? Haruskah? Tapi Rin sendiri belum yakin kalau mereka sama-sama saling suka.

Sudah lewat tengah hari, Rin pamit pulang. Al mengantar Rin pulang ke Roemah Roti.

"Gue pulang dulu!"

"Makasih untuk hari ini, gue seneng main dengan anak-anak T & T. Lo bener, band kalian keren!" puji Rin.

Al tersenyum lebar kali ini. Tak lagi menyembunyikan rasa senangnya karena di puji Rin.

1
renjana biru
wooo hadirr dg boom like kakk, smangat💪
renjana biru
ga cm km kok rin, aku pun gregetan ama si al😊
Renjana: hai kak @renjana biru Renjana Biru, aku notice banget soalnya nama kita mirip.🥰
makasih banyak udah mampir + boom like. sumpah komen kakak yang gregetan sama Al itu bikin aku ngakak.
aku uda gregetan duluan pas nulis itu😄
makasih ya udah nemenin AlRin dari episode awal.
jangan pernah bosen baca ceritaku

salam manis semanis Roti Rin🥰
total 1 replies
falea sezi
nyimak moga bagus klo bagus q kirim hadiah🤭
Renjana: semoga suka ya kak,
😊
total 1 replies
internona Nerrazurri
karya yang keren
Renjana: sekeren kk,
makasih ya udah mampir😊
total 1 replies
justice
wahh bagusss, semangat ya kak
Renjana: terimakasih, semangat nulis juga yah😊
total 1 replies
renjana biru
btw lucuuu bgt mereka ihhh🤭🤭
Renjana: bikin gemes kan...🤭
total 1 replies
renjana biru
done mmpir ya kakaa💪
Renjana: makasih🥰
total 1 replies
oding's
halo kaa aku mampir jugaa nihh xixi
Renjana: makasih banyak🥰
total 1 replies
R
😍
Renjana: 🥰🥰
makasih yaaaaa
total 1 replies
Seraphina
saling support kak
Akao Rion
aku mampir kak, meskipun setiap baca Rin selalu ingat nama bapakku 🫣
Renjana: makasih, aku tunggu tulisan kamu juga😊
total 3 replies
Renjana
cinta manis diawali dari salah tingkah, berakhir manis. Tapi namanya hidup tak selalu manis.
kisah Al dan Rin tak melulu soal cinta, ada sedih, bahagia, lucu dan kadang sedikit kaku🤭
kisahnya nggak berat kok
aefpe fp
💪🤣
Mustika Nusantara
semangat ka bikin karyanya
Renjana: makasih😊
total 1 replies
Lisye Aisyah Hematang
Hadir juga kak 😍🙏
Renjana: terimakasih😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!